KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
390 - Patriarch Yu Chang Hai


__ADS_3

Patriarch Yu Chang Hai menahan tangan Xiao Shuxiang yang baru saja akan berjalan untuk menghajar Ying Tao. Dia pun berkata, "Tenang dan dengarkan aku. Saat ini biarkan Lan Guan Zhi datang membawa gadis itu. Dia sudah sangat terluka, kita tunggu sebentar."


Xiao Shuxiang memperhatikan Patriarch Yu Chang Hai sebelum mulai mengembuskan napas, "Baiklah. Terserah Patriarch saja,"


Patriarch Yu Chang Hai menghela napas lega, namun dia masih bisa melihat rasa keberatan di mata pemuda ini. Dia pun baru akan bicara saat terdengar suara langkah kaki.


"Saudaraku..!"


Xiao Shuxiang menoleh, dia melihat Jing Mi bergegas menghampirinya dan saudara seperguruannya itu bersama Lan Guan Zhi. Rana Qisheng pun ada di antara mereka dan terlihat berwajah sangat pucat.


"Saudaraku, kami segera kemari saat Tuan Muda Lan datang memanggil. Apa yang sebenarnya terjadi?" Jing Mi sebenarnya sudah terkejut sejak datang dan melihat kekacauan di Kota Bintang Biduk. Dia semakin kaget saat menyaksikan kerusakan parah yang dialami sekte ini.


Rana Qisheng pun mempunyai reaksi yang sama, gadis itu baru akan bicara ketika tatapan matanya tertuju pada tiga orang yang nampak sedang dirantai. Dia bahkan sampai menutup mulut dengan kedua tangan saking terkejutnya.


Xiao Shuxiang menyadari hal itu dan langsung berkata, "Orang-orang ini yang sudah membuat kekacauan. Mereka datang untukmu. Waah... Kau ini. Apa kau tahu berapa murid yang tewas dan terluka karenamu?"


"Shuxiang,"


"Saudaraku, jangan bicara seperti itu." Jing Mi berkata, "Mereka yang salah. Kenapa kau justru menyalahkan Nona Rana?"


"Saudara Jing, kau menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya. Apa aku perlu mengatakannya dengan lebih menyakitkan, huh?"


"Saudaraku-"


"To-tolong jangan bertengkar karena aku.." Rana Qisheng memegang lengan Jing Mi dengan kedua tangan, seolah menahan pria besar ini untuk mendebat Xiao Shuxiang.


Dia sendiri pun tahu ini semua terjadi karena kehadirannya. Sekte Pedang Langit dan warga Kota Bintang Biduk tidak akan diserang jika dia tidak datang ke tempat ini.


Patriarch Yu Chang Hai bersin tiba-tiba sebelum mulai buka suara, "Kau Rana Qisheng? Sebaiknya jelaskan siapa mereka dan apa yang mereka incar darimu,"


"Itu..." Rana Qisheng berujar pelan. Suaranya agak gemetar saat berkata, "A-aku sebenarnya tidak tahu. Te-terlalu banyak orang yang mengincar nyawaku,"


Xiao Shuxiang berkata, "Kenapa bisa begitu? Kau kan hanya gadis lemah, bodoh, dan biasa saja?"


"Saudaraku-"


"Apa? Apa?"


Lan Guan Zhi menggeleng melihat tingkah Xiao Shuxiang, dia yakin suasana hati temannya ini sedang tidak baik sekarang.


Di sisi lain, Ying Tao yang masih berusaha untuk menahan sakit di tubuhnya mulai melihat dengan jelas Rana Qisheng. Dia sebelumnya memang mendengar suara gadis, tetapi karena lukanya---pandangan matanya terkadang buram dan kadang menjadi jelas.


Jade Liong yang sebelumnya tidak sadarkan diri pun perlahan membuka matanya. Butuh waktu lama agar pandangannya jelas dan dia pun mulai memperhatikan sekelilingnya.


Tatapan matanya lantas tertuju pada seorang gadis yang tak lain adalah targetnya. Dia pun perlahan menoleh, memperhatikan rantai yang mengikat kedua tangannya dan juga menyadari bahwa kedua rekannya dalam kondisi yang sama.


"Rantai ini... Tidak terlalu kuat," Jade Liong masih bisa merasakan energi spiritual mengalir di dalam tubuhnya. Aliran energi itu lemah, tapi dia merasa ini sudah cukup.


