KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
259 - Gui Hong Yi (2)


__ADS_3

Lan Guan Zhi memegang kuat pedang miliknya. Ekspresi wajahnya tenang, tapi tatapan matanya begitu dingin.


Patung dewi yang dia lawan mengambil wujud baru, sosok wanita dengan tubuh bagian bawah yang berbentuk seperti ekor ular kalajengking.


Lan Guan Zhi menoleh saat merasakan seseorang menapak di dekatnya. Dia melihat Xiao Shuxiang dan ternyata teman baiknya ini sudah menyelesaikan para mayat hidup itu. Sekarang yang tersisa adalah sosok wanita kuat ini dan belasan mayat pengantin.


Xiao Shuxiang menyenggol lengan kanan Lan Guan Zhi dan berkata, "Jika saja nyonya ini tidak mempunyai mata yang sepenuhnya hitam dan bagian bahwa tubuh seperti Demonic Beast----aku mungkin akan menikahkan kalian."


"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan sosok wanita di hadapannya dengan saksama dan merasa bahwa teman baiknya ini mungkin agak tidak waras.


Bagaimana bisa di saat-saat semacam ini Xiao Shuxiang berpikir mencarikan istri untuknya? Apa dia terlihat seperti pria yang sudah tidak tahan dan ingin segera menikah?!


"Lan Zhi, apa menurutmu aku mencoba membujuknya?" Xiao Shuxiang berujar, "Tipe wanitamu gadis yang liar, kan? Dia sesuai dengan kriteria itu."


"Shuxiang,"


"Mn? Apa?"


"Kau ingin aku menikah lagi?"


"Lagi? Kau sudah pernah menikah? Kapan?!"


"Kau tidak ingat?"


Xiao Shuxiang tersentak saat melihat tatapan teman baiknya. Dia memukul pelan lengan Lan Guan Zhi dan berdecak kesal, "Kau pikir aku akan menerima pernikahan aneh seperti itu?! Aku tidak mau! Jangan ingatkan aku lagi,"


Lan Guan Zhi melirik temannya dan lalu menjawab dengan tenang, "Apa itu saat kau terlihat cantik--"


"Sssh," Xiao Shuxiang spontan menutup bibir Lan Guan Zhi dengan kedua jarinya dan membuat pemuda itu mengulurkan tangan.


Lan Guan Zhi meraih kedua jari Xiao Shuxiang dan menurunkannya perlahan. Dia menatap sejenak teman baiknya ini sebelum mengarahkan pandangannya ke depan. Kewaspadaannya tidak menurun sama sekali.


Suara Xiao Shuxiang terdengar berat saat berujar, "A-Yuan. Jika kau ingin mati, maka katakan saja. Aku dengan senang hati akan menguburmu di sini,"


"..............." Lan Guan Zhi melihat teman baiknya tersenyum dan dia pun berkata, "Kurasa aku ingat .... Kau menangis karena tidak ingin kehilangan-"


"A-Yuan, kenapa kau jadi menyebalkan?! Apa kau tidak tahu bahwa aib tidak boleh diumbar, hah?"


"Jadi itu aib untukmu? Xiang'Er-ku,"


"Lan Guan Zhi..!"


!!


Lan Guan Zhi tersentak, dia mencoba mencairkan suasana yang tegang ini dengan menggoda Xiao Shuxiang. Tapi siapa yang menyangka teman baiknya memukul dan mencubit lengannya begitu keras.


"Memalukan," Lan Guan Zhi membuat Xiao Shuxiang kaget hingga terperangah.


"Astaga, harusnya aku yang bilang begitu." Xiao Shuxiang berdecak dan menggeleng pelan.


Xiao Shuxiang baru akan mengatai Lan Guan Zhi tidak tahu malu saat dia ditarik tanpa peringatan. Lan Guan Zhi spontan meraih pinggang Xiao Shuxiang dan lalu membawa temannya melompat bersama untuk menghindari terjangan dua orang mayat pengantin perempuan.


"Satu ..." suara menggema dari wanita berpakaian merah dengan bagian bawah tubuh yang merupakan ular kalajengking itu terdengar.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melihat dengan saksama dan menyadari bahwa sosok tersebut mirip dengan wanita yang pernah mereka hadapi, Gui Hong Yi. Dan tidak butuh waktu lama sampai mereka yakin ini memang wanita itu.

__ADS_1


"Dia masih hidup?" Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napas. Dalam hati dia berdecak kesal sebab lawan yang dirinya hadapi bukanlah kultivator dari Aliran Hitam biasa.


".... Satu orang dari kalian yang sudah berani membunuh Hantu Tertawa," Gui Hong Yi menggeram, "Dan kalian pun memaksaku bertindak sejauh ini..!"


