KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
287- Sesuatu Yang Tidak Terduga (5)


__ADS_3

"Lan Zhi?" Xiao Shuxiang terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang meraih pergelangan tangannya adalah teman baiknya sendiri.


"Bagaimana kau bisa ada di sini?" Xiao Shuxiang tentu syok mengingat tempat ini bukanlah tempat yang bisa didatangi begitu saja.


Gelombang berikutnya dari prajurit Giam Yiao Wang kembali. Seruan menggema dan memenuhi Aula Deng Xia. Mereka menerjang seperti kumpulan binatang buas yang sedang mengamuk.


Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang melompat, keduanya mendarat dengan lembut di salah satu atap kediaman Giam Yiao Wang. Mereka tidak bisa melarikan diri sebab beberapa prajurit melesat dan mulai menyerang.


Xiao Shuxiang tidak bisa mengeluarkan Yīng xióng, termasuk Seruling Giok Putihnya dari dalam Cincin Spasial. Begitu pula dengan Lan Guan Zhi yang bahkan tidak memegang Shǎndiàn.


"Kawan, kau belum menjawab pertanyaanku." Xiao Shuxiang buka suara sambil mengait kaki prajurit yang baru saja menapak di atap dan kemudian memberinya tendangan hingga prajurit itu jatuh.


Lan Guan Zhi juga bergerak. Dia meraih tangan salah satu prajurit, menggunakan tangan prajurit yang memegang senjata itu untuk menahan serangan dari lawan lainnya. Dia kemudian memberi mereka tendangan dan merebut pedang salah satu prajurit tersebut.


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang dan buka suara, "Bisakah kau tidak menanyakan itu untuk saat ini?"


"Oke, akan kutahan rasa penasaranku." Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian mengedipkan sebelah matanya. Dia pun kembali menyerang, memakai pita yang dipegangnya dan menyambar tubuh para prajurit itu.


Lan Guan Zhi yang melihat kedipan itu mendengus sebelum mengatai teman baiknya tidak tahu malu. Dia kemudian bertarung melawan gelombang prajurit berikutnya dan pertarungan itu terlihat sangat sengit.


Guwen Gu yang ada di tempat kajadian bahkan berteriak dan merasa ketakutan. Dia hampir saja ditimpa oleh tubuh para prajurit yang jatuh, beruntung dirinya masih bisa selamat dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


Lan Guan Zhi tidak ingin terlibat dalam masalah dan membuat terlalu banyak keributan di tempat seperti ini. Jadi dia berusaha untuk membuat jalan pelarian dan membawa teman baiknya pergi, tapi Xiao Shuxiang mempunyai pikiran yang lain.


"Shuxiang-" Lan Guan Zhi tersentak saat Xiao Shuxiang berbalik dan melesat ke naik, tepat di tempat singgasana Giam Yiao Wang berada.


Guwen Gu melihatnya dan terkejut bukan main, dia sampai terperangah dan detik itu juga---petir menyambar seakan ingin membelah langit.


Pita milik Lan Guan Zhi yang dipegang Xiao Shuxiang mengikat ketiga jiwa cantik yang berada di sisi Giam Yiao Wang sebelum melempar mereka ke bawah. Dan secara bersamaan, kepalan tangan kanannya pun berbenturan keras dengan telapak tangan Giam Yiao Wang.


Lan Guan Zhi menyerang gelombang prajurit yang datang dengan dua kali gerakan. Dia membuat mereka terjatuh dari atap sebelum melesat dan secara tepat waktu menangkap ketiga jiwa malang yang dilempar tanpa rasa bersalah oleh teman baiknya sendiri.


Pertarungan tangan kosong terjadi antara Xiao Shuxiang dan Giam Yiao Wang. Mereka sama-sama cepat dan kekuatan keduanya pun besar. Sulit untuk mengetahui siapa yang akan keluar sebagai pemenang di antara mereka.


"Kau pikir bisa mengalahkanku?" Giam Yiao Wang menggeram, "Aku adalah Tuan Agung dan raja neraka tingkat kedelapan. Beraninya kau membuat keributan di tempat ini..!"


Kekuatan Giam Yiao Wang tidak main-main. Dia memang memerintahkan para prajuritnya menyerang lebih dahulu karena masih mempunyai keangkuhan bahwa tidak seharusnya dia yang turun tangan sendiri.


Namun Xiao Shuxiang bukan sosok yang akan membiarkan lawan utamanya hanya diam dan menjadi penonton. Giam Yiao Wang juga harus terlibat dalam pertarungan ini meski risiko kekalahan baginya sangatlah besar.


