![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Meski berjalan pergi, Ling Qing Zhu sesekali berbalik ke belakang. Dia tidak tahu perasaan aneh apa yang dirasakannya, apalagi jika diingat dengan baik---semua orang dari Sekte Lembah Iblis itu tidak terlihat senang sudah diselamatkan dari seorang tirani yang kejam.
"Nona Ling? Apa kau mengkhawatirkan Wang Zhao?" Yi Wen menghela napas dan kemudian berkata, "Tidak perlu cemas padanya. Dia pasti akan baik-baik. Dia sudah lebih dari kuat untuk melindungi diri sendiri,"
Zhi Shu mengangguk setuju, "Itu benar. Wang Zhao sudah banyak berlatih keras dan aku yakin dia bisa menjaga dirinya,"
"................... Kuharap firasatku tidak benar," Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia berjalan di belakang para tetua dan baru menyadari Wali Pelindungnya tidak ada di antara kultivator di sekitarnya.
Anak perempuan yang sebelumnya memeluk Ling Qing Zhu terus memperhatikan punggung gadis cantik berambut putih itu. Perasaannya semakin gelisah saat subjek yang dilihatnya makin menjauh. Napasnya terengah-engah dan dirinya pun seketika berlari.
Anak perempuan itu berseru, namun sebuah tangan langsung meraih bahunya dengan cepat dan menariknya begitu keras. Dia pun terjatuh ke tanah dan mengerang kesakitan. Semua orang yang merupakan bagian dari Sekte Lembah Iblis terkejut karenanya.
Seorang kultivator dari Sekte Lembah Hantu juga nampak kaget. Dia menatap ke arah sosok yang sudah bertindak kasar pada anak perempuan itu, seseorang yang tak lain adalah Wang Zhao sendiri.
Sedikit menyipitkan mata, sebuah penghalang tiba-tiba muncul di udara. Penghalang tersebut membuat wilayah Sekte Lembah Iblis tidak akan bisa dilihat oleh orang luar. Subjek yang membuat penghalang itu juga adalah Wang Zhao.
!!!
Suasana seketika berubah.
Di hadapan semua anggota Sekte Lembah Iblis, sosok Wang Zhao sekarang terlihat berbeda. Beberapa orang bahkan tanpa sadar membuka matanya dengan lebar.
"Kau ingin pergi ke mana?"
Suara Wang Zhao tenang, tanpa nada. Tetapi tubuh anak perempuan yang tersungkur di tanah itu nampak gemetar. Dia bahkan tidak bisa bergerak saking takutnya.
Segaris senyum tiba-tiba terbentuk di wajah Wang Zhao, sebuah senyuman ramah yang selalu dia perlihatkan. Namun tatapan matanya jelas berbeda, apalagi secara mengejutkan warna mata tersebut kini berubah menjadi hitam sepenuhnya.
"Sekarang bagaimana ... Aku harus membunuh kalian semua?"
!!!
"Tidak mu-mungkin ..." seorang dari Sekte Lembah Hantu terlihat tegang. Matanya terbelalak karena rasa terkejut yang dilihatnya.
"Di-dia berasal da-dari Klan Iblis Bermata Hitam--!!" seorang kultivator dari Sekte Lembah Hantu berseru, namun sebelum itu sempat terjadi---tubuhnya langsung memuncratkan darah segar seakan dia mengalami belasan luka tebasan.
!!!
Hanya dalam waktu dua tarikan napas, sosok itu pun tumbang tidak bernyawa. Kejadian itu mengejutkan semua orang, apalagi suasana semakin mengerikan ketika mendengar suara tawa kecil seseorang.
"Ah ... Maaf. Ada yang mati, tapi aku justru tertawa." Wang Zhao tersenyum. Dia pun menepis pelan debu di pakaian putihnya sebelum menyilangkan tangan.
Sambil menghela napas, Wang Zhao berujar. "Maafkan aku sudah tidak sopan. Aku akan menangis untuknya nanti. Itu mudah dilakukan, pfft... Ha ha ha."
"Baiklah, sampai di mana kita tadi?" suara Wang Zhao mendadak menjadi dingin saat dia berkata, "Bukankah aku pernah mengatakannya bahwa jika kalian tidak bisa membunuhku, maka kalian semua yang akan mati."
