![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao WeiWei memperhatikan putranya dengan saksama sebelum kembali buka suara. Dia berujar pelan, "Xiao'Er. Kau ingin menjadikan kota ini sebagai umpan dan mengganti semua orang dengan mayat hidup... Teknik semacam ini jelas bukan hal yang sederhana untuk dilakukan. Apalagi... Ini jelas bertentangan dengan prinsip dunia,"
Xiao WeiWei berkata, "Bermain-main dengan roh dan mayat... Adalah hal yang tabu bagi Aliran Putih. Dan bahkan ini tidak dibenarkan secara moral. Orang-orang akan memberikan pandangan berbeda yang mungkin saja akan melukai hatimu,"
"Selain itu..." Xiao WeiWei memegang tangan Xiao Shuxiang dan berujar pelan, "Kultivasi yang berhubungan dengan roh dan mayat bisa merusak mentalmu. Xiao'Er... Apa kau sungguh akan tetap melakukannya?"
"Apa aku punya pilihan lain, Ibu?" Xiao Shuxiang bertanya dan membuat wanita di hadapannya tersentak. Dia pun menarik napas dan dengan tenang berkata, "Sejujurnya... Aku sangat senang karena aku memiliki Ibu sepertimu."
Xiao Shuxiang tersenyum lembut dan berkata, "Selama ini aku selalu mengeluhkan tentang takdir yang diberikan langit padaku, tapi aku tidak pernah sekali pun meminta agar langit memberikanku jalan yang mudah. Aku tidak pernah memohon agar aku diberikan orang tua yang baik atau dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Bagiku... Aku hanya mengikuti ke mana arah takdir ini akan membawaku,"
"Xiao Shuxiang tidak pernah menyesal dengan jalan yang diambilnya, Ibu. Kali ini pun... Aku juga tidak akan ragu." Xiao Shuxiang berkata, "Jika dunia melihat cara yang kupilih ini salah atau tidak benar, maka aku tidak akan pernah menyalahkan mereka."
Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Bukankah dunia menilai orang seperti dua sisi koin? Jika mereka suka, maka pujian akan diberikan. Tetapi jika tidak suka, kutukan akan mengalir. Hanya saja bagiku... Aku hanya melihat satu orang. Orang yang percaya bahwa apa yang kulakukan ini benar,"
"Xiao'Er..."
"Ibu, pemikiranku saat ini adalah tidak akan membiarkan mereka yang sudah pernah kulindungi terluka kembali." Xiao Shuxiang berkata, "Tidak ada gunanya menjadi kuat atau memiliki praktik yang hebat jika orang yang aku kenal terluka dan aku sendiri tidak bisa menyelamatkannya,"
"Aku tidak meragukan kemampuan warga kota ini ataupun para saudara seperguruanku, tapi apa yang akan kuhadapi... Jauh lebih baik tidak dicampuri oleh orang lain. Biarkan ini menjadi pertarunganku sendiri,"
"Xiao'Er, tapi ini-"
"Ibu, dengarkan aku. Jika apa yang kulakukan tidak diterima dan dianggap bertentangan dengan kemanusiaan, bahkan sampai membuat nama Sekte Kupu-Kupu terlibat... Maka jangan ragu melakukan ini."
Xiao WeiWei tidak pernah melihat putranya bersikap begitu serius seperti ini. Entah mengapa, tetapi perasaannya menjadi sangat tidak enak. Ada perasaan sesak, seolah dia kesulitan mengambil napas.
