KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
401 - Kabar Penyerangan


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu pergi menemui Lan Guan Zhi yang berada di Pagoda Tingkat Sembilan. Hanya saja sesampainya di sana, keduanya justru tidak menemukan siapa-siapa.


Xiao Shuxiang lantas bertanya pada seorang murid Sekte Pedang Langit yang ditemuinya dan mulia tahu bahwa Lan Guan Zhi sedang menghadiri rapat bersama para Patriarch serta guru-guru di sekte ini.


Dan saat menanyakan keberadaan Lan Xiao, murid Sekte Pedang Langit itu mengatakan bahwa Sang Harimau Bulan saat ini sedang pergi bersama Xiao Qing Yan dan beberapa temannya. Xiao Shuxiang jelas sama sekali tidak mengira bahwa dia akan ditinggalkan begitu saja.


"Apa-apaan ini..." Xiao Shuxiang yang sedang berjalan keluar dari pagoda tingkat sembilan nampak menghela napas. Dia menatap bangunan di belakangnya sebelum kembali menghela napas.


Xiao Shuxiang menggeleng, "Apa kau melihat itu, Kucing Putih? Lan Guan Zhi tidak mau bertemu denganku dan Lan Xiao pergi begitu saja, bahkan harimau bulan itu tidak mencari Xiao Shuxiang ini. Bukankah dia menganggap aku adalah Ibu A-Xiang-nya?!"


"................" Ling Qing Zhu berkedip dan lantas menatap pemuda di sampingnya. Tanpa nada, dia pun berkata. "Aku tidak tahu bahwa sekarang kau sudah menerima identitasmu sebagai ibu dari Lan Xiao,"


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak dan langsung protes, "Mana mungkin kuterima. Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Rasanya sangat menggelikan dan membuatku sampai merinding,"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan. Reaksi dari Wali Pelindungnya ini benar-benar memalukan. Dia sungguh berusaha menahan diri untuk jangan sampai kelepasan dan memukul kepala pemuda di sampingnya sekarang.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan..." Xiao Shuxiang menggumam pelan dan melihat ke sekitaran. Dia menarik napas dan berdecak, "Tidak ada Lan Zhi, bahkan tidak ada Lan Xiao. Sia-sia saja aku bangun cepat-cepat pagi ini,"


Xiao Shuxiang berkedip saat memikirkan sesuatu. Dia pun menoleh dan kemudian buka suara, "Kucing Putih. Apa kau mau pergi ke Sekte Kupu-Kupu bersamaku?"


Ling Qing Zhu memperhatikan sosok di sampingnya dan kemudian menggumam pelan. Dia mengangguk setuju dan itu membuat pemuda ini sangat gembira.


Xiao shuxiang mengajak Kucing Putihnya keluar dari Sekte Pedang Langit. Saat mereka berada di luar gerbang utama, Xiao Shuxiang pun mengeluarkan sebuah cermin pemindah dan bersama Ling Qing Zhu mulai memasuki benda tersebut.


*


*


Di Kota Awan Dingin. Tepatnya di Sekte Kupu-Kupu, Xiao WeiWei sedang berhadapan dengan seorang murd sektenya yang saat ini mengajukan protes padanya. Tidak sendirian, murid tersebut datang bersama beberapa orang lagi.


"Bibi WeiWei, kami tidak bisa menerima ini." seorang remaja berusia 16 Tahun memakai sebuah gulungan untuk menggebrak meja di hadapannya.


Murid laki-laki yang mempunyai jiwa muda dan bersemangat itu terlihat sangat tidak terima akan sesuatu. Dia berkata, "Selama ini aku selalu mengabaikannya dan kini tidak bisa lagi."


"Itu benar! Kami tidak terima ini..!"


"Kami tidak bisa menerimanya..!".


"Tidak bisa terima..!"


Xiao WeiWei mengembuskan napas dan menatap para muridnya ini. Dia dengan tenang bertanya, "Memang apa yang tidak kalian terima?"

