KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
149 - Kultivator Sekte Awan Suci


__ADS_3

"Haaah.... Aku benar-benar lelah," seorang kultivator pria memukul-mukul pelan lututnya. Dia juga menggerak-gerakan leher dan lengannya sampai terdengar suara dari sendi tulangnya.


"Aku juga. Demonic Beast di tempat ini sebenarnya tidak terlalu kuat, tapi karena jumlah mereka banyak dan menyerang pun secara berkelompok----jadi menguras banyak energi,"


"Kau benar. Haiiih... Dunia ternyata begitu luas. Aku kini benar-benar malu untuk membanggakan diri sebagai kultivator terbaik lagi,"


"Kurasa setelah konferensi ini selesai, aku akan lebih giat berlatih. Haaah.... Kupikir karena aku berasal dari Alam kultivasi Atas, maka orang seperti Tuan Muda Lan itu sama sekali bukan apa-apa. Tapi lihat sekarang, aku justru malah dilindungi olehnya."


"Aku juga sempat meremehkan mereka yang menghuni Alam Kultivasi Bawah. Ini benar-benar memalukan,"


Para kultivator yang beristirahat itu selain mengeluh, mereka juga mulai belajar sesuatu. Tentu saja salah satunya adalah tidak memandang orang lain dengan sebelah mata.


"..............."


Lan Guan Zhi sendiri perlahan membuka matanya, dia sudah selesai beristirahat dan energinya pun telah kembali pulih. Sebelum ini, dia memang tidak banyak mengalami pertarungan dengan para Demonic Beast. Tidak seperti para kultivator yang saat ini bersamanya.


Lan Guan Zhi melihat para murid itu masih beristirahat dan nampak seperti belum mau melanjutkan perjalanan. Dia pun hanya bisa bernapas pelan sambil menunggu beberapa menit lagi. Untung saja, bulan yang menggantung di langit tidak tertutupi awan hingga tempat ini tak terlalu gelap.


Butuh setidaknya 30 menit sampai para kultivator yang bersama Lan Guan Zhi mau melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini, beberapa di antara mereka sudah mampu mengayunkan pedang untuk melawan Demonic Beast yang mereka temui.


Lan Guan Zhi tidak lagi bertarung sendiri, dia dan belasan murid lainnya sekarang berjalan menuju hutan. Hanya saja salah satu di antara mereka nampak berseru dan meminta semuanya berhenti.


"Tunggu..! Aku melihat sesuatu," murid itu mengangkat tangan kanannya dan para murid lainnya berhenti berjalan dengan ekspresi wajah yang serius.


"Ada apa?" seorang murid perempuan melihat ke arah pandangan pemuda di sampingnya. Kening gadis itu mengerut, "Mereka seperti kultivator..."


"..............." Lan Guan Zhi juga melihatnya. Ada dua orang pemuda yang salah satunya memakai pakaian putih dengan mata tertutup kain merah dan satunya lagi berpakaian merah. Dia mengenali pemuda berpakaian merah itu yang tidak lain adalah Mo Huai.


"Sepertinya mereka berdua sedang terluka," seorang kultivator wanita menyadari hal yang aneh. Dia melihat pemuda yang berpakaian merah nampak sangat telaten memegangi tangan murid berpakaian putih di sampingnya itu walau terlihat koyakan dan darah pada pipinya.


"..............."


Benar apa yang dimaksud oleh Lan Guan Zhi. Kultivator itu adalah Mo Huai dan pria yang bersamanya saat itu adalah murid dari Sekte Awan Suci.


Mo Huai sendiri masih terus menuntun jalan pria yang sebenarnya memiliki nama Taiyang Hao. Sampai sekarang, dia tidak pernah bicara sepatah kata pun meski Taiyang Hao sering bertanya padanya.


"Nona, sebenarnya kau mengajakku ke mana?" Taiyang Hao sebenarnya tidak merasa keberatan atau pun curiga ketika ditarik seperti ini dengan mata yang tertutup. Semua itu karena sosok yang bersamanya merupakan orang yang sudah berjasa menolong dirinya.


