KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
269 - Yi Wen (4)


__ADS_3

"Ambil ini," Yi Wen meletakkan beberapa buku di atas meja dan mengembuskan napas. Zhi Shu yang bersamanya pun juga meletakkan setumpuk buku.


Ling Qing Zhu berkedip. Dia kedatangan dua tamu di malam hari dan sama sekali tidak menyangka akan dibawakan hal semacam ini.


"Aku dan Zhi Shu mengelilingi pasar di Kota Ziming dan mendapatkan semua ini untukmu. Kau harus menghargainya dan baca ini, mengerti?" Yi Wen duduk di seberang meja dan menyuruh Zhi Shu untuk ikut duduk.


"..............." Ling Qing Zhu tidak pernah meminta hal seperti ini kepada Yi Wen dan Zhi Shu. Namun untuk menghargai teman-temannya, dia pun melihat salah satu buku dan tertegun membaca ukiran pada sampulnya.


Yi Wen berkata, "Kau jangan berpikir bahwa aku melakukan semua ini karena aku menyukaimu. Hmph, sama sekali tidak. Ini semua adalah untuk saudara Xiao-ku, hanya untuknya."


"..............." Ling Qing Zhu membuka buku tersebut dan mulai membacanya seperti biasa. Ekspresinya tenang, sama sekali tidak goyah.


Zhi Shu sendiri terlihat masih berusaha mengatur detakan jantungnya. Rona pada wajahnya nampak terang, bahkan telinganya pun masih memerah. Dirinya bahkan tidak sanggup untuk mengatakan apa-apa saat ini.


Saudara Wen-nya benar-benar gila. Entah bagaimana gadis ini bisa mempunyai ide untuk mengumpulkan berbagai buku berunsur romantis yang sangat dewasa dan diberikan kepada sosok seperti Ling Qing Zhu. Tidakkah ini sebuah kesalahan dan dosa yang besar?!


Buruknya, mereka membawanya ke Istana Seribu Pedang. Jika ada yang tahu, maka mereka pastia akan diberi hukuman berat. Tidak hanya itu, mereka memberikannya pada sosok seperti Ling Qing Zhu. Gadis ini .... Tidak akan lama lagi pasti akan bertindak tegas.


Membayangkan berbagai kemungkinan buruk membuat Zhi Shu menelan ludah di samping pipi dan telinganya yang masih memerah.


"Dari mana kau bisa mendapatkan benda semacam ini?" Ling Qing Zhu bersuara dingin. Dia baru bertanya ketika melihat gambar erotis yang dilukiskan dengan begitu hebat.


Ling Qing Zhu berujar, "Harusnya tidak ada hal semacam ini di Alam Kultivasi Atas."


Yi Wen berkata tanpa menoleh ke arah Ling Qing Zhu, apalagi ke arah Zhi Shu yang syok sebab tidak menyangka Ling Qing Zhu sama sekali tidak marah.


Yi Wen fokus dengan buku di tangannya dan berkata, "Orang yang hidup di Alam Kultivasi Atas juga manusia. Mereka memiliki hasrat, jadi tentu akan ada seniman yang terlahir di tempat ini. Kau harusnya jangan terlalu heran."


"..............." Ling Qing Zhu memperhatikan Yi Wen dan kembali membalik-balik beberapa halaman.


Zhi Shu berkedip dan menyenggol lengan Yi Wen. Dengan suara yang setengah berbisik, dia berkata. "Coba lihat ekspresi Nona Ling. Bukankah dia membaca buku itu, kenapa sama sekali tidak ada reaksi?"


Yi Wen terbatuk pelan, pipinya memerah dan tiba-tiba menjadi canggung. Dirinya malu sendiri melihat gambat di buku yang ada di tangannya, padahal yang berada di dalam ruangan ini hanya mereka bertiga.


"Ta-tadi kau bilang apa?"


Zhi Shu menghela napas, dia memberi isyarat mata kepada Yi Wen dan gadis itu pun menoleh mengikuti arah tatapan matanya.


Yi Wen tertegun, dia pun berkedip dan lalu mendengus pelan. "Hebat sekali ..."


Yi Wen berkata, "Nona Ling? Apa urat di wajahmu itu sudah mati? Kau melihat buku paling vulgar di antara buku yang kuberikan padamu, tapi raut wajahmu sama sekali tidak berubah? Sungguh. Ini bisa jadi masalah serius untukmu,"


"..............." Ling Qing Zhu menatap Yi Wen dan lalu berujar tenang, "Kau ingin aku melakukan apa?"


