KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
108 - Xiao Shuxiang (4)


__ADS_3

Berada dalam posisi yang saling memunggungi membuat Liu Wei Lin bisa bernapas sedikit lebih lega. Dengan begini, dia pun jadi dapat bicara tanpa merasa terganggu ataupun canggung.


Liu Wei Lin buka suara, "Tuan Muda Lan berasal dari Istana Seribu Pedang... Tetapi mengapa ada di tempat ini? Apakah sedang menjalankan misi?"


"Mn, penyelidikan."


"Begitu..." Liu Wei Lin mengerutkan kening dan kembali bertanya, "Tuan Muda Lan berada di bawah bimbingan siapa? Aku cukup baik dalam mengenal setiap murid di Istana Seribu Pedang, tetapi tidak pernah mendengar nama Tuan Muda Lan?"


"Aku mendapat undangan. Tempat asalku berada di Alam Kultivasi Bawah,"


"Ah, jadi Tuan Muda Lan sama seperti belahan jiwaku."


"Mn? Belahan jiwa?" Lan Guan Zhi berkedip, nada suaranya tenang.


Liu Wei Lin tersenyum dan berkata, "Teman baikku. Saudara yang memiliki ketertarikan dalam seni. Aku menyebutnya belahan jiwa,"


"Sulit menemukan teman satu pemikiran, dia pasti orang yang baik."


"Aku memang belum lama mengenalnya, tetapi dia memang orang yang baik. Tidak han itu, dia mudah diajak bicara, ramah, dan menyenangkan. Dia tidak terkekang dan besar, aku beruntung sekali bisa bertemu dengannya."


Lan Guan Zhi tersenyum samar dan berkata, "Tuan Muda Liu begitu memujinya meski belum lama berteman, itu berarti dia memang orang yang sangat baik. Siapa namanya?"


"Shuxiang, dari keluarga Xiao."


"Apa?"


*


*


"Kucing Putih..!" Xiao Shuxiang syok buka main. Tubuhnya menegang seperti mayat kering. Dia menatap Ling Qing Zhu dengan mata yang luar biasa dipenuhi keterkejutan.


Ling Qing Zhu berkedip, kepalanya linglung saat memikirkan apa yang baru saja dia pegang itu? Sebenarnya apa itu tadi?


Ling Qing Zhu menunduk dan baru setelah itu dia mengetahui bahwa 'gagang pedang' ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa.


Pilar Langit...! Dia baru saja menyentuh Pilar Langit..! Aaah...!!!!!!


Ekspresi Ling Qing Zhu tetap dingin, tetapi segera dia berbalik dan memunggungi Xiao Shuxiang. Di saat yang sama, dia tidak bisa lagi berpura-pura dan kemudian menutup wajahnya.


Bagaimana. Situasi. Bisa. Menjadi. Separah. Ini?! Astaga..!!


Ling Qing Zhu melihat telapak tangannya dan kemudian mengenalkannya dengan erat. Saat ini terlihat jelas kedua pipinya begitu merah. Dia masih merasakan 'itu' di tangannya. Benar-benar membuat merinding.


Xiao Shuxiang merasa seperti diabaikan saat tiba-tiba gadis ini memunggunginya. Dia memegang kuat pakaiannya, menggigit bibir bawahnya, dan berusaha untuk buka suara.


Dengan gigi yang terkatup, Xiao Shuxiang berkata. "Bagaimana. Kau. Bisa. Melakukan. Itu padaku?"


Ada penekanan pada kata-katanya dan membuat subjek lain memejamkan mata karena tidak ingin mendengar protesan. Sungguh, Ling Qing Zhu sama sekali tidak sengaja.


Ling Qing Zhu berusaha menenangkan diri dan lantas buka suara. Dia menahan agar nada suaranya sama seperti biasa.


Ling Qing Zhu berkata, "Karena anomali dan kondisi kita yang ada di dalam peti, maka tidak ada pembeda antara siang dan malam. Aku dengar, itu fenomena biasa. Tubuh setiap pria sering mengalaminya,"


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang terperangah, apalagi ketika dia mendengar ucapan subjek ini yang berikutnya.


Ling Qing Zhu berkata, "Itu akan hilang dengan sendirinya, karena begitulah cara kerjanya. Kau harusnya lebih tahu,"


Wajah Xiao Shuxiang menjadi gelap. Jika berpikir, situasi dan kondisi ini sebenarnya lumayan untuk membalas segala perbuatan subjek di dekatnya. Dia pun tidak akan dituduh bertindak jahat sebab hubungan mereka sudah sangat legal.


Warna wajah Xiao Shuxiang kembali dan dia mulai tersenyum. Kelicikan terlihat jelas pada garis senyumnya yang membuatnya nampak semakin menawan.


