![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi Lan Guan Zhi sekarang, terlihat seorang murid senior Sekte Lautan Awan yang nampak begitu kesal.
Sektenya sekarang sedang diserang dan dua orang yang sedang bersamanya ini nampak begitu mesra berpelukan. Ingin sekali rasanya dia menendang pasangan menyebalkan ini dan membiarkan tubuh mereka terbakar.
"Aku takut. Peluk aku yang erat~"
"Yi Wen, apa kau tidak bisa serius--Tsk. Sudahlah,"
Bibir atas murid senior Sekte Lautan Awan itu berdenyut. Pasangan yang bersamanya sekarang adalah gadis cantik bernama Yi Wen dan pria yang bernama Shén Lóng.
Murid Sekte Lautan Awan itu nampak berusaha tenang dan menahan diri untuk tidak mengutuk. Shén Lóng yang dia lihat sekarang mempunyai sifat yang ketus dan sejak tadi terus membentak Yi Wen.
Masalahnya, bibir dan gerak tubuh pria tersebut sama sekali tidak singkron. Shén Lóng menyuruh Yi Wen untuk melepas pelukan terhadapnya, tapi kedua tangan pria itu justru tidak mau melepaskan pelukannya pada Yi Wen.
"Bocah Pengemis Gila, apa ini adalah akhir dunia..? Aku belum menikah~" Yi Wen menyembunyikan wajahnya di dada bidang Shén Lóng yang tak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Dia suka karena wajah pria ini tidak dipenuhi tepung dan perona pipi lagi.
"Aku juga belum menikah. Tapi apa kau bisa untuk tidak menggosok-gosokkan wajah dan kepalamu? Sedikit menjauhlah dariku,"
"Penghalangnya terlalu sempit. Aku takut terluka,"
"Kau ini manja sekali,"
"..............." ekspresi wajah murid senior Sekte Pedang Langit itu semakin buruk setiap kali mendengar pembicaraan dua orang ini. Kesabarannya sungguh sedang diuji.
"Mereka ini sangat tidak tahu malu. Aku seperti tertindas sendirian di sini, pria bujangan yang tertindas." murid senior Sekte Lautan Awan itu mengembuskan napas dan hampir mencapai batasnya.
Dia pun buka suara, "Maaf mengganggu momen kemesraan kalian. Tapi saat ini aku sedang butuh bantuan,"
Yi Wen tersentak, dia baru sadar bahwa ada orang lain selain dirinya dan Bocah Pengemis Gila di sini. Dia pun berkedip dan lantas tersenyum pahit, "Maaf .... Tapi aku bukan ahli dalam membuat penghalang,"
Bocah Pengemis Gila ikut bersuara, dia berkata. "Aku sendiri juga bukan orang yang bisa melakukan apa pun untuk membantumu. Praktik kultivasiku sangat rendah. Kau sendiri bisa melihatnya,"
"Haaah... Aku ingin sekali menendang mereka," murid senior Sekte Lautan Awan itu tersenyum, "Kalian pasangan yang serasi."
Yi Wen tersentak, dia tertunduk dengan pipi yang merona merah. Dirinya baru akan bersuara saat mendengar suara menggelegar di langit. Suasana hatinya tiba-tiba saja berubah.
Bocah Pengemis Gila menengadah ke langit. Dia melihat awan kemerahan di atas sana yang masih menurunkan hujan asamnya. Gemuruh yang terdengar itu nampak berbeda, rasanya suara tersebut bukan berasal dari awan kemerahan itu.
__ADS_1
"..............."
Gemuruh besar itu memang bukan dibuat secara sengaja oleh Hei Lian, tetapi itu adalah efek dari benturan serangannya yang saat ini sedang berhadapan dengan sosok pemuda yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang.
Sedikit gumpalan awan memadat dan Hei Lian memperlihatkan wujudnya. Hujan yang dia buat masih merusak segala benda jenis apa pun di bawah sana, teknik sekuat ini menjadi bukti bahwa dia mempunyai praktik kultivasi yang tinggi.
"..............." Hei Lian menatap pemuda yang melayang di hadapannya. Dia memperlihatkan tatapan mata yang tajam.
Tidak ada yang bicara selama beberapa saat. Namun dari ekspresi wajah Hei Lian, anak perempuan itu jelas sedang menahan amarahnya.
Sebelumnya, entah bagaimana sesuatu melesat dan mengejutkannya. Dia tidak menyangka ada orang yang mampu menembus awan miliknya. Padahal jika ada yang berani melakukan hal itu, orang tersebut hanya akan kehilangan nyawa.
"Kau mengejutkanku ... Kau bahkan tidak terluka," Hei Lian akhirnya buka suara. Hanya saja, nada dari ucapannya begitu dingin.
Xiao Shuxiang melayang di udara tanpa bantuan pedang terbang. Dia menatap anak perempuan di hadapannya ini dan berujar tenang, "Dibandingkan denganku. Kaulah yang sudah membuat kejutan. Luar biasa,"
"Xiao Shuxiang, kah?" Hei Lian tersenyum senang dan berkata, "Jiejie-ku sangat mengagumimu. Dia pasti gembira jika aku bisa membawamu padanya,"
Senyuman manis Hei Lian dalam sekejap menghilang dan berubah menjadi raut wajah yang penuh nafsu membunuh. Suara manisnya pun berubah dingin saat dia berkata, "Aku ingin membawakan tulang-tulangmu pada jiejie-ku."