"Giam Yiao Wang, bukankah daripada memikirkan tentang aku---kau lebih baik pikirkan apa yang akan terjadi padamu saat aku benar-benar menginjakmu di bawah kakiku."


"Kau seperti si kera sialan itu. Apa tidak bisa berkelakuan baik di tempat seperti ini?! Kau-kau bahkan membuatku sampai kehabisan kata-kata,"


"Kau ingin aku berkelakuan baik? Hah! Setelah apa yang kulihat dan kusaksikan sendiri ... Kau justru ingin aku untuk berkelakuan baik?!"


Xiao Shuxiang sangat kesal sampai dahinya menegang. Dia pun berkata, "Kau sangat menjijikkan. Tidak tahu malu dan sebenarnya akulah yang kehilangan kata-kata karenamu!"


Guwen Gu menutup telinganya karena mendengar suara menggelegar yang sangat keras sampai membuat dadanya berguncang. Dia bahkan tanpa sadar berjongkok saking terkejutnya.


Dengan perasaan takut, dia menengadah dan melihat singgasana Giam Yiao Wang hancur berkeping-keping karena terkena tendangan dari Xiao Shuxiang. Giam Yiao Wang sampai menapak di tanah dan pertarungan sengit kembali terjadi.


Xiao Shuxiang kesal, "Tidak tahu malu! Kau paman sialan!"


"Aduh! Hentikan, hentikan! Kau ingin membuat istanaku hancur, hah?!"

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Kau-" Xiao Shuxiang menarik kembali kekuatannya ketika menendang bokong Giam Yiao Wang hingga membuat sosok itu menjerit.


"Aduh!" Giao Yiao Wang mengusap-usap bokongnya dan berseru, "Semuanya berhenti..! Berhenti bertarung..!"


!!!


Guwen Gu kaget, bahkan semua prajurit yang sudah banyak terkapar tak berdaya ikut merasakan hal yang sama. Mereka melihat ke arah Giam Yiao Wang.


Lan Guan Zhi menapak di tanah dan mengerutkan kening. Dia juga merasa keheranan dengan perubahan situasi ini. Entah bagaimana Giam Yiao Wang bisa menarik perintahnya begitu saja dan apa yang terjadi dengan Xiao Shuxiang?


"Aduh ..." Giam Yiao Wang meringis dan menatap ke arah pemuda menawan di hadapannya. Dia berkata, "Kau ini sangat kasar. Apa kau tidak tahu bahwa pemuda kasar akan sulit menikah?!"


"Terserah aku!" Xiao Shuxiang membentak dan membuat Giam Yiao Wang terlonjak kaget. Dia mengepalkan erat kedua tangannya dan berkata, "Aku benar-benar kesal padamu. Bagaimana bisa aku punya paman semesum dan secabul dirimu, sialan!"


"Tenanglah, oke ..." Giam Yiao Wang tersenyum pahit, "Sabar ... Sabar. Kita bisa bicarakan ini baik-baik,"


"Hmph," Xiao Shuxiang mendengus dan menyilangkan tangannya. Dia terlihat memalingkan wajahnya dengan kesal dan membuat Giam Yiao Wang kembali tersenyum pahit.


Lan Guan Zhi melompat dan mendarat lembut di samping teman baiknya. Dia terlihat keheranan dan merasa bahwa situasi ini tidak biasa.


"Shuxiang ...?" Lan Guan Zhi buka suara. Dia menatap Giam Yiao Wang sebelum mengarahkan pandangan pada teman baiknya.


Xiao Shuxiang menarik napas dalam dan menatap temannya. Dia pun buka suara dan menatap tajam ke arah Giam Yiao Wang, "Lan Zhi. Ini adalah kenalanku, Tuan Agung Giam."


Lan Guan Zhi terkejut, sementara Giam Yiao Wang berkedip beberapa kali.


"Xiang'Er. Kau tidak boleh seperti itu.." Giam Yiao Wang berkata, "Bukankah aku ini pamanmu?"


"Aku tidak punya paman angkat yang mesum dan cabul..! Kau-"


"Oh, jadi karena itu bahkan laki-laki pun tidak kau lepaskan? Kau meniduri semua yang kau inginkan bahkan jika mereka laki-laki?" Xiao Shuxiang menendang lutut Giam Yiao Wang dan masih merasa kesal. "Tidak disangka kau bahkan berani menginginkanku?"


"I-itu sungguh kesalahan!" Giam Yiao Wang meringis dan mengusap-usap lututnya. Dia berkata, "Ma-mana aku tahu bahwa itu adalah kau. Apa kau tidak lihat aku juga sangat terkejutnya?!"


"Shuxiang ..." Lan Guan Zhi menatap teman baiknya dan masih tidak percaya.


