![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Bocah Pengemis Gila yang berada di luar kediaman Tetua Chen Duan Shan terlihat bernapas pelan. Matahari sudah terbit, namun masih belum ada tanda bahwa Xiao Shuxiang sudah sadarkan diri.
Ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila tidak bisa disembunyikan. Pria dengan tongkat bambu itu jelas sangat khawatir. Dia ingin ke dalam untuk melihat kondisi teman-temannya, namun juga tidak bisa karena harus tetap berjaga di luar.
Di sisi lain, Zhi Shu yang berada di dalam ruangan nampak menggigit kuku jarinya. Dia melihat Yi Wen yang begitu berusaha keras mengendalikan tekniknya. Saudara seperguruannya itu terlihat berkeringat banyak dan wajahnya pun nampak pucat.
"Tetua Chen, apa tidak ada yang bisa kita lakukan?" Zhi Shu menatap Tetua Istana Seribu Pedang yang berdiri di dekatnya.
Dia berkata, "Kenapa belum ada reaksi dari Saudara Xiao-ku. Apalagi Yi Wen terlihat kesulitan,"
Tetua Chen Duan Shan menarik napas dan berujar pelan, "Tidak ada yang bisa kita lakukan. Teknik ini hanya dikuasai oleh Nona Wen. Membantunya tanpa tahu apa-apa hanya akan menimbulkan bahaya,"
"Tapi ..." Zhi Shu baru akan bicara saat dia tersentak ketika Yi Wen tiba-tiba saja memuntahkan darah. Tetua Chen Duan Shan pun nampak terkejut.
Yi Wen yang sejak tadi menutup matanya nampak semakin pucat, dia menggeram tertahan. "Gawat, jiwa mereka bertiga semakin jauh."
"Yi Wen ..!" Zhi Shu berseru. Dia hendak melangkah mendekati temannya saat rentangan tangan Tetua Chen Duan Shan mencegahnya.
Napas Yi Wen tersengal-sengal. Detakan jantungnya bertambah saat urat semakin menegang di dahinya, "Bentang Alam Jiwa Saudara Xiao terlalu kuat. Dia justru menarik Ling Qing Zhu dan yang lainnya tenggelam ke alam jiwa yang lebih dalam,"
Dari betapa pucatnya Yi Wen sekarang, jelas itu bukan hal yang baik. Dia telah meremehkan apa yang terjadi dengan Xiao Shuxiang dan menganggap bahwa menggunakan Teknik Terlarang ini bisa membawa kembali jiwa pemuda itu.
Ini sebenarnya bukanlah kesalahan mutlak yang Yi Wen lakukan. Gadis itu tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, tetapi dia tak pernah mengira bahwa Xiao Shuxiang banyak menyembunyikan sesuatu.
Yi Wen menganggap bahwa Saudara Xiao-nya telah melupakan kehidupan masa lampau dan tidak akan mungkin terikat lagi dengannya. Jadi teknik ini pasti tidak akan memakan waktu yang lama dan berat. Dia telah salah mengira hal ini.
Faktanya, Xiao Shuxiang memendam beberapa kejadian masa lalu jauh di dalam lubuk hatinya.
Dia memang pemuda yang suka banyak bicara, sosok yang tidak bisa diam dan watak yang tidak bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia. Yaah, Xiao Shuxiang akan seperti itu bila menyangkut orang lain.
Tetapi untuknya sendiri, dia benar-benar bisa sangat bungkam. Jika tidak ada yang bertanya, dia tidak akan bicara apa pun. Namun saat ada yang menanyakannya dan itu berkaitan dengan masa lalunya, dia pasti akan berusaha mengalihkan pembicaraan atau terlihat keberatan saat membahasnya.
Dia telah menyimpan lukanya sendiri. Sangat jauh di dalam hati hingga tidak terlihat dari raut wajah dan tatapan matanya. Bahkan dengan begitu banyak kejadian dan waktu yang berlalu, luka itu semakin tersimpan jauh di dalam kegelapan.