"Nona, apa kau khawatir pada wajahmu?" Taiyang Hao kembali bertanya. Dia merasa bahwa penyelamatnya ini malu untuk memperlihatkan wajahnya, hingga dia harus berakhir dengan mata yang tertutup kain.


"Nona, aku tahu pria selalu memandang kecantikan seorang gadis dari wajahnya. Tapi sungguh, aku bukan orang yang seperti itu. Kau sudah menyelamatkanku, aku benar-benar sangat berterima kasih."


"Tolonglah, apa kau tidak bisa berhenti bicara? Aku bukan perempuan tahu! Aku laki-laki tulen," Mo Huai seperti ingin meneriaki pria di sampingnya dan itu terlihat jelas pada ekspresi wajahnya.


Sejak tadi mereka berjalan, pria ini tidak pernah berhenti untuk bicara. Dan entah bagaimana, Mo Huai malah dianggap sebagai perempuan.


"Nona, kau malu memperlihatkan wajahmu dan sejak tadi pun kau tidak bersuara. Apa .... Kau tipe gadis yang sangat pemalu?"


"Oh, ya ampun. Aku benar-benar kesal," Mo Huai menarik napas yang panjang dan mengembuskannya, "Sungguh. Sekarang aku jadi ingin memukul kepalanya sampai dia mati. Jika saja aku tidak penakut, aku pasti sudah melemparnya ke kawanan Demonic Beast dan membiarkannya tewas tercabik-cabik."


Mo Huai menelan ludah dan menggeleng pelan, "Itu .... Akan kulakukan jika aku benar-benar bisa. Tetapi aku ini bukan tuan muda Xiao yang mampu melakukan hal kejam tanpa ragu,"


Memikirkan tentang Xiao Shuxiang membuat Mo Huai merindukannya. Dia selama ini selalu bergantung pada Xiao Shuxiang atau teman-temannya yang lebih kuat. Konferensi ini membuatnya ketakutan, dia saja masih tidak percaya dapat hidup sampai sekarang.

__ADS_1


"..............." Mo Huai terus menarik pria di sampingnya dan menuntunnya berjalan. Dia pun membulatkan sedikit mata saat melihat beberapa orang murid berjalan tidak jauh di depannya. Salah satu di antara murid itu pun ada sosok pemuda yang mempunyai karakter berwibawa dengan pembawaan yang tenang.


Tanda-tanda kehidupan mulai terlihat pada raut wajah Mo Huai yang sebelumnya begitu pucat. Dia tahu benar sosok pemuda yang penuh wibawa tersebut. Itu benar adalah Lan Guan Zhi.


"Tu-Tuan Muda Lan..." Mo Huai sudah bisa bernapas lega saat ini. Hatinya menjadi hangat hanya karena melihat Lan Guan Zhi. Pemuda itu sama seperti Xiao Shuxiang di matanya.


Seorang kultivator yang bersama Lan Guan Zhi menghampiri Mo Huai dan bertanya, "Apa kalian berdua baik-baik saja?"


Taiyang Hao terkejut mendengar suara itu dan spontan merangkul pinggang Mo Huai untuk dibawa melompat mundur. Dia menggendong pemuda tersebut dan membuat banyak orang termasuk Mo Huai sendiri kaget bukan main.


Dengan serius Taiyang Hao berkata, "Nona. Jangan khawatir, aku akan melindungimu."


?!


Banyak orang yang terkejut, bahkan Lan Guan Zhi juga merasakan hal serupa. Mereka terkejut dengan tindakan dan ucapan bernada penuh kepahlawanan dari sosok pria berpakaian putih yang matanya tertutupi kain merah ini.


"A-apa yang terjadi?!"


Taiyang Hao mendengar suara itu lagi. Dia pun menurunkan Mo Huai dan berujar serius, "Nona. Tetaplah di sini, aku akan menghadapinya."