"WANG XUAN ZHAO! Kau monster!!"
"Ayo lawan dia! Dia sendirian dan tidak akan bisa menghadapi kita!"
"Hmph, masih tidak sadar diri rupanya." Wang Zhao hanya menggerakkan jari telunjuknya dan asap kabut merah langsung tercipta di tanah. Jeritan dan raungan kesakitan menyebar dan tidak butuh waktu lama sampai semua orang yang ada di sana terjatuh ke tanah.
Kaki mereka seakan disiram air panas dan rasa sakitnya tidak tertahankan. Satu-satunya yang tidak terpengaruh oleh kabut merah tipis itu adalah Wang Zhao. Pemuda tersebut kembali menarik kabut yang sudah dia sebarkan.
"Kemampuan Lian'Er ini memang berguna. Tidak sia-sia aku baik padanya selama ini," Wang Zhao tersenyum dan dengan tenang mulai berjalan. Dia membungkam erangan kesakitan dari orang-orang itu hanya dengan tatapan matanya.
"Jangan melihatku seperti itu. Aku tidak datang untuk membalaskan dendam," Wang Zhao berujar tenang dan dengan lembut berkata. "Aku sangat menyayangi kalian semua. Karena itulah aku datang kemari untuk menepati janjiku,"
Wang Zhao menghampiri seorang pria tua dan kemudian berjongkok di hadapan sosok yang kakinya terkena kabut merah buatannya. Wang Zhao tersenyum dan berujar pelan, "Bukankah aku sudah mengatakan bahwa tanpa kekuatan pun ... Aku bisa memporak-porandakan sekte ini. Hmph, sekarang lihat. Tanpa mereka sadari, aku menggerakkan kultivator dari sekte kedua aliran untuk menyerang tempat ini."
"Ini ... Adalah rumahmu!"
__ADS_1
"Rumah? Di mana? Rumah adalah tempat di mana anggota keluarga saling menyayangi," Wang Zhao berujar, "Tapi bagaimana jika tempat itu terlalu sempit bagiku, hm? Hmph. Maka tentu saja aku harus menyingkirkan yang tidak berguna. Benar, kan?"
!!!
Wang Zhao tersenyum. "Kakek Liang, aku tahu kau terkejut melihatku masih hidup. Ha ha, apalagi aku justru datang dengan pasukan yang besar kemari. Hebat, bukan?"
Wang Zhao menarik napas dan menggeleng, kali ini nada suaranya terdengar sedih. "Aku merasa kasihan denganmu, Kakek. Juga dengan orang-orang yang tinggal di sini. Kalian menderita karena aku, lalu ayahku, kemudian Qiao Nuan. Ah ... Tapi tenanglah, aku sudah membereskan semuanya-tidak. Bukan aku, tapi bahkan tanpa menggerakkan jariku pun ... Mereka sudah tiada."
Sosok yang bernama Kakek Liang itu menatap nyalang ke arah Wang Zhao. Dia menggeram dan berkata, "Aku sangat menyesalinya ... Aku menyesali tindakanku yang menghentikan ayahmu untuk membunuhmu saat itu."
Wang Zhao tersentak, kedua tangannya gemetar dan ekspresi wajahnya berubah. Dia memperlihatkan wajah yang sedih dan merasa sangat menyesal. Suaranya gemetar saat berkata, "Aku berterima kasih untuk itu. Tapi apa Kakek Liang sangat membenciku? Ha ha ha, astaga ... Lihat ekspresimu itu. Aku sangat suka melakukannya. Kau pikir ada berapa banyak orang yang tertipu dengan wajah tampanku yang polos ini? Ha ha ha, haah ... Ini menyenangkan."
Wang Zhao mengulurkan tangannya dan mengusap pelan pipi pria tua di hadapannya dengan lembut. Dia berkata, "Tanganku tidak pernah gemetar karena rasa takut. Ini adalah tanda betapa baiknya aku untuk tidak langsung mencongkel matamu dan memaksamu memakannya."