Xiao Shuxiang menatap wanita di hadapannya dan berkata, "Ibu... Buatlah dunia percaya bahwa kau sudah membuangku dari sekte dan aku tidak memiliki hubungan dengan kalian. Musuh yang mengincarku akan mengincar kalian juga jika kita masih berhubungan. Jadi karena itulah-"
"Xiao'Er, apa maksudmu?" Xiao WeiWei menyela. "Kenapa kau bicara seperti itu? Ibu tidak akan membiarkanmu melakukan semuanya sendirian,"
"Ini bukan permintaan seorang anak pada Ibunya, tetapi seorang murid kepada Pemimpin Sekte. Demi aku, jangan biarkan banyak orang menderita. Ibu harus membuat pilihan yang bijaksana,"
Xiao WeiWei menggeleng, "Kau adalah pilar dari perguruan ini. Jika orang-orang mengincar dirimu, maka mereka harus merobohkan tujuh lapisan gerbang sekte terlebih dahulu. Tiap gerbangnya berjarak lima puluh tahun perjalanan, dan Ibu tidak akan membiarkan mereka bisa mengambil satu langkah pun,"
!!
"................."
Sosok yang bisa mencintai hingga dapat mengatakan kata semacam ini hanyalah seorang 'Ibu'.
Mereka bisa mengucapkan kata-kata yang bahkan tidak masuk akal sekali pun dengan penuh keyakinan seolah dapat membalik langit. Kasih seorang ibu bahkan bisa lebih gila hingga tidak terduga jika sudah menyangkut keselamatan nyawa anaknya.
Xiao Shuxiang sering mendengar bahwa ibu adalah sosok yang menakutkan dan ternyata itu memang benar. Meski hanya berupa kata-kata, dia tahu wanita di hadapannya tidak akan ragu mewujudkan ucapannya itu menjadi kenyataan.
__ADS_1
"Aku... Luar biasa beruntung bisa menjadi putramu," Xiao Shuxiang menggenggam erat tangan Xiao WeiWei dengan kedua tangannya. Dia pun berkata, "Aku akan baik-baik saja. Jadi percayalah padaku. Aku juga akan percaya dengan penjagaan sekte pada Ibu,"
Xiao WeiWei menarik napas, dia berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri putranya. Tanpa ragu dia memeluk Xiao Shuxiang dan mengusap pelan kepala pemuda ini.
"Ibu akan menjanjikan ini. Selama ada ayah dan Ibumu... Maka tidak ada orang yang akan memberikanmu pandangan berbeda, apalagi mengatakan tindakanmu bertentangan dengan prinsip dunia. Lakukan apa yang kau anggap benar dan berjanjilah bahwa kau akan selalu kembali kepada keluargamu,"
"Keluarga..." Xiao Shuxiang tertegun sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Ah... Benar. Aku mempunyai keluarga sekarang,"
*
*
Berbeda dengan di tempat Xiao WeiWei, saat ini di halaman luas Sekte Kupu-Kupu terlihat Hou Yong, Bao Yu dan beberapa saudara mereka yang sudah bersiap untuk pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam.
Ada sekitar sepuluh murid yang berkumpul dan membuat Rana Qisheng berkedip beberapa kali. Dia menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan hendak bertanya saat matanya bertemu pandang dengan mata ikan mati milik Feng Ying.
Rana Qisheng menundukkan kepalanya, dia mengatupkan bibir dan tidak jadi bicara. Sejujurnya dia sangat tidak nyaman sebab pemuda aneh ini terus saja menatap seolah ingin memakannya hidup-hidup.
Hou Yong dan Bao Yu sendiri nampak heboh dengan kehadiran Feng Ying. Mereka mengajak saudara kecil mereka itu untuk bicara, tetapi Feng Ying hanya mengangguk sebagai respon sebelum kembali menatap Rana Qisheng seakan mengawasi gadis ini.
"Ying'Er, setidaknya kau bicara saat kakakmu ini bertanya," Hou Yong menghela napas dan lantas menggeleng pelan, "Kau harusnya hormat pada Hou Yong Gege-mu ini."
"Senior Hou, lihat dulu tinggi badanmu sebelum bicara dengan Senior Feng Ying." seorang murid Sekte Kupu-Kupu meledek dan membuat temannya yang lain juga ikut melakukannya.
