![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ling Qing Zhu begitu fokus menyaksikan para peserta konferensi yang saling bersaing menumbangkan Demonic Beast. Dia benar-benar belajar banyak hal yang berkaitan dengan teknik berpedang.
Para tetua dari berbagai sekte nampak sangat menikmati melihat pertarungan para peserta. Mereka disuguhkan dengan penampilan hebat dari setiap murid yang berpartisipasi dalam konferensi dan tidak sedikit yang dengan terang-terangan membanggakan murid-murid mereka.
Di tempat Zhi Shu, ada seorang pria yang nampak terbatuk dua kali dan berujar, "Setiap pendekar datang dari berbagai tempat. Ada bagusnya untuk menghitung apakah ada kultivator baru yang luar biasa dalam konferensi aliansi abadi kali ini,"
"Aku jelas mengambil tuan Fang Yimin!"
"Kalau begitu aku memegang nona Zhang Xiao Lian!"
Kata 'menghitung' yang dimaksud oleh para kultivator ini jelas bukan arti 'menghitung' yang sebenarnya, tetapi judi. Mereka bertaruh untuk peserta konferensi yang disukai.
Selain belajar teknik berpedang, para kultivator ini juga membutuhkan hiburan lain. Taruhan semacam itu jelas lebih memancing suasana dan membuat acara ini menjadi semakin meriah.
Tidak hanya di kalangan para murid yang menjadi penonton, bahkan di kursi para tetua pun tidak luput dari hal semacam itu. Barang taruhan tidak hanya emas dan perak, tetapi juga Spirit Stone, teknik kultivasi yang berharga dan termasuk hak untuk pelatihan murid di sekte lain.
Para tetua itu tidak bertaruh dengan barang-barang yang penting, misalnya pusaka. Tetapi ini masih sangat menyenangkan untuk diikuti dan para tetua yang lumayan berumur akan bermain-main dengan hal semacam ini, mereka bertarung untuk murid dari sekte yang menjanjikan.
Wang Haoran yang merupakan Tetua Besar Menara Bintang Suci bertaruh untuk muridnya, Fang Yimin. Begitu pula dengan Tetua Jiao Feng yang memasang taruhan untuk Zhang Xiao Lian. Tidak ada satu hal pun yang terlewati, bahkan para penonton ikut memasang barang taruhan mereka.
"Tetua Xiao? Apa kau juga punya pilihan?" Tetua Qin Yun dari Sekte Bunga Surga bertanya pada Xiao Shuxiang. Wanita itu nampak sangat antusias dengan sesuatu semacam ini.
Xiao Shuxiang sendiri, meskipun hanya datang sebagai perwakilan Dao Fang An tetapi rupanya para tetua yang lain tetap memanggilnya dengan hormat.
Xiao Shuxiang terkesan dan sambil tersenyum dia berujar, "Aku memasang 1000 Demonic Core untuk anak yang kubawa, Wang Zhao."
Tetua Qing Yun kaget. Gerakan ini terlalu mengejutkan untuk semua orang. Dia merasa bahwa Xiao Shuxiang adalah pemula dalam hal taruhan. Wang Zhao merupakan nama yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Tetua Chen Duan Shan yang mendengar angka taruhan Xiao Shuxiang yang besar itu pun bertanya, "Nak? Apa kau yakin akan bertaruh sebanyak itu?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang menoleh dan mengangguk pelan, dia tersenyum. "Tentu saja, aku ini sangat percaya diri. Lagipula yang akan membayarnya adalah Kucing Putihku,"
"Mn?" Ling Qing Zhu tersentak saat dan menatap Wali Pelindungnya, "Shuxiang?"
"Aku tidak membawa banyak uang. Kau bantu aku kali ini, oke?" Xiao Shuxiang sama sekali tidak merasa bersalah. Dia membuat Ling Qing Zhu berkedip tidak percaya.
"Tidak tahu malu,"
"Kucing Putih, kau adalah putri seorang Tetua Sekte. Kau memiliki uang yang banyak, jadi bersikaplah baik dan jangan pelit pada suamimu ini."
"..............." Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia benar-benar ingin merutuki pemuda di sampingnya. Wali Pelindungnya ini sungguh tidak lagi memiliki urat malu.
Bagaimana bisa dia dipalak terang-terangan oleh suaminya sendiri?! Bahkan para tetua pun terlihat tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu.
Ling Qing Zhu mengembuskan napas. Untung saja Xiao Shuxiang adalah pemuda yang tampan dan merupakan Wali Pelindungnya. Jika saja yang bicara lancang dan tidak tahu malu padanya adalah orang lain----dia pasti akan langsung menendangnya dari lantai yang tinggi ini.
