![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya. Di hari itu, dia diajak ke sebuah hutan bambu milik Sekte Lautan Awan setelah menunggu kedatangan Bocah Pengemis Gila, Wang Zhao, Jian Yang dan Li Huanshou.
Yi Wen sendiri masih belum sadarkan diri dan sedang dirawat di dalam kamar Ling Qing Zhu. Kebetulan saat itu, Bocah Pengemis Gila bertemu dengannya dan meminta bantuan untuk menjaga Yi Wen. Ling Qing Zhu juga dibantu oleh Mo Huai.
Di dalam hutan bambu itu, Tetua Dao Fang An meminta pada satu per-satu pemuda untuk menarik senjata mereka. Bocah Pengemis Gila adalah yang pertama.
Pria dengan tongkat bambu itu berdiri di tengah-tengah rimbunan pohon bambu, sementara Tetua Dao Fang An dan yang lainnya berada di jarak yang sedikit jauh.
Xiao Shuxiang bertanya, "Untuk apa semua ini?"
Dao Fang An, "Kau akan tahu setelah melihatnya, perhatikan saja baik-baik."
Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan mulai memperhatikan Bocah Pengemis Gila. Pemuda dengan riasan aneh di wajahnya itu nampak memeluk tongkat bambunya dan terlihat agak takut.
"Te-Tetua Dao..!" suara Bocah Pengemis Gila terdengar bergetar, "A-apa yang akan kulakukan di sini? A-apa aku hanya harus berdiri?"
"Jalanlah perlahan ke depan," Tetua Dao Fang An memberi arahan dan membuat Bocah Pengemis Gila menelan ludah.
"Lan'Er Gege ...." Bocah Pengemis Gila menggumamkan nama Lan Guan Zhi dan mulai berjalan perlahan.
Hanya saja beberapa langkah, terdengar suara angin yang aneh dan membuat Bocah Pengemis Gila melompat ke atas. Sebuah anak panah menancap di tanah dan nyaris mengenai kakinya.
!!
Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi dan yang lainnya terkejut. Mereka belum sempat bereaksi ketika Bocah Pengemis Gila menapak di tanah kembali dan lesatan anak panah kembali datang.
"Kali ini tidak ada peringatan," Tetua Dao Fang An berujar dan bersamaan dengan hal itu--ada sebuah batang bambu yang tertutupi dedaunan dan terhempas naik ketika kaki Bocah Pengemis Gila berpijak.
Pria itu tidak sempat menghindar, jadi Bocah Pengemis Gila memakai tongkat bambunya untuk menangkis serangan yang ada. Tidak butuh waktu lama sampai perangkap yang lain datang dan membuat Bocah Pengemis Gila sulit bahkan untuk mengambil napas.
"Shizun, ini ..." Wang Zhao menatap Tetua Dao Fang An. Dia sulit mencari kata yang tepat untuk menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Tetua Dao Fang An seakan tahu apa yang diinginkan Wang Zhao, dia pun berkata. "Ini adalah latihan pertama untuk melihat kemampuan indra kalian. Ada perangkap yang dibuat manusia, tetapi ada juga perangkap yang terbuat secara alami. Perhatikan baik-baik,"
Untuk murid yang belajar di sekte, Jian Yang, Li Huanshou dan Lan Guan Zhi sudah sering melakukan latihan yang seperti ini meski bukan memakai hutan bambu. Namun mereka bertiga tetap memperhatikan Bocah Pengemis Gila dan kagum dengan gerakan pria itu.
Bocah Pengemis Gila akhirnya berhasil menaklukkan rintangan itu tanpa luka sedikit pun. Hanya saja raut wajahnya pucat dan lebih kepada terkejut daripada takut. Dia menapak lembut di hadapan Tetua Dao Fang An.
"Kau berhasil melakukannya," Tetua Dao Fang An tersenyum. Ekspresi wajahnya terlihat begitu bangga. Dia pun mulai mengarahkan pandangan pada Lan Guan Zhi dan memintanya ke tempat Bocah Pengemis Gila sebelumnya.
Lan Guan Zhi menyatukan kedua tangan dan memberi hormat. Dia pun kemudian mulai berjalan dan saat berada di titik yang sama----serangan kembali datang.
