![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Mendapat ancaman dari seorang murid Sekte Lautan Awan tidak membuat Xiao Shuxiang cemas. Dia bahkan terlihat lebih kesal dari sebelumnya.
Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak dan kemudian mulai buka suara. "Kau sepertinya lupa atau mungkin tidak melihat kejadian di mana aku membunuh anggota Sekte Lembah Iblis ketika mereka ingin mengacau di sekte milikmu,"
Xiao Shuxiang berkata, "Sebagian dari mereka kujadikan gumpalan daging dan sisanya menjadi tulang-belulang. Percaya atau tidak, bahkan tanpa Kitab Pembunuh Matahari---aku yang sekarang pun tidak akan kalah meski melawan puluhan orang seperti dirimu."
"Dan apa kau bilang?" Xiao Shuxiang mendengus, "Kalian ingin memanfaatkan orang-orang di tempat ini? Hah, jangan membuatku tertawa. Sejak kau dan teman-temanmu mengacau di kotaku... Tidak ada satu pun orang yang kulihat terkapar tidak bernyawa."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Dengar Kawan. Jika kau ingin menjadi jahat, jangan lakukan setengah-setengah. Kau harus mematikan hati nuranimu dan melakukan hal yang paling tidak manusiawi. Misalnya saja... Seperti ini."
!!!
Seorang murid Sekte Kupu-Kupu yang tidak jauh dari tempat Xiao Shuxiang berada terlihat sangat terkejut mendengar suara erangan kesakitan. Dia menoleh dan menyipitkan matanya, sebelum akhirnya kaget bukan main.
Mata murid itu terbuka lebar. Ekspresinya menjadi pucat saat dia melihat bagaimana Xiao Shuxiang mematahkan jari tangan musuh dan bahkan menusuknya dengan potongan kayu yang ada.
Dia merinding ngeri, apalagi jelas terlihat bahwa Xiao Shuxiang nampak serius akan melakukan hal paling mengerikan. Senior Besarnya itu seakan tidak mendengarkan apa pun termasuk juga erangan kesakitan lawan.
Xiao Shuxiang hampir menusukkan potongan kayu yang dipegangnya ke mata lawannya saat tiba-tiba mencium aroma kayu cendana yang pekat. Ujung kayu yang sudah berwarna merah itu berhenti tepat, sebelum benar-benar menusuk mata kultivator yang berasal dari Sekte Lautan Awan itu.
Meski kondisi musuhnya hanya mengalami luka parah di bagian tangan, tetapi yang sebenarnya adalah saat Xiao Shuxiang menusuknya dengan potongan kayu---di waktu bersamaan tulang yang ada di dadanya ikut retak, rasanya seakan-akan aliran darahnya menjadi kawat berduri dan mengikat setiap tulangnya dengan kuat.
Seseorang menapak lembut di tanah yang bahkan tanpa berbalik pun, Xiao Shuxiang tahu subjek tersebut. Sosok itu jelas sekali adalah teman baiknya, Lan Guan Zhi.
"Shuxiang?"
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak pernah takut pada apa pun, tetapi kali ini dibandingkan dengan takut---itu lebih kepada rasa tegang serta khawatir jika teman baiknya melihat kondisinya sekarang dan membuat jarak lagi pada hubungan mereka.
Xiao Shuxiang berkedip dan berusaha menelan ludah. Dia pun bangun dari tubuh kultivator yang didudukinya dan bahkan membuang kayu yang dipegangnya ketika berbalik menatap temannya tersebut.
Xiao Shuxiang menyembunyikan tangannya yang berlumuran darah di belakang punggung dan memanggil dengan suara pelan, "A-Yuan..."
"..............."
Dalam hati Xiao Shuxiang merutuk. Bagaimana bisa teman baiknya datang di waktu yang begitu tepat. Apalagi entah siapa yang sudah memberikan informasi tentang kondisi Kota Awan Dingin pada pemuda ini. Dia benar-benar akan memarahi orang yang sudah membawa Lan Guan Zhi kemari.
"A-Yuan... Ja-jadi ini..."
__ADS_1
"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan Xiao Shuxiang sebelum akhirnya menatap ke arah pria berpakaian serba hitam yang terbaring sambil mengerang kesakitan.
