KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
20 - Xiao Shuxiang (3)


__ADS_3

Xiao Shuxiang sadarkan diri setelah hari kesebelas, kondisinya masih lemah dan saat bangun----Ling Chu Zhen adalah orang pertama yang dia lihat. Di ruangan itu juga ada Bocah Pengemis Gila, Ling Lang Tian dan Wang Rui Chan.


"Ayah..." suara Xiao Shuxiang pelan, pandangannya masih agak memburam dan tubuhnya benar-benar lemas saat ini.


"Xiao'Er... Bagaimana kondisimu, Nak? Apa kau sudah baikan?" Ling Chu Zhen menyentuh pelan tangan Xiao Shuxiang. Dia duduk di dekat menantunya dengan sorot matanya yang mengandung rasa cemas.


Xiao Shuxiang berusaha bangun, namun Wang Rui Chan memperingatkannya. "Jika kondisimu masih lemah, sebaiknya tetap berbaring. Kau tidak perlu banyak bergerak."


"Mn..." Xiao Shuxiang menggumam, dia bernapas pelan dan menoleh sejenak ke arah wanita berambut putih yang tidak lain adalah ibu dari Kucing Putihnya.


Bocah Pengemis Gila yang berdiri di samping Ling Chu Zhen terlihat memeluk tongkat bambunya, suaranya pelan. "Shuxiang... Apa tubuhmu masih sakit? Kau membutuhkan sesuatu?"


"Aku..." Xiao Shuxiang baru akan menjawab ketika suara dari dalam perutnya mengambil alih hingga membuat Bocah Pengemis Gila, Ling Lang Tian, Ling Chu Zhen dan Wang Rui Chan tertegun.


Mata Xiao Shuxiang terpejam sejenak sebelum dia kembali membuka matanya dan tersenyum samar. "Kalian sudah mendengarnya, kan..? Perutku... Aku lapar."


!!


Bocah Pengemis Gila berkedip, dia tersenyum pahit. "Kau memang beda. Baru saja bangun, tapi sudah meminta makan. Kau selalu bisa membuatku terkesan,"


"Bocah Pengemis Gila, aku tidak butuh pujianmu. Aku butuh makan, cepat beri aku makan..!" Xiao Shuxiang bergulingan dan menendang-nendangkan kakinya.


Jika pemuda itu sudah mulai aktif bergerak seperti ini, maka tandanya dia sudah dalam kondisi yang baik. Bagi orang-orang yang sudah tahu seperti apa kelakukan Xiao Shuxiang itu-----mereka tidak akan lagi menganggapnya memalukan.


"Aku akan membawakan makanan," Wang Rui Chan melangkah pergi. Ekspresi wajahnya tenang dan saat berada di depan pintu kamar----dia pun mengembuskan napas dan menggeleng.


Ling Lang Tian memperhatikan adik iparnya itu yang nampak memegang perut sambil berguling ke kanan dan ke kiri. Kamarnya sekarang sudah kembali berisik setelah Xiao Shuxiang bangun.


"Xiao'Er... Tenangkan dirimu. Kau jangan terlalu banyak bergerak," Ling Chu Zhen menepuk-nepuk pelan lengan pemuda berambut panjang itu dan berusaha menenangkannya.


"Tapi aku lapar,"


Bocah Pengemis Gila, "Kami tahu kau sedang lapar. Tapi kau tidak perlu sampai seheboh ini. Kau seperti anak kecil saja..! Pikirkan berapa usiamu sekarang..! Dasar menyebalkan,"

__ADS_1


"Ah, benar." Xiao Shuxiang baru teringat, tetapi bukan mengenai ucapan Bocah Pengemis Gila. Ini hal yang lain, "Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"


Ling Lang Tian menjawab, "Sekitar sebelas hari. Terima kasih. Kau sangat merepotkan sekali."


Sindiran dari pria tampan berambut putih itu tidak berpengaruh apa pun pada Xiao Shuxiang. Justru Koki Alkemis tersebut lebih kaget karena mengetahui dia sudah tidak sadarkan diri begitu lama. Pantas saja tubuhnya benar-benar lemas.


Xiao Shuxiang menatap langit-langit kamar dan mulai mengulurkan tangan kanannya. Samar-samar dia melihat rantai yang terbuat dari angin tipis melingkari pergelangan tangannya.


"Segel Rantai Pengekang Jiwa bahkan aktif kembali dan sekuat ini..." Kening Xiao Shuxiang sedikit berkedut. Dia bisa merasakan aliran Qi di dalam tubuhnya ditekan hingga pada tingkatan ekstrim.


"Meski akulah yang awalnya setuju dengan penyegelan ini, tetapi mengetahui praktikku sekarang ditekan hingga berada di Forging Qi tingkat lima rasanya sangat menyesakkan." Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan dan mulai bangun.


"Hati-hati," Ling Chu Zhen membantu Xiao Shuxiang. Dia begitu perhatian pada Koki Alkemis sekaligus menantunya tersebut.


"Bagaimana perasaanmu sekarang, Xiao'Er? Apa tubuhmu masih sakit?"


"Ayah, aku hanya lemas. Tapi bagaimana dengan kondisimu? Terakhir kali yang kuingat... Ayah memuntahkan darah."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia mengangguk. "Syukurlah jika begitu. Lantas bagaimana kondisi para Tetua yang lain? Aku merasa sudah melukai mereka,"


"Ini bukan salahmu. Kau jangan khawatir, lebih baik istirahat dan fokus saja untuk memulihkan tubuhmu."


