KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
310 - Alur Awal (3)


__ADS_3

Hampir semua penjaga yang dilawan Xiao Shuxiang tewas kecuali satu orang. Chu Gu Xiang tegang karena merasa tahu apa yang akan dilakukan pemuda ini.


Anggota dari Sekte Lembah Iblis itu terlihat ketakutan, ekspresi tersebut jelas di wajahnya. Dia berusaha untuk mundur, tetapi kakinya begitu berat melangkah. Satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah menatap rekan-rekannya yang sudah tergeletak dengan tubuh kurus kering kehabisan darah dan daging.


Xiao Shuxiang berekspresi tenang, tetapi tatapan matanya begitu dingin. Dia pun bertanya tanpa nada, "Kau pasti tahu aku menginginkan sesuatu dengan membiarkanmu hidup. Jadi katakan apa yang kau ketahui,"


Anggota Sekte Lembah Iblis itu menatap tajam ke arah pemuda di depannya dan nampak menggeram. Suaranya bergetar saat berkata, "Aku memang takut, tetapi tidak denganmu."


Chu Gu Xiang terbelalak saat sadar dengan apa yang akan terjadi. Dia pun berseru, "Hentikan dia sekarang!"


Xiao Shuxiang tersentak dan belum sempat bereaksi, sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Anggota Sekte Lembah Iblis di hadapannya langsung mengerang kesakitan dengan wajah yang mulai berwarna ungu pudar.


Penjaga itu terjatuh dan berguling-guling di lantai sambil memegang erat lehernya. Xiao Shuxiang menyaksikan sebuah lubang terbentuk di leher pria yang terbaring di tanah, bahkan tidak butuh waktu lama sampai tubuh sosok itu tak lagi bergerak.


Chu Gu Xiang memegang pakaian Xiao Shuxiang sambil menatap anggota Sekte Lembah Iblis yang sudah tewas itu. Dia pun berkata, "Para penjaga Istana Teratai Hitam ... Semuanya memiliki kantong racun di dalam mulut mereka. Jika ada yang memaksa mencari informasi apa pun, maka mereka akan langsung bunuh diri."


Xiao Shuxiang mendengus, "Cara didikan anggota sektemu benar-benar luar biasa. Dia terlihat tidak takut mati,"


Chu Gu Xiang menatap pemuda yang menggendongnya ini sebelum mulai mengarahkan pandangan pada anggota Sekte Lembah Iblis yang dalam kondisi mengerikan tersebut, dia baru akan buka suara ketika dirinya tiba-tiba dibawa untuk melesat naik melewati lubang yang dibuat oleh pemuda ini tadi.


Chu Gu Xiang berpegangan dengan erat, dia baru bisa bernapas lega ketika kaki pemuda yang menggendongnya sudah menapak di tanah. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya melihat wajah Xiao Shuxiang.


Di sisi lain, Wang Zhao dan Liu Wei Lin baru saja menuruni tangga dan sekarang berlari untuk mencari tahu asal suara keras yang datang bertubi-tubi itu.


Mereka tersentak ketika harus bertemu dengan lima penjaga Istana Teratai Hitam dan terpaksa bertarung. Ada di antara penjaga itu yang mengenal Wang Zhao dan menginginkan kematiannya.


Penjaga tersebut bahkan meminta pada rekan-rekannya agar menargetkan Wang Zhao, tetapi Liu Wei Lin bergerak dan tanpa ragu melukai mereka dengan kipas miliknya.


Wang Zhao sendiri terlihat tidak ingin melukai lawannya, apalagi membunuh mereka. Dia pemuda yang tidak memberi ampun kepada para mayat hidup, tetapi merupakan sosok yang sangat baik hati untuk tidak sampai mengambil nyawa manusia yang hidup.


Lihat saja sekarang, Liu Wei Lin masih bertarung dengan penjaga yang cukup gesit ini tetapi saat dirinya baru akan menebas leher lawan---Wang Zhao secara mengejutkan menahan serangan kipasnya tersebut.


Liu Wei Lin jelas aja tersentak, tatapan matanya nampak terbelalak. Dia pun tanpa ragu membentak Wang Zhao, "Kenapa kau menghentikanku?"


Wang Zhao baru akan menjawab saat salah satu penjaga Istana Teratai Hitam menyerangnya dari belakang. Untung saja dia segera memutar tubuh dan lalu memberikan tendangan yang mengenai tengkuk penjaga itu.


