![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Kau yang benar saja, Tetua Meng?" Tetua Murong Xun nampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Meng Hao Niang. "Mustahil mengikut-sertakan orang seperti Xiao Shuxiang, dia masih terlalu muda."
Tetua Murong Xun menggeleng pelan, "Aku memang kagum pada anak itu karena dia bisa mengalahkan anggota dari Sekte Lembah Iblis. Tapi bukan berarti kita harus menyerahkan masalah besar seperti ini pada anak yang .... Baru lahir kemarin."
"Tetua Murong," Meng Hao Niang berujar. "Aku tidak berkata kita akan langsung menyerang Sekte Lembah Iblis dengan menggunakan bantuan Berandalan Kecil itu. Maksudku adalah .... Anak itu sangat berpotensi bisa mengalahkan mereka,"
Tetua Meng Hao Niang melanjutkan, "Berandalan Kecil itu terlihat cukup pintar. Di bawah pengawasan para tetua, aku yakin praktiknya akan meningkat. Tahu maksudku, kan?"
Tetua Chen Duan Shan tersentak, dia menatap Tetua Meng Hao Niang dan berkata. "Kau ingin anak itu belajar di bawah bimbingan para Tetua Besar?"
"Karena dia bukan bagian dari Alam Kultivasi Atas, maka kurasa tidak ada yang akan mempermasalahkannya jika dia belajar dari para Tetua Kelima Sekte Besar."
!!!
Tetua Chen Duan Shan dan para tetua lainnya sangat terkejut. Mereka saling berpandangan dan memikirkan ucapan Meng Hao Niang yang begitu berani.
"Ini ...." Tetua Shang dari Lembah Cahaya Surgawi berujar pelan, "Aku tidak yakin ini rencana yang baik. Pengajaran di sekteku berbeda dengan sekte para tetua yang lain. Meski sama-sama dari Aliran Putih, namun metode pengajaran kita berbeda."
Tetua Shang menjelaskan, "Misalnya saja seseorang belajar dalam naungan lima tetua yang berbeda, maka bebannya akan menjadi lima kali jauh lebih besar. Belum lagi, metode pengajaran setiap tetua yang bisa saja tidak cocok satu sama lain."
Tetua Jing Yufeng mengangguk setuju, "Itu benar sekali. Rasanya akan seperti periuk berisi air yang lalu diisi minyak, kemudian diberi arang. Tidak ada yang bisa menyatu dengan baik, begitu pula dengan tubuh anak itu jika mendapat pengajaran dari tetua yang berbeda."
"Kalau masalah ini .... Itu tergantung pada kemampuan si Berandalan Kecil. Aku hanya mengatakan bahwa dia mempunyai potensi untuk berkembang."
Tetua Shang dari Lembah Cahaya Surgawi mengembuskan napas dan berkata, "Jika Tetua Meng bisa seyakin ini. Maka sepertinya aku memang perlu bertemu langsung dengan anak yang dimaksudkan. Aku harus melihat sendiri seperti apa dirinya. Baru setelah itu, kita diskusikan masalah ini lagi."
Tetua Wang Haoran, Tetua Jing Yufeng dan yang lainnya mengangguk setuju. Tetua Chen Duan Shan pun menarik napas dan ikut setuju dengan ucapan Tetua Besar Lembah Cahaya Surgawi.
Tetua Chen Duan Shan bangun dari tempat duduknya dan berkata, "Aku sendiri yang akan membawa Shuxiang kemari. Kita pun tidak bisa memaksakan kehendak pada anak itu,"
"Mn," Tetua Meng Hao Niang meminum kembali arak pada kendi labunya. Dia tetap bersama para tetua dan menunggu kedatangan Chen Duan Shan yang kini pergi untuk menemui Xiao Shuxiang.
*
*
Di dalam kamar Xiao Shuxiang saat ini terlihat Liu Wei Lin dan yang teman-temannya. Mereka berbincang-bincang sambil menunggu Xiao Shuxiang dengan Zhi Shu kembali. Entah ke mana kedua orang itu pergi.
Para kultivator muda itu sebenarnya hanya membahas masalah sepele seperti merencanakan jalan-jalan bersama dan sedikit menyinggung tentang pemandian air panas di sekitaran wilayah Istana Seribu Pedang.
Baru saja Jian Yang akan menyarankan sebuah lokasi ketika terdengar suara ketukan pintu. Lan Guan Zhi bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk melihat siapa yang mengetuk.
