![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Karena tindakan Bocah Pengemis Gila dan ucapannya, Tetua Besar Lembah Cahaya Surgawi langsung menurunkan perintah untuk mengumpulkan para murid dan juga tetua.
Yi Wen memperhatikan dan merasa bahwa ada lebih dari 1000 orang yang berbaris rapi di halaman belakang bangunan Tetua Besar. Bahkan ada juga yang berdiri di atap, di dahan pohon dan di atas pilar sekte ini.
Tempat itu seakan dikelilingi oleh banyak orang dan semuanya memiliki pakaian yang compang-camping dengan tongkat bambu di tangan masing-masing. Yi Wen bahkan tidak ragu menyebut tempat ini sebagai markas besar para pengemis.
"Masih ada murid yang sedang keluar. Aku tidak bisa memanggil mereka yang jauh," Tetua Besar Shang angkat bicara dan membuat Yi Wen terkejut.
Gadis itu berkedip beberapa kali, "Jadi masih ada?! Hebat..!" Yi Wen menggeleng dan berdecak kagum di dalam hati, "Aku jadi penasaran dengan berapa jumlah keseluruhan anggota sekte ini."
"..............."
Bocah Pengemis Gila mengangguk dan kemudian berjalan pelan sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar. Dia memakai dua Teknik Pernapasan untuk melacak keberadaan penyusup di tempat ini.
Tetua Besar Shang dan beberapa orang yang sebelumnya melihat tindakan agresif Bocah Pengemis Gila menjadi tegang, sementara yang lainnya justru bertanya-tanya tentang mengapa mereka semua dipanggil tiba-tiba begini.
"Siapa pria itu? Aku baru pertama kali melihatnya,"
"Kenapa dia memakai riasan aneh di wajahnya?"
"Dia membawa tongkat bambu, tapi warnanya berbeda dengan milikku. Itu .... Bambu hitam?"
"Tunggu. Aku sepertinya mengenali orang itu..."
"Aku juga merasa pernah melihatnya, tapi di mana ya..?"
Bocah Pengemis Gila mendengar banyak suara, tetapi dia tidak peduli. Dirinya saat ini berada dalam kondisi yang lebih fokus pada masalah lain.
Teknik Pernapasan Visi miliknya mampu membantu Bocah Pengemis Gila untuk melihat berbagai arah dengan tajam dan Teknik Pernapasan Suhu miliknya mampu membuat indra penciuman dan perasanya menjadi lebih kuat.
Bocah Pengemis Gila adalah orang pertama yang tahu bahwa tubuh Xiao Shuxiang merupakan tubuh 'orang mati', dialah yang mengungkap identitas dari Sang Bintang Penghancur itu. Karenanya, membedakan orang mati dan hidup telah menjadi keahlian Bocah Pengemis Gila.
Tentu saja. Keahlian ini pun tidak bisa didapatkan secara sembarangan. Bocah Pengemis Gila sudah hidup sangat lama dan telah banyak berinteraksi dengan berbagai manusia, jadi bisa dikatakan dia tahu benar karakteristik manusia yang 'hidup' meski tanpa harus melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan dan sebagainya.
"........... Bagaimana?" Yi Wen bertanya saat Bocah Pengemis Gila kembali dan berdiri di dekatnya serta Tetua Besar Shang.
"Tiga orang," Bocah Pengemis Gila berujar pelan, dia pun setengah berbisik. "Kita tidak bisa langsung menghabisi mereka. Itu akan membuat kekacauan. Aku akan urus satu, Tetua Shang juga urus satu, dan Yi Wen---kau sisanya."
Tetua Besar Shang dengan serius mengangguk pelan, "Katakan di mana posisi pastinya orang-orang itu."
Bocah Pengemis Gila menjelaskan secara singkat dan caranya berbisik-bisik tersebut mengundang rasa penasaran para anggota Sekte Lembah Cahaya Surgawi.
Tetua Besar Shang mengembuskan napas dan berekspresi tenang seakan tidak ada apa-apa. Dia bahkan tersenyum dan lalu menyapa para anggota sektenya.
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku meminta kalian untuk berkumpul di sini," suara Tetua Besar Shang tenang---namun tetap bisa didengar oleh semua anggota sekte, ini karena dia menggunakan Qi agar suaranya menjadi kuat hingga bisa mencapai pendengaran setiap orang.
"Tempat kita ini sedang kedatangan anggota keluarga lama," Tetua Besar Shang tersenyum seakan sedang menunjukkan kebahagiannya.
Dia menepuk pundak pria di sampingnya dan kembali berkata. "Pria muda ini adalah Putra Kebanggaanku, Shén Lóng-"
"Benar, itu Pendekar Shen Long..! Aku mengenalnya!" salah seorang murid berseru dan membuat Tetua Besar Shang tersentak.