Suara Xiao Shuxiang terdengar berat, dia secara sengaja membuat nada suaranya agak serak saat berkata pelan. "Kau yang melakukan ini, Kucing Putih. Mengabaikannya begitu saja... Justru membuatku menyedihkan,"


Xiao Shuxiang setengah berbisik, "Bukankah setidaknya kau harus bertanggung jawab, hm? Tempat ini butuh bantuanmu,"


Telinga Ling Qing Zhu terasa bagaikan disengat. Dia bisa merasakan deru napas seseorang yang begitu dekat dan ini membuat jantungnya berdebar tidak karuan.


Ling Qing Zhu menelan ludah, dia menarik napas saat memejamkan mati. Dia tidak bisa kalah dengan cara semacam ini, jelas sekali bahwa subjek di dekatnya sedang mengerjainya. Dia tidak mungkin menyerah.


Sambil bernapas pelan, warna merah pada pipi Ling Qing Zhu perlahan memudar. Suaranya tenang saat dia berkata, "Kau ingin aku bertanggung jawab? Apa dengan membantumu menggosoknya dalam kondisi seperti ini?"


!!!


Xiao Shuxiang terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka akan mendengar kata-kata semacam itu terlontar keluar dari bibir seorang Ling Qing Zhu. Sejujurnya dia luar biasa syok.


Ling Qing Zhu baru akan bicara kembali ketika tiba-tiba pemuda ini memeluknya dari belakang. Dia kaget, "Shuxiang..!"


"Kau menyebalkan..!"


"Apa?"


"Bagaimana kau bisa mengatakan hal semacam itu? Kau membuatku malu..."


Ling Qing Zhu tertegun. Dia berkedip saat pelukan pemuda ini begitu erat dan seolah-olah bahwa Xiao Shuxiang menyembunyikan wajah di bahunya. Dalam situasi ini... harusnya dialah yang merasa malu, tetapi entah mengapa mengetahui Xiao Shuxiang sangat terguncang membuatnya merasa tenang. Bahkan detakan jantungnya pun kembali normal.


"Kau harusnya tidak mengatakan itu," Xiao Shuxiang buka suara, "Itu hal yang memalukan tahu..!"


Bukankah sejak awal yang mulai duluan adalah pemuda ini? Xiao Shuxiang yang ingin agar dirinya bertanggung jawab, dia hanya membalas.


Ling Qing Zhu menarik napas, pemuda menawan ini memang sangat sulit untuk dimengerti. Dia pun mengulurkan tangan dan mengusap lembut kepala dari Wali Pelindungnya.


Peti mati tempat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu berada terus bergerak. Entah ke mana mereka akan dibawa dan bagaimana keadaan teman-teman mereka saat ini.


"Sungguh, Kucing Putih..." Xiao Shuxiang kembali buka suara, "Bagaimana bisa pernikahan hantu dirancang seperti ini? Paling tidak, mereka harusnya menyediakan peti yang lebih lebar."


"............."


Ling Qing Zhu mendengarkan. Posisinya saat ini saling berhadapan dan dalam kondisi memeluk Xiao Shuxiang. Dia sengaja meletakkan tangannya di belakang punggung Wali Pelindungnya untuk mencegah punggung pemuda ini berbenturan dengan dinding peti.


"Kucing Putih... Kau tidak harusnya melakukan ini," Xiao Shuxiang menyadari tindakan Ling Qing Zhu dan berkata, "Harusnya aku yang melindungimu."


"Tidak apa. Yang kulakukan hanya hal kecil,"


Ling Qing Zhu begitu dekat dengan Xiao Shuxiang. Dia pun buka suara dan bertanya, "Kau sama sekali tidak terlihat terkejut saat melihatku ketika ritual pernikahan itu. Apa kau sudah tahu?"


"Mn," Xiao Shuxiang bersuara lembut. "Aku mengenali telapak tanganmu,"


"Mn..." Ling Qing Zhu mengerti maksud pemuda ini. Tentu saja sebab telapak tangannya bukanlah telapak tangan yang halus dan lembut seperti gadis biasa pada umumnya. Dia memang memiliki telapak tangan yang kasar karena selalu berlatih pedang.

__ADS_1


"Aku bisa mengenalinya.... Dan itu membuatku tenang," Xiao Shuxiang kembali buka suara, "Seharusnya aku tidak mengatakan ini... Tetapi jujur saja, aku senang karena bisa dekat denganmu."


"Tapi kenapa kau menutup matamu?" Ling Qing Zhu menatap wajah Wali Pelindungnya dan melihat pemuda menawan ini tersenyum dengan mata yang tetap tertutup.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak bisa membukanya atau yang di bawah sana akan bereaksi lagi."


Ling Qing Zhu berkedip dan warna merah terlihat di pipi putih miliknya. Beruntung karena pemuda ini tidak melihat hal tersebut.


