![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tidak hanya Tetua Chen Duan Shan dari Istana Seribu Pedang yang datang ke wilayah Sekte Lembah Iblis, tetapi juga Tetua Jing Yufeng, Tetua Murong Xun dan Tetua Zhang Shan.
Di sisi lain, tetua dari Sekte Bunga Surga pun turut datang. Mereka adalah Tetua Besar Huan Gui Fei, Tetua Zhao Linying dan Tetua Qin Yun.
Kemudian bantuan lain datang setelah itu dan mereka adalah Tetua Besar Wang Haoran, Tetua Shen Shilin, dan Chan Jia Zhan dari Menara Bintang Suci.
Sementara di sisi lain, kultivator dari Sekte Lautan Awan yang datang adalah Tetua Besar Dao Fang An, Tetua Jiao Feng, Tetua Wang Jing Li, Tetua Chu Sheng Nan, dan Tetua Jing Shang Yu.
Adapun dari Sekte Lembah Cahaya Surgawi ada Tetua Shang Quan Yi, Tetua Zhao Tiezhu dan dua orang tetua lain yang merupakan sosok terkuat di sekte mereka.
Kelima Sekte Besar ini berkumpul dan masing-masing membawa para murid senior yang berbakat. Wilayah Sekte Lembah Iblis seakan sudah terkepung dari berbagai arah, jelas tidak ada celah untuk melarikan diri.
Sebagian dari para kultivator dari sekte besar masih bersikap manusiawi dengan tidak membunuh orang-orang awan dari Sekte Lembah Iblis, bahkan Tetua Chu Sheng Nan dari Sekte Lautan Awan nampak mengirim beberapa muridnya untuk membantu warga kota dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
Lokasi para tetua dari kelima sekte besar itu ada di tempat yang berbeda-beda dan Xiao Shuxiang hanya melihat Tetua Chu Sheng Nan sekarang. Dia dan Ling Qing Zhu pun menghampiri wanita berpakaian merah dan bercadar tersebut.
"Tetua..!"
Tetua Chu Sheng Nan menoleh saat mendengar sebuah seruan. Dia tersentak saat melihat dua orang kultivator datang mendekatinya. Dia mengenal kedua sosok ini.
"Kalian ... Apa yang kalian lakukan di tempat ini?" Tetua Chu Sheng Nan buka suara, dia memperhatikan Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu yang sepertinya sudah mengalami banyak pertarungan sulit.
"Bukankah harusnya kalian belajar di Istana Seribu Pedang, kenapa justru ..." Tetua Chu Sheng Nan menggeleng dan lantas berujar tanpa nada, "Apa Tetua Chen Duan Shan memaksa kalian ke tempat ini?"
"Tidak sama sekali, ini keinginanku sendiri." Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya dan bertanya, "Apa yang Tetua lakukan?"
"Seperti yang terlihat, aku mengobati mereka yang terluka dan membawanya ke tempat aman. Harus ada yang mengambil peran ini atau kalau tidak ... Ada banyak orang tidak bersalah yang akan menjadi korban."
".............." Xiao Shuxiang melihat para murid yang berada di bawah bimbingan Tetua Chu Sheng Nan nampak begitu tekun menyelamatkan warga kota yang terluka. Di antara para murid itu juga ada sosok Yun Qiao Yue.
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang menoleh dan menatap gadis berambut putih di sampingnya. Dia berkata, "Kau tetap di sini dan bantu Tetua. Orang-orang ini jauh lebih butuh pertolongan,"
Ling Qing Zhu tidak bisa mengatakan apa pun jika Wali Pelindungnya sudah berkata demikian. Dia sendiri juga merasa bahwa Tetua Chu Sheng Nan dan para muridnya lebih butuh bantuan daripada yang lainnya.
Ling Qing Zhu menatap Xiao Shuxiang dan kemudian mengangguk pelan. Dia pun berujar, "Kau harus berhati-hati."
"Mn, tentu. Kau juga jaga dirimu," Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata, "Pangsit isi daging ayam setelah perang ini berakhir."
!!
Ling Qing Zhu berkedip sebelum lantas mendengus. Dia melihat Xiao Shuxiang mulai melesat pergi dan meninggalkan dirinya bersama Tetua Chu Sheng Nan. Bahkan di saat genting seperti ini pun, Wali Pelindungnya tanpa ragu bisa membahas tentang makanan.
"Tetua Chu ..." Ling Qing Zhu bernapas pelan dan tanpa nada bertanya, "Kapan perang ini akan berakhir?"