Buruknya, kejadian yang sudah lama tersimpan jauh itu justru mempunyai kekuatan besar menarik jiwa orang lain. Apalagi, ini berada di luar kendali Xiao Shuxiang sendiri. Dia tentunya tidak bisa disalahkan sebab tak tahu apa-apa.
Yi Wen menahan sakit di dadanya. Darah segar mengalir di sela-sela jarinya. Dia menggeram, "Kalian bertiga ... Tolong sadarlah! Jangan sampai ditarik semakin dalam. Temukan saja jiwa Saudara Xiao dan ajak dia pulang..!"
__ADS_1
Yi Wen merasa bersalah karena masih mempunyai kekurangan dalam penggunaan teknik ini. Dia tidak bisa langsung mengirim pesan peringatan kepada Ling Qing Zhu, Lan Guan Zhi dan Hu Li.
Dia hanya bisa berharap agar ketiga temannya bisa cepat sadar dengan tujuan awal mereka dikirim ke Bentang Alam Jiwa Xiao Shuxiang.
Zhi Shu dan Tetua Chen Duan Shan terus memperhatikan Yi Wen. Mereka terlihat berwajah serius, namun dengan tatapan mata yang mengandung kekhawatiran.
Cukup lama menunggu hingga sesuatu mulai terjadi. Zhi Shu tersentak ketika menyaksikan Hu Li yang sebelumnya tidak bergerak sama sekali kini mulai menunjukkan tanda-tanda akan bangun.
Ekspresi Yi Wen berangsur-angsur mulai tenang dan saat mulai mengembuskan napas, secara bersamaan kelopak mata Hu Li mulai terbuka dengan perlahan. Benang yang melilit tangannya pun perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang.
Hu Li lantas bangun dengan terburu-buru, napasnya tidak beraturan dan ekspresi wajahnya seakan baru saja mengalami mimpi yang menakutkan. Wajah dan telinga Hu Li bahkan nampak memerah disertai dengan keringat yang mengucur di pipi dan lehernya.
Yi Wen membuka matanya, dia sudah lebih tenang sekarang. Dirinya bisa melihat tubuh Xiao Shuxiang disinari cahaya putih redup yang menjadi pertanda bahwa Hu Li telah berhasil membawa jiwa Xiao Shuxiang kembali.
"Hu Li? Kau terlihat gemetar, ada apa?" Yi Wen sudah bisa mengendalikan situasi sekarang. Dia mengerutkan kening saat menyaksikan raut wajah Hu Li yang begitu berbeda.
Tanpa mengatakan apa-apa, Hu Li menoleh dan langsung berdiri. Dia berjalan menghampiri Zhi Shu dan kemudian meraih tangan gadis itu.
!!
Tindakan Hu Li ini mengejutkan Yi Wen, Tetua Chen Duan Shan dan Zhi Shu sendiri. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda berambut putih ini.
"Apa?" Yi Wen terkejut, dia pasti sudah salah dengar. Telinganya pasti telah salah menangkap ucapan Hu Li barusan.
Di sisi lain, Tetua Chen Duan Shan terlihat tertegun. Dia berdiri di samping Zhi Shu, jadi pendengarannya tidak mungkin salah. Hu Li benar-benar mengatakan sesuatu yang tidak terduga.
"Nona Zhi Shu. Kau mau menikah denganku, kan?"
"Oh," Zhi Shu berkedip. Ajakan untuk menikah ini seperti hujan lebat yang mengguyur kepala dan menghayutkan pikirannya. Dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Belum sempat buka suara, Zhi Shu mendadak dipeluk erat seolah kata 'oh' adalah jawaban yang dibutuhkan subjek lain. Tindakan ini sampai membuat Yi Wen membuka mulut saking kagetnya.
"A-Apa-apaan ini?" Yi Wen menatap ke arah di mana Hu Li dan syok atas apa yang baru saja terjadi. Tetua Chen Duan Shan bahkan kehilangan kata-kata.
