KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
25 - Kejutan


__ADS_3

Kedua murid Sekte Pagoda Langit itu menarik pedang mereka dan segera melesat. Di saat yang sama, Xiao Shuxiang memakai Seruling Giok Putihnya dan menyerang pergelangan tangan salah satu pendekar.


Pedang pendekar itu langsung berpindah kepemilikan dan kini berada di tangan kiri Xiao Shuxiang.


Sangat penting diketahui bahwa Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu tersebut lebih ahli menggunakan senjata dengan tangan kiri, walau selama ini dia selalu memakai tangan kanannya.


Kupu-kupu putih yang mengalihkan perhatian para pendekar itu terbuat dari Qi milik Xiao Shuxiang. Jumlah mereka kian berkurang seiring dengan semakin menipisnya aliran Qi dari Koki Alkemis itu. Namun waktu yang dibutuhkan sudah lebih dari cukup untuk membantu 'Tuan' mereka.


Xiao Shuxiang berkonsentrasi penuh dan mengeluarkan Teknik Pernapasan Air. Walau dampaknya tidak sedahsyat ketika digabungkan dengan Qi, tapi lawan yang terkena serangan tersebut masih dapat terpental jauh dan mengalami luka yang lumayan parah.


Teknik Pernapasan Air, Aliran Ketujuh yakni Ombak Penyerang membuat enam di antara para pendekar tidak mampu menghindar hingga harus terpental sejauh lima meter.


Tubuh mereka basah kuyup dengan luka sayatan di dada, perut dan dua di antaranya bahkan mengalami sedikit goresan di leher.


Kedua murid Sekte Pagoda Langit masuk dalam pertarungan tersebut di waktu yang tepat. Merekalah yang menahan sebagian dari serangan Xiao Shuxiang hingga dampak yang diterima oleh para pendekar itu tidak sampai merenggut nyawa.


"Tuan Muda Xiao, tolong sadarlah..!"


"Kendalikan diri anda..!"


"Aku baik-baik saja. Menjauhlah!" Xiao Shuxiang kesal karena setiap kali dia bertarung, selalu saja dianggap bahwa dirinya lepas kendali. Dia masih sangat waras untuk tahu mana yang pantas mati dan mana yang bukan.


"Tuan Muda Xiao, jangan seperti ini..!"


Pendekar yang lain memanfaatkan kesempatan untuk kembali menyerang. Namun Xiao Shuxiang yang sadar segera menyentilkan setetes darah dari tangan kanannya hingga mengenai salah satu pendekar.


Darah itu dengan cepat terserap ke dalam kulit dan hanya butuh satu tarikan napas----pendekar tersebut pun ambruk dan mengerang kesakitan.


Xiao Shuxiang membuat semuanya terkejut, termasuk dua murid Sekte Pagoda Langit.


Para pendekar itu berhenti, perhatian mereka tertuju pada pria yang terbaring di tanah dan nampak bergulingan. Mata mereka terbelalak ketika menyaksikan kulit wajah pria itu berubah pucat dan agak kebiruan.


"Apa... Apa yang terjadi dengannya?!"


"Dia... Jangan-jangan..!"


"Dia keracunan!"


!!


Mendengar seruan itu membuat semua orang kembali terkejut, kecuali Xiao Shuxiang. Pemuda yang memiliki wajah bersih dan senyuman mempesona itu nampak sangat senang memperhatikan raut wajah setiap lawannya.


"Xiao Shuxiang, kau..!!" seorang pendekar menunjuknya. "Beraninya kau memakai racun..!"


"Kenapa aku tidak berani?" tatapan mata Xiao Shuxiang berubah tajam, dia masih tersenyum. "Kalau saja kekuatanku tidak disegel, satu tetes darahku pasti sudah mengubahnya menjadi tulang-belulang sekarang ini."

__ADS_1


!!


Bocah Pengemis Gila tanpa sadar membuka mulutnya lebar. Dia bergegas untuk mendekat ke arah kerumunan orang-orang itu dan memperhatikan dengan jelas kondisi dari pendekar yang terkena racun. Dia pun mengarahkan pandangan kepada Xiao Shuxiang.