Dalam hati, Xiao Shuxiang membatin. "Ini sangat menyiksa. Aku akhirnya tahu bagaimana rasanya terperangkap dalam kecantikan yang mematikan. Kondisi ini... Benar-benar mengujiku sebagai seorang pria sejati,"


Xiao Shuxiang tidak bisa mengabaikan fakta bahwa dia mempunyai gadis yang luar biasa cantik. Apalagi dalam jarak sedekat ini, dia sungguh berusaha keras untuk menahan diri agar tidak menyerang Ling Qing Zhu dan melakukan sesuatu walaupun hal itu legal karena gadis ini adalah istrinya.


Xiao Shuxiang bekerja keras mempertahankan kewarasannya. Di saat semacam ini, kondisi baginya untuk melakukan 'itu' adalah tidak mungkin. Dia menyakinkan diri bahwa dia sangat menghargai hubungan pernikahannya dengan gadis berambut putih ini.


Ling Qing Zhu sendiri sama sekali tidak tahu dengan pertarungan batin yang terjadi pada Xiao Shuxiang. Dia terlihat memperbaiki posisinya untuk mendapat tempat ternyaman meski dahi dan hidungnya bersentuhan dengan dahi serta hidung pemuda ini.


Xiao Shuxiang baru akan buka suara ketika mendengar suara petasan. Keningnya mengerut saat berujar, "Sepertinya upacara pernikahan hantu ini belum berakhir.."


Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Sebenarnya kita akan dibawa ke mana? Apa mereka tidak kesulitan mengangkat peti mati yang isinya adalah dua orang dewasa?"


"Tradisinya sama dengan pernikahan pada umumnya. Tujuan mereka harusnya kuil,"


"Mm, sepertinya memang begitu." Xiao Shuxiang mengangguk pelan dan lalu mulai menyadari sesuatu. Dia pun berkata, "Apa kau tahu bagaimana kita bisa keluar dari anomali ini,"


"............ Tidak,"


"Mm, seperti ini pun tidak apa-apa." Xiao Shuxiang berguman pelan, "Aku tadi sempat kaget saat Hantu Tua itu mengatakan tentang 'Penyempurnaan Pernikahan'. Kupikir dia menyuruh kita melakukan adegan 'itu'. Aaah, ya ampun. Aku tidak bisa membayangkan akan melakukan itu sambil dilihat para hantu,"


"Kalau begitu, jangan dibayangkan."


"Kucing Putih, kau tadi mengatakan peti mati ini akan dibawa ke kuil. Bukankah itu berarti kita akan dilihat orang-orang?"


"Tidak yakin, kita berada dalam lingkup anomali yang besar. Batasnya sulit diketahui."


!!


Peti mati bergetar kasar dan menjadi agak miring. Xiao Shuxiang memeluk erat Ling Qing Zhu dan dengan tangan yang ditaruh di kepala gadis ini agar kepala Kucing Putihnya tidak sakit saat berbenturan dengan dinding peti.


Xiao Shuxiang berdecak. "Serius, memang apa yang dilakukan hantu-hantu itu di luar sana? Apa mereka tidak tahu bahwa ada dua orang yang tersiksa di sini?"


Peti mendadak berguncang. Xiao Shuxiang dan Ling Qint Zhu tersentak, permukaan peti yang licin membuat mereka sulit mengambil posisi yang baik dan bahkan tanpa sengaja kedua bibir mereka bersentuhan.


Tidak ada lagi suara berisik petasan dan sebagainya. Kemungkinan besar, Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu sudah sampai di kuil. Belum sempat memahami apa yang terjadi sebelumnya, mereka pun kembali tersentak kala merasakan peti tempat mereka berada diletakkan dalam posisi berdiri.


Xiao Shuxiang tanpa sengaja menginjak kaki Ling Qing Zhu, namun sama sekali tidak meminta maaf. Lucunya, dia sendiri yang merintih sekaligus merutuk padahal bukan kakinya yang diinjak. Ling Qing Zhu terkejut dengan tingkah pemuda ini, tapi tidak bisa mengomel.


"Langit telah memberkati kita...!"


?!


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu mendengar suara teriakan wanita yang mana langsung disusul dengan teriakan bernada sama dan saling bersahut-sahutan. Keduanya tersentak ketika merasakan penutup peti mereka akan dibuka, segera Ling Qing Zhu melepas segel pelindungnya.


Pandangan mata Xiao Shuxiang sedikit terganggu karena perubahan cahaya penerang antara di dalam peti dengan lingkungan di luar, tetapi tidak butuh waktu lama sampai penglihatannya membaik.


Xiao Shuxiang menyaksikan banyak peti mati yang dalam posisi berdiri dan juga terbuka di hadapannya. Salah satunya adalah peti mati tempat Liu Wei Lin berada dan dalam balutan pakaian pengantin. Pemuda dari Sekte Lautan Awan itu nampak berada dalam perlindungan seseorang yang sama sekali tidak terduga.

__ADS_1


"Lan Zhi?"


******


__ADS_2