KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
453 - EXTRA PART (4)


__ADS_3

Xiao Shuxiang menatap Kakek Berjanggut Panjang ini cukup lama sebelum kemudian buka suara. Dia berkata, "Enam Unsur Tenaga Dalam... Bukankah itu milik Bocah Pengemis Gila? Apa kau juga menguasainya?"


"Tentu saja tidak. Aku hanya tahu caranya menempa," Duan De berkata. "Maksudku kau bisa belajar dari ahlinya, kan?"


Xiao Shuxiang mendengus. Dia tersenyum dan kemudian menggeleng pelan, "Bocah Pengemis Gila memang ingin agar aku menjadi muridnya. Aku tentu saja tidak bersedia,"


"Apa?" Duan De tersentak. Dia baru akan bicara ketika seorang pelayan datang hingga harus menahan ucapannya lebih dahulu.


Xiao Shuxiang disapa oleh pelayan wanita itu, dia pun tersenyum dan membalas sapaannya. Duan De kembali buka suara ketika pelayan wanita itu sudah berjalan pergi.


Duan De bertanya, "Kenapa kau tidak mau? Dengar. Meski Senior memiliki tingkah yang aneh hingga membuatmu merinding geli, tapi dia itu sangat hebat. Kau tidak akan rugi jika berlatih dengannya,"


Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Aku tahu. Dia memang luar biasa. Tapi aku juga tahu bahwa jika dia berhasil mewariskan kemampuannya... Dia akan terbebas dari lingkaran kehidupan."


Xiao Shuxiang menurunkan pandangannya dan berkata, "Tidak ada kultivator yang bisa hidup abadi. Tetapi menjadi seorang Pilar Dunia... Justru dibenci oleh kematian."


"Dia sebelumnya pernah memintaku untuk mempelajari Enam Unsur Tenaga Dalam," Xiao Shuxiang berujar, "Aku tidak mau bukan berarti tidak bisa. Aku hanya tidak ingin jika aku benar-benar melakukannya... Dia akan pergi dan justru membuatku hidup sendirian,"


Duan De memperhatikan Xiao Shuxiang dan mengembuskan napas. Dia pun berkata, "Kupikir kau akan langsung setuju. Bukankah menjadi abadi adalah sesuatu yang paling diinginkan seorang kultivator?"


"Benar, tapi aku tidak ingin sendirian melihat dunia." Xiao Shuxiang tersenyum dan kembali melanjutkan masakan buatannya.


Xiao Shuxiang buka suara di sela-sela pekerjaannya, "Aku ingin menjadi kuat. Tetapi tidak dengan mengorbankan orang lain. Dan saat ini... Aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu dengan Kucing Putihku,"


Xiao Shuxiang berkedip dan sebelum mulai tersenyum senang. Dia menghampiri Duan De dan berkata, "Kakek Janggut Panjang. Apa kau mau kuberitahu sesuatu? Ini tentang Kucing Putih dan aku,"


Duan De mengerutkan kening. Tidak biasanya Xiao Shuxiang begitu gembira seperti ini. Tapi belum sempat buka suara, matanya langsung melebar saat mendengar ucapan dari pemuda menawan di sampingnya.


Xiao Shuxiang berkata. "Pagi tadi, entah bagaimana Kucing Putih sangat perhatian. Dia menyelimutiku dan bahkan memelukku. Apa kau percaya itu? Aku sendiri bahkan masih bertanya-tanya tentang yang kulihat itu mimpi atau bukan. Kau sendiri tahu seperti apa dia, kan? Jadi tentu saja aku sangat syok. Selama ini... Bahkan memegang tangannya pun aku akan dianggap tidak tahu malu. Tapi pagi tadi itu..."


"Tunggu," Duan De menghentikan Xiao Shuxiang sebelum pemuda ini mulai mengatakan hal yang lainnya. Dia pun berkata, "Apa... Kau tahu yang sedang kau bicarakan ini?"


Xiao Shuxiang berkedip. Dia dengan polos menjawab, "Tentu saja. Aku mengatakan tentang pagi hariku dengan Kucing Putih. Ah! Apa kau mau mendengar malamku dengannya? Ini berawal saat aku mulai mencarinya..."


Duan De membeku. Pemuda ini entah polos atau memang tidak peka. Kenapa kejadian yang harusnya sangat pribadi itu dikatakan secara gamblang bahkan subjek ini terlihat sangat bersemangat mengatakannya. Dia bahkan sampai tidak tahu bagaimana harus bicara.


Xiao Shuxiang sendiri tahu bahwa dia bicara tentang yang pribadi. Dia tentu saja masih sadar dengan tidak mengatakan secara terperinci sebab ada beberapa hal yang memang harus dirahasiakan. Dia hanya bicara tentang bagaimana sifat Ling Qing Zhu yang tiba-tiba berubah, seakan menjadi perhatian padanya.