"Nona Cantik, itu semua adalah buku untuk latihanmu. Sangat berguna saat kau menghabiskan malam dengan suamimu. Dan yang satu ini adalah 92 gerakan paling luar biasa dalam sejarah,"


Saat Yi Wen mengatakannya, hidungnya terlihat meneteskan darah. Ling Qing Zhu sendiri memperhatikan dengan saksama gadis ini dan bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana bisa Yi Wen mempunyai keberanian yang begitu besar?


"Nona Wen," Ling Qing Zhu berkata. "Kau seorang gadis, buku semacam ini bisa merusak pikiranmu."


Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan berkata, "Terima kasih karena sudah memperhatikan Shuxiang dan aku. Tapi hubungan kami baik-baik saja, Nona Wen tidak perlu khawatir."


"Ya ampun," Yi Wen menggeleng pelan. "Nona Ling, dengarkan aku. Hubungan kalian memang baik-baik saja, tidak ada masalah sama sekali. Tapi aku juga tidak melihat kalian seperti pasangan suami-istri,"


Yi Wen kesal sendiri dan berkata, "Jangankan bermesraan---aku bahkan tidak pernah melihat kalian berpegangan tangan."

__ADS_1


"Panggilan Nona Ling pada saudaraku pun tidak ada romantis-romantisnya," Zhi Shu buka suara dan kemudian berkata, "Sebagai orang yang mengagumi saudara Xiao----aku pun tidak ingin dia mempunyai kehidupan pernikahan yang hambar. Saudaraku memang kadang tidak peka, tapi .... Nona Ling juga harus sedikit berubah."


"Ini bukan waktu yang tepat," Ling Qing Zhu bernapas pelan dan membuat Yi Wen menyilangkan tangannya.


Yi Wen berkata, "Lalu kapan waktu yang tepat itu? Kau dan saudara Xiao-ku sudah menikah. Kecanggungan harusnya tidak ada lagi di antara kalian. Kenapa kau masih keras kepala?"


Yi Wen mengembuskan napas, "Jika saja yang menikahi saudara Xiao itu adalah aku ... Pasti tidak akan seperti ini,"


Zhi Shu menatap sinis ke arah Yi Wen dan kemudian mendengus, "Kau sama sekali tidak cocok dengan saudara Xiao. Yang harusnya menikah dengannya itu adalah aku, sosok penyayang, lemah lembut dan keibuan."


Zhi Shu berkata, "Bayangkan jika kau yang menikah dengan saudara Xiao. Kehidupan keluarga kalian akan seperti kapal pecah yang diterjang badai dan ombak besar. Kekacauan di mana-mana. Sementara denganku, itu akan seperti pelayaran yang hangat, bahagia, senyum mendamaikan di mana-mana dan juga menyenangkan."


"Mustahil," Yi Wen membantah. "Aku dan saudara Xiao sangat serasi. Kehidupan kami akan penuh dengan keseruan yang tidak terbatas dan jika kau menyebutnya sebagai badai----maka itu adalah badai adrenalin."


Zhi Shu tidak mau kalah, "Mengertilah. Kau dan saudara Xiao dari spesies yang sama---buas. Karenanya, butuh orang lembut sepertiku sebagai penyeimbang."


"..............." Ling Qing Zhu memperhatikan perdebatan kedua gadis ini yang sedang memperebutkan Wali Pelindungnya. Dia tahu Yi Wen dan Zhi Shu menyukai Xiao Shuxiang, tapi tidak disangka kedua gadis ini masih menaruh harapan itu.


Ling Qing Zhu mengembuskan napas, membalik halaman bukunya dan lalu berkata dengan pelan. "Shuxiang tidak akan menikahi kalian,"


Yi Wen dan Zhi Shu tersentak. Mereka spontan menoleh dan mendengar gadis berambut putih panjang ini bicara kembali.


Ling Qing Zhu berkata, "Shuxiang pantang menikahi saudara seperguruannya sendiri."


"Yah, itu benar..." Zhi Shu tertampar fakta ini dan lalu memanyunkan bibirnya. Dia menghela napas dan berujar, "Padahal jika saja aku ditawari pernikahan oleh saudara Xiao-ku sekarang, maka tanpa berpikir aku akan langsung bilang 'iya'."


