![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Perjalanan Xiao Shuxiang di dalam lorong gua yang gelap itu masih panjang. Dia menjauh dari Kolam Seribu Luka, tapi beberapa kali harus berhadapan dengan mayat hidup sambil membawa Chu Gu Xiang digendongannya.
Gadis cantik itu berpegangan erat seakan takut jatuh. Dia memejamkan mata ketika Xiao Shuxiang bertarung dengan para mayat hidup dan memberi mereka tendangan.
Kupu-kupu bersayap putih yang selalu mengikuti mereka bahkan menghadapi para mayat itu, belum lagi serangan datang dari dalam cermin yang tiba-tiba muncul di udara. Xiao Shuxiang bahkan tidak perlu mengeluarkan pedangnya.
Chu Gu Xiang tersentak saat pemuda ini bisa menghadapi mayat-mayat yang ganas dalam waktu singkat. Dia menatap Xiao Shuxiang ketika sosok ini kembali berjalan sambil menggendongnya.
"Sekarang lewat jalan mana?" Xiao Shuxiang buka suara, dia bertanya tanpa nada.
Chu Gu Xiang bernapas pelan dan lalu berujar, "Kau ... Lurus saja."
"Baiklah, awas jika sampai salah jalan atau menuntunku ke arah bahaya. Aku akan mengembalikanmu ke tempat yang tadi,"
Chu Gu Xiang mendengus dan lantas berkata, "Harusnya kau bisa pergi dan cari jalan sendiri. Aku juga tidak meminta bantuanmu, apa aku memohon untuk ditolong, hah?"
Xiao Shuxiang menatap Chu Gu Xiang dan mendesah pelan, dia berdecak. "Gadis yang tidak tahu terima kasih memang begini ... Aaiih, jadi kau lebih suka dirantai dan mendapat siksaan, huh?"
"Bukan berarti aku menyukainya ...!" Chu Gu Xiang menggigit bibir bawahnya dan lalu berkata, "Aku paling benci tempat itu. Aku pasti akan membuat dia membayar semuanya ..."
"Ooh ... Sekarang kau menjadi dendam pada seseorang,"
"Bisakah kau berhenti meledekku? Jika kau tidak punya hal lain untuk dibahas, maka terus saja jalan."
"Kau berani menyuruhku?" Xiao Shuxiang melepaskan pegangan tangannya dan membuat Chu Gu Xiang menjerit. Dia pun kembali menangkap gadis itu sehingga Chu Gu Xiang tidak sampai jatuh, namun memang gadis itu sangat terkejut.
"Kau-" Chu Gu Xiang baru saja akan mengumpat saat pemuda tampan yang menggendongnya ini langsung menyela.
Xiao Shuxiang berkata, "Sekarang kau tahu bahwa aku bisa menjatuhkanmu kapan saja. Jadi sebaiknya kau diam dan tidak perlu banyak bertanya,"
Chu Gu Xiang menatap pemuda yang menggendongnya ini dan nampak tidak suka. Dia memandang ke depan sebelum dengan cemberut berkata, "Aku mau air.."
"Air?" Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya dan menatap Chu Gu Xiang, "Kau mau minum?"
"Mn. Jadi apa ... Kau membawa air?" Chu Gu Xiang sebenarnya tidak suka meminta hal semacam ini, tapi dia memang sudah lama tidak meminum air. Dia bersuara pelan saat berkata, "Tenggorokanku kering.."
__ADS_1
Xiao Shuxiang berhenti berjalan dan mendesah pelan, "Kau gadis yang merepotkan..."
Chu Gu Xiang tersentak. Dia baru saja akan mengomeli Xiao Shuxiang ketika pemuda ini tiba-tiba menurunkannya dan membuatnya harus bersandar di dinding gua.
Xiao Shuxiang mengeluarkan kendi berukuran sedang dari dalam Gelang Semestanya dan memberikan minum pada Chu Gu Xiang. Untung saja dia mempunyai danau di dalam Gelang Semesta miliknya hingga dirinya tidak akan kekurangan air.
Chu Gu Xiang terlihat begitu haus. Wanita ini bahkan sampai tersedak air yang diminumnya dan membuat Xiao Shuxiang menggeleng pelan.
Teman baik dari Lan Guan Zhi itu mengusap-usap punggung Chu Gu Xiang dan mengatakan agar gadis tersebut tidak perlu minum dengan terburu-buru.
Xiao Shuxiang memperhatikan Chu Gu Xiang dan berkedip ketika menyadari sesuatu. Ekspresinya sedikit pucat dan dia pun dengan segera melepaskan jubah luarnya.
Chu Gu Xiang tersentak, dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh pemuda ini dan terkejut saat sosok di hadapannya langsung menutupinya dengan memakai jubah luarnya.
"A-apa yang kau lakukan?" Chu Gu Xiang berkedip beberapa kali. Dia benar-benar tidak menyangka mendapat perlakuan seperti ini.
"Tutupi tubuhmu," Xiao Shuxiang berkata tanpa nada, "Aku bahkan hampir melihat semuanya."
"Ka-Kau!" Chu Gu Xiang baru menyadari kondisinya saat ini dan memakai baik-baik jubah putih Xiao Shuxiang. Dia baru akan bicara ketika mendengar suara derap langkah kaki.