Saat membuka pintu, Lan Guan Zhi agak tersentak kala menyadari yang berdiri di hadapannya adalah Tetua Besar Istana Seribu Pedang. Dia pun menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat.
"..... Tetua Chen,"
"A-Yuan, kau ternyata ada di sini..." Tetua Chen sebenarnya juga agak tersentak. Dia tidak menyangka Lan Guan Zhi ada di dalam kamar Xiao Shuxiang dan rupanya bukan hanya pemuda berbakat ini, tetapi juga kultivator yang lain.
"Tetua Besar Chen?" Jian Yang berkedip dan langsung bangun dari tempat duduknya ketika melihat orang yang Lan Guan Zhi persilahkan masuk adalah Tetua Besar dari sekte sendiri.
Yan Tianhen, Wen Gao Chong dan yang lainnya, termasuk Ling Qing Zhu pun bangun dari tempat duduk mereka. Para anak muda itu dengan sopan menyapa Tetua Chen Duan Shan dan memberi hormat.
"Kalian duduklah," Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan dengan ramah berkata, "Aku sebenarnya kaget kalian semua berkumpul di sini, bahkan ada Nona Ling juga. Apa mungkin aku mengganggu waktu kalian?"
Yan Tianhen tersentak dan dengan cepat berkata, "Sa-sama sekali tidak, Tetua. Kami hanya melakukan kunjungan biasa, tidak ada yang istimewa."
"Kami semata-mata hanya menjenguk teman," Liu Wei Lin tersenyum ramah dan dengan sopan bertanya, "Apa Tetua juga datang menjenguk saudara Xiao-ku?"
__ADS_1
Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan mengangguk pelan. "Aku kemari memang karena hal itu, tapi .... Di mana Shuxiang? Aku tidak melihatnya,"
"Ah .... Tuan Xiao tadi keluar," Wang Zhao menjawab pelan dan dianggukan oleh Mo Huai.
"Keluar? Tapi bukankah dia sedang terluka?" Tetua Chen Duan Shan bertanya kembali.
"Mn, tidak separah sebelumnya." Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang.
Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas dan menatap Mo Huai sejenak sebelum kembali menoleh ke arah Lan Guan Zhi. Dia tersenyum dan berkata, "Sepertinya karena bantuan alkemis Mo juga hingga Shuxiang mendapat pengobatan yang baik,"
Mo Huai tersentak dan hanya tersenyum pahit saat mendengar ucapan Tetua Chen Duan Shan. Dia tidak mempunyai keberanian untuk membalas ucapan Tetua Besar Istana Seribu Pedang itu.
"Aduuh... Saudara Xiao, kau ini kasar sekali..."
Mo Huai mendengar suara Zhi Shu dan langsung menoleh. Dia melihat gadis itu berjalan masuk sambil mengeluhkan sakit pada lehernya. Di belakang gadis itu juga terlihat Xiao Shuxiang yang nampak menyilangkan kedua tangannya.
"Kau harusnya memperlakukan gadis dengan lebih lembut, mana bisa kasar begini? Apa kau mau disebut 'Hanya Berani Menindas Perempuan'?"
"Aku tidak melihatmu sebagai perempuan,"
"Saudara Xiao..!" Zhi Shu berseru. Dia kaget dengan pernyataan Xiao Shuxiang barusan. Dirinya pun menggeleng, "Wah .... Kau keterlaluan sekali. Kau saudara seperguruan yang buruk,"
"Hmph, lihat siapa yang bicara?" Xiao Shuxiang meledek, "Kau sendiri yang duluan memulainya. Jika aku buruk, lalu kau sendiri apa? Kotoran?"
"Saudara Xiao...!" Zhi Shu kesal sekali, dia bersungut-sungut. "Kau menyebalkan, keterlaluan, kasar dan tidak punya hati. Kusumpahi aku akan menikah dengan Tuan Muda Lan!"
Lan Guan Zhi tersentak saat mendengar dirinya disinggung oleh Zhi Shu. Xiao Shuxiang sendiri mendengus dan terlihat berdecak, "Apa itu tadi? Kau menyumpahi dirimu sendiri untuk menikah dengan Lan Zhi?"