"Hmph, dasar murahan." Yi Wen meledek. Dia mengibaskan pelan rambutnya dan berkata, "Jika itu aku ... Tentu aku akan menyuruh saudara Xiao berlutut dengan bentuk lamaran yang paling megah. Dia itu keluarga bangsawan, jadi tentunya harus ada lamaran yang sebanding denganku."


Zhi Shu mengedutkan bibir atasnya. Dia bertatapan sinis dengan Yi Wen sebelum akhirnya mereka tertawa. Ling Qing Zhu yang ada di antara kedua gadis itu pun nampak tersenyum tipis dan menggeleng pelan.


Yi Wen berkata, "Jika saudara Xiao punya tiga istri ... Bukankah ini menyenangkan? Nona Ling, aku dan kau. Kita pasti akan membuat sejarah yang tidak biasa,"


Yi Wen tertawa, "Kemudian pagi harinya dia akan diadili oleh Nona Ling, lalu kau membujuknya dan aku menghasutnya kembali untuk mencari masalah."


"Kita benar-benar akan menjadi keluarga yang luar biasa," Zhi Shu menatap Yi Wen dan tersenyum, "Bagaimana nantinya jika punya anak? Kira-kira apa yang akan terjadi?"


Yi Wen dan Zhi Shu yang begitu kompak merencanakan masa depan bersama. Ling Qing Zhu yang menjadi pendengar pun bernapas pelan dan berkata, "Kalian bermimpi terlalu tinggi. Shuxiang tidak mungkin menikahi kalian,"


"Nona Ling," Yi Wen berkata. "Kau kan bisa membujuknya. Sebagai istri, pasti keinginanmu akan dia wujudkan."


"Benar, lagipula kami bukan orang lain." Zhi Shu tersenyum dan mengedipkan matanya. Dia membatin, "Setelah itu ... Aku akan menyingkirkan kalian berdua. Siapa yang mau berbagi saudara Xiao dengan wanita lain. Aku pastinya tidak akan mau,"


Tidak hanya Zhi Shu yang mempunyai pikiran demikian, tetapi juga Yi Wen. Mereka tersenyum dan tersenyum, namun menyembunyikan pisau di belakang punggung.


Ling Qing Zhu menarik napas dalam dan tanpa nada berkata, "Akan kubantu."


!!


Yi Wen dan Zhi Shu terkejut. Mereka syok mendengar ucapan gadis berambut putih ini. Keduanya sampai terperangah saking tidak percayanya.


Ling Qing Zhu menatap kedua temannya dan berujar dingin, "Akan kubantu kalian. Itu jika aku sudah tidak waras,"


Ling Qing Zhu berkata, "Shuxiang bukan sosok yang akan menuruti apa saja permintaanku. Dan meskipun dia melakukannya, aku tidak akan mengajukan permintaan segila itu."


"Tapi bukankah kau tidak mencintainya?" Yi Wen memancing tanggapan lainnya.

__ADS_1


"Nona Wen mendengarnya dari siapa?" Ling Qing Zhu berekspresi serius, nada suaranya dingin dan tatapan matanya seakan tidak menyukai ucapan barusan.


Yi Wen tahu bahwa dia sudah menggali emosi gadis berambut putih ini. Dia pun bermain-main lagi dengan berkata tanpa rasa bersalah sama sekali. "Meski tanpa diberitahu siapa pun, aku bisa melihatnya secara langsung. Sebuah fakta bahwa kau selalu menghindari saudara Xiao-ku, bahkan jika dia berusaha mendekatimu."


"Lain kali ..." Ling Qing Zhu menatap Yi Wen dan tanpa nada berujar, "Lain kali aku akan mencium Xiao Shuxiang, tepat di depanmu. Dan buku ini ... Masih belum cukup dewasa untuk diambil tekniknya,"


Ling Qing Zhu mengembalikan buku yang sudah dia lihat dan kemudian melangkah pergi. Dia membuat Yi Wen dan Zhi Shu tertegun sambil berkedip beberapa kali.


Ling Qing Zhu baru mengingat tentang Kota Ziming. Itu adalah kota di wilayah Aliran Hitam, jadi sangat pantas jika Yi Wen dan Zhi Zhu mendapatkan buku-buku tidak senonoh di tempat tersebut.


Dalam hati, dia bernapas lega sebab Kota Ziming bukan bagian dari Istana Seribu Pedang atau pun bagian dari wilayah Aliran Putih yang lain. Bila tidak, ini pasti akan sangat memalukan dan merusak martabat.