Duan De pun sudah tua dan Xiao Shuxiang rasa orang ini cocok untuk mendengarkan. Lagipula, subjek di hadapannya mempunyai pengalaman yang lebih banyak tentang hubungan rumah tangga. Xiao Shuxiang yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dunia tersebut tentu memerlukan beberapa arahan.


".............." Duan De menarik napas dan lantas buka suara, "Aku hidup selama lebih dari 200 Tahun. Aku mempunyai istri dan seorang putra, tetapi mereka sudah lama tiada. Jika tentang pengalaman... Akan kuberitahu hal yang menarik,"


Xiao Shuxiang berkedip, "Apa itu?"


Duan De tersenyum dan kemudian berkata, "Umumnya... Pernikahan hanya manis 3 bulan pertama. Kemudian mulai ada pertengkaran kecil karena adanya kebiasaan yang tidak kalian ketahui dari pasangan masing-masing. Setelah itu hubungan akan menjadi hangat jika lahir anak di antara kalian. Namun setelah beberapa lama... Kalian akan sadar bahwa cinta bisa memudar."


"Kakek Janggut Panjang, kau menyebalkan." Xiao Shuxiang buka suara, "Apa maksudmu bahwa Kucing Putih tidak akan suka padaku lagi jika dia punya anak?"


"Aku tidak bilang begitu," Duan De berkata. "aku hanya mengatakan bahwa kasih sayang... Entah itu milikmu atau istrimu... Itu pasti akan terbagi pada anak kalian nanti. Perhatian kalian pasti akan dibagi,"


"Tsk, kalau begitu aku hanya tinggal membuangnya."


"Tunggu, apa?! Kau ingin membuang apa?" Duan De kaget dengan gumaman Xiao Shuxiang yang terdengar mengejutkan tersebut.


Xiao Shuxiang merutuk, "Kakek Janggut Panjang. Dengarkan. Kau bilang tiga bulan pertama pernikahan akan begitu manis, tetapi yang kurasakan jauh dari itu. Rasanya hambar sekali..."


Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan kembali berkata, "Jangankan berpelukan. Memegang tangan Kucing Putih saja adalah sebuah keajaiban untukku. Dan kau bilang jika ada anak di antara kami maka perhatian akan terbagi?! Hah. Aku pasti akan membuangnya,"


"Xiao Shuxiang..!" Duan De memberi pandangan horor saat berkata, "Kuharap kau tidak serius dengan ucapanmu..."


Xiao Shuxiang tersenyum, "Tentu saja tidak."


"Haah... Kau menakutiku. Jangan pernah mengatakan hal semacam itu. Jika istrimu tahu, kau benar-benar akan dalam masalah."

__ADS_1


"Ha ha ha, aku hanya menggodamu Tua Bangka." Xiao Shuxiang menggeleng dan kemudian bertanya pada Duan De, "Lantas bagaimana kelanjutannya? Apa setelah istrimu tiada... Kau menikah lagi?"


"Mn, sepanjang hidupku... Aku menikah sebanyak tiga kali. Putra dari istri pertamaku tiada saat masih sangat kecil. Istri keduaku tidak memiliki anak dan dengan istri ketigaku.. Aku mempunyai dua anak. Mereka menikah, memiliki cucu dan aku sendiri sudah punya cicit..." Duan De tersenyum saat mengingat beberapa kenangan.


Xiao Shuxiang berkata, "Apa dengan istri keduamu... Kau bahagia? Kalian tidak memiliki anak saat itu, kan?"


"Tentu saja bahagia. Aku bahkan lebih lama berkabung dan sempat memutuskan untuk tidak akan menikah lagi setelah kepergiannya. Tetapi kau tahu sendiri... Hati adalah sesuatu yang mudah dibolak-balik,"


"Lalu bagaimana keadaan para cicitmu itu?"


"Entahlah. Aku sebenarnya juga memalsukan kematianku."


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak. Dia menatap Duan De yang kembali fokus pada pekerjaannya.


Cukup lama memperhatikan pria tua ini membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian meniup rambut poni depannya. Dia pun buka suara, "Kau ingin aku berlatih Enam Unsur Tenaga Dalam dari Bocah Pengemis Gila dan sebelumnya kau sendiri mengajariku teknik menempa. Kalian ingin menjadikanku Pilar Dunia agar kalian sendiri bisa terlepas dari lingkaran kehidupan, lalu mati, dan meninggalkanku hidup sendirian, begitu?"


"Jika kau mengatakan seperti itu... Rasanya seperti kami memanfaatkanmu,"


"Memang kalian memanfaatkanku..!" Xiao Shuxiang buka suara, "Biksu Tua itu... Pernah memberiku Kitab Pernapasan Langit dan Bumi. Aku mempelajarinya sampai mengembangkan teknik di dalamnya, bahkan tidak tahu bahwa aku sudah menjadi bagian dari Pilar Dunia saat itu. Sekarang... Bocah Pengemis Gila dan kau pun ingin memanfaatkanku?"