"Bukankah dibanding Senior Feng Ying, Senior Hou yang lebih pantas memanggil orang lain sebagai 'Gege'?"
"Ti-tidak berani,"
"Aku juga tidak berani,"
Cukup lama mereka menunggu dan Xiao Shuxiang datang bersama Xiao WeiWei. Pemuda itu pun lantas mengeluarkan sebuah cermin pemindah dan Jing Mi terlihat keluar dari sana.
"Saudaraku, kenapa lama sekali?" Jing Mi protes saat keluar dari cermin. Dia membawa serta paman, bibi, dan juga beberapa keluarganya yang lain.
Xiao Shuxiang sendiri baru akan bicara saat Jing Bai dan orang-orang dari Kota Awan dingin langsung mengerumuninya. Mereka menyapa dan terlihat sangat senang bisa bertemu secara langsung dengan Xiao Shuxiang.
Rana Qisheng berkedip beberapa kali. Dia memang sebelumnya dibawa oleh Jing Mi untuk dikenalkan pada keluarga pemuda ini, tetapi reaksi orang-orang tidak seheboh sekarang. Sejujurnya, dia agak penasaran dengan bagaimana Xiao Shuxiang bisa begitu dikagumi.
"Kenapa kau tidak pernah datang berkunjung, Xiao'Er. Apa sekarang kau sudah menjadi sombong, hah?"
"Coba lihat dia. Sudah kubilang, dia ini sangat hebat."
Xiao Shuxiang tersenyum, dia benar-benar pasrah ditarik dan dipeluk oleh paman dari Jing Mi. Dirinya baru akan bukan suara saat kerumunan orang-orang ini kembali heboh ketika salah seorang di antara mereka mengenali Feng Ying.
__ADS_1
!!
Dalam waktu sekejap, Feng Ying pun ikut merasakan bagaimana dipeluk, dicium, hingga dicubit gemas oleh orang-orang yang memang sudah lama tidak dia temui. Hou Yong dan Bao Yu sendiri terlihat bernapas lega sebab mereka lebih banyak bermain-main di kota hingga para orang tua ini sudah sering bertemu mereka.
Jing Bai berkata pada Xiao Shuxiang. "Saat kau datang, harusnya kau jangan melupakan untuk mengunjungi pamanmu ini. Coba lihat Mi'Er, aku membuatnya sebesar sekarang."
"Ini salahku," Xiao Shuxiang tersenyum. "paman Bai benar-benar berhasil membuat Saudara Jing memiliki otot seluar biasa itu. Bahkan sampai penjual kain tidak berani membuat pakaian untuknya,"
"Ha ha ha, kau mungkin tidak pernah dengar ini. Tapi aku pernah menggunakan tirai paniang di kediamanku untuk membungkus tubuh Mi'Er karena tak ada lagi pakaian yang cocok untuknya."
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dilihat dari tubuh Jing Mi, postur pemuda ini memang berbeda dari masyarakat awam pada umumnya. Bahkan Jing Bai pun tidak sebesar keponakannya tersebut.
Di sisi lain, Feng Ying sendiri masih sibuk dengan keluarga Jing Mi yang lain. Dia sampai tegang dan tidak berani bergerak sedikit pun. Masalahnya, entah bagaimana orang-orang ini justru sangat sopan pada sosok Lan Guan Zhi.
Feng Ying berkedip. Orang-orang ini jelas juga sangat mengagumi Lan Guan Zhi, tetapi mereka bahkan tidak langsung menerjangnya. Rasa-rasanya bahwa sosok Lan Guan Zhi hanya dapat dikagumi, tetapi tidak dapat disentuh sedikit pun.
Jing Mi sendiri nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebelumnya, dia hanya ingin membawa paman dan bibinya sebagai wali atas dirinya saat menikahi Rana Qisheng nanti.