__ADS_1


"Tetua..." remaja laki-laki itu cemberut dan kemudian menjawab, "Ini tentang misi yang ada di sekte kita. Tolong lihatlah, bagaimana mungkin kami hanya menerima misi pengawalan? Apa sungguh tidak ada yang lain?!"


"Bibi WeiWei," seorang remaja lain buka suara dan berkata. "Biasanya misi yang ada adalah berburu Demonic Beast atau menyelidiki sebuah insiden dan bahkan misi untuk pergi berburu di makam kuno. Tapi apa-apa ini? Misi pengawalan?"


"Apa kalian meremehkannya?" Xiao WeiWei bertanya.


"Bukan seperti itu--"


"Tentu saja." seorang murid menyela temannya bicara. Dia melangkah ke depan dan menatap wanita anggun di hadapannya. Dia pun kembali bicara, "Tetua. Misi pengawalan hanya seperti misi untuk anak-anak. Kami butuh pengalaman dan misi ini tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan,"


Xiao WeiWei bernapas pelan dan kemudian menjelaskan. "Apa kalian tahu kenapa sekte kita lebih banyak menerima misi pengawalan daripada misi lainnya? Itu karena mereka sudah mengakui kemampuan kalian."


Para murid itu tersentak dan Xiao WeiWei pun melanjutkan, "Kalian dianggap kuat dan mampu sehingga banyak orang yang mempercayakan nyawa mereka untuk dilindungi oleh kalian. Dan kalian harus tahu bahwa misi ini bukanlah hal yang sepele,"


"Tapi Bibi..."


"Dengar. Aku mengakui kemampuan dan juga bakat kalian. Kalian lebih bisa dengan misi pengawalan ini daripada misi lainnya,"


Xiao WeiWei tidak mengatakan alasan yang sebenarnya dari membuatkan misi untuk para murid Sekte Kupu-Kupu. Dia melakukan ini tidak lain adalah agar murid-muridnya bisa dibuat pergi meninggalkan sekte tanpa membuatnya dicurigai oleh siapa pun.


Xiao WeiWei baru akan bicara kembali saat seorang murid datang dengan terburu-buru dan memberikan kabar bahwa telah terjadi serangan di Kota Awan Dingin. Mendengarnya membuat Xiao WeiWei dan yang lainnya terkejut bukan main.


*


*


"Senior Besar Xiao. Maaf karena aku tidak bisa menyambutmu. Hari ini entah bagaimana Kota Awan Dingin diserang oleh sekelompok orang aneh. Aku ha-harus pergi dan membantu mereka."


Xiao Shuxiang tersentak. Dia baru akan bicara dan murid Sekte Kupu-Kupu itu langsung pergi meninggalkannya. Dia pun lantas menatap Kucing Putihnya dan tersenyum pahit.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku minta maaf atas sambutan mereka, Kucing Putih. Haah... Aku pasti akan mendisiplinkan anak-anak di tempat ini agar mereka bisa lebih menghormati orang lain,"


"Ini bukan salahmu," Ling Qing Zhu berkata. "Mereka jelas mempunyai masalah yang tidak sepele dan kurasa kita harus ikut membantu."


"Hanya aku." Xiao Shuxiang berujar, "Kau tetap di sini dan biarkan aku yang pergi. Temui ibuku dan tetaplah berada di dekatnya,"


Xiao Shuxiang lantas memanggil seorang murid junior Sekte Kupu-Kupu dan meminta anak itu untuk menemani Kucing Putihnya. Dia pun kemudian mulai pergi ke kota untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Ling Qing Zhu tidak sempat mengatakan apa pun dan Wali Pelindungnya sudah melesat lebih dahulu. Dia pun tidak punya pilihan selain tetap tinggal di tempat ini.


Jauh di tempat lain, kondisi menegangkan sedang terjadi dan menimpa warga Kota Awan Dingin. Para warga dibuat terkejut, bahkan sampai berlari bergelimpangan karena tanpa peringatan---beberapa orang berjubah hitam mulai menyerang.

__ADS_1


!!


Orang-orang asing yang entah siapa itu mulai menyerang bangunan hingga membuat takut para warga kota. Ada beberapa kultivator dari sekte lain yang berada di Kota Awan Dingin dan berusaha bertarung dengan para sosok berpakaian hitam itu.