Mo Huai terkejut dan bergerak cepat untuk mencegah Taiyang Hao yang ingin membuka ikatan pada kain yang menutupi matanya.


"Nona, apa yang kau lakukan?" Taiyang Hao tersentak saat tiba-tiba dicegah.


"Serius, aku bukan perempuan!" Mo Huai ingin berteriak, tetapi dia menahan diri untuk melakukannya.


"Hei..! Sebenarnya apa yang terjadi? Ada apa dengan kalian berdua?!" kultivator itu kembali bertanya dan membuat Taiyang Hao semakin waspada.


Tidak hanya kultivator itu yang bertanya-tanya, tetapi juga yang lainnya termasuk Lan Guan Zhi. Mo Huai kemudian mulai mengangkat jari dan memberi isyarat agar belasan kultivator itu berhenti bicara.


Mo Huai memberi isyarat lain. Kali ini dia meminta Lan Guan Zhi mendekat. Semua orang pun mengarahkan pandangannya. Lan Guan Zhi sendiri dengan tenang berjalan mendekat.


"..............."


Mo Huai berbisik dan menceritakan apa yang dia ketahui pada Lan Guan Zhi, termasuk kondisi pria yang bersamanya ini. Dia menjelaskan bahwa karena pengaruh dari ilusi, Taiyang Hao melihat dan mendengar suara manusia sama seperti melihat dan mendengar suara dari Demonic Beast.


Lan Guan Zhi mengangguk paham. Dia tetap tenang dan ekspresinya sama sekali tidak berubah. Dirinya pun berjalan ke belakang tubuh Taiyang Hao dan menyentuh punggung pria itu.


Mo Huai sedikit mengerutkan kening, dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh Lan Guan Zhi. Baru setelah pemuda berpita dahi tersebut melepaskan ikatan pada penutup mata Taiyang Hao----dirinya mulai terkejut.


"Tuan Muda Lan, apa yang anda---" Mo Huai terlambat menghentikan tindakan Lan Guan Zhi. Kini penutup mata Taiyang Hao lepas dan pria itu mulai bisa melihat.


!!!


"Demonic Beast!"


Seruan dari Taiyang Hao mengagetkan semua orang. Kultivator dari Sekte Awan Suci itu baru akan menyerang saat kedua tangannya dipegang dari belakang.


"Sialan!" Taiyang Hao memberontak, dia memberi tendangan yang spontan dihindari oleh Lan Guan Zhi. Mo Huai sendiri terjatuh dengan perasaan ngeri dan tidak karuan. Ini karena meski dia sudah memberi tahu Lan Guan Zhi semuanya----pemuda berpita dahi itu tetap nekat membuka penutup mata Taiyang Hao.


"Ada apa dengannya?! Kenapa dia menyerang begitu tiba-tiba?!" seorang murid masih tidak mengerti situasi sekarang, begitu pun para rekannya.


Taiyang Hao mengedarkan pandangan dan berwajah buruk. Dari penglihatannya, dia sekarang sedang berada di tempat yang penuh dengan Demonic Beast. Dia bahkan tidak tahu lagi keberadaan dari 'Nona Penyelamatnya'.

__ADS_1


!!?


Belum cukup keterkejutan yang dirasakan oleh Taiyang Hao, dia kini kembali kaget saat dirinya sama sekali tidak bisa merasakan Qi. Bahkan aliran Qi dalam tubuhnya pun juga tidak terasa.


"A-apa yang terjadi padaku?!" jantung Taiyang Hao berpacu kencang. Dia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Seluruh meridiannya seakan ditutup entah bagaimana caranya.


"A-apa yang terjadi---!!" Taiyang Hao kaget dan tidak bisa menghindar saat sebuah tali melesat dan melilit tubuhnya.


Yang menyerang Taiyang Hao barusan tentu tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Dengan cara ini, kultivator itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aliran Qi yang tidak bisa dirasakan oleh Taiyang Hao pun juga karena Lan Guan Zhi yang telah memakaikan segel padanya.