"Shuxiang..." Bocah Pengemis Gila bergumam, ekspresinya memperlihatkan ketidak-percayaan.


Xiao Shuxiang malah menyeringai, "Apa aku tidak pernah mengatakan bahwa darahku ini mengandung racun?"


!!


Yang mereka dengar barusan benar-benar adalah yang pertama kalinya. Bahkan Bocah Pengemis Gila sendiri terlonjak kaget. Kedua murid Sekte Pagoda Langit pun juga sama saking terkejutnya. Rasanya bahkan mirip seperti mendengar petir di siang hari.


"Tidak... Ini tidak mungkin..."


"Mustahil... Kau..."


"Mn?" Xiao Shuxiang sedikit mengerutkan keningnya, dia pun lalu mengembuskan napas dan kembali tersenyum. "Jadi aku tidak pernah mengatakannya? Ah, maaf. Salahku,"


Nada suara Xiao Shuxiang terkesan meledek, apalagi dia pun mulai tertawa kecil. "Aiya, kultivator dari Aliran Hitam seharusnya lebih tahu ini. Atau apa mungkin... Ada perbedaan antara lingkungan Aliran Hitam di Benua Timur dengan Benua Tengah?"


!!


Pandangan semuanya langsung tertuju pada lima orang pendekar yang berasal dari Aliran Hitam. Raut wajah kelima orang itu nampak pucat yang mana tiga di antaranya lebih buruk lagi sebab sebelumnya terkena serangan dari Teknik Pernapasan Air milik Xiao Shuxiang.


"Apa maksud dari ucapannya?" salah satu pendekar bertanya pada mereka.


Pendekar yang lain menjawab dengan suara yang agak berat, "Itu benar. Tapi hanya beberapa sekte yang bertindak demikian. Dan juga... Meminumkan racun hanya agar tubuh kami lebih kebal dan ini tidak memberi pengaruh pada darah. Apalagi sampai membuat darah kami juga mengandung racun, tapi Dia..!"


Berapa banyak racun yang dikonsumsi oleh Xiao Shuxiang hingga membuat darahnya ikut terpengaruh?! Di wilayah Aliran Hitam, orang-orangnya dibatasi meminum hal semacam itu karena taruhannya tetap adalah nyawa.


Buruknya, mengkonsumsi racun selama bertahun-tahun juga mempunyai dampak yang lain. Tidak sedikit pendekar yang usianya berkurang karena hal ini. Apalagi, ada efek lain yang akan terlihat jelas di tubuh sang pemakai. 


Tetapi untuk Xiao Shuxiang... Tidak hanya wajahnya yang bersih dan mempesona, bahkan warna kulitnya pun cerah, halus dan layak disandingkan dengan para bangsawan yang hidup di istana.


Bocah Pengemis Gila baru akan bicara saat erangan kesakitan dari pendekar yang terbaring itu kembali menjadi. Semua tidak lagi menyerang Xiao Shuxiang, raut wajah mereka dipenuhi kekhawatiran.


"Shuxiang, cepat sembuhkan dia." Bocah Pengemis Gila mendesak.


"Kenapa aku harus melakukannya?" Xiao Shuxiang tentu saja tidak mau, "15 menit adalah waktunya. Dia sangat beruntung karena tidak langsung mati. Jadi lebih baik kau tenang dan nikmati saja detik-detik menjelang kematiannya,"


"Shuxiang..!" Bocah Pengemis Gila buru-buru mencegah Xiao Shuxiang saat pemuda berpakaian hitam itu berniat pergi. Para pendekar yang lain pun mengerahkan senjata ke arahnya.


Senyuman Xiao Shuxiang kembali terlukis, "Kalian yakin ingin melanjutkan? Darahku akan sangat berbahaya bila menyentuh kulit kalian,"


!!

__ADS_1


Para pendekar itu tidak bisa berbuat apa-apa, mereka mengepalkan tangan dan terlihat sangat kesal. Bahkan dengan tersegelnya kekuatan pemuda itu----Xiao Shuxiang tidak dapat dipandang remeh.