Jian Yang melihat bagaimana Lan Guan Zhi menapak di ujung anak panah yang tertancap di tanah dan menggunakannya sebagai pijakan. Dia mempunyai gerakan berpedang yang indah dan tanpa celah. Li Huanshou bahkan sampai terpukau.
Bocah Pengemis Gila menghampiri Xiao Shuxiang dan lalu menyenggol lengan pemuda itu. Dia berkata, "Lan'Er Gegeku hebat sekali~"
Xiao Shuxiang mendengus, "Dia bukan milikmu. Lan Guan Zhi temanku,"
"Shuxiang, kau sungguhan sudah menikah dengannya?"
"Siapa maksudmu?" Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila sebelum kembali memandang ke arah teman baiknya berada.
"Tentu saja Lan'Er Gege. Kita ini sedang membicarakannya," Bocah Pengemis Gila menggelembungkan pipinya. Dia kembali bertanya, "Jadi apa benar kau menikah dengannya?"
"Benar, tapi terserah jika kau masih tidak percaya."
Bocah Pengemis Gila berkedip. Dia agak kesulitan saat menelan ludah. Dia pun kembali bertanya, "Kalian ... Sudah melakukan apa saja?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang hampir terjatuh karena tersentak mendengar ucapan pria di sampingnya ini. Dia menatap Bocah Pengemis Gila dan berkedip.
Xiao Shuxiang tanpa nada bertanya, "Apa yang kau pikir dapat kulakukan bersama Lan Guan Zhi sebagai pasangan yang menikah? Dan bagaimana itu dilakukan?! Kau ada-ada saja,"
"Tentu saja hubungan semacam 'itu'. Aku tidak akan percaya jika kalian belum melakukan ritual melengkapi hubungan pernikahan,"
Xiao Shuxiang menggeleng, dia jadi ingin menggoda Bocah Pengemis Gila. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian mengusap pelan dagunya.
Xiao Shuxiang berujar, "Sebenarnya .... Jika bukan karena keadaan~ aku dan LanLan mungkin akan melakukan beberapa hal bersama-"
"Aku tidak mau mendengarnya," Bocah Pengemis Gila menyela, pemerah di pipinya nampak terang. Nada suara Xiao Shuxiang terdengar aneh dan membuat pipinya memanas.
Xiao Shuxiang tersenyum melihat reaksi Bocah Pengemis Gila dan bertanya, "Ada apa denganmu? Kau sangat penasaran bukan?"
"Shuxiang, kau ..." Bocah Pengemis Gila bermaksud bicara kembali saat pemuda di sampingnya tiba-tiba menyerukan nama Lan Guan Zhi.
Tentu saja, mendengar Xiao Shuxiang memanggilnya---Lan Guan Zhi langsung menoleh. Dia tersentak saat mendapat satu kedipan mata genit dari temannya itu dan hampir saja terkena serangan anak panah.
Lan Guan Zhi seperti mendengar suara keras di dalam dadanya. Dia benar-benar melihat Xiao Shuxiang tersenyum dengan kedipan mata ke arahnya. Itu bukanlah halusinasi.
Lan Guan Zhi melompat menghindar. Dia merasa ada yang salah dengan teman baiknya itu. Udara mungkin membuat otak temannya sedikit bergeser atau karena penyakit 'aneh' Bocah Pengemis Gila mulai menular.
"..............."
Lan Guan Zhi memakai gerakan terakhir dan kemudian mendarat ringan tepat di depan teman baiknya. Dia menatap Xiao Shuxiang dengan tatapan yang teduh dan dalam.
Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang sendiri nampak berkedip. Mereka baru saja akan bicara saat Tetua Dao Fang An berjalan mendekat.
Kakek tua itu lantas bertanya pada Xiao Shuxiang, "Apa kau juga mau mencoba menaklukkan rintangan itu?"
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya dan berkata, "Aku-"
Li Huanshou dan Jian Yang tersentak. Mereka berkedip, namun dengan cepat mengangguk. Keduanya pun mulai melesat dan kemudian menghadapi berbagai lesatan anak panah serta perangkap dari rimbunan bambu ini.
Wang Zhao sejak tadi sangat fokus memperhatikan setiap kultivator yang bertarung. Dia menahan napas saat melihat daun bambu pun bisa menjadi senjata perangkap.