Xiao Shuxiang melihat arah pandangan Lan Guan Zhi dan kemudian langsung berkata, "A-Yuan. Dia orang yang menyerang tempat ini dan ada banyak kekacauan yang dibuat oleh rekan-rekannya. Kau bantu aku dulu dan tangkap mereka. Hati-hati karena mereka berasal dari Alam Kultivasi Atas,"
Lan Guan Zhi tersentak, dia berjalan untuk melihat lebih jelas wajah kultivator yang mengerang kesakitan itu. Alisnya bertaut karena dia tidak mengenali orang ini, tetapi mustahil teman baiknya berbohong.
Lan Guan Zhi mengulurkan jari dan menyentuh dahi pria berpakaian serba hitam itu. Erangan yang lebih kuat seketika terdengar dan bahkan Xiao Shuxiang sampai terlonjak kaget.
"Obati lukanya. Akan kubantu yang lain," Lan Guan Zhi berujar tanpa nada. Dia pun melesat dan meninggalkan teman baiknya.
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, rasanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Dia berkata, "Lan Zhi barusan menyuruhku mengobati luka orang ini? Hah, tidak mungkin. Apa yang dia pikirkan? Ya ampun,"
Tentu saja Xiao Shuxiang keberatan, tetapi erangan pilu dari kultivator Sekte Lautan Awan itu membuatnya terkejut bukan main. Dia pun kaget kala mengetahui sesuatu.
Xiao Shuxiang menatap kultivator yang sangat kesakitan itu dan menghela napas. "A-Yuan pasti menyegel energi spiritual orang ini, pantas dia memintaku mengobatinya. Aiya, di antara aku dan A-Yuan... Sebenarnya siapa yang lebih kejam. Dia jelas melakukannya dengan sengaja,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan pil miliknya dan memasukkannya ke dalam mulut kultivator dari Sekte Lautan Awan itu sambil berkata. "Kau harus ingat betapa beruntungnya dirimu, aku baru saja bersikap begitu baik."
Luka luar dan dalam dari pria berpakaian serba hitam itu mulai menghilang. Namun karena segel yang diberikan Lan Guan Zhi padanya, dia pun tidak lebih dari manusia biasa sekarang.
Xiao Shuxiang sebenarnya kagum dengan teknik milik teman baiknya itu, tetapi di sisi lain dia frustrasi karena tidak bisa membunuh kultivator dari Sekte Lautan Awan ini. Hatinya menghargai Lan Guan Zhi, dia ingin berubah dan menjauhkan diri dari darah serta gumpalan daging---tetapi ada satu titik di mana dia juga tidak ingin berhenti.
"Keterlaluan! Sebenarnya apa yang kau lakukan padaku?!" kultivator itu sebenarnya terkejut pada dua hal. Pertama adalah bagaimana dia menjadi tidak bisa merasakan energi spiritual dan yang kedua ialah lukanya bisa sembuh sampai tidak ada bekas sama sekali.
Dia menatap horor pada Xiao Shuxiang. Dia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya yang sama sekali tidak dapat merasakan energi spiritual. Kondisinya kini tidak lebih daripada manusia biasa.
"Xiao Shuxiang. Jawab aku! Apa yang sudah kau lakukan?!"
"Kau pikir aku bodoh untuk memberikan penjelasan padamu?" Xiao Shuxiang berdecak dan kemudian berkata, "Tetaplah di sini dan jangan banyak bicara jika kau tidak mau mulutmu kusumpal dengan puing bangunan."
!!
Kultivator itu tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba melesat dan meninggalkannya begitu saja. Dia begitu kesal dan bahkan menggeram marah. dia berusaha untuk melepas ikatan pada tangan dan kakinya, hanya saja tindakan tersebut begitu sia-sia.
Di tempat lain, kekacauan masih terjadi dan kali ini terlihat Hu Li sedang menghadapi dua orang kultivator berpakaian hitam seorang diri. Zhi Shu yang sebelumnya ada bersamanya kini sedang membantu para warga kota ke tempat yang lebih aman.
Pertarungan yang Hu Li lakukan berlangsung sangat sengit. Dia dan lawannya bahkan tidak menyadari bahwa mereka sudah bertarung hingga keluar dari wilayah Kota Awan Dingin.
__ADS_1
Hu Li sebelumnya baik-baik saja bersama Zhi Shu dan entah bagaimana kondisi seketika berubah. Apalagi begitu banyak kekacauan yang diperbuat oleh orang-orang asing ini.
