KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
412 - Lan Guan Zhi (9)


__ADS_3

Xiao Shuxiang tidak menolak ketika lengan kanannya dipegang dan ditarik. Dia mengikuti Lan Guan Zhi untuk menjauh dari Alkemis Zhou Yan dan yang lainnya. Dia berakhir berdiri di balik salah satu pohon dan menatap keheranan ke arah teman baiknya.


"A-Yuan, ada apa?" Xiao Shuxiang tidak sabar, tidak biasanya Lan Guan Zhi bersikap seperti ini. Masalahnya, dia tidak tahu niat subjek lain dengan hanya melihat raut wajah setenang air itu.


Lan Guan Zhi sendiri memperhatikan Xiao Shuxiang dan kemudian berkata, "Aku diperlihatkan kejadian sebelum kita kemari."


"Apa?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Diperlihatkan? Apa maksudmu?"


"Aku bisa melihat apa yang dialami oleh Tetua Chen Duan Shan sebelumnya. Ingatan itu adalah tentang Wang Zhao yang mengatakan bahwa dia melihatmu membawa Kitab Pembunuh Matahari,"


!


Lan Guan Zhi melanjutkan, "Shuxiang. Ada yang aneh. Perkataan Wang Zhao dibuat begitu meyakinkan, bahkan aku melihat Tetua Chen Duan Shan ikut terpengaruh."


"A-Yuan..." Xiao Shuxiang baru akan bicara saat dia melihat perubahan warna mata Lan Guan Zhi, meski hanya berlangsung sesaat sebelum mata itu kembali ke warna aslinya.


Di sisi lain. Meski ekspresinya tidak berubah, tapi Lan Guan Zhi tersentak ketika tiba-tiba saja Xiao Shuxiang menangkup pipinya. Dari yang dia lihat, teman baiknya seperti sangat terkejut.


"A-Yuan, matamu." Xiao Shuxiang kaget, "Sejak kapan itu bisa seperti ini?"


"................ Kurasa sejak bertemu Immortal Zhou Yuan,"


Xiao Shuxiang mengusap pelan pipi temannya sebelum menurunkan tangannya. Dia bernapas pelan dan lantas berkata, "Aku sebenarnya senang senior Zhou memperhatikanmu. Tapi yang kutahu, kemampuan dari matanya ini sangat berbahaya. Senior Zhou bahkan harus menutupinya dalam waktu yang lama,"


"Mn, aku merasakannya." Lan Guan Zhi berkata, "Awalnya kupikir akan hilang. Tapi sejak datang kemari, itu datang lagi dan durasi dari masa lalu orang yang kulihat semakin lama."


"Apa kau juga bisa melihat masa depan orang lain?"


"Terkadang, tapi hanya saat bertarung. Masa depannya pun hanya tentang pergerakan yang dia ambil saat melawanku."


"Itu luar biasa," Xiao Shuxiang berdecak kagum. "Memprediksi gerakan lawan secara tepat adalah kemampuan yang luar biasa. Jika kau bisa mengendalikan kekuatan ini, aku bahkan tidak yakin akan bisa menang melawanmu."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Aiya... Aku jadi iri. Rasanya senior Zhou sangat tidak adil padaku. Tunggu, kau bertemu dengannya kan? Apa dia memiliki hal yang ingin dikatakan padaku?"


"........... Kurasa tidak,"


Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian mengangguk, "Tidak masalah. Aku dan dia mungkin tidak terlalu sedekat itu. Lagipula pertemuan terakhir kami memang tidak berakhir baik, jadi... Yaah... Aku seharusnya tidak menanyakannya..."


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya. Ekspresi Xiao Shuxiang jelas sedang murung meski mengatakan itu tidak masalah. Dia pun bernapas pelan dan kemudian berkata, "Immortal Zhou Yuan mengatakan bahwa aku harus menjagamu."


Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap Lan Guan Zhi dan ekspresi murung yang tadi itu seakan tidak pernah ada. Xiao Shuxiang bahkan tersenyum dan menanggapi dengan semangat.