"Mn, baiklah..."


Suara Xiao Shuxiang begitu halus. Dia bersikap setenang biasanya walaupun tatapan matanya seperti mengandung kerisauan yang tak terlukiskan.


Ling Lang Tian dan Bocah Pengemis Gila sebenarnya menunggu protesan dari Xiao Shuxiang, namun sepertinya Koki Alkemis tersebut sedang berada dalam kondisi yang tidak mau meributkan apa pun. Rasanya seakan Xiao Shuxiang menerima keadaannya yang sekarang.


Wang Rui Chan datang beberapa waktu kemudian. Wanita berambut putih itu membawa enam pelayan yang masing-masing memegang sebuah nampak berisi berbagai hidangan.


!!


Mata Bocah Pengemis Gila berbinar saat melihat salah satu hidangan yang tersaji adalah ikan mandarin manis. Siapa pun tahu itu merupakan masakan terbaik yang bahkan aromanya saja sudah merangsang produksi air liurnya.

__ADS_1


Tidak hanya ikan mandarin manis yang disajikan untuk Xiao Shuxiang. Tetapi juga bakso kepiting rebus, b*bi kukus dalam daun bambu, babat daging b*bi dengan saus cabai, ayam kung pao, pangsit udang dan sampai tiga sup lezat pun ikut disajikan hanya untuk memenuhi perut satu orang.


"Ya ampun..." Bocah Pengemis Gila mengusap bibirnya, rasanya seperti air liurnya nyaris terjatuh. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Wang Rui Chan akan sebaik ini.


Xiao Shuxiang sangat suka hidangan yang terlihat ramai, apalagi penuh dengan warna merah. Hanya saja untuk masakan yang terbuat dari daging----dia selalu bertanya jenis dan bahannya kepada para pelayan.


Hidangan yang berbahan dasar daging b*bi segera disisihkan, termasuk sup yang mengandung minyak dari lemak hewan tersebut. Xiao Shuxiang memang seperti ini, dia menetapkan pantangan sendiri. Tidak akan pernah memakan hidangan berbahan dasar daging b*bi.


Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian dan Wang Rui Chan memperhatikan bagaimana lahapnya Xiao Shuxiang makan. Bocah Pengemis Gila berulang kali menelan ludah sambil mengusap-usap tongkat bambunya. Dia menutup matanya cukup lama. Rasanya siksaan seperti ini tidak bisa dia tahan lagi.


Xiao Shuxiang menghentikan makannya sejenak, dia mengembuskan napas. "Luar biasa... Tidak kusangka bisa tetap hidup walau lebih dari seminggu tidak makan. Tsk, tsk, tsk... Terlalu luar biasa."


Ling Lang Tian mendengus singkat ketika mendengarnya. Nada suaranya terdengar sinis, "Justru hal yang aneh jika kau bisa makan sebanyak itu. Orang sepertimu harusnya mampu menahan diri."


Bocah Pengemis Gila, "Aah! Itu benar. Aku baru saja ingat..! Kultivator bukannya berlatih 'inedia'? Kalian tidak perlu makan, kan?"


"Hah, ayolah kawan..." Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "... Kultivator hanya manusia yang sedikit lebih istimewa dari manusia pada umumnya. Bagaimanapun juga mereka tetap makhluk hidup, bukan dewa. Kau terlalu mengagungkan kami."


Bocah Pengemis Gila, "Tapi aku tidak pernah melihat Zhen-Zhenku makan. Tian-Tian juga sama, termasuk Lan'Er Gege-ku. Hanya kau yang berbeda, kenapa bisa begitu?"


Xiao Shuxiang nyaris tersedak dengan panggilan Bocah Pengemis Gila pada Ling Chu Zhen dan Ling Lang Tian. Pria dengan tongkat bambu itu benar-benar punya nyali merusak nama orang lain.


Ling Chu Zhen menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila dan menjelaskan bahwa berlatih 'inedia' tidak semudah yang terlihat. Ini juga tergantung pada usia, bakat dan kemampuan tiap-tiap orang. 


Umumnya kultivator yang mempelajari 'inedia' paling tidak berusia 14 Tahun atau sudah mampu dalam teknik perubahan energi spiritual. Biasanya pelatihan 'inedia' ini dilakukan secara bertahap.


Beberapa kultivator ada yang mampu tidak makan selama tiga hari, seminggu dan paling lama mungkin sekitar sepuluh hari. Pelatihan 'inedia' ini agar supaya mereka dapat bertahan pada kondisi ekstrim atau situasi yang berbahaya dan memang tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan apa pun.


Mempelajari kultivasi bukan berarti mereka akan terputus pada kebutuhan duniawi seperti makan. Dan walaupun memang benar itu mungkin, hanya mereka yang berada dalam tingkatan tertentu yang dapat melakukannya. Bahkan untuk Grand Elder seperti Ling Chu Zhen sendiri hanya bisa menahan tidak makan selama 15 hari.


Hal yang sama juga berlaku bagi definisi yang mengatakan bahwa kultivator ialah makhluk abadi. Padahal kenyataannya adalah pelatihan kultivasi yang mereka jalani tidak membuat kultivator mampu menghindari takdir seperti 'kematian'.


******

__ADS_1


__ADS_2