"Ya-yaah... Tidak masalah kan jika aku berusaha? Mungkin langit mendengar ucapanku dan mewujudkannya,"
Zhi Shu mengusap-usap lengannya dan berdecak beberapa kali karena tingkah Saudara Xiao-nya itu. Dia bergumam dengan kata-kata yang artinya hanya diketahui oleh dirinya sendiri.
"Tetua Chen? Apa yang membawa Anda kemari?" Xiao Shuxiang jujur tidak menyangka Chen Duan Shan akan datang ke kamarnya.
"Aku ingin menjengukmu. Bagaimana kau sekarang? Apa sudah membaik?"
Xiao Shuxiang menghela napas dan berujar, "Tetua Chen .... Lihat anak-anak ini. Mereka datang untuk menjenguk, tetapi tidak membawa buah tangan. Sekarang kau datang dan juga tidak membawa apa-apa. Serius, apa begini cara kalian menjenguk orang yang sakit?"
"Tu-Tuan Muda Xiao?" Mo Huai berwajah pucat mendengar keluhan Xiao Shuxiang barusan. Wang Zhao pun ikut merasakan hal yang sama.
Liu Wei Lin dan yang lainnya beda lagi. Mereka menatap Xiao Shuxiang dan merasa bahwa pemuda ini terlalu berani mengatakan hal kurang sopan seperti itu pada Tetua Besar Istana Seribu Pedang.
Tetua Chen Duan Shan sendiri sama sekali tidak mempermasalahkannya dan justru tertawa cukup keras. Dia menatap Xiao Shuxiang dan sangat kagum pada keberanian pemuda ini.
"Kau benar-benar anak muda yang menyenangkan," Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan mengibaskan pelan tangan kanannya.
Satu buah keranjang anyaman bambu yang penuh berbagai buah segar kini terlihat di atas meja. Tetua Chen Duan Shan baru saja mengeluarkannya dari dalam Cincin Spasial yang dia miliki.
Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian tersenyum senang, "Ini baru menjenguk orang sakit yang sebenarnya. Anak-anak, kalian harus belajar dari Tetua Chen."
"Saudara Xiao, memanggil kami anak-anak seakan kau ini sudah tua saja." Liu Wei Lin melambaikan pelan kipasnya dan nampak menggeleng.
Yan Tianhen sebenarnya juga sedikit kurang nyaman dengan panggilan 'anak-anak' yang dikatakan Xiao Shuxiang tadi. Usianya memang masih muda, tetapi dia bukanlah bocah dan jujur saja jika dilihat baik-baik, justru dialah yang lebih tua dari pemuda ini.
"Saudara Xiao, maaf menyinggungmu. Tapi aku tidak suka saat kau menyebut kami 'anak-anak'. Kesannya kami ini seperti bocah di bawah usia 10 Tahun," Jian Yang mengutarakan isi hatinya dan itu mendapat tatapan dari Li Huanshou, Yan Tianhen, termasuk Wen Gao Chong.
Li Huanshou berekspresi pucat, "Apa yang kau katakan, Saudara Jian? Aku kan sudah mengatakan padamu agar tidak mencari perkara dengan Xiao Shuxiang. Kita sudah sepakat untuk tak menentang apa pun ucapan menyebalkan pemuda ini, tetapi kau justru--"
__ADS_1
"Karena aku sudah menikah, tentu saja bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan kalian yang masih membujang sehingga disebut anak-anak pun tidak masalah. Hmph, kasihan..."
Ledekan Xiao Shuxiang menyela rutukan Li Huanshou di dalam hatinya. Ucapan Xiao Shuxiang kali ini sangat menusuk hati para bujangan seperti mereka.
"Keterlaluan," Liu Wei Lin berdecak dan nampak menahan napas, "Tidak kusangka perbedaan antara kultivator yang menikah dengan yang belum akan sebesar ini,"
"Makanya kalian juga harus segera mencari pasangan karena mereka yang sudah menikah sama dengan telah mengambil satu langkah menuju tangga kedewasaan," Xiao Shuxiang tersenyum bangga tanpa menyadari Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu memberinya tatapan yang aneh.
Kedua teman Xiao Shuxiang itu jelas sedang memikirkan hal yang sama. Bagi Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu----Xiao Shuxiang masih kekanak-kanakan meski sudah menikah.
Tetua Chen Duan Shan sendiri tersenyum melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara Xiao Shuxiang dengan Jian Yang serta kultivator lainnya. Dia merasa tidak enak mengangguk kebersamaan mereka, tetapi dirinya harus mengatakan alasan sebenarnya dia datang kemari.