"Bukankah kau ingin menjadi kuat?" Duan De berkata, "Kau harusnya bersyukur. Ada orang yang terus berkultivasi untuk kekuatan dan hidup abadi, tetapi kau sendiri... Kau hanya perlu menjadi murid kami dan mendapatkan semuanya. Jika itu kultivator lain, aku yakin dia tidak akan banyak protes sepertimu."


"Kakek Tua... Kau tidak tahu saja sudah sebesar apa beban yang ditanggung oleh Yang Mulia Xiao Shuxiang ini." Xiao Shuxiang memijat-mijat leher belakangnya sebelum kembali memasak.


Xiao Shuxiang kembali buka suara, "Intinya aku ingin lebih memprioritaskan istriku terlebih dahulu. Akan kupertimbangkan dengan baik ucapanmu barusan,"


"Sebaiknya jangan terlalu lama. Lagipula apa yang kutawarkan sama sekali tidak merugikan bagimu,"


".............. Yah, kurasa kau benar."


*


*


Ling Qing Zhu duduk dan tersentak dengan kedatangan Xiao Shuxiang yang tiba-tiba. Wali Pelindungnya itu bahkan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


".............." Ling Qing Zhu menutup bukunya dan kemudian bangun dari tempatnya duduk. Dia menghampiri Xiao Shuxiang yang menaruh nampan berisi makanan di atas sebuah meja kecil.


"Apa yang kau lakukan di sini?" suara Ling Qing Zhu dingin dan membuat subjek di depannya tertegun.


Xiao Shuxiang berkedip, "Bukankah harusnya hubungan kami membaik? Kenapa nada suaranya masih sama? Tidak hanya itu. Ini bahkan lebih dingin dari sebelumnya,"


Ling Qing Zhu mulai duduk dengan tenang. Di hadapannya sekarang ada semangkuk mie kukus, terlihat halus dan kenyal, bahkan jauh lebih baik dari yang dijual di kedai.


Ada irisan daging yang tebal ditumpuk di atasnya, bersama dengan sosis goreng, dan pucuk kacang panjang yang lembut. Mie itu juga dihiasi dengan potongan kubis rebus, dan airnya memiliki campuran telur yang membuatnya nampak seperti emas. Semuanya tersusun dengan apik dan memukau.


"Kubuatkan untukmu," Xiao Shuxiang tersenyum dan kembali berkata, "Aku juga menumbuk dan membuat bubuk kaldu lain. Rasanya pedas. Sengaja kupisah karena khawatir kau tidak menyukai rasa pedas,"


Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya dan kemudian mulai membuka cadarnya. Dia pun berkata, "Aku suka pedas. Terima kasih,"


Senyuman Xiao Shuxiang membentang lebih lebar, apalagi ketika gadis berambut putih di depannya mulai mencampurkan bubuk kaldu cabai ke dalam mie. Dia pun bertanya ketika subjek ini telah memakannya.


"Bagaimana? Apakah itu enak?"


Ekspresi Ling Qing Zhu tidak berubah. Dia menatap Xiao Shuxiang dan bergumam pelan dengan berkata, "Tidak buruk."


Senyum Xiao Shuxiang membeku mendengar jawaban gadis di hadapannya ini. Ucapan Ling Qing Zhu merupakan perkataan yang tidak seperti bayangannya.


"Ku-Kucing Putih..." Xiao Shuxiang kehilangan kata-kata, dia berkata. "Ka-Kau harusnya bilang rasanya enak atau tidak. Apa maksudnya dengan 'tidak buruk'? Kau ini-"


"Kau bisa membuatkannya untukku setiap hari. Itu akan bagus,"


"Apa?!" Xiao Shuxiang kaget. Itu ucapan yang harusnya dia katakan. Padahal dirinya sudah membayangkan akan mempraktekkan apa yang dipelajarinya dari Lan Guan Zhi, tetapi bagaimana bisa situasinya seperti ini?!

__ADS_1


*


*


"Aaah... Apa yang sebenarnya terjadi dengan Kucing Putihku?" Xiao Shuxiang memijat pelan keningnya dan berulang kali menggeleng.


"Payah! Jadi kau langsung pergi begitu saja?!" Bocah Pengemis Gila berdecak. Dia menghela napas dan berkata, "Tidak bisa diselamatkan lagi... Kau sangat payah."


