KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
249 - Hu Li (3)


__ADS_3

Keputusan Bocah Pengemis Gila untuk lari dengan membawa Hu Li setelah menyerang para pendekar itu adalah keputusan yang benar. Dia mempunyai sesuatu yang tidak bisa diceritakan pada siapa pun.


"..............." Bocah Pengemis Gila bernapas pelan. Dia tanpa sadar terus memegang tangan Hu Li.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tidak boleh memakai Teknik Pernapasan Naga secara sembarangan. Sungguh, tidak boleh sampai ada pendekar yang tahu tentang hal itu.


Semua ini karena Teknik Pernapasan Naga sudah lama menghilang dari dunia, bahkan tidak pernah bisa dikuasai oleh siapa pun. Beberapa kitab memang masih ada yang membahas tentang Teknik Pernapasan ini, namun belum ada satu pendekar pun yang mampu mempraktekkannya secara sempurna.


Mereka yang berani menggunakan Teknik Pernapasan Naga akan mengalami risiko yang tidak main-main. Jadi sekarang ini Bocah Pengemis Gila sedang dalam kondisi yang sebenarnya punya banyak pikiran.


Tidak hanya menggunakan Teknik Pernapasan Naga secara jelas, Bocah Pengemis Gila bahkan memperlihatkan wajah aslinya. Apalagi para pendekar yang dia hadapi tadi tidak ada yang mati, jadi mereka pasti mengenali wajahnya ini.


"..............." Bocah Pengemis Gila merasa bahwa sebentar lagi dia akan terseret dalam masalah yang besar. Jika ingin dikatakan----Teknik Pernapasan Naga akan sama menggemparkannya dengan Kitab Pembunuh Matahari.


".......... Aku benar-benar harus pergi dari tempat ini," Bocah Pengemis Gila terlihat mencoba menyakinkan dirinya.


Di sisi lain, Hu Li pun nampak memikirkan sesuatu. Ini berhubungan dengan posisi dirinya sekarang. Dia benar-benar tidak menyangka akan lari saat sedang bertarung.


"..............."


Terakhir kali Hu Li melarikan diri dari manusia adalah saat dirinya berada di Benua Utara, masa di mana dia harus meninggalkan tempat kelahirannya dengan menaiki kapal besar.


Hidupnya sangat kesusahan saat itu, bahkan saat kapalnya membawa dia ke Benua Timur. Hu Li bahkan berpikir akan mati karena luka yang dideritanya, tetapi tidak disangka dia bertemu dengan Xiao Shuxiang yang menjadi penyelamatnya.


Sejak menemani 'Tuan Muda Xiao-nya' itu, Hu Li tidak pernah lagi melarikan diri. Justru, tidak ada satu manusia yang berani mencari masalah dengannya. Bahkan hanya dengan memakai nama 'Tuannya', para musuh Hu Li langsung melarikan diri.


"..............."


Jika mengingat hal itu, Hu Li sekarang merindukan seseorang. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Xiao Shuxiang. Entah bagaimana keadaan Tuannya itu dan apa yang sedang Xiao Shuxiang lakukan sekarang ini.


Warna rambut Hu Li kembali berubah seperti sediakala, bahkan perubahan juga terlihat pada warna matanya. Dia berkedip dan tanpa sadar memegang kuat tangan Bocah Pengemis Gila.


"Kau kenapa?" Bocah Pengemis Gila tersentak, dia langsung menoleh ke arah Hu Li.


"Saya memikirkan tuan muda Xiao. Saya pernah berpisah sangat lama dengannya dan sekarang kami pun harus terpisah jauh lagi. Saya ..."


"Hei..!" Bocah Pengemis Gila berhenti melangkah, dia kaget karena Hu Li tiba-tiba saja menjadi sedih. Dia berkedip dan baru memperhatikan dengan baik bahwa Hu Li terlihat masih sangat muda dengan wajah yang terlalu manis untuk ukuran laki-laki.


Hu Li bersuara pelan, "Saya merindukan tuan muda Xiao ...."