*
*
Mo Huai terlihat sangat ketakutan, dia memejamkan erat matanya dan sudah sejak tadi menangis. Pohon tempatnya berada kembali bergetar dan seakan ada yang tengah mengguncangnya.
"Tolong..! Siapa pun tolong aku..!" Mo Huai beberapa kali hampir terjatuh.
Dia sebenarnya sedang dikejar oleh sosok Demonic Beast dan tidak punya pilihan selain memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Dia sama sekali tidak bisa melawan makhluk buas ini.
"Aku akan mati. Aku benar-benar akan mati..." Mo Huai terisak, "Tuan muda Wang, kau di mana---waaa...!"
Pohon tempat Mo Huai berada kembali berguncang hebat. Demonic Beast yang bertubuh serigala, namun dengan kulit bagai batu itu terus-menerus menyundul batang pohon dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Wang Zhao sendiri berada di lokasi lain, cukup jauh dari tempat Mo Huai. Pemuda itu sedang bertarung sengit melawan dua Demonic Beast sekaligus. Dirinya terlihat mengayunkan pedang kayu miliknya dan nampak kewalahan. Gerakan lawannya terlalu gesit hingga akan sangat bahaya jika dia salah langkah sedikit saja.
Wang Zhao sebenarnya tidak sendirian, ada kultivator dari sekte lain yang juga bertarung melawan Demonic Beast. Hanya saja mereka tidak saling menyapa karena fokus pada lawan yang dihadapi.
Kultivator yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Wang Zhao tersebut merupakan murid dari Istana Seribu Pedang, Yi Shisi. Dia gadis yang merupakan murid pilihan Tetua Murong Xun dan memiliki teknik berpedang yang mengagumkan.
Konferensi Aliansi Abadi di hari pertama tinggal beberapa menit lagi melewati sore hari. Yi Shisi entah bagaimana akhirnya hingga dia bisa menumbangkan Demonic Beast dan kini mulai membantu Wang Zhao.
Mereka tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya berhasil mengalahkan Demonic Beast itu. Wang Zhao tentu saja merasa sangat lega, dia mengucapkan terima kasih dan mulai melanjutkan misinya untuk mencari keberadaan Mo Huai.
Tindakan Yi Shisi yang menolong Wang Zhao terlihat oleh Burung Hantu Roh yang menjadi pengawas dari pertandingan konferensi ini.
Burung hantu itu memiliki cincin perak di cakarnya dan saat dia terbang, maka seluruh panorama dalam jarak pandang hewan tersebut akan terlihat juga di layar giok yang tengah disaksikan para tetua dan penonton yang ada di luar Portal Cahaya.
Salah satu penonton di antara barisan Zhi Shu dan nampak memperhatikan gerak-gerik Yi Shisi adalah Xiao Han. Pemuda itu tidak ikut menjadi peserta konferensi, namun hal tersebut bukan masalah besar.
Xiao Han yang merupakan anggota Sekte Lembah Iblis yang menyamar nampak menyunggingkan bibir. Tatapan matanya yang mengandung niatan tersembunyi itu benar-benar tidak disadari oleh siapa pun.
Mungkin para kultivator itu sedang fokus memperhatikan para peserta konferensi hingga tidak menyadari ada bahaya yang mengintai. Sementara para tetua pun sedang ramai dengan berbagai aktivitas.
Xiao Han sedikit mendongak dan menatap ke arah lantai tertinggi. Tetua dari Istana Seribu Pedang, Tetua Sekte Bunga Surgawi, Tetua Menara Bintang Suci bahkan Tetua dari Sekte Lautan Awan terlihat tenang dan sama sekali tidak tergoyahkan ketika melihat penampilan para peserta dalam layar giok itu. Sesekali mereka mengobrol ringan sambil menyantap hidangan di atas meja.
Xiao Han tersenyum dan mendengus pelan, "Benar... Tetaplah seperti itu. Kalian tidak akan menyadari apa yang akan kami lakukan pada tempat ini sebentar lagi."
Xiao Han kembali memandang ke arah layar giok di atasnya dan memperhatikan Yi Shisi yang tak lain merupakan rekannya. Murid dari Istana Seribu Pedang itu tidak lain adalah anggota dari Sekte Lembah Iblis.
Penyamaran keduanya sangat sempurna dan jujur saja setiap anggota Sekte Lembah Iblis mempunyai kemampuan yang tinggi. Sulit mengatakan bahwa mereka hanyalah anggota biasa sebab kelas setingkat Xiao Han dan Yi Shisi lebih dapat disandingkan dengan para Tetua Menara Bintang Suci yang dikagumi.
******
__ADS_1