KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
166 - Para Tetua


__ADS_3

Rutukan dari Mo Huai mendapat sebuah anggukan pelan dari Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis itu seakan setuju dengan ucapan Mo Huai. Apalagi, Zhi Shu juga terlihat memberikan dukungan.


Di sisi lain, Yan Tianhen dan Jian Yang nampak tersenyum. Mereka seakan tidak mempermasalahkan sikap Xiao Shuxiang yang sebenarnya memang terkesan tidak tahu malu.


Wen Gao Chong berkata, "Kami tidak menyiapkan apa-apa selain permintaan maaf dan terima kasih. Namun jika kau membutuhkan sesuatu dan bisa kami jamin serta penuhi, maka jangan ragu mengutarakannya."


Li Huanshou mengangguk pelan, "Kami dari Istana Seribu Pedang pun juga sama. Kau bisa menyampaikan apa pun keinginanmu asalkan tidak berada di luar jangkauan kami,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan tersenyum ramah. Dia menatap Li Huanshou dan Jian Yang sambil berujar, "Kalau untuk kalian .... Aku hanya ingin teman baikku ini mendapat perlakuan yang layak. Kalian jangan memusuhinya, apa itu bisa dilakukan?"


Jian Yang dan Li Huanshou terlihat saling berpandangan sebelum kembali menatap Xiao Shuxiang. Keduanya mengangguk pelan dan berjanji akan memperlakukan Lan Guan Zhi dengan lebih baik.


Jian Yang, "Aku sebenarnya juga ingin meminta maaf padamu, Lan Guan Zhi. Ini karena aku terlalu kekanakan hingga membuatmu mengalami kesulitan. Aku tidak berkelakuan selayaknya murid yang baik, tolong maafkan aku."


Lan Guan Zhi bernapas pelan, "Bukan masalah."


"Bukankah bagus dilihat jika kalian bisa akur begini..?" Xiao Shuxiang berujar, "Aku merasa seperti seorang ayah yang sudah berhasil mendidik anak-anaknya,"


Zhi Shu mendengus saat mendengarnya dan tanpa ragu dia berkata, "Saudara Xiao. Kau lebih cocok jadi 'ibu' daripada 'ayah',"


"Shu'Er. Kau mulai lagi?" Xiao Shuxiang menoleh dan menatap temannya itu.


Zhi Shu dengan wajah tanpa dosa berkata, "Aku sungguh-sungguh. Menurutku, tidak ada 'Ayah' yang banyak bicara sepertimu. Kau jelas lebih cocok jadi 'Ibu' karena kau cerewet,"


"Zhi Shu. Aku benar-benar akan menarik keluar lidahmu dan memotongnya jika kau berani berkata seperti itu lagi,"


"Tidak akan kulakukan lagi," Zhi Shu tersenyum dan melanjutkan, "Aku hanya akan mengatakan kau lebih cocok menjadi istri dari Tuan Muda Lan--"


"Zhi Shu..!" Xiao Shuxiang menerjang saudara seperguruannya itu, namun Zhi Shu dengan cepat berlari dan keluar dari kamar sambil tertawa.


Liu Wei Lin, Yan Tianhen, Wen Gao Chong dan yang lainnya nampak tertegun saat Xiao Shuxiang pergi mengejar Zhi Shu dan meninggalkan mereka begitu saja.


Liu Wei Lin berkedip dan melambaikan pelan kipasnya, "Aku...."


"Tidak perlu dipikirkan," Mo Huai berkata. "Tuan Muda Xiao memang mempunyai saudara-saudara seperguruan yang suka melakukan candaan aneh dan sulit dimengerti oleh orang lain, jadi jangan heran saat melihatnya."


"............. Mn," Lan Guan Zhi setuju.


"Benar," Ling Qing Zhu pun mengangguk pelan dan teringat dengan para saudara seperguruan Wali Pelindungnya. Anak-anak dari Sekte Kupu-Kupu memang perlu lebih banyak bimbingan tentang sopan santun dan sejenis dengan itu.


*


*


Jauh di tempat lain, para tetua yang berasal dari berbagai sekte nampak mulai berpamitan dengan para tetua besar, termasuk Tetua Chen Duan Shan.


Para kultivator itu memilih untuk membawa jasad murid-murid mereka yang nantinya akan dimakamkan dengan layak di sekte masing-masing. Senyum yang terlihat di wajah mereka merupakan jenis senyuman yang mengandung kesedihan.

__ADS_1


Tidak ada yang menyalahkan Istana Seribu Pedang dan juga Menara Bintang Suci karena kedua perguruan itulah yang paling banyak menderita kerugian.


Rombongan dari Lembah Cahaya Surgawi yang sebelumnya sangat ditunggu baru terlihat sekarang. Mereka adalah kultivator berpakaian cokelat-kehitaman dengan kendi labu serta tongkat kayu di tangan mereka.


Di antara rombongan Lembah Cahaya Surgawi terlihat sosok Tetua Murong Xun dan Jing Yufeng. Mereka melaporkan tentang kondisi Kota Liang yang para penduduknya tewas mengenaskan entah ulah siapa.