"Benarkah? Tsk, sudah kuduga. Itu berarti dia peduli, senior Zhou memang orang seperti itu. Tapi apa maksudnya kau harus menjagaku, aiya. Itu tidak perlu, aku baik-baik saja."


"................" Lan Guan Zhi melihat pemuda di depannya ini begitu senang hanya dengan beberapa kata. Dia ingat Zhou Yuan pun selalu membicarakan tentang Xiao Shuxiang tanpa beban, padahal keduanya pernah bertarung sengit satu sama lain.


Ada yang ingin Lan Guan Zhi tanyakan tentang hubungan teman baiknya dengan Immortal Zhou Yuan, tetapi mengingat saat ini bukan waktu yang tepat---dia pun mengurungkan niat tersebut.


Lan Guan Zhi bernapas pelan dan kemudian berkata, "Kurasa kita harus menyusul Wang Zhao. Dia terlalu mencurigakan,"


Xiao Shuxiang memikirkan ucapan teman baiknya dan teringat sesuatu. Dia pun berujar pelan, "Sebenarnya aku tidak terlalu yakin jika Wang Zhao mempunyai hubungan dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Rasanya... Tidak mungkin jika dia tiba-tiba berkhianat. Dan lagi dia menargetkanku. Sejujurnya aku heran.. Kesalahan apa yang sudah kulakukan padanya?"


"Bisa saja... Kau menyinggungnya tanpa kau sadari,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang berkedip mendengar ucapan Lan Guan Zhi. Dia menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tersenyum pahit, "Kalau kau sudah bilang begitu.. Aku tidak bisa bicara apa pun lagi. Aku sadar aku memang bukan orang baik. Yaah.. Tapi A-Yuan, masalahnya ini Wang Zhao. Aku tahu dia selalu dianggap payah dan diperlakukan tidak baik selama ini, aku yang mengajarinya bertarung. Jadi bagaimana bisa dia menyimpan kebencian padaku? Shizunnya sendiri?"


"Kau sungguh... Menganggap dia muridmu?" suara Lan Guan Zhi dingin. Entah kenapa dia terganggu dengan ucapan teman baiknya barusan.


Xiao Shuxiang berkedip, "Kau... Tidak suka jika Wang Zhao menjadi muridku?"


"Ayo pergi,"


!!


"A-Yuan, jangan menghindariku. Jawab apa yang kutanyakan tadi, hei..!" Xiao Shuxiang mengejar Lan Guan Zhi yang berjalan ke arah Alkemis Zhou Yan dan Tetua Besar Chen Duan Shan.


Xiao Shuxiang menyenggol lengan Lan Guan Zhi, namun temannya ini tidak mau bicara sama sekali. Dia seakan diabaikan dan Lan Guan Zhi lebih memilih untuk bicara dengan Alkemis Zhou Yan.


Lan Guan Zhi sendiri meminta izin pada Tetua Chen Duan Shan dan Alkemis Zhou Yan untuk pergi ke Sekte Lautan Awan. Di sisi lain, teman yang berdiri di sampingnya tidak pernah diam dan terus menyenggolnya.


Xiao Shuxiang memperhatikan baik-baik wajah Lan Guan Zhi dan sedikit berjinjit saat buka suara. Nadanya setengah berbisik saat dia berkata, "Apa kau sedang... Marah padaku?"


"Xiao Shuxiang," Alkemis Zhou Yan yang ada di depan Lan Guan Zhi spontan menjitak kepala Xiao Shuxiang dan berkata, "Apa kau tidak punya malu? Untuk apa sedekat itu pada A-Yuan?"


Xiao Shuxiang meringis dan agak kesal pada Alkemis Zhou Yan. Dia pun secara sengaja memeluk Lan Guan Zhi dan membuat siapa pun di sekitarnya terkejut. Xiao Shuxiang memprovokasi dengan berkata, "Tetua Tiga. Kalau aku melakukan ini, kau mau apa?"