Wang Zhao menepuk-nepuk pipi pria tua di hadapannya dan kemudian menggeleng sambil tersenyum. Dia pun berdiri dan menghela napas. Wang Zhao berjalan dan kembali buka suara.
Dia berkata, "Bila diingat-ingat lagi. Pria itu juga menyesal karena tidak membunuhku saat aku pertama kali dilahirkan. Tapi yaah ... Dialah yang bodoh, jadi itu bukan salahku."
"Kau sudah hidup di lingkungan Aliran Putih selama ini, kenapa kau tidak pernah berubah!!" Kakek Liang membentak, "Aku menolongmu agar kau bisa--"
"Menjadi baik?" Wang Zhao menyela, dia berbalik dan menatap pria tua itu dan berkata. "Terima kasih, aku tidak tertarik. Apa kau pernah melihat ada orang jahat yang selalu kalah? Hmph, tidak Kakek. Hanya manusia yang baik, yang akan diuji oleh langit. Aku tentu saja memilih jalan yang lain dan lihat apa yang kulakukan? Kubuat kalian semua tampak buruk di mata seluruh dunia."
"Wang Zhao, kau ..."
"Jangan salahkan aku atas betapa malangnya nasib kalian," Wang Zhao berkata. "Demi membuatku tersingkir, kalian membuat segel pada kedua dantianku. Pamanku mengambil alih sekte tanpa peduli risikonya jika harus bekerja sama dengan Qiao Nuan. Dia bahkan menarik para pengkhianat sekte lain ke tempat ini. Demi apa? Kitab Pembunuh Matahari? Ha ha ha, akan kukatakan ini sebagai bentuk penghormatanku padamu yang akan tiada sebentar lagi,"
Wang Zhao tersenyum, "Paman-Ah, maksudku Ayahku ... Tahu bahwa aku yang sudah membunuh istri dan juga anak-anaknya. Apa yang bisa kulakukan selain membuatnya melihat ramalan bahwa putranya merupakan Iblis Bermata Hitam yang akan membawa dunia menuju kehancuran? Ha ha ha, aku membuatnya percaya bahwa hanya Kitab Pembunuh Matahari yang bisa menghancurkan monster ini. Lalu setelahnya ..."
Wang Zhao, "Kau bisa membayangkannya sendiri. Bagaimana aku membuat dia berusaha merencanakan penyegelan terhadap kekuatan dan perencanaan pembunuhan padaku. Di satu sisi aku akan terlihat sangat menyedihkan dan seperti anak yang tidak diinginkan. Kemudian di sisi lain, kutanamkan rasa kasihan di mata Meng Hao Niang dan juga Lian'Er. Ah ... Aku menyukai mereka."
Seorang kultivator wanita tiba-tiba berteriak, "Kau bahkan lebih buruk dari Liu Wei Lin!"
Wang Zhao berbalik dan kemudian berjalan ke arah wanita tersebut. Dia mencengkeram leher wanita itu dan mengangkatnya dengan sangat kasar. Suara Wang Zhao dingin saat berkata, "Nona. Jangan samakan aku dengan pemimpin sekte yang sudah kau khianati. Liu Wei Lin? Dia hanya tidak menyukai orang yang sama sekali tidak mematuhi perintahnya. Sementara aku, Wang Xuan Zhao Yang Agung ini tidak menganggap kalian sebagai manusia."
Sebelum dia sempat menyentuh pemuda itu, seseorang tiba-tiba saja datang dan kemudian memberinya pukulan. Seseorang pria berjubah hitam berdiri di depan Wang Zhao. Wajahnya sangat tampan namun mengandung tatapan mata yang dingin.
Wang Zhao tersenyum tipis seakan sudah menyadari akan kedatangan orang ini. Dia pun menatap pemuda yang tersungkur di tanah itu dan berkata, "Menyedihkan sekali. Apa kau pikir bisa menyerangku dengan cara seperti itu, hm?"
Melihat pria yang tersungkur di tanah nampak menggeram membuat kultivator berjubah hitam itu menoleh ke arah Wang Zhao. Dia pun bersuara dingin, "Apa ini?"
"Sandiwara selesai. Mereka semua sekarang milikmu," Wang Zhao tersenyum. "Bukankah kau meningkatkan praktikmu? Menjadikan mereka semua sebagai pengorbanan kurasa lebih dari cukup,"
"Wang Zhao ..."