Tetua Jin Yufeng yang saat ini berada dalam ruang pribadi Tetua Chen Duan Shan nampak berujar, "Membutuhkan waktu yang lama untuk mengubur setiap warga kota. Ini karena tubuh mereka lebih banyak dalam keadaan terpisah-pisah hingga sulit dikenali,"


Tetua Murong Xun ikut bicara, "Aku yakin bahwa yang membunuh orang-orang itu adalah iblis. Ini karena tidak ada manusia yang akan melakukan tindakan sekejam dan seburuk ini,"


"Siapa pun itu, mereka layak mendapat kutukan." salah satu tetua dari Lembah Cahaya Surgawi nampak menahan amarahnya walau itu tidak mampu disembunyikan dari raut wajah yang terlihat.


Tetua Chen Duan Shan bernapas pelan dan berkata, "Sebenarnya tidak hanya Kota Liang yang kacau, tetapi juga jalannya konferensi ini. Para Tetua pasti sudah melihat banyaknya peti mayat di luar tadi,"


Tetua Besar Lembah Cahaya Surgawi nampak menahan napas. Dia adalah sosok pria tua yang terlihat berusia 60 Tahun. Penampilannya seperti pengemis, apalagi dengan pakaian yang berantakan.


Tetua Chen Duan Shan melanjutkan, "Aku tidak tahu di mana awalnya. Ini mungkin karena kesalahanku hingga konferensi dimasuki oleh penyusup tanpa siapa pun yang menyadarinya. Buruknya lagi, orang-orang itu berasal dari Sekte Lembah Iblis,"


Para tetua dari Lembah Cahaya Surgawi tersentak mendengarnya. Salah satu di antara mereka spontan berseru.


"Itu adalah kesalahan yang fatal, Tetua Chen...! Bagaimana bisa perguruan Anda melakukan kesalahan sebesar ini?!"


"Tenanglah," Tetua Besar Lembah Cahaya Surgawi menegur pelan anggotanya. Dia pun menatap Chen Duan Shan dan lantas berkata, "Musuh berasal dari Sekte Lembah Iblis yang artinya---mereka bukan dari Aliran Hitam yang mudah untuk dihadapi,"


Tetua Wang Haoran yang juga ada dalam ruangan itu dan mendengarnya pun ikut bersuara, "Aku setuju dengan pendapat Tetua Shang. Sekte Lembah Iblis ini .... Sebesar apa kekuatan mereka itu sangat sulit diperkirakan. Bahkan jika kita semua menggabungkan kekuatan dan melawan mereka, aku sama sekali tidak yakin kita bisa keluar sebagai pemenang."


Tetua Besar Lembah Cahaya Surgawi menarik napas pelan dan berkata, "Tidak bisa dilakukan secara sembarangan jika kita ingin melawan orang-orang itu. Risiko yang harus kita hadapi sangatlah besar dan sekali kita melakukannya, maka tidak ada jalan untuk mundur."


!!


Para Tetua itu tersentak dan mencoba untuk menenangkan diri masing-masing. Mereka tidak bisa mengambil gerakan yang ceroboh hanya karena pengaruh dari emosi. Mereka tidak sedang menghadapi sekte Aliran Hitam biasa, tetapi lebih daripada itu.


"Aku sangat khawatir ...." Tetua Shang dari Lembah Cahaya Surgawi menarik napas berat sambil memegang kuat tongkat bambunya. Dia berkata, "Sekte Lembah Iblis sudah berani mengirim anggotanya untuk menjadi penyusup, itu artinya .... Mereka sangat percaya diri bisa melawan kita,"


Tetua Murong Xun mengangguk pelan, "Kita perlu melakukan sesuatu, Tetua. Tidak bisa lagi menunda-nundanya,"


"Aku tahu ...." Tetua Chen Duan Shan mengerti dengan jelas. Bahkan dia juga tahu penyebab dari pergerakan Sekte Lembah Iblis yang terkesan sedang memprovokasi sekte-sekte yang terlibat dalam Konferensi Aliansi Abadi.


Tetua Chen Duan Shan, "Tentu saja. Sekte Lembah Iblis tengah mengincar lembaran dari Kitab Kuno yang sedang terkenal akhir-akhir ini, disamping kekacauan yang mereka lakukan bisa menimbulkan rasa tidak aman bagi sekte-sekte lain."


Tetua Chen Duan Shan melanjutkan, "Istana Seribu Pedang dan Menara Bintang Suci pun akan dituduh menjadi bagian dari Sekte Lembah Iblis. Mereka akan berpikir bahwa orang asing dapat menyusup dan membuat keributan adalah karena pengamanan kedua sekte ini yang kurang ketat. Status kita pun akan mulai dipertanyakan."


"Sekte Lembah Iblis ini memang berbahaya," salah satu Tetua Lembah Cahaya Surgawi berujar. "Aku yakin mereka juga berhubungan dengan pembantaian di Kota Liang. Siapa lagi yang bisa melakukan tindakan sekejam itu selain anggota Sekte Lembah Iblis?"