Gerakan berpedang Li Huanshou dan Jian Yang berbeda dengan gerakan Lan Guan Zhi yang lebih sedikit, namun tetap saja mereka berdua juga mempunyai teknik yang tak tercela.
"Hebat ...." Wang Zhao terpukau, "Bahkan mereka bisa bekerja sama dengan baik,"
Pertarungan Jian Yang dan Li Huanshou berlangsung cukup lama sebelum mereka kembali ke tempat Tetua Dao Fang An berada. Pakaian mereka sedikit kotor dan ada bekas koyakan pada kain lengan Jian Yang.
Dao Fang An meminta Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi, Jian Yang dan Li Huanshou untuk berjejer rapi.
Dia pun berkata pada Xiao Shuxiang dan Wang Zhao, "Kalian berdua memiliki kesamaan. Aku tidak mengajari Wang Zhao caranya bertarung, tetapi dia belajar darimu. Kau sendiri justru tidak mempunyai 'Shizun'. Jadi bisa kukatakan, teknik kalian berdua sama."
Tetua Dao Fang An menjelaskan, "Mereka berempat mempunyai guru yang berbeda dan teknik berpedang mereka lebih teratur. Kalian bisa melihat gerakan mereka yang tanpa celah dari penampakan pakaiannya."
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao mulai memperhatikan dengan saksama satu per-satu penampilan rekan mereka. Jian Yang, Li Huanshou dan Bocah Pengemis Gila juga saling menilai satu sama lain.
Bocah Pengemis Gila lebih agak kacau di bagian rambut, beberapa daun bambu terlihat tersangkut di rambutnya. Di sisi lain, pakaian putih Lan Guan Zhi benar-benar bersih dan tanpa noda sedikit pun.
Wang Zhao melihat kondisi pakaian Jian Yang dan Li Huanshou yang mempunyai beberapa koyakan dan agak kotor. Dia pun kembali mendengarkan ucapan Tetua Dao Fang An.
"Semakin sedikit koyakan yang terlihat pada pakaianmu, maka semakin sempurna teknik berpedang yang kau miliki. Karena itulah kultivator yang kuat dapat menjaga penampilannya saat bertarung sampai selesai bertarung."
"Tapi itu rumit sekali," Xiao Shuxiang berkata. "Tidak mungkin seseorang bisa melatih fokusnya untuk menghadapi lawan sambil menjaga penampilan. Hal yang wajar saat seseorang terluka atau kotor saat sedang bertarung,"
__ADS_1
"Itu jawabannya," Tetua Dao Fang An berujar, "Fokusmu harus terlatih. Inilah yang menjadi pembeda antara pendekar yang benar-benar ahli berpedang dengan orang yang hanya suka menantang bahaya,"
Dao Fang An, "Aku tidak meminta kalian berdua mencoba latihan ini karena aku sudah bisa menilai kemampuan kalian, utamanya kau Bocah Berandalan."
Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap Tetua Dao Fang An dan mulai akan protes saat pria tua ini kembali bersuara.
Tetua Dao Fang An berkata, "Kau mempunyai kekuatan yang tidak akan kukeluhkan. Kau juga mempunyai bakat yang hebat. Namun kau masih mempunyai kekurangan tentang beberapa hal dasar."
Tetua Dao Fang An bertanya, "Apa kau pernah terlihat seperti Tuan Muda Lan ketika selesai melakukan pertarungan?"
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya dan memperhatikan Lan Guan Zhi dari atas sampai bawah. Tidak disangka bahwa teman baiknya yang terlihat selalu rapi dan penuh wibawa ini ada hubungannya dengan bakat dalam teknik berpedang.
"Kau bisa memperhatikan bahwa kebanyakan kultivator Aliran Putih lebih memilih memakai pakaian berwarna terang. Itu bukan semata-mata hanya penampilan belaka, tetapi juga termasuk latihan. Berbeda dengan Aliran Hitam yang menyukai pakaian gelap. Mereka menganggap bahwa bermandikan darah lawan akan membuat mereka terlihat lebih kuat,"
"..............." Xiao Shuxiang mulai mengerti, dia pun tanpa sadar bertanya. "Jadi karena itu para murid Sekte Pedang Langit memakai pakaian berkabung?"