"Setelah kau selesai, temui aku di tempat biasa. Aku tidak tahan melihat mayat,"
"....................." pria berjubah hitam itu menatap punggung Wang Zhao yang semakin menjauh. Dia pun berbalik dan menatap orang-orang ini tanpa merubah ekspresi wajahnya.
Sosok pria berjubah hitam itu tidak lain adalah Wang Hu Zhuang. Selama dia tidak ikut dalam perang dan hanya memperhatikan dari jauh. Ada beberapa orang yang dia selamatkan dan karena itulah kehadirannya menjadi sangat mengejutkan.
"Tu-Tuan Wang Hu Zhuang ...?" seorang kultivator wanita terbelalak dan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Suaranya gemetar saat berkata, "Ka-kau dan Wang Zhao ... Apakah mungkin--!!"
Warna mata Wang Hu Zhuang seketika berubah menjadi hitam pekat dan membuat kultivator wanita itu amat sangat terkejut. Tiba-tiba saja ribuan kertas muncul di udara dan melesat ke arahnya.
!!!
Serangan itu seperti hujaman potongan kertas yang terlihat indah, namun sebenarnya sangat mengerikan. Kertas putih tipis itu menggores pakaian dan kulit kultivator, bahkan sampai ada yang menancap di leher mereka.
Ada yang berusaha menghindar, menahan serangan dengan sisa kekuatan yang mereka miliki, namun semuanya sia-sia. Perang sudah menguras tenaga mereka dan kabut merah sebelumnya pun telah menanamkan rasa sakit yang tidak karuan.
Di sisi lain, ada orang yang melindungi anak-anak mereka dari serangan kertas itu. Hanya saja semua tindakan tersebut tidak berguna. Baik orang tua dan anak, mereka semua tewas dengan mengerikan. Kertas yang sebelumnya berwarna putih pun berubah menjadi merah hingga hitam karena darah.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama sampai Wang Hu Zhuang selesai dengan tugasnya. Warna matanya kembali normal dan dia pun berjalan pergi. Tujuannya adalah Istana Teratai Hitam di mana Wang Zhao sudah menunggu.
Suasana di Istana Teratai Hitam begitu sunyi dan penuh nuansa mencekam. Tempat ini kacau, bahkan singgasananya pun terlihat ditimpa oleh reruntuhan dan Wang Zhao saat ini terlihat membersihkannya.
Wang Hu Zhuang berjalan mendekat, suara dari langkah kakinya terdengar, namun tidak membuat Wang Zhao menoleh. Dia pun tanpa nada berkata, "Kau membunuh ayahmu?"
Wang Zhao menyingkirkan beberapa balok kayu dan kemudian berbalik. Dia pun dengan tenang berkata, "Aku tidak membunuhnya. Orang lain yang melakukannya untukku,"
"Orang lain?"
"Mn," Wang Zhao tersenyum dan kemudian duduk. Dia berkata, "Aku tidak tahu siapa orang itu. Dia kultivator berjubah putih, namun wajah dan ekspresinya seperti orang mati. Dia juga terlihat angkuh, entah siapa dia."
"Paman Wang, di mana kitab itu? Bukankah sekte ini berusaha mengumpulkannya?" Wang Zhao bertanya.
"Kulihat sepertinya pemuda bernama Xiao Shuxiang yang mendapatkannya."
"Tuan Xiao?" Wang Zhao berkedip sebelum mulai mengembuskan napas dan mengangguk pelan.
"Kau tahu siapa dia?" Wang Hu Zhuang bertanya tanpa nada.
"Dia kultivator dari Alam Kultivasi Bawah. Aku kagum padanya dan dia pun berbakat dalam Alkemis,"
"Alam Kultivasi Bawah ..."
"Jika Tuan Xiao memang memiliki kitab itu, maka biarkan saja. Dia bisa membawanya pulang ke Alam Kultivasi Bawah." Wang Zhao tersenyum dan dengan ramah berkata, "Kau hanya perlu menyebarkan berita bahwa Kitab Pembunuh Matahari ada di tangannya, biarkan Alam Kultivasi Bawah menjadi kacau."