"Tapi apa alasannya? Bahkan anak-anak kecil pun tidak luput dibunuh dengan cara paling mengenaskan," Tetua Murong Xun merasakan sakit di dadanya. Dia baru saja memikirkan tentang mayat seorang anak di Kota Liang yang dalam keadaan anggota tubuh berceceran.


"Apa perlu alasan jika ingin melakukan kejahatan?"

__ADS_1


Tetua Murong dan yang lainnya terkejut saat mendengar suara wanita. Mereka spontan menoleh dan melihat Meng Hao Niang sedang duduk di pinggiran jendela sambil memegang kendi labu berisi arak.


"Tetua Meng..." Jing Yufeng berkedip dan baru saja akan bertanya saat Meng Hao Niang kembali bicara.


"Sama seperti arak ini di mana aku tidak butuh alasan agar bisa meminumnya. Begitu pula dengan para penjahat itu .... Yang tidak butuh alasan untuk menindas dan mengambil nyawa orang lain," Tetua Meng Hao Niang bergumam dan kembali menenggak minumannya sebelum mulai turun dan berjalan ke tempat para tetua berada.


Langkah Tetua Meng Hao Niang terlihat oleng dan beberapa kali hampir terjatuh. Dia membuat siapa pun yang melihatnya nyaris jantungan.


"Tetua Meng, berhati-hatilah saat berjalan. Kau terlihat sangat mabuk, apa kau baik-baik saja?" Tetua Besar dari Lembah Cahaya Surgawi bertanya.


"Aku selalu dalam keadaan baik. Tidak perlu begitu mencemaskanku," Tetua Meng Hao Niang cegukan dan mulai duduk di salah satu kursi.


Ekspresi Tetua Meng Hao Niang kali ini berubah serius, "Kedatanganku kemari ingin mencari tahu sesuatu."


Tetua Meng Hao Niang menatap Chen Duan Shan dan bertanya, "Tetua Chen? Apa benar Yi Shisi dan Xiao Han adalah muridmu?"


Tetua Chen Duan Shan tersentak, namun dia mengangguk pelan. "Itu benar, kedua anak itu adalah murid dari Istana Seribu Pedangku."


"Apa kau tahu bahwa mereka adalah penyebab dari kekacauan konferensi?" Tetua Meng Hao Niang bertanya lagi.


"Awalnya aku tidak tahu. Tapi setelah kuminta seseorang untuk menyelidiki, kedua orang itu bukanlah muridku yang sebenarnya."


"Tetua Meng, kenapa Anda menanyakan ini?" Tetua Jing Yufeng bertanya.


"Apa Yi Shisi dan Xiao Han itu adalah anggota Sekte Lembah Iblis?" Tetua Meng Hao Niang tidak menjawab pertanyaan dari Jing Yufeng dan justru mengajukan pertanyaan lain.


Tetua Chen Duan Shan saling bertatapan dengan Tetua Jing Yufeng sebelum kembali menatap wanita pemabuk di depannya. Dia menjawab, "Itu benar. Mereka adalah anggota dari Sekte Lembah Iblis. Tidak salah lagi,"


"Mm ...." Tetua Meng Hao Niang berujar, "Anggota Sekte Lembah Iblis selama ini sangat sulit dihabisi. Mereka selalu bisa melarikan diri, bahkan ketika terluka parah. Namun Yi Shisi dan Xiao Han ini mati dengan begitu mudah,"


Tetua Murong Xun mengangguk, "Benar. Aku mendengarnya dari Tetua Wang Jing Li. Gadis bernama Yi Shisi tewas karena meledakkan diri. Sementara Xiao Han, kudengar dari salah satu murid---dia telah dihabisi oleh perwakilan tetua besar Sekte Lautan Awan."


Tetua Chen Duan Shan tersentak dan langsung menatap Tetua Murong Xun. Ekspresi wajahnya berubah, "Maksudmu Xiao Shuxiang?"


"Mn, benar. Dia orangnya,"


Tetua Jing Yufeng tersentak, "Tunggu dulu. Bukankah praktik anak itu hanya di Forging Qi tingkat 7? Bagaimana .... Dia bisa menghabisi salah satu anggota Sekte Lembah Iblis?"


"Bukan salah satu, tapi keduanya." Tetua Meng Hao Niang bersuara, "Saat Yi Shisi meledakkan diri pun... Bocah Berandalan itu ada di sana. Jika anggota sekte yang sangat terkenal itu mati di tangan anak bau kencur sepertinya .... Tidakkah ini bisa menjadi kesempatan yang besar?"


!!


"Tetua Meng, apa maksudmu?" salah seorang tetua dari Lembah Cahaya Surgawi bertanya. Dia menatap penuh rasa penasaran pada Meng Hao Niang.


"Pembalasan." Tetua Meng Hao Niang berkata, "Pembalasan atas semua yang dilakukan oleh para penjahat itu. Sebuah kesempatan menggulingkan tirani seperti mereka."


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2