Chu Gu Xiang bernapas pelan, "Aku rasa ... Itu para penjaga istana,"
"Tanpa kau katakan pun aku sudah tahu bahwa yang datang itu bukan temanku," Xiao Shuxiang berjalan dan kembali berkata, "Pegangan saja yang erat."
Chu Gu Xiang belum sempat bereaksi ketika Xiao Shuxiang melesat sambil menggendong dirinya. Kupu-kupu bersayap putih milik pemuda ini terbang dan mengikuti mereka.
Titik-titik air muncul di udara, memadat hingga membentuk sebuah Cermin Pemindah. Chu Gu Xiang berkedip, apalagi melihat cermin itu bergerak dan seakan menjadi perisai bagi mereka.
Suara derap kaki semakin kuat setiap kali Xiao Shuxiang melesat. Dia pun spontan menengadah dan cermin pemindahnya berpindah posisi menghadap ke atas.
Tanpa peringatan, lesatan serangan keluar dari cermin tersebut dan berhasil menghancurkan atap dinding di atasnya. Suara debaman keras terdengar dan beberapa orang terlihat jatuh.
"Sialan..!"
Umpatan terdengar dari orang-orang yang memang adalah penjaga Istana Teratai Hitam. Mereka terjatuh dari lantai keempat, tidak jauh dari tempat Xiao Shuxiang berada. Chu Gu Xiang tersentak karena serangan dari cermin aneh itu sangat kuat.
__ADS_1
Ada tiga orang yang langsung tewas sebab serangan Xiao Shuxiang sudah mengenai mereka dengan telak, bahkan ketiganya tidak sempat menghindar. Di sisi lain, ada juga penjaga yang masih hidup namun justru memperlihatkan kemarahan mereka.
Xiao Shuxiang mendengus, "Harusnya kalian semua pergi dan bersyukur karena masih bisa hidup. Tapi sepertinya ... Kalian memang sangat ingin mati,"
"Bunuh dia!"
Xiao Shuxiang berdecak, "Tsk. Dasar ... Kenapa tidak mau mendengarkan?"
Hanya dengan melirik kupu-kupu miliknya, serangga bersayap putih itu terbang dan menjadi banyak dalam sekejap. Serangga-serangga tersebut menyerang para penjaga itu dan membuat mereka kewalahan.
Ada dua orang penjaga yang berhasil melewati para serangga itu dan kini bertarung melawan Xiao Shuxiang. Chu Gu Xiang berpegangan erat dan bahkan menutup matanya.
Xiao Shuxiang tidak banyak bergerak, dia berhasil menjaga agar gadis yang ada di gendongannya tidak banyak mengalami guncangan. Dia menendang dada salah satu penjaga dan mengeluarkan cermin pemindah miliknya untuk menangkis serangan yang datang.
"Bukankah mereka para anggota sektemu? Kenapa begitu lemah?" Xiao Shuxiang berujar saat mengarahkan cermin pemindah miliknya untuk menyerang musuh, dia bahkan tidak perlu menggerakkan tangannya.
Pertanyaan dari Xiao Shuxiang membuat Chu Gu Xiang tertegun. Wanita cantik itu pun berkata, "Apa kau hanya pura-pura atau memang tidak tahu apa yang sudah kau lakukan?"
Chu Gu Xiang berujar, "Kau menyerang mereka tanpa peringatan dan kau juga tidak memberi mereka kesempatan untuk melakukan serangan balasan. Apa yang bisa diharapkan dari itu, hah?"
"Karena aku luar biasa?" Xiao Shuxiang menyeringai dan dia pun mengeluarkan aura pendekar miliknya. Sebuah aura yang bahkan sudah lama tidak dia gunakan.
Para penjaga yang sebelumnya mampu bergerak menjadi kaget. Tubuh mereka mendadak kaku dan belum sempat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kupu-kupu yang terbang itu kemudian hinggap di leher para penjaga.
Chu Gu Xiang tidak terpengaruh dalam aura pendekar Xiao Shuxiang, namun dia tahu benar bagaimana kepanikan para penjaga ini. Dia baru akan bicara saat sebuah kejadian tidak terduga terjadi.
Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang yang hinggap di leher para penjaga itu mulai menghisap darah. Chu Gu Xiang nampak memperhatikannya dengan baik dan awalnya sedikit ragu sampai kemudian menjadi tersentak kaget.
Teriakan penuh kesakitan dalam sekejap menggema. Chu Gu Xiang melihat sayap kupu-kupu itu berubah warna menjadi semerah darah dan wajah dari para penjaga yang mereka hinggapi berubah kering seolah darahnya dihisap habis.
Mata Chu Gu Xiang terbelalak, ini pertama kalinya dia menyaksikan serangan mengerikan semacam ini dan bahkan dilakukan oleh serangga yang seharusnya terlihat lemah.
Gadis cantik itu sampai menahan napas dan dia pun menatap ke arah Xiao Shuxiang. Satu hal dalam pikirannya sekarang adalah bahwa pemuda ini merupakan orang yang sangat berbahaya.
******
__ADS_1