Kekuatan Hu Li besar, tetapi kedua lawannya juga bukan musuh yang mudah diatasi. Dia bahkan nyaris terkena serangan fatal andai tidak bisa mengelak dengan baik.
Kondisi Kota Awan Dingin belum dalam kendali penuh, beberapa tempat bahkan masih terlihat pertarungan. Lan Guan Zhi sendiri bisa ada di sini dan tepat waktu karena Ling Qing Zhu.
Gadis berambut putih yang merupakan istri dari Xiao Shuxiang itu tidak tinggal diam ketika kota milik Wali Pelindungnya terancam. Ling Qing Zhu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Sekte pedang Langit dan membawa Lan Guan Zhi bersamanya.
Tidak hanya teman baik dari Wali Pelindungnya yang datang, tetapi juga Alkemis Zhou Yan pun ikut membantu. Seseorang yang terlihat tidak ada dalam kekacauan yang terjadi di Kota Awan Dingin itu adalah Bocah Pengemis Gila.
Pria yang sangat suka menaburi tepung pada wajahnya itu saat ini masih berada di dalam gua dan terkurung dengan tangan terikat. Dia tidak sendirian, melainkan bersama Yi Wen.
"Kita harus keluar dari sini. Aku cemas jika orang-orang itu melakukan sesuatu yang berbahaya,"
"Jelas saja mereka melakukannya," Yi Wen mengembuskan napas. "Buktinya kita dikurung agar tidak dibiarkan ikut terlibat,"
Bocah Pengemis Gila menatap gadis di dekatnya ini dan berdecak, "Bisakah kau mengatakan hal yang baik? Coba bantu aku dan pikirkan jalan keluar agar kita bisa pergi dari sini,"
"Tidak ada gunanya, Bocah Pengemis Gila. Bukannya kau yang bicara sebelumnya?" Yi Wen menggeleng pelan, "Tali yang mengikat tangan ini saja tidak bisa terlepas, apalagi besi yang dialiri petir itu. Haaah... Kita tidak punya pilihan selain menerima apa yang terjadi,"
"Aku butuh rencana, Yi Wen. Aku tidak bisa terus duduk dan berdiam diri di sini,"
Yi Wen mengembuskan napas. Dia baru akan membalas ucapan pria di sampingnya saat ingat sesuatu, "Ngomong-ngomong. Kenapa Mo Huai belum kembali? Dia dibawa pergi sebelumnya oleh orang berpenutup wajah itu, tetapi sampai sekarang tidak kembali. Apa mungkin Mo Huai sudah... Dibunuh?"
"Memang hal apa yang bisa dia lakukan? Dia itu hanya pemuda lemah dan selalu dilindungi. Tentu saja dia pasti sudah mati,"
"Bocah Pengemis Gila! Kau ini kejam sekali," Yi Wen memukul pria di sampingnya meskipun kedua tangannya dalam kondisi terikat. Yi Wen berkata, "Meskipun Mo Huai lemah dan selama ini hanya menjadi beban, tapi dia tetap teman Saudara Xiao. Lagipula dia mempunyai gigi taring yang manis dan kepolosannya itu adalah hal yang menarik darinya,"
"Kau baru saja memuji pria lain di depanku?" Bocah Pengemis Gila tidak habis pikir. Dia pun berkata, "Waah... Kau sangat menyebalkan. Jika kau begitu menyukainya, maka jangan mengejarku dan kejar saja Mo Huai-mu itu..! Lakukan sesuka hatimu, tapi jangan ganggu aku."
"Aku kan hanya memujinya, kenapa kau begitu pemarah?"
Bocah Pengemis Gila mendengus, dia tidak menjawab pertanyaan Yi Wen dan sedang fokus memikirkan jalan keluar atas masalah yang dihadapinya.
Bocah Pengemis Gila tahu bahwa orang-orang itu menginginkan sesuatu yang dia yakini adalah Kitab Pembunuh Matahari, tetapi entah ada alasan apa sehingga dirinya ikut diculik dan dikurung dalam tempat ini.
"Sepertinya orang-orang itu tahu kekuatanku hingga mereka memilih untuk melumpuhkanku terlebih dahulu. Rencana mereka baik, tetapi apa orang-orang ini akan bisa mengatasi Xiao Shuxiang? Di mata pemuda itu... Mereka jelas hanya menjadi makanan."
__ADS_1
******