Tetua Chu Sheng Nan tersentak, dia mengikuti arah pandangan gadis bermata biru di sampingnya dan lantas berkata, "Perang ini didasarkan pada kebencian. Selama kebencian itu masih ada, maka perang tidak akan berakhir."
__ADS_1
"Lalu bagaimana cara memutuskan kebencian itu?"
".............." Tetua Chu Sheng Nan menatap gadis bercadar di sampingnya dan kemudian bernapas pelan. Dia pun berkata, "Kebesaran hati untuk bisa memaafkan orang lain ... Mampu memutuskan rantai kebencian. Tapi tidak semua orang memiliki kebesaran hati ini, bahkan bagi mereka yang sudah banyak menjalani arus kehidupan ini."
Tetua Chu Sheng Nan berjalan pergi dan kemudian disusul oleh Ling Qing Zhu. Mereka menyelamatkan orang-orang dari wilayah Sekte Lembah Iblis yang terluka akibat dampak dari pertarungan yang terjadi. Bahkan sesekali mereka harus menangkis serangan nyasar demi melindungi orang-orang ini.
*
*
Xiao Shuxiang saat ini sedang menuju ke wilayah timur Sekte Lembah Iblis. Hanya saja di tengah-tengah perjalanan, dia dikejutkan dengan lesatan cahaya dari langit.
!!
Ada beberapa cahaya lain yang muncul dan melesat turun di berbagai lokasi. Xiao Shuxiang tidak mengetahui cahaya apa itu, namun ledakan yang menyusul kehadiran cahaya tersebut membuktikan bahwa itu bukanlah pertanda yang baik.
Dia baru akan menuju salah satu lesatan cahaya ketika sebuah suara terdengar, seakan berasal dari dalam kepalanya. Ini adalah suara yang sangat dia kenali.
"Shuxiang, kau mendengarku?!"
"Bocah Pengemis Gila, ada apa?"
"Ada apa kau bilang?! Aku sedang kesulitan di sini. Bagaimana denganmu di sana?! Cepatlah! Aku tidak mungkin bisa membunuh Qiao Nuan sendirian, kan?"
Xiao Shuxiang tersentak, "Kau hampir menghabisinya?!"
Xiao Shuxiang berbalik dan mengubah arah lokasi tempatnya pergi. Dia pun berkata, "Tunggu sebentar. Aku akan pergi ke tempat Qiao Nuan sekarang,"
"Apa! Kau baru akan pergi?! Ya ampun, kau ini menyusahkanku saja."
"Aku sudah mengalahkannya tahu," Xiao Shuxiang berdecak. Dia berkata, "Kau terlalu lama, jadi aku menitipkan wanita itu pada orang lain."
"Kau terlalu banyak tingkah. Cepatlah!"
"Tunggulah, sialan." Xiao Shuxiang mempercepat lesatannya. Tujuannya saat ini adalah mencari Chu Gu Xiang yang sebelumnya membawa Qiao Nuan.
Tidak sulit menemukan wanita itu. Ini karena Shuxiang pernah memaksa Qiao Nuan menelan pil buatannya. Sebuah pil yang membuat dirinya tahu keberadaan wanita itu.
Chu Gu Xiang sebenarnya membawa Qiao Nuan ke tempat di mana dirinya menderita banyak siksaan. Itu adalah Kolam Seribu Luka yang nyaris tidak berbentuk akibat pernah meledakkan lahar panas.
Qiao Nuan terlihat terikat oleh tali cambuk dari Chu Gu Xiang dan dalam kondisi yang penuh dengan luka. Darah bahkan masih mengalir di keningnya.
"Aku sebenarnya tidak suka berada di tempat ini lagi, tapi yaah ... Hutangku padamu harus dibayar." Chu Gu Xiang memunculkan cambuk lain dengan memakai energi spiritual miliknya dan memberi cambukan pada Qiao Nuan tanpa ampun.
"Sungguh tidak bisa dibayangkan, bukan?" Chu Gu Xiang tersenyum dan berkata, "Sebelumnya akulah yang ada dalam posisimu sekarang. Dan apa yang kau katakan waktu itu? 'Tidak peduli apa yang akan kalian lakukan padanya, tapi jangan biarkan dia mati terlalu mudah.' Ah ... Jiejie, kau sudah berhasil."