Bocah Pengemis Gila menjadi tegang sendiri dan merasa seperti tersetrum. Dia pun langsung melepaskan pegangan tangannya dari Hu Li dan kemudian mulai memalingkan wajah.

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila terbatuk. Dia benar-benar baru memperhatikannya. Pipinya agak panas, namun dia mencoba untuk tak memikirkan hal yang bukan-bukan.


"Astaga ... Ketahanan jantungku ..." Bocah Pengemis Gila menggumam dan lalu berkata kepada Hu Li, "Xiao Shuxiang baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir tentangnya, oke? Sebenarnya hubungan apa yang terjadi antara mereka? Xiao Shuxiang bukankah sangat dekat dengan Lan'Er Gege? Apa-!"


Bocah Pengemis Gila terperangah saat menyadari sesuatu. Dia pun tanpa sadar menutup mulutnya, "Ya ampun .... Xiao Shuxiang ternyata orang yang seperti itu. Dia sudah menikah dengan Ling Qing Zhu, tetapi masih menjalin hubungan gelap bahkan dengan dua orang pria.."


"Tolong jangan bicara begitu tentang tuan muda Xiao," Hu Li mendesah pelan dan lalu menggelang. "Saya bisa mendengar gumaman Anda,"


"Aiya, aku hanya bercanda~" Bocah Pengemis Gila tersenyum. Dia pun menyenggol Hu Li dan berkata, "Kau terlalu tegang. Sudah kubilang bukan? Selama ada aku, maka semuanya akan baik-baik saja."


Bocah Pengemis Gila berkata, "Ayo ke tempat Yi Wen dan segera pergi dari sini. Tidak baik bila terus berlama-lama,"


Hu Li mengangguk pelan dan kemudian mengikuti Bocah Pengemis Gila. Dia tidak tahu bahwa pria dengan tongkat bambu itu menyembunyikan sesuatu.


*


*


Yi Wen menunggu kedatangan Bocah Pengemis Gila dan Hu Li. Luka dalam dan luarnya terlihat sudah sembuh setelah memakan pil pemberian pria dengan tongkat bambu itu.


Tidak lama, orang yang ditunggunya mulai datang. Yi Wen pun bangun dari tempat duduknya dan menghampiri kedua temannya itu.


"Apa kalian baik-baik saja? Tidak ada yang terluka?" Yi Wen terlihat cemas.


"Jika saja aku tidak menariknya dan lalu mengajaknya lari bersama, dia pasti sudah berakhir bertarung sengit dengan para pendekar itu." Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan menggeleng pelan.


"Bocah Pengemis Gila," Yi Wen berkata. "Apa tidak bisa Hu Li diajak naik ke Alam Kultivasi Atas? Di sini, dia punya banyak musuh."


"No-Nona Wen ..." Hu Li berkedip mendengar ucapan Yi Wen. Dia tidak menyangka gadis ini akan begitu perhatian padanya.


Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila nampak mengusap-usap dagunya. Dia terlihat mempertimbangkan ucapan Yi Wen.


"Bocah Pengemis Gila, kenapa kau diam saja? Kau bisa kan membawa Hu Li ikut bersama kita? Kasihan pria manisku ini~"


"Tsk, hentikan sikap manjamu." Bocah Pengemis Gila merinding sendiri, "Apa kau pikir sangat mudah membawa orang naik ke Alam Kultivasi Atas begitu saja? Biar aku pikirkan caranya dulu,"


"Tidak apa-apa, jangan terlalu pedulikan saya." Hu Li berujar, "Kalian sebaiknya pergi. Saya masih bisa ke tempat tuan muda Nie Shang, di sana pun ada tuan Siu Yixin yang akan membantu."


"Hu Li, kau ini apa-apaan." Yi Wen berkata, "Aku ini sedang membantumu untuk membujuknya. Kau jangan ikut bicara,"


"Maaf,"

__ADS_1


Yi Wen mengembuskan napas dan lalu kembali menatap Bocah Pengemis Gila. Dia berkata, "Dengarkan aku. Kita tidak bisa meninggalkan Hu Li di sini. Tempat ini tidak aman untuknya. Jika Hu Li pergi ke tempat Nie Shang, bukankah dia akan membawa bahaya bagi manusia yang tinggal di Penginapan Seribu Tahun? Jika pendekar yang datang lebih banyak dari yang tadi, bahkan Siu Yixin pun tidak akan sanggup membantunya."