"Kenapa tidak serang saja langsung?"
"Xiao Shuxiang bukan orang biasa. Kau harus menyelidiki karakter musuhmu dengan sangat dalam, baru setelah itu kita bisa menyerang kelemahannya. Lagipula aku berteman baik dengannya, jadi tidak perlu terburu-buru."
Wang Hu Zhuang bernapas pelan dan berkata dengan nada yang datar. "Aku menghabisi mereka semua sesuai perintahmu."
Wang Zhao tersentak, dia lantas berdiri dan kemudian berjalan mendekati Wang Hu Zhuang. Ekspresi wajahnya mengandung rasa tidak percaya.
Wang Zhao berkata, "Kenapa kau melakukan itu? Aku tidak mendesakmu, harusnya kau bisa bermain-main dulu dengan nyawa mereka. Tapi kau justru melakukannya dengan cepat, kau ini tidak seru sama sekali."
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Wang Hu Zhuang bertanya. Dia sama sekali tidak membalas ucapan Wang Zhao barusan.
"Aku akan pulang, tentu saja." Wang Zhao tersenyum tipis, "Shizun-ku sudah menunggu. Aku tidak mau tinggal di sini, bisa-bisa tidurku menjadi tidak nyenyak."
Wang Zhao melanjutkan, "Jika kau ingin ikut denganku, maka ayo. Aku bisa memikirkan banyak alasan agar mereka tidak akan curiga padamu, lagipula ada tetua Meng yang akan mendukung kita."
"Kau masih membiarkannya hidup?"
"Dia seorang alkemis. Aku tidak akan menyentuh orang seberharga itu dan demi kebangkitan klan, kemampuannya kubutuhkan." Wang Zhao mengulum senyum dan kemudian berkata, "Aku sebenarnya ingin Tuan Xiao, tapi dia terlalu sensitif. Aku saja harus selalu berhati-hati ketika berada di dekatnya,"
"Entah aku harus memberitahumu ini atau tidak, tapi Xiao Shuxiang membuat para kultivator itu saling membunuh dengan melempar gulungan Kitab Pembunuh Matahari ke tengah-tengah mereka yang mengincarnya."
"Bagus sekali, apa para tetua dari lima sekte besar juga ikut?"
"Kurasa karena mereka mempunyai sumber daya yang melimpah hingga kitab itu tidak mereka butuhkan."
"Mm ... Mereka pintar. Para tetua itu tahu bahwa kentang panas bernama Kitab Pembunuh Matahari akan menjadi benda yang diperebutkan. Itu hanya merugikan bagi mereka, karenanya mereka memilih mundur."
"................. Kelima sekte besar akan menjadi rintangan kuat untukmu nantinya. Kau mengatur perang ini pun hanya membuat mereka mengalami sedikit kerugian,"
"Tidak masalah. Tujuanku baru dimulai," Wang Zhao tersenyum, "Jika sumber daya adalah kekuatan dari kelima sekte besar, maka aku hanya perlu membuat mereka kehilangannya. Kita buat mereka saling bertarung demi memperebutkan sumber daya itu,"
"Yaah ..." Wang Zhao menarik napas dan kemudian dengan sedih berkata, "Sekarang hal pertama yang harus kulakukan adalah pergi menenangkan diri terlebih dahulu. Menangisi semua orang yang tiada karena perang ini dan lalu mendoakan jiwa mereka agar tenang. Aku tidak boleh melupakan ajaran Shizun, biar bagaimanapun aku adalah muridnya yang paling berbakti--pfft, ha ha ha."
Wang Hu Zhuang memperhatikan Wang Zhao pergi dan sama sekali tidak mengerti karakter pemuda itu. Perubahan pada watak Wang Zhao tidak dipengaruhi oleh didikan orang tuanya, tetapi sesuatu yang lain.
__ADS_1
Wang Hu Zhuang bernapas pelan, dia tidak bisa memikirkan apa pun karena kenyataannya dia berasal dari klan yang sama dengan Wang Zhao. Mereka adalah bagian dari Iblis Bermata Hitam dan segala hal yang berhubungan dengan iblis merupakan bencana bagi makhluk hidup mana pun.
******