"Oh, benar! Itu dia! Dia memang Pendekar Shen Long..!"
"Aku hanya mendengar tentangnya, tapi ternyata itu memang dia..."
Yi Wen berkedip beberapa kali dan kaget pada tiga hal. Pertama, tentu saja adalah pernyataan Tetua Besar Shan yang mengatakan bahwa Bocah Pengemis Gila adalah putranya. Kedua, berkaitan dengan nama Bocah Pengemis Gila di tempat ini dan yang terakhir ialah reaksi para murid perguruan ini.
Yi Wen sampai tidak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar butuh penjelasan dari Bocah Pengemis Gila.
"Sebagai penyambutan untuk Putraku, aku minta kalian agar bisa berhubungan baik dengannya. Praktik kultivasinya tidak sehebat kalian, dan aku yakin kalian pasti telah melihatnya. Dia masih perlu banyak bimbingan, jadi aku meminta bantuan kalian untuk mengajarinya banyak hal."
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila tersenyum dan merentangkan tongkat bambunya. Dia membungkuk memberi salam yang mana membuat Yi Wen kembali tersentak.
"Shen Long memberi hormat pada para guru dan juga senior..!" Bocah Pengemis Gila berseru dengan penuh semangat.
!!
Para murid Sekte Lembah Cahaya Surgawi tersentak dengan tindakan yang begitu sopan tersebut. Mereka tanpa ragu melakukan hal yang sama dengan merentangkan tongkat bambu mereka dan kemudian membungkuk membalas hormat itu.
"..............."
Tidak ada seorang pun yang curiga karena tindakan ini memang termasuk tata krama dalam Sekte Lembah Cahaya Surgawi. Dan Bocah Pengemis Gila telah memanfaatkannya dengan sangat baik.
Pria yang memakai riasan wajah mirip hantu gantung itu segera memberi isyarat pada Tetua Besar Shang dan juga Yi Wen. Mereka langsung melesat tanpa peringatan dan menyerang ketiga orang yang sudah ditargetkan.
!!!
Kejadian itu sangat mengejutkan, apalagi bagi murid sekte yang berada di samping sosok yang dianggap sebagai penyusup.
Yi Wen menggunakan teknik terkuatnya dan menyerang tubuh seorang murid hingga terpental ke udara. Tetua Besar Shang dan Bocah Pengemis Gila pun melakukan hal yang sama.
Dengan dua gerakan tongkat bambunya, serangan terakhir dilakukan oleh Bocah Pengemis Gila hingga membuat tubuh ketiga orang itu meledak di udara. Suara yang dihasilkan sangat keras dan begitu mengguncang, rasanya seakan petir tiba-tiba menyambar begitu saja.
Serangan itu penuh dengan unsur Tenaga Dalam dan sampai membuat tubuh musuh terbakar tidak tersisa. Mereka bahkan tidak sempat melawan, apalagi mempertanyakan kenapa bisa diserang dengan cara seperti ini.
"Te-Tetua Besar Shang--"
"Ada penyusup di sekte kita," Tetua Besar Shang menyela ketika salah seorang dari muridnya yang masih syok hendak bertanya.
Tetua Besar Shang kemudian menjelaskan semuanya dan tentang bagaimana dia bisa tahu mengenai penyusup itu. Dia juga ikut menjelaskan tentang putranya dan bagaimana dirinya menaruh rasa kepercayaan tinggi pada putranya itu.
Yi Wen benar-benar kagum dengan cara bicara Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi yang penuh wibawa. Tidak ada yang meragukan pria itu karena memang tubuh penyusup yang dihabisi tadi mengeluarkan asap hitam pekat yang semua orang tahu itu tidak mungkin milik manusia.
Tidak ada yang membantah apalagi sampai begitu kritis mempertanyakan identitas Bocah Pengemis Gila. Yi Wen bahkan melihat ada beberapa tetua yang justru malah menyapa dan memeluk Bocah Pengemis Gila seakan sudah sangat merindukan pria tersebut.
*
*
Di dalam ruangan pribadi Tetua Besar Shang, Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen mendengar mengenai penyerangan dari Sekte Lembah Iblis.
Tetua Besar Shang bercerita. "Sebenarnya tidak lama ini, terjadi kekacauan selama Konferensi Aliansi Abadi. Banyak korban yang berjatuhan dari berbagai sekte, tetapi beruntung karena aku dan para muridku terlambat datang. Jika tidak... Ada kemungkinan korban pun akan berjatuhan di sisi kami,"
"Bagaimana Anda bisa terlambat? Apa jarak lokasi konferensi aliansi itu jauh?" Yi Wen spontan bertanya dan membuat Tetua Besar Shang mengembuskan napas berat.
