KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
86 - Monster?


__ADS_3

"Kenapa kalian menunggu di luar?" Dao Fang An bertanya saat tiba di tempat Zhao Lu Si dan yang lainnya berada.


Zhao Lu Si berujar pelan, "Tuan muda Mo yang meminta kami untuk menunggu di sini. Dia sedang mengobati Tuan Xiao,"


Dao Fang An mengembuskan napas, dia mengangguk. Sebelumnya dia pergi ke tempat di mana Zhang Zifan berada dan saat ini pemuda tersebut sedang diobati walau tulang pada jari-jari tangannya sulit dipulihkan seperti semula.


Dao Fang An tahu Mo Huai adalah orang yang sedang hangat dibicarakan, dia jujur tidak menyangka bahwa pelayan yang nampak lemah itu merupakan alkemis berbakat. Hanya saja, kekhawatirannya tetap tidak menghilang.


"Bagaimana kondisi Xiao Shuxiang?" Dao Fang An bertanya lagi.


Salah satu rekan Zhao Lu Si menggeleng pelan dan menjawab, "Kami belum tahu. Tuan muda Mo belum keluar sejak tadi. Tapi .... Sepertinya luka Tuan Xiao sangat parah,"


Dao Fang An menahan napas sejenak, "Pasti begitu .... Dia anak yang ceroboh, tidak bisa mengukur kemampuan sendiri, suka bertindak seenaknya. Apa dia pikir nyawanya itu ada sembilan?! Jelas-jelas kemampuannya berbeda jauh dari Zhang Zifan, tapi dia tetap nekat bertarung. Haah .... Apa begitu sulit baginya untuk merendahkan diri dan bersikap sopan pada orang lain?"


Dao Fang An merasakan denyut di kepalanya. Dia ingat pertemuan awalnya dengan Xiao Shuxiang, pemuda tersebut memiliki sifat arogansi yang tinggi dan sangat tidak sopan padanya.


Dao Fang An pikir dengan menjadikan Xiao Shuxiang sebagai pelayan, bisa memberi pelajaran pada pemuda itu. Tetapi bahkan belum sampai sepuluh hari tinggal di tempat ini, pemuda itu sudah membuat berbagai masalah.


Dao Fang An berusaha menenangkan diri, dia pun menoleh pada Zhao Lu Si dan lalu berkata. "Sebaiknya kalian kembali ke kelas masing-masing. Pelajaran kalian masih berlangsung, kan?"


"I-itu ...."


Zhao Lu Si dan teman-temannya saling bertatapan. Mereka memang memiliki kelas yang dibimbing langsung oleh Tetua Puncak Bai hari ini. Tapi mereka masih ingin tinggal untuk menunggu kabar tentang kondisi Xiao Shuxiang.


"Ka-kami akan tinggal di sini sebentar lagi, hanya sebentar..."


"Iya, kami ingin tahu kondisi tuan Xiao. Kami akan menunggu tuan muda Mo keluar dan baru setelahnya pergi,"


Dao Fang An berkata, "Jangan biarkan Tetua Jiao Feng menunggu. Kalian tahu benar bagaimana sifatnya,"


!!


Zhao Lu Si dan rekan-rekannya tersentak. Mereka pun menyatukan tangan dan membungkuk memberi hormat pada Dao Fang An sebelum bergegas pergi.


Dao Fang An hanya menatap para gadis itu yang perlahan semakin menjauh. Dia pun menaruh sebelah tangannya dibalik punggung sambil tetap berdiri dengan pandangan yang tertuju pada ruangan di hadapannya.


Zhao Lu Si dan para gadis itu harusnya tidak sesopan ini. Apalagi telah diketahui bahwa Dao Fang An hanyalah salah satu dari kepala pelayan Sekte Lautan Awan. Tapi memang jika diperhatikan dengan saksama, sikap Zhao Lu Si tadi terlihat agak gugup.


Teman-temannya pun nampak canggung saat bicara dengan Dao Fang An, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang bicara sambil menundukkan pandangan. Entah ini hanya sekadar penghormatan biasa pada orang yang lebih tua atau memang ada sesuatu dalam diri Dao Fang An hingga Zhao Lu Si dan yang lainnya merasa segan.


*

__ADS_1


*


Di dalam ruangan tempat Xiao Shuxiang berada, Mo Huai terlihat tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


Mo Huai, "Tuan Muda Xiao, tolong ulangi apa yang kau katakan?"