Wang Zhao berhasil membuat lawannya terjatuh hingga tidak sadarkan diri, dia pun menatap Liu Wei Lin dan berkata. "Buat mereka pingsan, tapi kau jangan sampai membunuhnya. Mereka ini hanya menjalankan perintah, sama sekali tidak bersalah."


Liu Wei Lin tersentak mendengarnya. Dia tetap fokus menghadapi lawan, tapi tidak kehilangan respon dalam menanggapi ucapan Wang Zhao. Dirinya pun berkata, "Bersalah atau tidak ... Orang-orang ini menginginkan nyawamu! Apa kau akan tetap mengampuni mereka, huh?"

__ADS_1


Wang Zhao memukul leher lawannya, dia menargetkan urat nadi yang mampu membuat lawan tidak sadarkan diri. Liu Wei Lin pun juga ikut melakukannya, tapi selalu memberikan beberapa tendangan terlebih dahulu.


Wang Zhao berkata, "Biar bagaimanapun mereka adalah orang-orang di sekteku. Mereka berhak dihukum, tetapi bukan seberat kematian."


Liu Wei Lin menyelesaikan lawan yang terakhir sebelum melambai-lambaikan kipas merah miliknya. Dia pun menghela napas dan berkata, "Dua atau tiga orang anggota sektemu yang tewas, tidak akan mempengaruhi apa pun. Lagipula kita datang memang untuk memberontak, kan? Atau jangan-jangan kau mengira ini adalah reuni yang mengharukan?"


"Wei Lin-"


"Wang Zhao, berhentilah bersikap polos. Kau adalah pemimpin Sekte Lembah Iblis dan orang-orang yang tidak patuh denganmu harusnya dihabisi saja. Kau bisa mendapatkan pengikut lain yang lebih setia,"


Wang Zhao memegang kuat pedang miliknya dan berkata, "Pemerintahanku tidak sepertimu. Kau bisa membunuh mereka yang tidak taat padamu, tapi aku tidak akan pernah mau melakukan itu. Aku memberikan mereka kesempatan untuk bisa memperbaiki diri dan aku tidak memutuskan hak mereka."


Liu Wei Lin menutup kipasnya dan melangkah lebih dekat dengan Wang Zhao. Dia pun berkata, "Hak apa yang dimiliki oleh para penjilat seperti ini? Orang-orang yang bahkan tidak bisa untuk dipercaya ini,"


Wang Zhao tanpa ragu melangkah sambil menatap pemuda di depannya. Dia pun berkata, "Mereka mempunyai hak hidup. Sebuah hak yang tidak akan bisa diberikan oleh orang sepertimu,"


"Wang Zhao, kau mulai menggangguku-"


"Hei? Apa yang kalian lakukan di sana?"


Sebuah suara menyela Liu Wei Lin dan membuat terkejut Wang Zhao. Kedua pemuda itu berbalik dan tersentak saat melihat seseorang berjalan mendekat yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


"Tuan Xiao?" Wang Zhao berkedip, dia tidak menyangka akan bertemu Xiao Shuxiang. Padahal seharusnya pemuda itu berada di lorong yang lain.


Chu Gu Xiang mempunyai ekspresi yang sama dengan Wang Zhao dan Liu Wei Lin, dia segera menatap pemuda yang menggendongnya dan berkata. "Kau ternyata datang bersama mereka. Siapa lagi yang kau bawa kemari?"


Xiao Shuxiang menjawab, "Tentu saja. Kau pikir aku akan tahu tempat ini tanpa bantuan Wang Zhao? Kenapa? Kau kecewa?"


"Kau-"


"Tuan Xiao? Kenapa kau membawa Chu Gu Xiang?" Wang Zhao bertanya sambil berjalan ke arah Xiao Shuxiang. Dia baru memperhatikan bahwa Chu Gu Xiang ini bahkan memakai jubah Xiao Shuxiang.


"Aku menemukan wanita ini di jalan. Kupikir dia akan berguna, jadi kubawa. Tapi jika kalian menganggap orang ini hanya menjadi beban, maka aku akan meninggalkannya di sini saja."


Chu Gu Xiang tersentak, tidak percaya bahwa pemuda ini bisa berkata demikian bahkan tanpa perasaan sama sekali. Dia pun menatap ke arah Wang Zhao dan juga Liu Wei Lin.


Xiao Shuxiang berkata, "Kalian berdua ini sedang apa? Bertengkar lagi?"


Liu Wei Lin melambaikan kipas miliknya dan mendesah pelan, "Ini semua karena dia. Wang Zhao yang berhati selembut tahu ini sangat menyebalkan,"

__ADS_1


"Bukankah yang menyebalkan itu kau, Tuan Muda Liu yang 'baik hati'?" Wang Zhao bersuara sinis.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan berkata, "Kalian berdua tidak bisa ditinggal bersama. Belum sehari dan kalian sudah bertengkar, apa ini adalah hal yang baik?"