"..............." tangan Zhi Shu perlahan mulai terulur dan menyentuh punggung Hu Li. Dia mengusap-usapnya pelan dan sesekali menepuknya.
"Zhi Shu!" Yi Wen berseru, pada akhirnya dia tidak tahan lagi dan berkata. "Apa kau akan menikah dengan Hu Li?!"
__ADS_1
"Dia melamarku. Jadi apa yang harus kulakukan?"
"Tsk, sialan." Yi Wen kesal, "Kau akan menerimanya?!"
"Hu Li orang pertama yang melamarku. Bagaimana mungkin kutolak?"
Yi Wen sangat ingin berjalan ke tempat Zhi Shu dan menendang bokong gadis itu. Dia benar-benar tidak habis pikir bahwa Zhi Shu akan menerima lamaran seorang pemuda begitu saja. Apa-apaan ini?!
Zhi Shu sendiri berkedip dan kemudian berujar pelan, "Hu Li? Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?"
Hu Li tersentak, pipi dan telinganya kian memerah saat sebuah ingatan terlintas di kepalanya. Dia memeluk erat Zhi Shu seolah berpegang pada hidupnya.
"Ya Tuhan," Zhi Shu kaget karena pelukan Hu Li terlalu erat. Dia menepuk-nepuk punggung pemuda berambut putih ini dan berkata, "Ka-kau memeluk terlalu erat. Aduh,"
"Kau akan menikah denganku, kan?"
Hu Li tidak pernah bicara informal dan terang-terangan seperti ini. Zhi Shu tidak tahu lagi harus apa untuk lepas dari pelukan erat pemuda ini, jadi dia pun dengan segera menyetujuinya.
Zhi Shu berkata, "Aku janji akan menikah denganmu. Ta-tapi lepaskan dulu,"
"Maaf," Hu Li mulai melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Zhi Shu sejenak sebelum menurunkan pandangan. Warna merah masih terlihat pada wajah dan telinganya.
Tetua Chen Duan Shan terbatuk pelan dan kemudian berkata, "Aku tidak bisa menduga akan ada lamaran di saat semacam ini. Bila tidak keberatan, apa yang sebenarnya Tuan Muda Hu Li alami?"
Hu Li menatap Tetua Chen Duan Shan dan terlihat ragu menceritakannya. Jika diingat-ingat lagi, dia mengalami sebuah kejadian yang tidak terkatakan di dalam bentang alam jiwa Xiao Shuxiang.
"I-Itu ..." Hu Li menundukkan dan kedua tangannya mencengkeram kuat pakaiannya. Dia mengatupkan bibirnya rapat seolah tidak ingin bicara.
Zhi Shu memperhatikan raut wajah Hu Li dan merasa kebingungan. Entah pemuda ini hanya asal melamar atau sungguhan tadi----dia tidak masalah sama sekali.
Hu Li perlahan berbalik dan menatap ke arah Xiao Shuxiang yang masih terbaring tanpa ada tanda akan sadar. Detakan jantungnya masih belum stabil dan rona merah pada pipi serta telinganya pun belum menghilang.
Hu Li terlihat sangat manis. Sebagai Demonic Beast berwujud rubah salju, dia mempunyai wajah yang lembut, menggoda, indah dan sulit diabaikan.
Tetua Chen Duan Shan, Yi Wen dan Zhi Shu tentu saja bertanya-tanya tentang apa yang sudah dialami oleh Hu Li. Hanya saja pemuda ini tidak mau bicara hingga mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Di dalam bentang alam jiwa Xiao Shuxiang sebenarnya, jiwa Ling Qing Zhu, Lan Guan Zhi dan Hu Li mengalami kejadian yang berbeda-beda. Itu bisa berarti buruk atau sebaliknya, tetapi untuk kasus Hu Li ini---dari ekspresinya saja sudah bisa ditebak itu bukan hal yang patut diceritakan.
__ADS_1
******