"Haaah... Dengarkan. Pergilah dan obati Zhang Zifan. Siapa pun tahu dia pasti sedang kesakitan sekarang,"


Mo Huai berkedip dan meraih tangan Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Kau serius baik-baik saja, kan? Kenapa .... Kau jadi ingin aku membantu tuan muda Zhang?"


Mo Huai tersenyum getir, "Tuan Muda Xiao? Meskipun aku tidak mengetahui banyak hal tentangmu, tapi aku bisa pastikan satu hal ini. Kau .... Tidak mungkin akan bicara seperti ini. Kepalamu serius tidak terbentur sesuatu?"


"Mo Huai, apa yang kau bicarakan? Memang aku kenapa?" Xiao Shuxiang heran sebab pemuda ini memberinya tatapan yang aneh, padahal dia sama sekali tidak mengatakan kata-kata yang kasar.


Mo Huai dengan serius berkata, "Ada dua pantangan yang tidak boleh dilakukan manusia di dunia ini. Pertama adalah jangan pernah durhaka kepada kedua orang tua. Dan yang kedua adalah jangan pernah percaya pada kebaikan yang diperlihatkan Xiao Shuxiang."


!!


Wang Zhao terkejut, sementara Xiao Shuxiang terperangah saat mendengar ucapan Mo Huai. Pemuda dengan gigi taring yang manis itu mengejutkan mereka dengan ucapannya.


"Hah, Mo Huai ...." Xiao Shuxiang berkedip, "Aku sampai kehilangan kata-kata. A-apa aku benar-benar seburuk itu hingga apa pun bentuk perhatian yang kulakukan tidak boleh sampai dipercaya? Serius aku orang semengerikan itu?"


Xiao Shuxiang tersentak, "Bocah Pengemis Gila?! Kau percaya padanya?! Dia pembohong besar, Mo Huai! Kenapa kau lebih percaya pada omong kosong makhluk berwajah hantu gantung itu daripada Xiao Shuxiang yang luar biasa mempesona ini?!"


Xiao Shuxiang mendengus tak percaya, dia menjadi agak cemberut. "Aku bahkan tidak pernah berbohong sama sekali. Apa serius wajah setampan dan sepolos ini sangat sulit dipercayai ucapannya?"


!!


"Itu ...." Mo Huai merasa tidak enak. Dia jadi merasa bersalah karena melihat Xiao Shuxiang murung.


Wang Zhao sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun dia merasa bahwa Xiao Shuxiang ini mempunyai reputasi yang buruk di Alam Kultivasi Bawah. Itu bahkan dibuktikan dengan perkataan Mo Huai barusan.


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan menggeleng pelan, "Baiklah. Dengarkan, aku ingin kau pergi dan mengobati Zhang Zifan bukan karena aku ingin berbuat baik padanya. Aku melakukan ini karena kau,"


"Aku?" Mo Huai sebenarnya terkejut. Dia terkejut pada dua hal, yang pertama adalah ucapan Xiao Shuxiang barusan dan yang kedua adalah fakta bahwa Koki Alkemis itu bisa mempermainkan hati nuraninya.


Baru saja Xiao Shuxiang memancing rasa bersalahnya karena sudah bicara tidak enak, tetapi dalam waktu yang singkat ekspresi murung dari Koki Alkemis ini sudah menghilang tanpa jejak.


"Monster ...." Mo Huai sulit menelan ludah saat kembali berkata, "Dia benar-benar memanfaatkan wajah seperti pemuda baik-baik itu dengan sangat sempurna. Tuan Xiao sungguh adalah monster .... Dia aktor jahat yang liciknya tidak tertandingi."


Xiao Shuxiang tidak mengetahui apa yang dipikirkan Mo Huai tentangnya. Dia justru menyindir pemuda yang memiliki gigi taring manis itu.

__ADS_1


"Kau ini benar-benar payah, menyebalkan sekali." Xiao Shuxiang berdecak, "Jika kau membantu menyembuhkan Zhang Zifan, maka tidak diragukan lagi semua orang akan percaya dengan bakat alkemismu. Karena membantumu, aku tidak sampai membuat keadaannya lebih parah lagi. Kau sekarang mengerti rencananya?"


Mo Huai tersadar dan spontan membuka mulutnya lebar, "Ja-Jadi.... Kau berbuat sejauh ini .... Semuanya karenaku?!"