"Nona Ling, kau mau ke mana?" Zhi Zhu yang tersadar mulai memanggil Ling Qing Zhu saat melihat gadis itu berjalan ke arah pintu.


Tanpa nada, Ling Qing Zhu berkata. "Untuk mempelajari beberapa hal, tidak bisa hanya dengan melihat buku. Aku akan pergi ... Ke tempat di mana teknik yang ada di buku itu bisa dilihat secara nyata."


"Apa?!" Yi Wen kaget. Dia berdiri dan tanpa sengaja membuat meja di depannya membentur lutut Zhi Shu.


Tanpa menghiraukan rintihan saudara seperguruannya, Yi Wen melototi Ling Qing Zhu dan berkata. "Ka-kau jangan bilang akan pergi ke-"


"Tempat bordil," Ling Qing Zhu menjawab tanpa ekspresi.


"Tidak..! Tunggu..! Aduuh... Saudara Xiao akan mengulitiku hidup-hidup jika kau ke sana. Ling Qing Zhu..!" Yi Wen panik dan lantas mengejar Ling Qing Zhu.


Zhi Shu pun lebih terkejut lagi, "Aku juga akan kena masalah. Saudara Xiao itu ... Sangat menakutkan jika sedang marah. Nona Ling..!"


Zhi Shu bergegas untuk menghentikan Ling Qing Zhu. Dia sebenarnya tidak menyangka bahwa gadis berambut putih itu bisa mempunyai pikiran untuk pergi ke tempat bordil.


Padahal selama ini, Zhi Shu yakin bahwa kultivator yang mementingkan harga diri seperti Ling Qing Zhu tidak mungkin mau menginjakkan kakinya ke tempat yang dianggap racun dunia dan sangat kotor itu. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Ling Qing Zhu mempunyai hati yang sangat kokoh.


Adik dari Ling Lang Tian dan Kucing Putih Xiao Shuxiang tersebut bisa pergi ke tempat mana pun yang diinginkannya, bahkan jika itu merupakan lingkungan yang paling buruk sekali pun. Ling Qing Zhi tidak gentar, dia bahkan pernah pergi ke Dunia Demon----jadi tempat bordil sama sekali bukan masalah untuknya.


"Nona Ling..! Kau tidak boleh pergi ke sana..!" Yi Wen berhasil menyusul Ling Qing Zhu dan berusaha membujuknya.


Dia baru akan bicara kembali saat melihat Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi dan Hu Li berjalan terburu-buru mengikuti Tetua Chen Duan Shan.


Ling Qing Zhu juga melihatnya dan menyadari raut wajah Bocah Pengemis Gila, Hu Li dan Tetua Chen Duan Shan yang nampak khawatir.


"Tuan Muda Lan?" Ling Qing Zhu memanggil Lan Guan Zhi dan membuat pemuda berpakaian serba putih tanpa pita dahi itu menoleh padanya.


Lan Guan Zhi menyatukan kedua tangan dan memberi hormat, dia menyapa Ling Qing Zhu. Ekspresinya tenang, namun kegelisahan nampak pada binar matanya.


"Anda terburu-buru, ada apa?" Ling Qing Zhu bertanya.


Di sisi lain, Yi Wen terlihat memanggil Bocah Pengemis Gila tapi pemuda itu hanya melambaikan tangan seakan memberi isyarat agar Yi Wen jangan mengganggunya. Gadis itu pun nampak cemberut dan merutuki Bocah Pengemis Gila.


Lan Guan Zhi menatap Ling Qing Zhu dan berkata, "Shuxiang tidak bangun. Dia ... Dia tidak bernapas."


!!!


Yi Wen terkejut, ucapan Lan Guan Zhi seperti sambaran petir yang datang tanpa peringatan. Ling Qing Zhu pun sama terkejutnya, bahkan Zhi Shu yang baru datang dan mendengar ucapan itu juga syok berat.


"Tuan Muda Lan-"


"Aku harus pergi, maaf." Lan Guan Zhi bergegas, tidak bisa memberi penjelasan apa-apa karena dia pun baru menerima kabar ini.

__ADS_1


Ling Qing Zhu mengikuti Lan Guan Zhi. Yi Wen dan Zhi Shu pun juga ikut. Mereka syok dan bertanya-tanya dengan apa yang dialami oleh Xiao Shuxiang.


******


__ADS_2