Dengan satu tarikan napas, luka serius yang dia alami dengan cepat pulih. Rantai yang mengikat tangan dan kaki Jade Liong langsung terputus. Angin kejut tercipta dan bersamaan dengan itu---dia pun menerjang ke arah Rana Qisheng.


!!!


Serangan kejutan ini luar biasa cepat, tetapi Patriarch Yu Chang Hai mampu bereaksi di waktu sepersekian detik itu. Dia bahkan tanpa menoleh langsung menghantam dada Jade Liong dengan kepalan tangannya.


Entah ada yang sadar atau tidak, tetapi satu tangan Patriarch Yu Chang Hai memegang kuat pergelangan tangan Xiao Shuxiang. Ini adalah bukti bahwa sebelumnya teman baik Lan Guan Zhi itulah yang ingin menyerang, tapi dihentikan oleh Patriarch Yu Chang Hai.


Patriarch pertama dari Sekte Pedang Langit itu tahu benar bahwa jika Xiao Shuxiang yang bergerak, maka tubuh Jade Liong tidak mungkin masih utuh, apalagi suasana hati pemuda ini sedang terlihat tidak bersahabat.


Rana Qisheng hampir jatuh saking terkejutnya andai tidak ditahan oleh Jing Mi. Dia tidak menyangka bahwa rantai yang kuat itu masih bisa diputus dengan mudah.


Jade Liong terbatuk, dia memuntahkan darah dan merasakan sakit luar biasa di dadanya. Dia menggeram, "Sialan. Akan kucabut nyawa kalian hari ini..!"

__ADS_1


Mata Xiao Shuxiang menajam saat mendengar ucapan itu. Dia menyentak tangan Patriarch Yu Chang Hai dan tiba-tiba berada tepat di depan Jade Liong. Tangannya mencengkeram kuat leher pria itu dan bahkan menekannya keras ke tanah.


"Kau tahu. Karena aku menghormati Patriarch, kau masih kubiarkan hidup sekarang. Jangan menguji batasanku,"


"Akh, ha ha. Jika kau membunuhku, maka tempat ini-akh... Kalian semua akan binasa."


"Dibandingkan denganmu... Tangan ini sudah banyak membinasakan orang-orang seperti kalian. Aku dengan senang hati akan membiarkanmu mencobanya," Xiao Shuxiang mengeratkan cengkeraman tangannya. Lututnya bahkan sengaja dia tekan secara kuat di punggung lawan.


"Xiao'Er, hentikan! Dia bisa mati," Patriarch Yu Chang Hai berseru, namun teriakan Jade Liong terlalu keras hingga seruannya teredam.


Ying Tao menggeram saat merasakan Jade Liong dalam bahaya. Rantai yang mengikat tangannya terputus dan dia pun menerjang Xiao Shuxiang. Suara keras terdengar dan secara bersamaan menciptakan angin kejut.


!!!


Patriarch Yu Chang Hai dan yang lainnya terkejut, mereka belum sempat bereaksi saat Ying Tao menghantam dinding karena terkena tendangan kuat dari Xiao Shuxiang, sementara ledakan tercipta di lantai akibat teman baik Lan Guan Zhi itu memakai Teknik Pengendalian Darah kepada Jade Liong.


Suasana langsung berubah kacau dalam sekejap, bahkan Jing Mi dan Rana Qisheng tidak bisa bereaksi saking terkejutnya.


Xiao Shuxiang berdiri dan kemudian menatap teman-temannya. Dia buka suara, "Maaf. Harusnya tidak kubunuh mereka dengan cepat,"


Patriarch Yu Chang Hai tidak lagi merasakan dingin di tubuhnya karena menyaksikan tingkah Xiao Shuxiang yang tidak terduga ini. Dia tidak tahu harus marah atau apa pada pemuda yang sudah mengambil dua nyawa secara sekaligus.


Jade Liong tewas dengan leher patah dan tubuh yang meledak, sementara Ying Tao kehilangan nyawanya karena kepalanya hancur menabrak dinding batu yang kasar.


Patriarch Yu Chang Hai merasakan denyut di kepalanya. Dia pun buka suara, "Lan Guan Zhi. Sebaiknya kau bawa temanmu keluar dari tempat ini. Aku tidak ingin dia menghabisi tawanan yang tersisa,"


Lan Guan Zhi berjalan dan kemudian menarik tangan Xiao Shuxiang. Dia membawa teman baiknya ini menjauh, sebisa mungkin pergi ke tempat di mana Xiao Shuxiang dapat lebih tenang.