"..............." Xiao Shuxiang menatap lurus ke depan dengan tangan yang terus memegang Yīng xióng.


Tidak ada tanda-tanda bahwa pedang pusaka Xiao Shuxiang itu menggila seperti biasa. Yīng xióng seakan menjadi penurut dan bersikap seperti sebuah senjata pada umumnya.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi juga terlihat memegang pedang di tangannya dan sedang menimbang apakah dia harus mengganti senjata ini dan mengeluarkan Shǎndiàn atau tidak.


"Apa yang kau pikirkan?" Xiao Shuxiang setengah berbisik. Meski tatapannya lurus ke depan, namun dia tahu bahwa teman baiknya sedang memikirkan sesuatu.


"....... Kau tidak akan mau tahu," Lan Guan Zhi berujar tenang.


"Katakan saja, kau sedang memikirkan apa?"


"....... Masa depanku denganmu,"


Xiao Shuxiang nyaris tersandung kakinya sendiri. Dia menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan berkata, "Jangan menggodaku dengan ekspresi seserius itu, Lan Zhi..! Kau akan membuat orang lain salah paham, tahu! Lihat ini. Aku sampai merinding,"


"Tidak ada orang di sini,"


"Alasan macam apa itu ..." Xiao Shuxiang merasakan denyut di dahinya. Dia bisa melawan siapa pun, namun untuk beradu mulut dengan teman baiknya ini----dirinya butuh strategi yang tidak main-main.


"Cukup dengan permainan kalian!" Gui Hong Yi bergerak mengibaskan ekornya. Dia menyerang memakai kekuatan besar dan para mayat pengantin di sekitarnya pun ikut melakukan serangan.


"Kau tahu apa yang paling baik dari ini ..." Xiao Shuxiang mengangkat pedangnya dan terlihat pantulan wajahnya pada bilah senjata itu.


Xiao Shuxiang berkata, "Lawan yang merupakan makhluk jadi-jadian seperti kau .... Tidak akan kubuat mati dengan mudah,"


Xiao Shuxiang berkedip melihat reaksi Lan Guan Zhi, dia pun berkata. "Apa kau menyerahkan urusan makhluk besar ini padaku?!"


"Anggap sebagai latihan untukmu,"


"Ya ampun. Teman baik apa yang kumiliki ini ..." Xiao Shuxiang berkedip dan di saat yang sama, kibasan ekor Gui Hong Yi kembali datang.


!!


Ada yang berbeda dari pertarungan yang Gui Hong Yi rasakan. Entah kenapa dia merasa sudah diremehkan oleh kedua pemuda ini dan itu terlihat dari sikap mereka yang terkadang tidak peduli pada keberadaannya.


Gui Hong Yi menggertakkan gigi dan membatin, "Aku tidak pernah merasa seterhina ini. Mereka mengabaikanku dan juga mengabaikan para pengikutku. Kedua orang ini ... Harus mati..!"


Energi spiritual yang besar berkumpul di tangan Gui Hong Yi dan memadat. Energi itu membentuk busur yang diselimuti api dan sebuah anak panah tercipta saat Gui Hong Yi membentangkan talinya.


"Aku tidak akan segan meskipun kalian adalah pemuda yang tampan!" Gui Hong Yi berseru, nada suaranya menciptakan angin kejut yang bertenaga.


Xiao Shuxiang bahkan harus fokus pada penguasaan titik pijak di kakinya agar tak sampai terpental hanya karena angin kejut ini. Dia pun mengeluarkan cermin pemindah saat anak panah berapi milik Gui Hong Yi melesat ke arahnya.


Xiao Shuxiang berkata, "Apa kau pikir dengan wujudmu yang besar itu ... Kau akan bisa menang? Hmph, dengan tubuh besarmu itu justru akan membuatmu menjadi target serangan yang lebih mudah."


Cermin Pemindah milik Xiao Shuxiang membesar dan anak panah berapi yang sebelumnya memasuki cermin tersebut kembali melesat keluar dan menyerang Gui Hong Yi. Dia mengembalikan senjata milik wanita itu.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi menyerang salah satu mayat pengantin dan lalu mengambil beberapa lembar kertas jimat di balik pakaiannya. Dia melesatkan kertas tersebut dan ledakan-ledakan menyusul setelahnya.


"..............."

__ADS_1


?!


Lan Guan Zhi melompat ke belakangan. Kakinya hampir saja menyentuh kabut hijau tipis yang aneh, perasannya tiba-tiba menjadi sesak. Namun di saat yang sama---dia pun merasakan ada kabut lain yang terasa lebih akrab.


Xiao Shuxiang tersentak saat Lan Guan Zhi menapak, tepat di sampingnya. Dia menahan serangan Gui Hong Yi dan lalu bertanya kepada teman baiknya itu, "Ada apa?"


