![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Liu Wei Lin tersentak. Bersamaan dengan ucapan Ling Qing Zhu, terdengar suara gemuruh yang seakan-akan hendak turun hujan. Masalahnya, awan di atas bukan awan yang terbentuk secara alami, melainkan Hei Lian.
Di sisi lain, Wang Zhao juga melihatnya. Dia pun berseru, "Tetua Xie. Turunkan aku..!"
Tetua Xie Yanran tersentak dengan seruan Wang Zhao yang tiba-tiba. Dia juga melihat fenomena di langit, tetapi untuk sekarang ada baiknya membawa Wang Zhao ke tempat yang aman.
"Kau diam saja. Akan kuturunkan kau saat kita sampai di pulau Shī shān--"
"Tidak, Tetua Xie." Wang Zhao menolak, "Awan itu pernah kulihat dahulu. Hei Lian dapat menghancurkan pulau ini dan menghabisi semua orang di dalamnya. Kita harus menghentikannya sekarang!"
Wang Zhao berkata, "Tidak perlu khawatikan keselamatanku. Nyawa ini tidak lebih berharga daripada nyawa para murid Sekte Lautan Awan,"
Tetua Xie Yanran menatap ke bawah dan melihat ekspresi Wang Zhao yang begitu serius. Dahinya berdenyut saat ini, tapi dia berusaha untuk menurunkan Wang Zhao hingga kaki pemuda itu kembali menapak di tanah.
Ketika kaki Wang Zhao akhirnya menyentuh tanah, di saat itu juga gemuruh semakin terdengar kuat dan satu tetes air mulai terjatuh.
Satu tetes air itu mengenai helaian daun dan langsung membuatnya terbakar, ini adalah jenis asam yang tidak hanya beracun, tetapi juga mengandung api.
!!!
Tetua Xie Yanran dengan segera membentuk sebuah segel tangan dan dengan energi spiritualnya, dia membuat penghalang untuk dirinya dan Wang Zhao. Keadaan benar-benar buruk karena hujan perlahan mulai turun.
Wang Zhao menahan gemetar di seluruh tubuhnya, tetapi tidak butuh waktu lama sampai kakinya sulit menopang berat tubuhnya. Dia pun terjatuh dengan napas yang tersengal-sengal.
"Kau kenapa?!" Tetua Xie Yanran kaget melihat Wang Zhao. Ekspresi pemuda ini nampak sangat pucat dan seakan punya trauma yang besar.
Wang Zhao kesulitan mengatur napas, detakan jantungnya tidak karuan. Di samping itu, kepalanya pun mendadak pusing dan jujur saja----rasa ketakutan kini membesar di hatinya.
Wang Zhao pernah melihat keadaan semacam ini. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, melihat orang-orangnya yang tewas karena hujan asam yang tidak hanya melelehkan kulit, tetapi juga membakar tulang-belulang.
Tidak ada yang bisa menghentikan Hei Lian saat itu. Wang Zhao hanya bisa melarikan diri bersama Tetua Meng Hao Niang dan jika bukan bantuan orang lain pun, mereka tidak mungkin masih hidup sampai sekarang.
"Hei, Nak..!" Tetua Xie Yanran kaget saat Wang Zhao kini tidak sadarkan diri. Dia menjadi panik, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa selain melindungi dirinya dan pemuda ini dari hujan asam yang berapi.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu juga melindungi dirinya dan Liu Wei Lin dari hujan ini. Dia dan teman barunya mencari tempat yang lebih lapang. Mereka sebisa mungkin menghindari pepohonan yang terbakar karena terkena hujan asam.
"Nona Ling, apa kau bisa bertahan?!" Liu Wei Lin khawatir jika energi spiritual Ling Qing Zhu tidak cukup untuk menghalangi hujan yang penuh bahaya ini. Dia tahu bahwa penghalang buatan gadis cantik berambut putih ini adalah teknik yang menghabiskan banyak energi spiritual.
?!
Liu Wei Lin tersentak, tetesan hujan yang mengenai rerumputan di sekelilingnya tidak hanya melelehkan dan membakar, tetapi juga menghasilkan kabut beracun.
"Gawat ..." Liu Wei Lin menutup kipasnya dan kemudian berkata, "Kita harus segera meninggalkan tempat ini. Nona Ling, maaf atas kelancangannya."
__ADS_1
Ling Qing Zhu tersentak saat Liu Wei Lin meraih pinggangnya dan tanpa aba-aba langsung menggendongnya dari depan. Untung saja dalam kondisi ini, dia masih cukup bijak hingga apa yang dilakukan oleh Liu Wei Lin tidak mengganggu penghalang buatannya.