"Sialan! Lepaskan aku!"


Taiyang Hao berusaha memberontak. Suaranya sangat berisik hingga Lan Guan Zhi terpaksa menotok urat di leher pria itu dan membuatnya pingsan.


"Tuan Muda Lan..." Mo Huai kini bisa mengambil napas lega kembali. Dia pun menatap para kultivator dari berbagai sekte yang mulai mendekatinya.


"Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?" seorang murid wanita begitu serius ketika bertanya. Dia menatap Mo Huai.


"Ilusi," Lan Guan Zhi menjawab singkat dan ini membuat semua orang tersentak.


"Ilusi? Maksud Tuan Muda Lan---"


"Itu benar," Mo Huai menyela dan dengan napas yang sedikit tidak beraturan dirinya menjelaskan.


"Aku tidak tahu apa-apa tentang 'Tuan Muda' ini," Mo Huai menunjuk Taiyang Hao dengan tatapan matanya, "Yang kutahu. Dia bertarung sengit dengan para murid lainnya dan bahkan tanpa ragu saling membunuh satu sama lain,"


!!!


Mo Huai tahu para kultivator ini terkejut, namun dia masih harus bicara banyak. "Aku tahu orang ini terkena ilusi. Dia mempunyai mata yang sepenuhnya putih. Kemudian... Aku merasa bahwa orang ini melihat kultivator yang lain sebagai Demonic Beast, bahkan suara kultivator yang dia dengar pun akan mirip seperti suara Demonic Beast di telinganya. Karena itulah ...."


Mo Huai mengatur napas sejenak sebelum kembali berkata, "Karena itulah aku menutup matanya dan tidak bicara apa pun dengannya. Dia akan mengira bahwa aku adalah Demonic Beast jika mendengar suaraku."


Beberapa kultivator menahan napas saat mendengar penjelasan Mo Huai. Mereka sekarang mengerti kenapa pemuda ini bertindak sangat tidak wajar dan bahkan menyerang Lan Guan Zhi. Semua itu karena pengaruh dari ilusi.


Salah seorang murid bergumam pelan, "Pendengaran dan penglihatan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya memang adalah ciri-ciri dari ilusi. Tapi bagaimana dia bisa terkena hal semacam ini?"


Mo Huai menggeleng, "Aku juga tidak tahu. Aku bersembunyi di atas pohon karena diserang oleh seekor Demonic Beast. Ketika selamat, aku mendengar suara pertarungan dan memutuskan untuk bersembunyi di semak-semak. Sungguh, aku tidak bisa menghadapi banyak hal mengerikan dalam sehari..."


!!!


Beberapa kultivator dengan sigap menahan tubuh Mo Huai. Lan Guan Zhi pun tersentak karena temannya itu mendadak lemas. Sepertinya, Mo Huai sangat berusaha keras menahan diri untuk tidak pingsan.


"Se-sebaiknya... Kalian jangan... Jangan memasuki hutan dulu. Aku..." Mo Huai sudah tidak bisa bicara lagi. Dia kini tidak sadarkan diri.


"He-hei?"


"Sepertinya dia pingsan. Ehm... Tuan Muda Lan? Bagaimana pendapatmu?"


"Tunggu dia sadar kembali."


"Mn, kurasa juga begitu. Dia bilang untuk tidak memasuki hutan. Mungkin saja, penyebab ilusi itu .... Adalah hutan ini."


"Itu bisa saja! Sebaiknya kita bawa mereka berdua dan cari tempat yang aman,"

__ADS_1


Lan Guan Zhi dan para kultivator lainnya mengangguk setuju. Mereka pun mulai membawa Mo Huai dan Taiyang Hao. Tidak ada di antara para kultivator itu yang berniat memasuki hutan di depan mereka sekarang ini. Penting untuk mengetahui lebih banyak dan itu hanya akan terjadi saat Mo Huai sadar nanti.


******


__ADS_2