Dia awalnya hanya berniat membawa kedua orang ini pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam, namun rupanya saat datang ke kedai---sudah banyak dari keluarga pamannya yang menunggu dan bahkan bersiap untuk ikut juga.
Salah seorang warga yang merupakan teman baik Jing Bai berkata pada Xiao Shuxiang. "Saudaramu itu hanya ingin membawa paman dan bibinya, tapi aku menolak. Bagaimana bisa mempelai pria mengirim dua anggota keluarga saja untuk menjadi saksi dalam pernikahan, apalagi dia tidak menikahi gadis sembarangan. Ini tentu akan menimbulkan masalah dan bisa jadi dianggap sudah menghina keluarga calon mempelai wanita. Karena itulah kami semua juga harus ikut datang,"
"Paman memang sangat pengertian," Xiao Shuxiang tersenyum. Bahkan orang-orang ini sudah menyiapkan segalanya. Entah apa yang mereka bawa dalam bungkusan kain itu, tapi dari ekspresi yang terlihat bahagia ini---jelas itu adalah persiapan terbaik yang mereka lakukan.
"Masih ada yang akan menyusul nanti, mereka sedang mengabarkan berita bahagia ini pada para kerabat yang lain."
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Niatan awalnya adalah memanfaatkan kesempatan pernikahan Jing Mi untuk membawa warga keluar dari kota diam-diam, tetapi justru kabar pernikahan tersebut diberitakan secara besar-besaran. Ini jelas berbeda dari apa yang diharapkannya.
Xiao Shuxiang menarik napas. Karena sudah terlanjur menyebar, maka dia harus membuat rencana yang lain walau ini pun termasuk hal alami dan seseorang tidak akan curiga.
"Melihat sepertinya kalian sudah siap berangkat, maka aku tidak akan menunda waktu lagi." Xiao Shuxiang tersenyum dan secara bersamaan, sebuah cermin pemindah yang lain muncul di udara.
Jing Bai dan yang lainnya masih sempat memuji kemampuan Xiao Shuxiang, mereka juga tidak lupa kembali memeluk pemuda itu dan mengingatkan agar Xiao Shuxiang juga ikut menyusul karena mereka masih ingin menghabiskan waktu dengan pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang membalas dengan senyuman dan berkata akan pergi saat urusannya selesai. Hou Yong dan para murid Sekte Kupu-Kupu yang lain nampak masuk ke dalam cermin pemindah, mereka begitu ramah pada Rana Qisheng dan sangat menjaga gadis cantik tersebut.
"Yuan-Gege. Kau juga ikut, kan?" Rana Qisheng memegang tangan Lan Guan Zhi dan membuat pemuda berpakaian putih menatapnya.
Lan Guan Zhi bernapas pelan. "Aku pasti akan mengunjungimu, tapi tidak sekarang. Sekte Pedang Langit masih dalam masa perbaikan, dan juga... Ada seseorang yang perlu kuperhatikan."
Xiao Shuxiang berkedip saat tiba-tiba ditatap oleh teman baiknya. Dia terbatuk sebelum memperhatikan ke arah cermin pemindah miliknya. Para murid Sekte Kupu-Kupu dan keluarga dari Jing Mi sudah memasuki cermin lebih dahulu.
Setelah cermin pemindah itu memudar dan Jing Mi serta yang lainnya sudah tidak ada, Xiao Shuxiang lantas menatap Xiao WeiWei dan kemudian saling mengangguk. Mereka seperti sudah memutuskan akan mulai menjalankan rencana itu.
__ADS_1
Hanya saja, tanpa disadari siapa pun... Saat ini orang-orang yang mengincar Xiao Shuxiang mulai bergerak. Di sisi lain, kabar mengenai Kitab Pembunuh Matahari menyebar di sekte yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit. Sosok penyebar kabar tersebut tidak lain adalah Wang Hu Zhuang, pria yang kemampuannya masih sangat misterius.
******