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Aku senang melihat kalian semua bisa sangat akrab dan seperti berada dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Namun aku minta maaf karena harus sedikit menginterupsinya,"
Xiao Shuxiang dan teman-temannya menatap Tetua Besar Sekte Istana Seribu Pedang itu. Mereka mendengarkan saat Tetua Chen Duan Shang bicara.
"Shuxiang, tetua besar dari Lembah Cahaya Surgawi ingin melihatmu. Aku kemari untuk membawamu menemui beliau,"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Menemuiku? Memangnya .... Ada apa?"
Tidak hanya Xiao Shuxiang yang penasaran, tetapi juga teman-temannya. Mereka menatap Tetua Besar Istana Seribu Pedang dengan sungguh-sungguh.
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Aku ingin kau ikut denganku agar bisa mengetahuinya secara langsung. Aku tidak bisa mengatakannya di sini,"
"..............."
"Bagaimana, kau mau ikut?" Tetua Chen Duan Shan membujuk, "Kau jangan khawatir. Aku akan selalu ada untuk membantumu,"
".......... Aku sama sekali tidak khawatir," Xiao Shuxiang bernapas pelan dan bangun dari tempat duduknya. "Di mana tetua besar Lembah Cahaya Surgawi sekarang?"
"Baiklah, ikut denganku." Tetua Chen Duan Shan juga bangun dan mulai mengajak Xiao Shuxiang pergi.
"Shuxiang," Lan Guan Zhi sebenarnya ingin bertanya pada Tetua Chen Duan Shan, tetapi teman baiknya tersenyum dan seakan memberi isyarat bahwa teman baiknya itu tidak akan berada dalam masalah.
Ling Qing Zhu pun meski berwajah tenang, namun sorot matanya juga memperlihatkan rasa kekhawatiran. Hanya saja dia bisa sedikit tenang kala melihat senyuman Wali Pelindungnya.
"Tuan Muda Xiao...?" Mo Huai bersuara pelan,
"Tuan Xiao ....?" Wang Zhao pun demikian.
"Jangan cemas, aku akan segera kembali." Xiao Shuxiang begitu tenang mengikuti Tetua Chen Duan Shan dari belakang.
Yan Tianhen dan yang lainnya pun merasa sangat penasaran dengan apa yang hendak dibahas oleh Tetua Chen Duan Shan hingga Xiao Shuxiang harus dibawa ke tempat yang lain.
"Entah mengapa perasaanku sangat tidak nyaman. Rasanya seperti saudara Xiao-ku akan terlibat dalam masalah besar," Zhi Shu menahan napas.
Dia memang gadis yang suka menggoda dan bercanda dengan Xiao Shuxiang. Tapi bukan berarti dirinya tidak bisa bersikap serius dan waspada. Zhi Shu sebenarnya membawa misi dari Tetua Besar Sekte Kupu-Kupu yang sekarang, yakni Bibi Xiao WeiWei.
Setiap saudara seperguruan Zhi Shu memang diberi misi ini. Mereka diminta oleh Xiao WeiWei untuk mengawasi Xiao Shuxiang dan orang-orang yang dekat dengan pemuda itu. Ini jugalah yang menjadi penyebab mengapa Zhi Shu sering mencari-cari kesempatan untuk bisa dekat dengan Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang, selain karena identitasnya yang luar biasa juga adalah aset terbesar Sekte Kupu-Kupu dan jelas banyak orang yang mengincar pemuda itu. Zhi Shu bukannya tidak mempercayai Lan Guan Zhi, tetapi rasa waspadanya tidak boleh sampai berkurang hanya karena dia mengenalnya.
Dahulu, Ro Wei yang merupakan teman masa kecilnya saja serta saudara seperguruan Zhi Shu pernah menjadi pengkhianat. Yi Wen pun pernah berkhianat. Jadi mustahil bila kejadian itu tidak akan terulang lagi.
Zhi Shu tahu, Saudara Xiao-nya pun sudah memikirkan hal ini. Namun Xiao Shuxiang tidak bisa memperlihatkan kewaspadaan itu secara jelas. Bisa dikatakan, mereka sedang bermain siasat di samping mengurus Lembaran Kitab Pembunuh Matahari yang sangat diperebutkan itu.
******
__ADS_1