Hu Li tersentak, ucapan Yi Wen benar. Dia sebenarnya memikirkan hal yang sama. Jujur, saat kedua orang ini pergi----dia tidak akan ke tempat Nie Shang untuk bersembunyi karena tahu risiko besar ini. Yang dia ucapkan tadi hanya sekadar kata agar Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila segera pergi.


"Shén Lóng, kau seorang Pilar Dunia. Apa kau tidak bisa melakukan hal mudah seperti ini saja?" Yi Wen menyilangkan tangan dan nampak cemberut, "Benar-benar payah."


"Jaga ucapanmu," Bocah Pengemis Gila tidak tahan lagi dan kemudian berkata, "Kita akan pergi ke Alam Kultivasi Atas..! Hu Li, kau juga ikut. Sekarang puas, hah?"


Yi Wen tersentak dan lalu tersenyum. Dia pun menatap Bocah Pengemis Gila dan kemudian melompat ke arah pria itu. Dia memeluk Bocah Pengemis Gila dan tindakan tersebut sangat mengejutkan.


"Kau adalah yang terbaik~"


!!


Bocah Pengemis Gila membeku saat tiba-tiba dipeluk. Dia bahkan tanpa sadar memegang pinggang Yi Wen karena gadis ini melompat ke arahnya, nyaris terjatuh.


Bocah Pengemis Gila berkedip dan lalu berkata dengan ketus, "Yi Wen. Apa kau akan melemparkan tubuhmu pada setiap pria yang melakukan kebaikan seperti ini, huh? Di mana harga dirimu?"


"Tidak sama sekali. Aku begini hanya padamu~"


"Tidak! Menjauhlah dariku..! Aku pahit, darahku tidak enak..! Pergi sana..!"


"Bocah Pengemis Gila..! Kau pikir aku ini apa? Aku tidak menggigit,"


"Lepaskan aku..! Jangan peluk..! Aku ini tidak suka perempuan. Hu Li, bantu aku!"


"..............." Hu Li berkedip melihat tindakan Yi Wen yang justru semakin memeluk Bocah Pengemis Gila.


Hu Li pun terbatuk pelan dan berkata, "Kedua tangan saya kotor. Tidak sopan bila harus memegang Nona Wen,"


"Alasan macam apa itu? Kau jangan bercanda!" Bocah Pengemis Gila nampak kesal. Dia juga tidak berani memegang Yi Wen karena khawatir pada keselamatan jantungnya.


"Yi-Yi Wen!" Bocah Pengemis Gila mencoba memakai teknik terakhir yang bisa dia gunakan, "Apa kau tidak sadar dengan betapa *besarnya dirimu? Jika kau memeluk sekencang ini, maka *itu mungkin saja akan meledak. Serius! Kau harus berobat sekarang,"


Yi Wen tahu apa yang dimaksud 'besar' oleh Bocah Pengemis Gila dan dia menjadi kesal. Tanpa tahu malu, Yi Wen mencubit bokong pria yang dipeluknya hingga Bocah Pengemis Gila spontan menjerit.


Cubitan itu tidak terlalu sakit, tapi tentu saja sangat mengejutkan----apalagi bagi sosok seperti Bocah Pengemis Gila. Hu Li yang tidak tahu apa-apa bahkan nampak tersentak kaget.


Hu Li mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "......... Mereka benar-benar pasangan yang serasi,"


Melihat tingkah Yi Wen yang tidak tahu malu membuat Hu Li teringat dengan Tuan Muda Xiao-nya. Gadis ini dan Xiao Shuxiang punya beberapa kesamaan yang membuat orang lain gemas sekaligus menyukai mereka.

__ADS_1


"Tuan muda Xiao ....." Hu Li bernapas pelan. Kekhawatiran nampak di wajahnya. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Xiao Shuxiang sekarang ini, tetapi semoga saja 'Tuannya' dalam keadaan yang baik.


******


__ADS_2