"Lan Zhi, aku tidak mau pergi. Aku baik-baik saja,"


"Saat ini kita pergi dulu. Biarkan Patriarch Yu yang mengatasinya,"


"Tapi-" Xiao Shuxiang terpaksa mengikuti Lan Guan Zhi karena pemuda ini tidak melepaskan pegangan tangannya. Dia pun menoleh ke arah Jing Mi dan pria itu merespon dengan sebuah anggukan pelan.


Xiao Shuxiang berjalan keluar, menaiki tangga dengan tangan yang tetap dipegang Lan Guan Zhi. Dia pun berkata, "Mana aku tahu hanya dengan pukulan seringan itu dan mereka langsung mati. Ah, menyebalkan.."


Lan Guan Zhi melirik sedikit teman baiknya dan buka suara, "Kau bersikap seperti itu karena sayang mereka mati dengan mudah?"


"Harusnya aku menguliti mereka hidup-hidup terlebih dahulu. Kematian mereka sungguh sia-sia,"


"................." Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Kau tahu benar bahwa mereka mengalami luka yang serius dan apa maksudmu dengan serangan yang ringan? Apa melempar tubuh orang dan membuat kepalanya hancur adalah serangan yang ringan?"


Xiao Shuxiang tidak bisa membalas ucapan teman baiknya. Dan mengetahui bahwa pemuda di sampingnya ini menjadi pendiam membuat Lan Guan Zhi kembali buka suara.


Adik dari Patriarch Lan Xu Jian tersebut berujar pelan, "Aku tahu kau kesal karena Lan Xiao terluka. Tapi jika bisa... Kurangilah membunuh orang lain,"


Lan Guan Zhi sedikit menurunkan pandangan matanya saat kembali berkata, "Aku tidak ingin memaksamu. Kau pun tidak harus melakukan apa yang kukatakan. Kau bahkan tidak perlu mendengarkanku jika memang tidak suka. Hanya saja..."


Lan Guan Zhi perlahan melepaskan pegangan tangannya dan membuat teman baiknya tersentak. Dia sebenarnya sangat khawatir jika Xiao Shuxiang terus seperti ini.


Dia tahu benar bahwa dunia para pendekar sangat kejam, saling bertukar serangan dan membunuh adalah hal yang biasa. Tetapi apa mereka tidak tahu kehilangan satu nyawa merupakan pemicu awal kelahiran dendam?


Xiao Shuxiang yang sudah hidup lebih lama darinya... Seharusnya bisa menyadari ini. Tapi kemungkinan besar teman baiknya memang tahu, hanya saja Xiao Shuxiang tidak peduli dan itulah yang membuatnya merasa bahwa sebaik apa pun dia berusaha membimbing seseorang.... Subjek ini tidak akan mau berubah.


"A-Yuan...?"


"Bukan masalah. Tidak apa-apa," Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia tidak seharusnya berpikir untuk melindungi orang ini. Mereka memiliki pikiran yang berbeda, jalan tentu tidak sama. Dia tidak ingin memegang sebuah hubungan terlalu erat, apalagi saat tahu itu lemah dan mudah terputus.


Xiao Shuxiang meraih tangan Lan Guan Zhi. Dia membuat teman baiknya tersentak dan dirinya pun berjalan seakan menarik pemuda ini. Tidak ada yang bicara selama mereka belum jalan menaiki anak tangga satu per satu.


Xiao Shuxiang kemudian mulai buka suara, "Aku tidak tahu apa yang kau rasakan saat ini. Ekspresimu selalu tenang dan sulit dibaca. Aku ini bukan Kucing Putih yang bisa tahu apa yang kau pikirkan hanya dengan tatapan mata. Tapi A-Yuan..."

__ADS_1


Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dan berujar sedikit lebih pelan, "Aku tahu dari nada suaramu. Kau benar-benar teman yang baik dan kali ini memang salahku. Aku harusnya bisa lebih mengendalikan diri,"


Xiao Shuxiang menurunkan pandangan dan tetap memegang tangan teman baiknya saat berjalan. Dia berkata, "Ini bukan hanya karena Lan Xiao yang terluka, tapi ada banyak orang yang tidak tahu apa-apa dan langsung menjadi korban. Aku kesal karena mereka melukai banyak orang dan sama sekali tidak terlihat bersalah,"


"Aku juga marah."