"............. Kita akan ke mana?" Ling Qing Zhu bersuara tenang. Entah disadari atau tidak, tapi tangannya memegang kain pakaian Liu Wei Lin seakan berpegangan.
"Keluar dari pulau, aku tidak yakin ada tempat yang aman di wilayah ini selain di luar. Kita perlu menjauh," Liu Wei Lin tentu saja tegang dengan suasana yang tidak disangka-sangka akan menjadi sangat mengerikan.
Dia mempercepat lesatannya dan tanpa menatap Ling Qing Zhu, Liu Wei Lin bersuara. "Maaf atas ketidak-nyamanan ini,"
"Mn, bukan masalah." Ling Qing Zhu sama sekali tidak keberatan. Itu karena Liu Wei Lin adalah pemuda yang bisa diandalkan seperti Lan Guan Zhi dan tidak akan mencari keuntungan dari kesulitan yang terjadi.
"Teman-temanmu," Ling Qing Zhu kembali bersuara meski nadanya tidak berubah.
"Para Tetua ada di sana, mereka pasti akan melindungi semua orang." Liu Wei Lin terus melesat dan kemungkinan tidak mendengar panggilan Tetua Xie Yanran di bawah sana dan saat ini telah mereka lewati.
"Wei Lin ...!" Tetua Xie Yanran membeku dengan mulut yang terbuka. Dia lantas berdecak kesal, "Murid menyebalkan. Bagaimana bisa dia tidak mendengarkan panggilanku?!"
Tetua Xie Yanran merasa frustrasi, dia terjebak di tempat ini dan bahkan harus melindungi Wang Zhao. Dia kesal pada gumuruh di atas sana yang menimpali seruannya hingga Liu Wei Lin tidak bisa mendengar, apalagi suaranya ini hanya suara anak perempuan. Tentu tidak bisa berteriak lebih keras.
"Wang Zhao..! Hei, Nak! Bangunlah..!" Tetua Xie Yanran memakai kakinya untuk menendang pelan kaki Wang Zhao, dia berusaha membangunkan pemuda ini.
Sungguh, kekurangannya adalah fisik yang masih anak-anak hingga tidak mungkin dia mampu mengangkat Wang Zhao, apalagi sambil mempertahankan penghalang buatannya.
"Wang Zhao..! Tsk, bagaimana ini ..." Tetua Xie Yanran melihat ke sekitaran dan tidak menemukan apa-apa selain tanaman di sekelilingnya yang mulai meleleh dan sebagiannya terbakar.
*
*
Para murid yang lain melihat dengan jelas bagaimana rekan mereka tewas dengan pekikan yang nyaring sebelum akhirnya terbakar. Pemandangan itu bahkan terlalu mengerikan untuk bisa digambarkan.
Para tetua hanya bisa menyelamatkan separuh dari wilayah terdalam sekte mereka. Para tetua membuat penghalang dari energi spiritual yang digabungkan, mereka melindungi murid-murid junior sekte.
Beberapa murid yang tidak berada dalam lingkup penghalang spiritual itu nampak membentuk penghalang mereka sendiri. Murid-murid tersebut melindungi rekan mereka yang lain dan ada di antaranya yang membawa teman mereka ke tempat para tetua berada.
"Tuan Muda Lan..!" Yun Qiao Yue berseru dan terlihat begitu khawatir. Tangannya terulur dan menyentuh lembut tangan kanan Lan Guan Zhi.
Yun Qiao Yue saat ini bersama dengan tiga orang murid Sekte Lautan Awan dan dalam lingkungan penghalang yang dibuat oleh dua orang rekannya. Lan Guan Zhi sudah menyelamatkan dirinya saat hujan asam berapi itu turun dan alhasil pemuda ini justru terluka.
"Ya Tuhan ... Ini parah sekali," seorang murid senior melihat punggung tangan kanan Lan Guan Zhi yang berdarah dan kulit tangan pemuda itu meleleh, serta semakin parah.
"..............." Lan Guan Zhi menahan ringisan, dia menotok aliran darah di tangannya untuk menahan penyebaran asam yang rupanya mengandung racun ini. Hanya saja, dia tidak bisa membuat rasa panas di tangannya hilang.
"Biar Qiao Yue sembuhkan~" Yun Qiao Yue bersuara lembut dan mengalirkan energi spiritual miliknya yang perlahan mulai menyelimuti tangan kanan Lan Guan Zhi.
__ADS_1
Murid Sekte Lautan Awan yang bersama Yun Qiao Yue nampak tegang. Mereka tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatir akan kondisi Lan Guan Zhi.