"Ini .... Juga sebenarnya bukan cerita yang baik," Tetua Besar Shang menunduk dan dengan napas yang sedih, dia pun berkata. "Jaraknya memang lumayan, tetapi kami sebenarnya bisa tiba tepat waktu. Hanya saja aku dan para muridku terpaksa menghentikan perjalanan karena kota yang kami lewati mengalami musibah. Entah bagaimana seluruh warganya dibantai habis-habisan,"
Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen terkejut, apalagi saat Tetua Besar Shang berkata bahwa tidak ada seorang pun warga kota yang selamat dari pembantaian itu.
Yi Wen bertanya dengan suara yang gugup, "Apa .... Tidak ada bantuan dari warga kota terdekat?"
Tetua Besar Shang menggeleng pelan dan semakin berat untuk menceritakannya. "Bahkan kota terdekat pun .... Nyaris mengalami nasib yang sama,"
!!
"Apa anggota Sekte Lembah Iblis yang melakukannya?" Bocah Pengemis Gila bertanya, tatapan matanya begitu serius.
"Aku belum bisa memastikan, tetapi dari apa yang mereka lakukan pada kegiatan Konferensi----maka bukan mustahil mereka jugalah yang sudah berbuat kekejaman semacam itu,"
"Haaah... Ini ternyata lebih rumit dari yang kukira," Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas.
"Apa Sekte Lembah Iblis itu tidak ada pekerjaan lain? Untuk apa mereka mencari masalah di kota? Maksudku, bahkan sampai membantai habis penduduknya." Yi Wen terlalu syok dan sampai tidak percaya.
__ADS_1
Yi Wen berkata, "Aku tidak habis pikir. Bayangkan! Itu 'Kota', bukan desa. Tidak mungkin mereka melakukannya hanya dengan mengandalkan 4 atau 5 orang. Dan lagi, ini Alam Kultivasi Atas. Tidak ada manusia biasa di alam ini, kan? Setidaknya, penduduk kota itu memiliki bakat kultivasi. Benar, kan?"
Tetua Besar Shang, "Nona Wen bahkan akan sangat terkejut jika kukatakan para warga kota itu tewas dibantai dalam waktu semalam."
"Apa?! Ma-maksud Anda----" Yi Wen sampai kehabisan kata-kata saking terkejutnya. Dia melihat Tetua Besar Shang dan yakin pria tua ini mengatakan hal yang sebenarnya.
Yi Wen jadi bergidik ngeri, "Aku sendiri tidak pernah membantai kota, apalagi dalam waktu semalam. Itu mustahil dilakukan. Kurasa .... Anggota Sekte Lembah Iblis itu benar-benar gila. Apa mereka mengerahkan pasukan untuk melakukan kekacauan sebesar itu?"
Tetua Besar Shang berwajah pucat, tetapi dia mencoba tenang. "Dari penyelidikan yang kulakukan dengan para muridku----kami menemukan bahwa warga kota dibunuh oleh orang yang sama. Mereka dibantai oleh .... Satu orang."
!!!
Yi Wen terkejut bukan main, dia sampai menutup mulutnya saking kagetnya mendengar ucapan pria tua di depannya. Sementara di sisi lain, Bocah Pengemis Gila tetap diam meski tatapan matanya memperlihatkan ekspresi yang buruk.
"Sa-satu orang ...." Yi Wen berusaha menenangkan diri meski jantungnya masih berdebar tidak karuan. Dia berujar meski suaranya terdengar gemetar, "Anda yakin jika .... Itu hanya dilakukan oleh sa-satu orang?"
"Mm, pola serangannya sama. Tidak ada yang bisa melawan. Aku .... Bahkan ingin meragukan apa yang kulihat saat itu." Tetua Besar Shang kesulitan menelan ludah, "Aku tidak tahu kenapa Sekte Lembah Iblis melakukan itu semua. Aku melihat tidak ada jejak orang itu mencari sesuatu di kota. Rasanya seakan-akan dia memang hanya ingin membantai habis semua orang. Aku tidak habis pikir dengan isi kepala anggota Sekte Lembah Iblis---"
"Bukan Sekte Lembah Iblis." Bocah Pengemis Gila menyela. Ekspresi wajah dan tatapan matanya teramat pucat.
Tetua Besar Shang tersentak, "Apa maksudmu dengan 'bukan Sekte Lembah Iblis'? Apa bukan anggota sekte itu yang membantai warga kota?"
"Tetua Besar Shang," Bocah Pengemis Gila berujar, "Anggota Sekte Lembah Iblis tidak mungkin hanya membunuh tanpa mengincar sesuatu. Mereka mustahil melakukan hal yang sia-sia dan tidak mungkin bermain-main dengan begitu banyak nyawa manusia. Aku menyelidiki apa yang mereka lakukan di Alam Kultivasi Bawah, dan setiap tempat yang hancur karena ulah mereka----bukanlah tempat sembarangan."