Hanya saja kemampuan kultivator ini tidak cukup kuat untuk membuat lawannya pergi. Justru mereka--lah yang berada dalam situasi terdesak hingga tidak punya pilihan selain melarikan diri.


Para sosok berjubah hitam dengan penutup wajah itu berasal dari Alam Kultivasi Atas. Mereka hanya beranggotakan tidak sampai sepuluh orang, namun karena salah satu di antara mereka mempunyai kemampuan membentuk pasukan bayangan---maka jumlah mereka pun bisa dikatakan bertambah.


Para pendekar pakaian serba hitam ini tidak ada yang berniat untuk menghabisi nyawa para warga kota. Mereka hanya membuat keributan guna memancing Xiao Shuxiang keluar dan lalu menangkap pemuda tersebut.


Namun bukan berarti orang-orang ini akan diam saja jika ada kultivator yang menyerang mereka dengan sekuat tenaga. Mereka tentu tidak akan membiarkan bila nyawa mereka sendiri yang menjadi taruhan.


Aaah..!


"Lari..! Lari dari sini..!"


"Awas..!!"


Beberapa warga kota secara spontan menutup telinga mereka saat salah satu bangunan tertinggi tiba-tiba meledak dan dengan puing-puing yang terlempar ke berbagai arah.


Di antara orang-orang berpakaian serba hitam itu---ada seseorang yang hanya diam dan menyaksikan keributan tersebut. Sosok itu adalah pria yang tidak lain adalah Wang Hu Zhuang.


Jika sosok seperti Wang Hu Zhuang bisa ada di tempat ini dan menyaksikan apa yang terjadi, maka kabar ini telah sampai ke telinga Wang Zhao yang berada di Alam Kultivasi Atas.


Wang Zhao yang kedok kemunafikaannya belum terbongkar nampak sangat menikmati berperan sebagai murid yang baik dan patuh. Dia bahkan berhasil merebut kepercayaan para tetua Istana Seribu Pedang dan diperlakukan sangat hormat di tempat ini.


Tentu saja, tetap ada beberapa murid yang tidak suka bila perhatiannya direbut oleh Wang Zhao. Dia tidak tinggal diam dan beberapa kali berusaha mencari celah untuk membuat Wang Zhao malu, namun tindakan tersebut selalu saja gagal.


Wang Zhao tentu tidak ingin meladeni para murid yang nakal ini, tetapi dia juga bukan orang yang bermurah hati sampai melupakan perbuatan mereka terhadapnya. Jadi sebagai pembalasan, dia melakukan hal yang sangat tidak manusiawi.


"..................."


Di hari saat Wang Zhao menerima kabar dari Wang Hu Zhuang tentang keributan di Kota Awan Dingin yang ada di Alam Kultivasi Bawah... Di saat itu juga Wang Zhao melempar kepala murid yang bermain-main dengannya tepat di jendela kamar Tetua Cheng Duan Shang.


Wang Zhao membuat seolah-olah kepala itu dikirim oleh kultivator Aliran Hitam dan sasarannya kali ini adalah Sekte Lembah Hantu milik Liu Wei Lin. Ah... Tidak banyak orang yang tahu identitas Liu Wei Lin dan ini adalah kesempatan emas baginya.


Liu Wei Lin merupakan pemimpin Sekte Lembah Hantu dan tentu saja sangat diwaspadai, bahkan sampai dianggap berbahaya karena berasal dari Aliran Hitam. Membongkar identitas Liu Wei Lin dan fakta bahwa Sekte Lautan Awan tahu tentang siapa pemuda itu, namun masih mau menerimanya akan menciptakan ledakan yang besar.


Wang Zhao bisa membayangkan keretakan yang dapat dia ciptakan. Sekte Lautan Awan dan Istana Seribu Pedang akan dengan mudah dia hancurkan. Jika dua perguruan ini kehilangan kekuatan mereka, maka tidak ada lagi yang akan merepotkannya di masa depan. Rencananya benar-benar sempurna.


******

__ADS_1


__ADS_2