Yun Qiao Yue tersentak, "Ini ...."
"Nona Yun, hentikan saja." Lan Guan Zhi bersuara tanpa nada. Dia menghargai kebaikan gadis berpakaian merah ini, namun dari yang terlihat----Yun Qiao Yue tidak mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan dan atau mungkin saja----luka di tangannya yang tidak bisa sembuh.
"............. Maaf," Yun Qiao Yue tertunduk sedih. Air mengalir membasahi pipinya. Kedua tangannya mencengkeram kuat pakaiannya. "Qiao Yue .... Membuat Tuan Muda Lan tidak bisa memegang pedang lagi. Qiao Yue .... Minta maaf,"
Lan Guan Zhi sebenarnya agak tersentak saat melihat gadis di depannya yang tiba-tiba menangis, padahal bukan tangan gadis ini yang terluka. Tetapi sekarang, dia sepertinya tahu alasan dari kesedihan Yun Qiao Yue.
Lan Guan Zhi adalah pendekar yang lebih sering menggunakan pedang dengan memakai tangan kanannya. Tentu saja, mendapat luka separah ini di tangannya akan menjadi hal yang fatal. Dia tentu tidak bisa mengayunkan pedang lagi.
Hanya saja, Lan Guan Zhi tidak benar-benar merasa terpuruk. Dia setenang yang biasanya, sama sekali tidak merasa cemas dengan kondisinya sekarang.
Di Alam Kultivasi Atas ini, Lan Guan Zhi mendapat cukup banyak perhatian dan juga bimbingan. Dia berlatih memakai energi spiritual untuk mengontrol pedang miliknya tanpa disentuh, jadi dia merasa masih bisa bertarung.
"Nona Yun, jangan khawatir." Lan Guan Zhi berujar tenang, "Aku tidak apa-apa."
Yun Qiao Yue tersentak, dia menatap Lan Guan Zhi dan memperhatikan ekspresi pemuda ini. Tidak ada perasaan tidak mengenakkan pada wajah yang terlihat, justru dia merasakan kehangatan pada tatapan mata yang setenang air tersebut.
"Aku butuh kain untuk membalut tanganku," Lan Guan Zhi bersuara tenang dan mendengar hal itu----Yun Qiao Yue tanpa peringatan langsung merobek kain pakaiannya sendiri.
Lan Guan Zhi berkedip, dia tidak punya kesempatan untuk mengingatkan Yun Qiao Yue agar tidak perlu sebaik ini. Gadis di hadapannya sudah bertindak lebih dahulu dan membalut tangannya.
Para murid Sekte Lautan Awan yang ada di sana dan menyaksikan tindakan Yun Quai Yue yang begitu perhatian pada Lan Guan Zhi memilih untuk mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain. Tidak ada yang mau mengganggu suasana ini.
Kecuali mungkin ...
!!!
Lan Guan Zhi dan Yun Qiao Yue terkejut. Keduanya spontan melihat ke arah awan merah yang menutupi langit. Suara keras yang begitu menggelegar barusan telah membuat jantung mereka seakan sudah diruntuhkan.
Ada rongga yang cukup besar dan seolah awan merah itu telah dilubangi. Cahaya bulan terlihat, namun dengan segera tertutup kembali. Lan Guan Zhi tidak tahu apa yang terjadi, tetapi hujan asam ini tiba-tiba berhenti begitu saja sebelum mulai turun lagi dan kali ini semakin deras.
Seorang murid Sekte Lautan Awan yang bersama dengan Lan Guan Zhi nampak mengumpat. Ekspresi wajahnya terlihat buruk, "Sialan! Penghalangnya tidak bisa ditahan lebih lama,"
"Gawat ... Asap karena api di sekitar kita mengandung racun. Ini hampir tidak bisa kuhalangi. Maaf mengganggu, tapi apa ada yang punya ide?" murid Sekte Lautan Awan yang lain ikut angkat bicara.
Yun Qiao Yue bereskpresi buruk. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia bukanlah ahli segel penghalang dan dirinya pun tidak bisa menyerang awan di atas sana dalam keadaan yang berlindung di bawah naungan penghalang rekannya.
Yun Qiao Yue tahu benar, jika menyerang dalam kondisi semacam ini---penghalang yang melindunginya akan hancur dan itu adalah kondisi paling buruk. Dia tidak mungkin mengambil risiko yang begitu besar ini.
"............. Tahan sebentar lagi," Lan Guan Zhi memikirkan hal yang lain. Bila awan di atas mereka meliputi seluruh tempat ini, maka bisa dipastikan orang 'itu' akan langsung bertindak.
__ADS_1
******