Tetua Besar Shang mengembuskan napas dan lalu mengusap-usap dagunya. Dia pun mengangguk, "Aku juga memikirkan hal yang sama. Tetapi jika bukan Sekte Lembah Iblis pelakunya .... Lantas siapa? Yang kutahu, di Alam Kultivasi Atas ini----tidak ada sekte Aliran Hitam yang paling kuat dan bisa melakukan tindakan tidak manusiawi selain Sekte Lembah Iblis. Apalagi yang bergerak membantai habis satu kota hanya satu orang. Siapa lagi yang bisa, jika bukan berasal dari sekte itu?"
Yi Wen pun merasa penasaran dan dia tersentak ketika Bocah Pengemis Gila memandang serius ke arahnya, "A-apa? Apa?! Kenapa menatapku begitu?"
"............ Tidak ada. Aku hanya ingin tahu pendapatmu,"
Yi Wen merasa aneh karena dipandangi oleh Bocah Pengemis Gila, apalagi tidak biasanya pria di sampingnya ini bersikap demikian. Rasanya seakan-akan Bocah Pengemis Gila sedang menuntutnya untuk memikirkan siapa yang bisa melakukan tindakan membantai kota tanpa pandang bulu, apalagi yang bergerak hanya satu orang---!!!
Yi Wen terkejut dan merasa seperti petir sedang menyambar kepalanya. Dia langsung menatap Bocah Pengemis Gila yang ternyata masih memandanginya seolah sudah menunggu reaksinya yang sangat terkejut ini.
"I-itu ...." Yi Wen tersenyum pahit, "Ti-tidak mungkin 'dia', kan?"
"Apa ada orang lain lagi yang bisa kau pikirkan?" Bocah Pengemis Gila bertanya dengan nada yang serius dan membuat Yi Wen semakin kalut.
"Ta-tapi ....." ekspresi Yi Wen sangat pucat dan kepalanya berdenyut sakit. Dia tidak bisa memikirkan orang selain 'Sosok Itu'.
Di dunia ini. Banyak kultivator Aliran Hitam yang terkenal sangat kejam, tetapi hanya satu orang yang bisa melakukan pembantaian dengan alasan kesenangan semata. Yi Wen sampai merasa takut jika orang itu memang benar 'dia', sosok yang sebenarnya Yi Wen kenali.
"Long'Er? Apa kau mengetahui identitas pelaku pembantaian itu?" Tetua Besar Shang bertanya saat melihat ekspresi Yi Wen yang seperti sangat syok. "Nona Wen sepertinya juga tahu hal itu,"
!!
"Penglihatannya jeli sekali..." Bocah Pengemis Gila tersenyum getir dan berusaha untuk bersikap tenang. "Aku tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana..."
Bocah Pengemis Gila menjelaskan, "Meski orang yang membantai kota itu bukan berasal dari Sekte Lembah Iblis, tetapi pembantaian tersebut masih ada campur tangan sekte itu. Emm... Tetua Besar Shang tahu tentang Iblis Mimpi?"
Tetua Besar Shang tersentak dan sepertinya mulai mengerti, "Iblis itu memang yang paling banyak membuat masalah selama beberapa tahun belakangan ini. Tapi kemampuan iblis itu hanya bisa mempengaruhi kultivator dengan tingkat praktik tinggi sebagai bagian dari Tahap Mencapai Immortal. Kenapa kau menanyakan itu? Apa mungkin ada...."
"Sebenarnya ini masalah pribadi.." Bocah Pengemis Gila memijat-mijat keningnya dan berkata, "Aku mempunyai Saudara Ipar yang diberkahi langit dengan kekuatan melimpah. Tapi karena usianya yang masih muda dan bukan termasuk orang yang terpelajar, kekuatan itu pun jadi tidak terkendali. Dia tidak mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas, jadi kupikir dia tidak mungkin bisa sampai kemari. Namun jika kuingat-ingat lagi, anak itu punya sifat yang sangat pantang menyerah dan pemberani. Kupikir, dia melakukan sesuatu yang berisiko agar bisa ke alam ini. Tapi..."
Bocah Pengemis Gila, "Jujur sebenarnya aku tidak yakin dia berhasil naik ke Alam Kultivasi Atas. Kecuali jika dia menarik perhatian seorang Tetua Besar sebuah sekte."
"Dia bukankah orang yang sangat menarik?" Yi Wen ikut bersuara, "Dia tipe orang yang sulit diabaikan. Buktinya, Iblis Mimpi saja tertarik dengannya--"
"Apa dia Xiao Shuxiang?"
!!!
__ADS_1
Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila terkejut mendengarnya. Keduanya spontan menatap Tetua Besar Shang dengan pandangan yang tidak percaya. Rasanya seakan air dingin baru saja disiram ke kepala mereka.
******