Lan Guan Zhi baru akan mengatakan apa yang dia alami barusan saat lima orang mayat pengantin melesat dan bergerak cepat untuk menyerangnya. Lan Guan Zhi secara spontan mengganti pedangnya dengan Shǎndiàn dan langsung mengayunkannya sekuat mungkin.


Serangan dengan sekali ayunan itu melesatkan energi spiritual berwujud petir murni dan membelah udara. Hanya tiga mayat pengantin yang sempat melompat menghindar, sementara dua lainnya terkena serangan Lan Guan Zhi dan membuat tubuh mereka meledak.


Tiga mayat sisanya tidak sepenuhnya selamat. Ini karena saat melompat, Xiao Shuxiang sudah memperkirakannya dan melesatkan serangan memakai Yīng xióng. Tubuh para mayat itu terbelah sebelum akhirnya terbakar.


Serangan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang sangat tidak terduga, namun Gui Hong Yi memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan serangan.


Gui Hong Yi menggerakkan ekornya dan menyerang kedua pemuda itu tanpa peduli dampak dari tindakannya. Gui Hong Yi bahkan melesatkan anak panah berapi yang saat mengenai tanah----bisa membuat lubang yang besar.


Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang tidak sempat menghindar, jadi cermin besar menjadi perisai yang akan melindungi mereka. Hanya saja belum sempat serangan dari ekor itu menyentuh permukaan cermin----kabut merah menyala datang, tepat di depan cermin.


Ujung dari ekor Gui Hong Yi yang berbentuk seperti ekor kalajengking itu lebur dan mengalami luka yang parah. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi terkejut, apalagi saat mendengar suara pekikan menggema.


"Serangan yang tadi itu tidak bisa kalian tahan dengan kekuatan anak-anak,"


Suara itu terdengar akrab. Xiao Shuxiang mulai mengetahui siapa yang bicara saat cermin pemindahnya mulai memudar. Dia melihat seorang gadis kecil berdiri, tepat di hadapannya.


Xiao Shuxiang berkedip, "Kucing Kecil?"


"Siapa yang 'Kucing Kecil', hah? Kau mau mati? Aku punya nama, sialan."


Lan Guan Zhi, "Nona Hei Lian ..."


"Lihat Gege tampan ini," Hei Lian berkata dan menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia meledek pemuda itu dan berujar, "Gege tampan ini jauh lebih sopan daripada kau. Menyebalkan,"


"Tapi sebutan itu jauh lebih manis," Xiao Shuxiang berkata, "Tidak sembarangan orang yang kuberi julukan. Harusnya kau senang karena kuperlakukan istimewa,"


"Kau..!" Hei Lian mengepalkan kedua tangannya. Pipinya memerah, entah karena merasa malu atau justru marah.


"Hei Lian ..." Gui Hong Yi menggeram, luka pada ekornya mulai sembuh. Dia pun berseru, "Kenapa kau terus saja menghalangiku..?!"


Hei Lian menatap lurus ke depan, namun tidak menanggapi Gui Hong Yi. Dia justru bicara pada kedua pemuda yang ada di belakangnya. Dia berkata, "Makhluk berdada besar ini mempermainkan kalian. Jadi berhati-hatilah,"


Hei Lian berujar, "Jika kalian punya teknik rahasia atau senjata paling mematikan. Maka langsung gunakan. Tapi jika tidak ada, maka segeralah pergi karena hantu itu .... Tidak bisa dibunuh dengan cara yang biasa,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia baru saja menyadari sesuatu saat suara tawa terdengar. Dia langsung mengedarkan pandangan, begitu pun dengan Lan Guan Zhi. Mereka mendengar suara dari sosok yang sudah dikalahkan sebelumnya. Ini suara dari Gui Xiao, Si Hantu Tertawa.


"Anak-anak tidak tahu diri. Apa kalian pikir bisa mengalahkanku dengan mudah?" Gui Xiao cekikikan. Dia terlihat berdiri di atap Kuil Xiang Yu yang telah hancur sebagiannya.


Xiao Shuxiang tidak memperlihatkan raut wajah berbeda. Pandangan matanya tetap sama meski saat ini dia sudah tahu penyebab dari firasatnya yang begitu tidak mengenakkan.


"Shuxiang ..." Lan Guan Zhi merasakan hal yang sama.


Xiao Shuxiang menyeringai, "Ternyata ada yang tidak bisa dibunuh dengan Yīng xióng. Mereka .... Tidak sepenuhnya hidup,"


Hei Lian, "Bersiaplah. Yang lainnya sudah datang,"


******

__ADS_1


__ADS_2