__ADS_1
Chu Gu Xiang melambaikan cambuknya dan menggeram kesal, "Kau tidak pernah menganggapku saudara, bukan? Kini aku pun akan lakukan hal yang sama. Tidak akan kubiarkan kau mati dengan mudah,"
Suara sambaran cambuk dari Chu Gu Xiang tanpa ampun. Dia membuat kulit Qiao Nuan sampai terkoyak dan kembali mengucurkan darah. Buruknya, Qiao Nuan tidak bisa membalas atau pun melindungi dirinya saat ini.
Satu-satunya yang diinginkan oleh Qiao Nuan adalah mati. Jika Chu Gu Xiang menghabisinya tanpa membunuh tubuhnya yang lain, maka dia akan dapat hidup kembali dengan kekuatan yang bisa membalik keadaan ini. Dia bisa membalas Chu Gu Xiang dan membuat wanita menyesali kelahirannya.
"Ha ha ha," Qiao Nuan tiba-tiba tertawa dan membuat Chu Gu Xiang terkejut. Dia menyeringai dan kemudian berkata, "Kau tidak akan membiarkanku mati dengan mudah? Ah ... Chu Gu Xiang. Kau sangat bodoh,"
!!
Suara Qiao Nuan serak saat berkata, "Aku melakukan kesalahan dengan tidak langsung membunuhmu, dan lihat? Kau sekarang bebas. Tapi apa ini? Kau ingin melakukan kesalahan yang sama dengan yang pernah kuperbuat? Hah, kau pasti akan menyesalinya ... Jika membiarkan musuhmu tetap hidup."
Chu Gu Xiang mengepalkan kedua tangannya dan menggeram tertahan. Meski sudah terluka parah, wanita yang terikat di hadapannya ini masih bisa tertawa dan meledeknya. Dia sungguh sangat membenci Qiao Nuan.
"Kau sepertinya tidak tahu posisimu saat ini," Chu Gu Xiang kembali melambaikan cambuknya dengan kekuatan yang besar. Dia membuat Qiao Nuan menjerit, tapi tidak disangka setelah jeritan yang pilu itu---Qiao Nuan justru tertawa.
"Kau!" tali cambuk Chu Gu Xiang berada di lahar yang panas. Dia sengaja berbuat demikian dan baru akan mencambuk keras Qiao Nuan saat sesuatu tiba-tiba melesat dari arah belakang tubuhnya.
!!!
Tali yang mengikat tubuh Qiao Nuan terputus dan sebuah tangan langsung mencengkeram kuat leher wanita itu. Chu Gu Xiang terkejut, apalagi saat tahu bahwa yang melesat masuk ke dalam sini adalah Xiao Shuxiang.
Aakh!
Tidak perlu diragukan kecepatan Xiao Shuxiang saat sedang menargetkan sesuatu. Dia bisa datang kemari dengan bantuan Cermin Pemindah miliknya dan saat ini, bahkan Bocah Pengemis Gila sudah siap dengan serangan terakhirnya di Alam Kultivasi Bawah.
"Hanya satu pertanyaan. Di mana kitab itu?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa nada dan membuat Qiao Nuan menatap penuh amarah padanya.
"Tidak akan kuberitahu,"
"Maka aku tidak membutuhkanmu." Xiao Shuxiang mengeluarkan pedang miliknya bersamaan dengan suara sosok Bocah Pengemis Gila yang seakan berada di dalam kepalanya.
!!!
Chu Gu Xiang terkejut bukan main, matanya sampai terbelalak saat menyaksikan Xiao Shuxiang langsung menebas Qiao Nuan dan membuat tubuh wanita itu menjadi potongan daging tanpa berkedip.
Dia baru akan bicara saat bilah pedang Xiao Shuxiang kini mengarah padanya dan hampir menyentuh leher. Chu Gu Xiang membeku di tempat dan bahkan tidak sempat mengambil napas.
"Kau pasti tahu di mana dia menyimpan kitab itu," Xiao Shuxiang buka suara. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak mengandung candaan saat ini. Dia seakan bisa benar-benar menebas siapa pun bila keinginannya tidak dituruti.
"A-aku ... Aku tidak tahu," suara Chu Gu Xiang sedikit gemetar. Dia entah karena takut atau justru terlalu syok dengan perubahan situasi yang berlangsung cepat ini.
"Kau yakin? Sungguh tidak tahu?" mata Xiao Shuxiang berkilat merah. Suaranya dingin saat mulai menyentuhkan bilah pedangnya di leher Chu Gu Xiang.
!!
__ADS_1
******