"Dasar tidak tahu malu," Alkemis Zhou Yan menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang dan baru akan membentak ketika sebuah tindakan tidak terduga terjadi.


Sebuah tangan terulur dan meraih pinggang Xiao Shuxiang, berikutnya disusul oleh suara tenang dari sosok yang tak lain adalah pemilik tangan ini---Lan Guan Zhi.


"Jangan membuat masalah,"


!!!


"Kau yang memeluk duluan," Lan Guan Zhi mengusap tangannya dan tanpa nada, "Kurasa kau perlu banyak makan. Pinggangmu terlalu lembut,"


"Lan Guan Zhi..!" Xiao Shuxiang meremas kuat lengan Li Huanshou hingga pemuda itu merintih. Dia sendiri menunjuk temannya dan berkata, "Sejak kapan kau belajar bicara seperti itu..! Kau... Kau membuatku takut!"


"Hmph, harusnya aku yang bilang begitu. Kau membuatku merinding,"


"Kau yang membuatku merinding, tahu!" Xiao Shuxiang menggeleng, "Astaga... Jantungku. Jantungku benar-benar diuji,"


Alkemis Zhou Yan memperhatikan Xiao Shuxiang yang berekspresi pucat. Dia merasa puas melihat pemuda ini mendapat pelajaran. Lan Guan Zhi memang lawan yang sebanding untuk mengatasi betapa tidak tahu malunya sikap Xiao Shuxiang.


"Apa memang hanya aku yang merasa bahwa Tuan Muda Xiao dan Tuan Muda Lan memiliki hubungan yang ehm..."


"Sepertinya pertemanan di Alam Kultivasi Bawah memang agak berbeda dari yang ada di tempat ini. A-aku rasa.."


"Tidak perlu dibahas lagi. Mereka punya dunia yang tidak bisa dimasuki oleh orang-orang polos seperti kita,"


Li Huanshou mendengar pembicaraan bernada bisikan dari para saudara seperguruannya. Dia sendiri masih mengusap-usap lengannya yang terasa sakit karena diremas Xiao Shuxiang. Jujur saja, temannya ini memiliki tangan yang halus dan lembut---tetapi jika membahas cengkeraman, Xiao Shuxiang punya kekuatan yang tidak terduga. Dia bahkan sempat berpikir bahwa tulang lengannya sudah remuk.


Alkemis Zhou Yan menatap Lan Guan Zhi dan kemudian berkata, "Kalian ingin pergi ke Sekte Lautan Awan apa karena... Tetua Sekte Lembah Hantu itu?"


Lan Guan Zhi mengangguk pelan, dia berkata. "Kami ingin bertemu teman,"


Xiao Shuxiang menambahkan, "Meski benar bahwa Liu Wei Lin adalah Tetua Sekte Lembah Hantu, tetapi selama ini dia sudah menjadi teman yang baik dan banyak membantuku. Jadi bagaimana mungkin aku, maksudku kami meninggalkannya begitu saja."

__ADS_1


Alkemis Zhou Yan bernapas pelan, "Meskipun kau berandalan yang tebal muka dan paling tidak tahu malu, tapi setidaknya kau masih ingat akan kebaikan orang lain padamu."


"Tetua Tiga, saat kau sedang memuji--bisakah kau tidak mencampurkannya dengan sindiran? Aku bahkan tidak ingat apa kau pernah bicara baik padaku,"


"Kapan aku pernah bicara baik padamu?"


"Ya ampun... Xiao Shuxiang yang malang," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan dalam hati berkata, "Beruntungnya... Kau adalah Alkemis Zhou Yan. Jika orang lain, aku pasti sudah menjadikanmu hiasan dinding saat ini juga."