Xiao Shuxiang tersentak dan melihat Lan Guan Zhi. Nada suara teman baiknya tenang dan ekspresi pemuda ini pun seperti biasa. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kemarahan dan itu membuatnya keheranan.


"A-Yuan..."


"Mereka memang harus mendapat hukuman berat dengan apa yang sudah mereka perbuat, tapi belum sekarang. Waktunya tidak tepat,"


"A-aku tahu," Xiao Shuxiang dalam hati mengatai dirinya sendiri. Tentu saja, bila dibandingkan dengan dirinya---patriarch dan para murid sekte inilah yang seharusnya paling marah. Dia sekarang benar-benar kagum dengan betapa hebatnya pengendalian diri mereka yang berasal dari Sekte Pedang Langit.


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya. Di saat semacam ini, biasanya Xiao Shuxiang akan ngotot berdebat. Tetapi melihat temannya sekarang tidak melakukan itu, dia yakin bahwa pemuda ini pun memikirkan hal yang sama.


Mereka sedang berusaha memperbaiki hubungan yang renggang akhir-akhir ini. Di mata orang lain mungkin mereka terlihat sudah berbaikan dan seperti biasa, tetapi mereka berdua tahu... Ini sudah tidak sama lagi.


"A-Yuan, apa kau masih marah padaku?" Xiao Shuxiang tiba-tiba buka suara dan membuat Lan Guan Zhi menggumam sebagai jawaban.


"Kapan aku marah padamu?"


"Kalau begitu, apa kau kecewa padaku?"


"Sedikit," Lan Guan Zhi melihat teman baiknya membeku dan dia pun mengulurkan tangan, mengusap dan menepuk pelan punggung Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi berkata, "Kakekku ini tidak pernah mengecewakan."


Xiao Shuxiang tertawa pahit, "Sialan. Jadi kau baru saja mengerjaiku? Aiya... Padahal aku ini sedang sedih,"


"Ingin bersandar?"


"Lan Guan Zhi..!" Xiao Shuxiang menyenggol lengan teman baiknya dan spontan meraihnya kembali. Nyaris saja dia membuat Lan Guan Zhi jatuh.


"Shuxiang," Lan Guan Zhi pun tidak menyangka hampir terpeleset. Dia menyentil dahi teman baiknya dan membuat Xiao Shuxiang meringis.


Mereka kembali berjalan dan kali ini Lan Guan Zhi mendengar teman baiknya mengomel sambil mengusap dahinya. Dia memperhatikan pemuda ini dan kemudian buka suara.


Lan Guan Zhi berkata, "Mungkin sebaiknya aku melakukan apa yang dikatakan Xiongzhang,"


Xiao Shuxiang menoleh, dia pun berkedip dan bertanya. "Memang apa yang dikatakan kakakmu?"


".......... Mengikatmu di tempat tidur."


!!


Xiao Shuxiang nyaris tersandung kakinya sendiri. Dia menatap horor teman baiknya dan bahkan sampai merinding, "Ka-Kau jangan bicara seperti itu. A-apalagi di tempat sunyi yang hanya kita berdua di sini. Sungguh! Aku benar-benar bukan orang yang seperti itu. Aku pemuda yang menyukai perempuan,"


"Kau memikirkan apa? Aku ingin mengikatmu dan mengirimmu ke tempat tidur nona Ling,"


!!


Xiao Shuxiang kaget untuk kedua kalinya, hanya saja debaman yang terdengar di dadanya tidak sedahsyat yang tadi. Dia pun berkata, "Ah... A-Yuan. Harusnya kau jangan bicara setengah-setengah. Aku kan jadi salah paham,"


Lan Guan Zhi menggeleng. "Tidak peduli kau setampan apa, aku tidak akan mau denganmu."


"Kau pikir aku mau denganmu? Aku ini masih sangat normal," Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya seakan masih merinding. Dia pun ingat sesuatu dan kemudian berkata, "Aku hampir saja lupa. Aku belum mengembalikan pita dahimu,"


"Aku juga belum mengembalikan milikmu. Kusimpan di kamarku,"


"Kalau begitu ayo ke sana dan mengambilnya,"

__ADS_1


"Mn,"


******


__ADS_2