"Tentu saja. Kalau bukan, siapa lagi?" Xiao Shuxiang pun lantas tersenyum dan berkata, "Kau kan sudah menjadi salah satu murid Tetua Puncak Gunung Suci dan menduduki kursi yang kosong itu sebagai murid alkemis, bukan? Itu artinya kau sudah dipastikan akan ikut pergi ke pertemuan Aliansi Abadi. Kau pasti butuh pelayan, kan? Inilah tugasmu yang sebenarnya."


Wang Zhao tersentak, "Tuan Xiao? Apa jangan-jangan kau memanfaatkan Mo Huai agar bisa pergi ke tempat itu?!"


"Benar, apa kau pikir aku mau melakukan hal yang merepotkan tanpa imbalan? Aku tidak sebaik itu," Xiao Shuxiang mengibas pelan rambutnya dengan memakai jari-jari tangan.


Mo Huai, "Liciknya .... Dia mengerikan sebagai teman."


Wang Zhao kembali berkata, "Jika karena hal itu .... Harusnya kau minta Mo Huai agar mengaku saja soal pil itu? Kau kan bisa langsung diangkat menjadi murid dan pergi ke Aliansi Abadi. Kau langsung akan menjadi tamu yang terhormat, tidak dengan identitas 'Pelayan'."


Mo Huai mengangguk, "Itu benar. Tuan Muda Xiao harusnya mengakui tentang pil itu. Ini akan lebih jauh mudah daripada aku yang harus melakukannya,"


Xiao Shuxiang mengusap poni depannya dan menatap Mo Huai, "Jika itu sampai terjadi, kau akan terus menjadi lemah dan tidak punya kemampuan lain yang bisa diandalkan. Kau akan terus menjadi bawahan selamanya. Apa kau mau itu terjadi?"


Mo Huai, "Tapi---"


"Lagipula," Xiao Shuxiang menyela. "Kau tahu benar bahwa aku tidak butuh guru. Aku sudah memperhitungkan semuanya. Di samping kau bisa belajar hal yang baru, kau juga dapat membantuku pergi ke Aliansi Abadi."


Xiao Shuxiang melanjutkan, "Aku dan Wang Zhao bisa saja mendapat izin dari kakek Dao Fang An untuk meninggalkan sekte ini, tetapi kami tidak mungkin akan diizinkan ikut serta dalam pertemuan Aliansi Abadi itu. Tetapi sekarang karena ada dirimu, kami jadi punya kesempatan yang sudah pasti. Bagaimana? Aku luar biasa, kan?"


Mo Huai tertegun. Xiao Shuxiang benar-benar telah memperhitungkannya. Dia jadi merasa semakin yakin bahwa Koki Alkemis ini memang punya banyak pemikiran yang licik. Bahkan sampai pada tingkatan yang tidak waras.


Mo Huai merasakan debaran dalam dirinya, "Padahal ada jalan yang mudah, tapi dia lebih memilih jalan yang sulit. Apa dia mencari masalah dengan Yan Tianhen juga karena sengaja? Demi kondisi seperti ini?!"


Mo Huai tersentak, dia menggeleng dalam hati. "Tidak... Sepertinya bukan begitu. Xiao Shuxiang .... Dia .... Kurasa Xiao Shuxiang sedang bermain-main dengan identitasnya sebagai pelayan dan sosok yang lemah!!"


Mo Huai sampai tidak lagi memakai embel 'Tuan Muda' ketika menyebut nama Xiao Shuxiang. Dia sepertinya sangat syok dengan apa yang terjadi.


Xiao Shuxiang, "Kenapa kau masih di sini?"


"Ah! Ba-baiklah." Mo Huai tersadar dan segera berpamitan. Dia meninggalkan Xiao Shuxiang dan Wang Zhao sambil terus memikirkan sesuatu.


Xiao Shuxiang merentangkan tangannya untuk melemaskan otot-ototnya sebelum kembali berbaring dengan penuh gaya. Dia berdecak kagum, "Aku sangat perlu mendapat pujian. Pujian yang luar biasa. Xiao Shuxiang layak mendapatkannya, karena dia luar biasa."


Wang Zhao berkedip beberapa kali. Dia menatap Xiao Shuxiang penuh rasa heran, apalagi pemuda yang dia lihat ini nampak tersenyum entah karena apa. Dirinya jadi merasa agak merinding.


******

__ADS_1


__ADS_2