Tetua Besar Chen Duan Shan menyentuh bahu Alkemis Zhou Yan dan kemudian menatap Xiao Shuxiang. Dia tersenyum saat berkata, "Kalian sebaiknya segera pergi. Aku akan mengirim beberapa muridku dan menyusul kalian,"


"Baiklah, aku tidak akan menolak kebaikan Tetua Chen. Kalau begitu kami pergi dulu," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia berkedip melihat Lan Guan Zhi menyatukan tangan dan memberi hormat pada Tetua Chen Duan Shan serta Alkemis Zhou Yan, dia pun mengikuti tindakan teman baiknya.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melesat, tujuan mereka adalah Sekte Lautan Awan yang jarak tempuhnya sekitar 9 hari perjalanan. Dan tentu akan semakin panjang jika mereka tidak melewati gerbang bernama Dà Mèilì.


Xiao Shuxiang sudah pernah melewati gerbang itu sebelumnya, jadi tidak sulit untuk pergi ke sana. Bahkan dia bisa menciptakan Cermin Pemindah yang dapat mengantarkannya tepat di depan gerbang tersebut.


Bakatnya tentu dia gunakan dengan baik. Saat ini, ketika Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melesat di udara---sebuah cermin pemindah terbentuk dan mereka pun tanpa ragu melesat memasukinya.


Perjalanan ke Sekte Lautan Awan harusnya diselimuti oleh serangan dari hewan buas di dalam hutan, tetapi karena cermin pemindah Xiao Shuxiang---bahaya itu bisa dihindari.


Lan Guan Zhi menapak lembut di tanah. Dia melihat gerbang Dà Mèilì di depannya dan lalu sedikit mengerutkan kening.


"A-Yuan, kenapa kau tidak masuk?" Xiao Shuxiang hendak melangkah saat tiba-tiba lengannya ditarik oleh teman baiknya.


!!!


Lan Guan Zhi merangkul teman baiknya dan melompat mundur. Di detik itu juga, ledakan terjadi di depan Dà Mèilì dan tepat pada pijakan saat Xiao Shuxiang melangkah tadi.


"Apa jebakan?!" Xiao Shuxiang tentu saja terkejut, dia tidak menyadari ada jebakan seperti ini dan entah siapa yang berani memasangnya.


"Kau tidak apa-apa?" Lan Guan Zhi bertanya. Meski ekspresi wajahnya tenang, namun nada suaranya terdengar khawatir.


"Yaah, aku baik." Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian menatap teman baiknya, "Apa sekilas kau mendapatkan penglihatan lagi?"


"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk pelan dan kemudian berkata, "Aku melihat Liu Wei Lin dan Wang Zhao memasuki gerbangnya. Jebakan aktif setelah itu,"


"Apa Wang Zhao yang memasang jebakan ini?"


"Aku tidak yakin,"


"A-Yuan, firasatku benar-benar tidak enak." Xiao Shuxiang berkata, "Entah bagaimana... Tetapi sekarang aku berpikir bahwa Liu Wei Lin dan Wang Zhao merencanakan sesuatu bersama. Aku tidak seharusnya berprasangka buruk begitu saja, tetapi faktanya mereka adalah kultivator dari Aliran Hitam."


Xiao Shuxiang menurunkan pandangan saat berkata, "Kultivator Aliran Hitam... Jarang ada yang bisa dipercaya apalagi dapat disebut sebagai teman."


"Jika kau tahu, kenapa masih ingin berteman dengan mereka?"


Xiao Shuxiang menoleh, matanya bertemu pandang dengan tatapan Lan Guan Zhi. Dia pun berkata, "Itu karena aku juga dari aliran yang sama dan bisa dibilang---aku tahu seperti apa jalan pikiran mereka."


"Kau jelas berbeda." Lan Guan Zhi membantah, dia menatap teman baiknya dan berkata. "Kau adalah kultivator Aliran Hitam yang paling bisa dipercaya dan sangat layak dijadikan teman,"


"A-Yuan..." Xiao Shuxiang tertegun mendengar ucapan itu. Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa dan hanya mengikuti Lan Guan Zhi yang mulai melangkah memasuki Dà Mèilì.


******

__ADS_1


__ADS_2