"Gadis kecil, seratus tahun bahkan belum cukup untukmu bersikap seangkuh itu di hadapan Yang Mulia ini."
"Kebetulan sekali ...." Xiao Shuxiang buka suara dan dia pun mulai mengeluarkan Yīng xióng dari dalam Cincin Spasialnya.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku sedang ingin menguji kemampuan setelah satu segel yang mengikat kekuatanku terlepas. Kau sebaiknya .... Bisa membuatku terkesan,"
Sebelum Hei Lian sempat bereaksi, Xiao Shuxiang melesat dengan kecepatan yang tinggi ke arahnya. Dia mendengus dan kemudian menggerakkan tangan.
Hei Lian, "Kau sepertinya lupa. Tempat ini ada di bawah kendaliku,"
!!
Tetesan asam dari awan di bawah Xiao Shuxiang melesat ke atas. Hanya saja sebuah cermin besar muncul dengan tiba-tiba dan serangan Hei Lian masuk ke dalam cermin. Kejadian ini tentu saja membuat tersentak anak perempuan itu.
"Kau yang lupa," Xiao Shuxiang berujar. "Kau tidak menghadapi kultivator biasa,"
Sebuah cermin terbentuk di belakang Hei Lian dalan waktu sekedipan mata dan detik berikutnya melesatkan serangan asam yang sekuat sebelumnya.
__ADS_1
Hei Lian tidak memprediksi serangan ini. Asam miliknya menembus tubuhnya sendiri dan itu membuat Hei Lian kembali menjadi gumpalan awan. Hanya saja tak butuh waktu lama sampai wujud Hei Lian kembali.
"Xiao Shuxiang, apa harus kuingatkan sesuatu padamu?" Hei Lian tersenyum dingin, "Di bawah sana ... Mereka semua akan mati di tanganku. Kau menyerangku pun tidak akan menyelamatkan siapa pun,"
"Hmph, kau salah mengenai itu. Aku tidak bertugas untuk menyelamatkan siapa pun," Xiao Shuxiang mengayunkan Yīng xióng sambil menerima serangan Hei Lian dengan memakai cermin pemindah miliknya.
Yīng xióng digunakan untuk menebas serangan yang datang dari arah depan. Semburan asam yang mengandung api dan racun tersebut bercampir dengan air dari efek Teknik Pernapasan Air milik Xiao Shuxiang.
"Aku hanya bisa mengeluarkan dua cermin pemindah dalam kondisiku yang sekarang. Tapi setidaknya ukuran dari cermin ini sudah mampu menjadi senjata untuk menghadapi lawan," Xiao Shuxiang membatin.
Sesuatu yang mungkin dia harapkan dari terlepasnya satu segel kekuatannya ini adalah bahwa Teknik Pengendalian Darah miliknya mampu digunakan.
Hanya saja, meski disela-sela gerakan berpedangnya dia mencoba memakai teknik terkuatnya ini----namun rupanya itu belum bisa dilakukan.
Padahal jika saja Teknik Pengendalian Darah dapat dipakai, Xiao Shuxiang tidak perlu terlalu berusaha keras. Dia bisa melumpuhkan Hei Lian.
"Aku akan membunuhmu..!" Hei Lian berseru. Dia menggerakkan kedua tangannya dan semburan asam memancar ke atas.
"Hmph, lakukan jika kau bisa." Xiao Shuxiang memakai Teknik Pernapasan Air.
Benturan serangannya dengan serangan milik Hei Lian menciptakan semburan asap tebal serta suara yang keras.
Hei Lian tidak menyangka pada dua hal. Tubuh pemuda yang sedang dia hadapi tidak meleleh atau pun terbakar sama sekali meski menerjang awan miliknya.
Belum lagi, lawannya ini juga sama sekali tak terpengaruh pada racun dari setiap serangannya. Energi spiritualnya tidak mungkin melemah saat ini, dia masih sangat mampu.
Hei Lian benar. Xiao Shuxiang mampu menghadapi lawannya tanpa mencelakai diri sendiri adalah karena air yang terbentuk dari Teknik Pernapasan miliknya.
Air dari serangan Xiao Shuxiang itu bercampur dengan serangan bersifat panas dari Hei Lian dan membuat serangan yang tadinya berunsur panas serta mematikan menjadi hangat.
Di sisi lain, racun sama sekali bukanlah hambatan bagi seseorang seperti Xiao Shuxiang. Pemuda mempesona itu tidak akan gentar meski lawannya memakai racun mematikan sekali pun. Dia sangat percaya diri dalam mengatasinya.
Xiao Shuxiang membatin, "Kemampuan anak ini menarik. Akan bagus jika dia berbalik dan berada dipihak kami. Apa mungkin aku bisa ...."
Xiao Shuxiang ingin mencoba ramuan milik Zhang Xiao Lian yang sebelumnya sedang berusaha dia sempurnakan. Dia sebenarnya ingin membunuh Hei Lian, tapi juga merasa enggan karena sosok ini mampu untuk menjadi rekan yang sangat membantu.
"..... Kurasa tidak masalah dicoba,"
__ADS_1
******