"Warna putih sebenarnya tidak disarankan karena risiko kotornya lebih besar, tetapi sekte yang melakukannya akan membuat mereka dipandang lebih tinggi." Tetua Dao Fang An bertanya, "Apa kau juga ingin coba menaklukkan rintangan bambu itu? Yaah ... Meskipun aku tahu akan seperti apa hasilnya-"
"Apa yang seharusnya kulakukan?" Xiao Shuxiang menyela, kali ini dia membuat Tetua Dao Fang An tersentak.
Dengan tatapan yang serius, Xiao Shuxiang berkata. "Anda bilang, aku kekurangan beberapa hal-hal yang dasar. Jadi bagaimana aku bisa memperbaikinya?"
!!
Tidak disangka, sosok yang Tetua Dao Fang An sebut sebagai Bocah Berandalan ini mau belajar. Bahkan Xiao Shuxiang tidak lagi berusaha untuk memprotesnya.
Tetua Dao Fang An berkata, "Tinggalkan semua teknik berpedangmu dan buat teknik berpedang yang baru."
Xiao Shuxiang terkejut mendengarnya, teman-temannya yang lain pun demikian. Tentu saja meninggalkan teknik berpedang adalah hal yang paling sulit dilakukan, ini sama saja dengan harus berlatih dari dasar kembali.
Xiao Shuxiang mendengus, dia tersenyum pahit. "Kau pasti bercanda, itu tidak--"
"Meski kuminta kau meninggalkan teknik bertarungmu, tapi bukan berarti itu akan sepenuhnya kau tinggalkan." Tetua Dao Fang An berkata, "Alasan kenapa kekuatanmu bisa sampai tidak terkendali dan alasan mengapa Iblis Mimpi bisa mengganggumu adalah karena hatimu yang masih lemah,"
Xiao Shuxiang menatap dalam tua bangka di hadapannya dan bertanya, "Kau ...."
"Dari segi kekuatan, kau luar biasa." Tetua Dao Fang An berujar, "Dan jika dilihat dari bakat, tidak ada orang yang sama sepertimu. Aku bisa mengatakan kau lebih hebat dari mereka yang ada di tempat ini,"
Tetua Dao Fang An menepuk bahu Xiao Shuxiang dan kembali berkata, "Kau bahkan lebih hebat dariku. Tapi kau sangat lemah dalam pengendalian diri. Musuhmu .... Adalah ketidak-sabaranmu ini,"
Tetua Dao Fang An mengetuk ringan dada Xiao Shuxiang dengan kedua jarinya. Kata-katanya membuat pemuda di hadapannya tertegun dan membuat Wang Zhao tersentak.
Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya dan menatap Xiao Shuxiang. Dia mengangguk pelan seakan setuju dengan ucapan Tetua Dao Fang An.
"............. Aku .... Akan kembali lagi," Xiao Shuxiang berjalan pergi dan meninggalkan Tetua Dao Fang An serta teman-temannya yang lain.
"Shuxiang ...." Lan Guan Zhi baru saja akan berjalan saat Tetua Dao Fang An mencegahnya.
"Biarkan dia sendiri,"
"Lan'Er Gege, Tetua Dao benar. Setelah mendapat pencerahan, aku rasa .... Shuxiang akan mulai memikirkannya," Bocah Pengemis Gila berujar pelan.
Selama ini, Xiao Shuxiang tidak pernah lepas dari pertarungan dan darah. Kehidupan keras dan kejam yang dia alami sudah membentuk dirinya menjadi orang yang haus darah. Belum lagi, tidak ada peran orang tua yang menjadi pembimbingnya. Dia pun tumbuh sebagai sosok yang dianggap monster.
Di kehidupan ini, dia menjalani hidup yang sedikit lebih baik dan dengan banyak teman di sisinya. Namun pendidikan liar yang sudah ditanamkan dalam dirinya di masa lalu benar-benar sulit untuk diubah.
Sekarang adalah tinggal bagaimana Xiao Shuxiang akan bertindak. Segala keputusan bergantung padanya. Dia kini mempunyai orang-orang yang bersedia membantu, tapi tentu tidak akan ada perubahan dalam diri Xiao Shuxiang jika bukan dia sendiri yang bersedia mengubahnya.
__ADS_1
******