"Kali ini... Kami akan membiarkanmu!"


"Lihat saja nanti..! Kami pasti akan membalasamu!"


Para pendekar itu berniat pergi, tetapi Xiao Shuxiang justru melemparkan pedang di tangan kirinya hingga menyayat pinggang salah satu pendekar dan lagi-lagi mengejutkan semuanya.


Pedang yang dilempar Xiao Shuxiang tertancap di tanah, Koki Alkemis itu pun dengan ketus berkata. "Kalian sudah menungguku di luar sini cukup lama, kenapa buru-buru ingin pergi? Aku memang punya urusan penting, tetapi tentu masih bisa melayani beberapa orang lagi. Sekarang... Apa masih ada yang mau membuktikan----betapa lemahnya aku?"


Xiao Shuxiang memperlihatkan Seruling Giok Putihnya yang kini ternodai oleh darahnya sendiri. Dia menjilat darah tersebut sambil menyeringai dan itu membuat para pendekar yang melihatnya tanpa sadar merinding seketika.


Mereka sulit mengambil tindakan. Jika mereka pergi, bisa saja Xiao Shuxiang melesatkan beberapa tetes darahnya yang akan mengenai tubuh mereka. Tetapi jika tetap di sini, akibatnya juga semakin buruk.


Bocah Pengemis Gila sendiri tidak bisa tahan dengan erangan kesakitan pria yang sampai sekarang tidak diobati oleh Xiao Shuxiang. Dua murid Sekte Pagoda Langit juga tidak tahu harus melakukan apa, mereka bukan seorang yang ahli dalam hal mengenali racun.


Dia memegang erat tongkat bambunya dan segera menahan Xiao Shuxiang dari belakang. Tindakan yang dia lakukan sangat mengejutkan dan dirinya pun mendapat bentakan dari pemuda yang ditahannya itu.


"Bocah Pengemis Gila, kau ini..! Apa kau mau mati, hah?!"


"Cepat pergi..!"


"Hei..!" Xiao Shuxiang tersentak saat para pendekar itu langsung melesat menjauh. Dia mengerjap karena tidak menyangka mereka dapat kabur begitu cepat.


"Shuxiang, satu hari saja. Apa kau bisa tidak menumpahkan darah orang lain sehari saja? Bukankah kau sudah berjanji akan berkelakuan baik? Apa ini yang kau sebut 'baik'?"


"Bocah Pengemis Gila, kapan aku menjanjikan hal itu? Mereka sendirilah yang datang padaku," Xiao Shuxiang memberontak, tetapi Tenaga Dalam Berat milik Bocah Pengemis Gila dan teknik kuncian pria menyebalkan ini memang tidak biasa.


"Tsk, sialan." Xiao Shuxiang merutuki tenaganya yang ikut lemah karena segel yang diberikan padanya, "Lepaskan aku!"


"Sembuhkan pendekar itu dulu. Aku tidak ingin kau membunuh di depan gerbang Sekte Pagoda Langit. Ayo sembuhkan,"


"Tapi lepaskan aku dulu..!"


Bocah Pengemis Gila mulai melepaskan kunciannya. Dia mendapat tatapan dan dengusan tidak suka dari Koki Alkemis itu. Dia pun hanya bisa mempertebal muka dan meminta pemuda berpakaian hitam tersebut untuk menyembuhkan pendekar yang semakin berada dalam kondisi buruk.


"Tuan Muda Xiao, ayo lakukan." salah seorang murid Sekte Pagoda Langit juga meminta kepadanya.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan memperhatikan kondisi pendekar yang terbaring di tanah itu, "Aku tidak punya pil yang bisa menyembuhkannya."


!!


Bocah Pengemis Gila, "Kau bercanda!? Jangan mempermainkan nyawa orang lain seperti ini. Ayo cepatlah!"


"Kau pikir aku bercanda? Aku memang tidak punya pil untuk menyembuhkan dia,"

__ADS_1


!!


******


__ADS_2