Liu Wei Lin berkata, "Aku ingin melukai para penjaga yang menyerang, tetapi Wang Zhao mencegahku melakukannya."


"Tentu saja aku mencegahmu," Wang Zhao membela diri, "Kau tidak ingin hanya melukai mereka, tetapi juga berniat membunuhnya. Apakah aku harus diam saja dan menyaksikanmu melakukan tindakan sekejam itu?"


Chu Gu Xiang berkedip dan kemudian mulai mendengus, "Untuk apa mendebat hal itu? Teman kalian ini bahkan sudah-"


"Kurasa Wang Zhao benar," Xiao Shuxiang menyela. "Membunuh orang itu tidak baik, apalagi kalian berasal dari Sekte Aliran Putih. Pengendalian diri harus selalu dijaga dengan baik,"


Xiao Shuxiang mencubit lengan Chu Gu Xiang dan tersenyum ke arah Liu Wei Lin serta Wang Zhao. Dia pun berkata, "Ayo segera ke istana. Aku menyelamatkan gadis sebelumnya dan kemungkinan karena itu jugalah hingga tanpa sengaja turun mengundang perhatian para penjaga,"


Liu Wei Lin dan Wang Zhao saling melemparkan pandangan sinis satu sama lain sebelum mulai berjalan pergi. Chu Gu Xiang sendiri nampak menatap Xiao Shuxiang dan kemudian berujar dengan suara yang sedikit teredam.


Chu Gu Xiang berkata, "Kau jelas tahu bahwa membunuh orang itu tidak baik. Lalu kenapa yang kulihat tadi begitu tanpa pengampunan?"


Xiao Shuxiang, "Tentu saja Yang Mulia ini tidak bisa disamakan oleh orang lain. Aku mengambil nyawa banyak orang pun tidak masalah,"


"Kau..!" Chu Gu Xiang tidak habis pikir ada orang seperti Xiao Shuxiang di dunia ini. Dia baru saja akan bicara kembali saat terdengar suara derap kaki yang semakin mendekat.


Ini adalah ruang bawah tanah dan merupakan tempat untuk para anggota Sekte Lembah Iblis menerima hukuman mereka. Mayat-mayat hidup yang ada pun tercipta dari aura hitam mayat di tempat ini dan sebenarnya para penjaga istana jarang datang kemari.


Liu Wei Lin dan Wang Zhao bersiap, mereka memegang kuat senjata masing-masing dan tidak butuh waktu lama sampai para penjaga Istana Teratai Hitam mulai terlihat.


Xiao Shuxiang menggunakan isyarat mata dan mengirim kupu-kupu miliknya untuk lebih dulu menyerang. Dia pun menyaksikan bagaimana Wang Zhao mempunyai perubahan pada teknik bertarungnya.


Para penjaga Istana Teratai Hitam awalnya terkejut mengetahui bahwa ada penyusup yang datang, apalagi salah satu di antara penyusup itu adalah Wang Zhao yang sudah menjadi buronan. Para penjaga itu pun langsung menyerang dengan memakai niat membunuh.


Xiao Shuxiang melihat teman-temannya bisa mengatasi masalah ini, jadi dia pun tanpa ragu melesat pergi tanpa lupa memberi lawannya tendangan di tengkuk hingga lawan itu jatuh tidak sadarkan diri.


"Kenapa kau meninggalkan mereka?" Chu Gu Xiang tiba-tiba berbicara sambil tetap berpegangan pada Xiao Shuxiang.


"Mereka hebat, aku yakin kedua orang itu tidak membutuhkan bantuanku. Lagipula terlalu lama di sini akan membuat musuh yang sebenarnya tahu keberadaan kita."


Ucapan Xiao Shuxiang memang benar, meski ada sedikit kekeliruan. Ini bukan karena tindakannya terkait Kolam Seribu Luka, tetapi karena Bocah Pengemis Gila yang sudah ketahuan.


Bahkan buruknya, pria yang membawa tongkat bambu itu sudah dikepung oleh para anggota Sekte Lembah Iblis yang salah satunya adalah sosok bergelar 'Monster Duri Beracun'.

__ADS_1


Karena kesalahan Bocah Pengemis Gila, kabar tentang adanya penyusup di Istana Teratai Hitam sampai di telinga Iblis Mimpi dan ini bukanlah sesuatu yang baik.


******


__ADS_2