Yi Wen yang bersama Bocah Pengemis Gila pun nampak menggeleng pelan saat mendengar cerita Saudara Xiao-nya. Dia dan Bocah Pengemis Gila memang sedang datang berkunjung ke Sekte Pedang Langit setelah berjalan-jalan sebentar, namun tidak disangka dia bertemu Xiao Shuxiang dan sekarang mendengarkan curahan hati pemuda ini.


"Saudara Xiao, apa kau tidak bisa bersikap lebih romantis sedikit?" Yi Wen buka suara. "Kenapa kau justru pergi, aih..."


"Lalu aku harus apa?" Xiao Shuxiang menatap Yi Wen dan berkata, "Dia benar-benar gadis yang menyebalkan. Padahal sebelumnya dia begitu perhatian padaku, tapi kenapa sikapnya tiba-tiba berubah?"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan berkata, "Sepertinya memang harus 'Senior' ini yang bertindak."


"Dengar," Bocah Pengemis Gila mendekat dan dengan serius berkata, "Kau lakukan saja operasi 'Jebakan Wajah Tampan'. Itu pasti bisa menaklukkannya,"


"Apa?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Jebakan bagaimana?"


Yi Wen menggeleng pelan, dia pun tidak mengerti maksud dari Bocah Pengemis Gila. Dirinya berkata, "Apa itu sama seperti 'siasat Gadis Cantik' milikku?"


"Tsk, tidak seperti itu." Bocah Pengemis Gila memberi isyarat agar Xiao Shuxiang mendekat. Dia pun berujar pelan, "Jebakan Wajah Tampan adalah kau harus menjadi lengket."


"Kau mau aku melakukan apa?"


"Shuxiang. Apa kau tidak pernah mendengar pepatah semacam ini, 'Pahlawan pemberani takut pada wanita manja dan wanita yang galak takut pada pria yang lengket."'


Xiao Shuxiang terperangah, "Omong kosong. Memang kau ingin aku selengket apa lagi? Semua cara sudah kulakukan. Kucing Putih saja yang sifatnya melebihi gunung es, dia bahkan tidak punya romantisme seperti A-Yuan."


"Aku setuju," Yi Wen mengangguk.


Bocah Pengemis Gila menghela napas dan berkata, "Yang kulihat kau belum terjun sekaligus. Dengar yah, kelekatan merupakan inti siasat ini. Ling Qing Zhu adalah Gunung Es seperti katamu, dan bagaimana cara untuk mencairkannya? Tentu saja dengan menjadi lengket. Kau harus membangkitkan rasa kasihan di hatinya dan menjadi pasangan yang patuh, percayalah padaku."


"Saudara Xiao, dia memintamu menjadi cengeng." Yi Wen buka suara dan membuat Xiao Shuxiang terkejut.


"Keberatan! Mau ditaruh di mana harga diriku jika seperti itu?! Tidak akan kulakukan!" Xiao Shuxiang protes. Dia menolak saran dari pria menyebalkan ini.


"Aiya..." Bocah Pengemis Gila menjelaskan, "Shuxiang. Kau ingat Wang Zhao, kan? Dia sangat hebat dengan menggunakan air matanya. Bahkan banyak orang yang tertipu dengan betapa polosnya dia,"


Bocah Pengemis Gila berkata, "Tangisan seorang gadis bisa meluluhkan hati pria. Lalu bagaimana dengan pemuda yang menangis? Hmph, asal kau tahu. Itu adalah senjata yang luar biasa untuk meledakkan hati siapa pun,"


!!!


Xiao Shuxiang terkejut, tetapi dia tidak meragukan ucapan pria ini. Dirinya pun buka suara, "Tapi... Bagaimana dengan nama baikku?"


"Mn? Memang kau punya?"


"Bocah Pengemis Gila..!"


"Bercanda," Bocah Pengemis Gila berkata. "Dengar. Kau sama sekali tidak kehilangan nama baikmu. Lagipula bersikap lengket pada istri sendiri bukan sesuatu yang aneh. Dan lagi, kau hanya seperti itu pada Ling Qing Zhu--jika pada orang lain, bersikaplah seperti biasa. Itulah sebabnya kusebut sebagai 'Jebakan Pria Tampan'."


"Ta-tapi bagaimana jika ada yang meledek..?"


"Saudaraku," Yi Wen buka suara. "Untuk apa kau pedulikan hal itu? Aku sendiri yang akan merobek mulut mereka,"


"Kau tinggal bantai saja, apa susahnya..!" Bocah Pengemis Gila ikut-ikutan. "Pokoknya sudah kuberi saran. Lakukan saja, lagipula ini untuk masa depanmu."


"Kalian berdua ini sudah tidak waras. Tsk, tsk, tsk... Entah siapa yang mengajari kalian..."


"Hmph, tidak sadar diri..." Bocah Pengemis Gila menggeleng. Yi Wen pun memiliki pemikiran yang sama dengannya dan ikut menggeleng pelan.


******

__ADS_1


__ADS_2