Dari cara bicara Xiao Shuxiang dan Giam Yiao Wang membuktikan bahwa kedua orang ini memiliki semacam hubungan. Apalagi, Giam Yiao Wang mengatakan kata 'paman' sebelumnya.


Guwen Gu meski sangat takut, tetapi setelah melihat apa yang terjadi---dia pun memberanikan diri untuk mendekat dan berdiri di samping Lan Guan Zhi.


Giam Yiao Wang menengadah dan menggeleng pelan. Dia menghela napas berat, "Xiang'Er. Kau ini kelewatan sekali. Lihat itu. Kau bahkan menghancurkan singgasanaku,"


"Kau sendiri yang menyerangku dengan niat membunuh."


"Aku tidak begitu..! Justru kau yang punya niat membunuh,"


"Tidak,"


"Aku yakin kau punya,"


"Apa kau pikir aku berbohong?"


"Hmph," Giam Yiao Wang menyilangkan tangan dan melihat butiran-butiran cahaya dari jiwa para prajuritnya yang menyebar. Dia pun menatap ke arah pemuda yang sudah bertarung dengan para prajuritnya tadi.


Giam Yiao Wang bernapas pelan, "Orang yang kau bawa ini sangat kuat. Dia bisa mengalahkan para prajuritku yang merupakan jiwa-jiwa pilihan,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang meraih tangan Lan Guan Zhi dan memegangnya dengan erat. Dia menatap sinis ke arah Giam Yiao Wang tanpa menyadari bahwa teman baiknya tersentak karena tindakannya.


Xiao Shuxiang berkata, "Dia ini adalah teman baikku. Awas jika Paman memiliki niat yang bukan-bukan dengannya,"


"Baiklah, baiklah. Aku tidak melakukan apa-apa. Tsk, kau ini ..."


"Tuan Agung?" salah satu prajurit datang ke arah Giam Yiao Wang dan kemudian bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Tuan Agung da-dan dia ..."


"Ah, kalian pasti terkejut." Giam Yiao Wang menarik napas dan berkata, "Aku tidak pernah menceritakan ini karena hal tersebut ada di masa lalu. Ini adalah Xiao Shuxiang, dia keponakan angkatku."


"Apa?" prajurit itu dan Guwen Gu terkejut. Bahkan ketiga keindahan yang masih terikat dan mendengar hal ini pun sangat kaget karenanya.


"Ke-keponakan?" para prajurit yang lain menjadi riuh, bahkan Guwen Gu menatap tidak percaya ke arah Giam Yiao Wang.


Guwen Gu buka suara, "Di-dia keponakan Tuan Agung?! Ta-tapi bagaimana bisa?"


Giam Yiao Wang menarik napas, "Sangat panjang bila mengisahkannya dan aku paling tidak suka membahasnya karena melibatkan si kera berekor panjang paling menyebalkan itu."


Guwen Gu berkedip beberapa kali. Dia kebingungan dan sejujurnya masih sangat syok dengan apa yang terjadi. Sosok yang ingin diselamatkan Lan Guan Zhi dari cengkeraman Tuan Agung Giam Yiao Wang ternyata saling berhubungan dekat.


"Sebaiknya kita ke tempat lain untuk bicara," Giam Yiao Wang mengajak Xiao Shuxiang dan teman dari keponakannya itu agar ikut dengannya.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Tidak usah. Lan Zhi datang menjemputku. Aku harus pergi,"


"Kau ini benar-benar kebiasaan," Giam Yiao Wang berkata, "Setelah melakukan banyak kerusakan. Kau akan pergi begitu saja?"


"Tidak perlu heran. Aku memang selalu seperti ini," Xiao Shuxiang menarik Lan Guan Zhi bersamanya. Dia pun berkata, "Kalau begitu kami pergi-"


"Tunggu dulu, kau yakin tidak mau tinggal?"


"Tidak ada makanan di tempat ini. Aku hanya ingin pergi," Xiao Shuxiang tetap berjalan dan melambaikan tangannya.


Giam Yiao Wang berkata, "Kau sudah lama tidak kemari. Sangat jarang datang, serius tidak mau menginap? Satu hari saja. Xiang'Er..!"


"Tidak mau! Sebagus-bagusnya Dunia Bawah, aku tidak akan menetap di sini. Apalagi jika Dunia Bawah ini bahkan sangat buruk, dipenuhi hantu. Hanya orang tidak waras yang mau tinggal,"


"Hei ...!" Giam Yiao Wang menggeleng pelan saat melihat punggung Xiao Shuxiang dan teman pemuda itu yang semakin menjauh.


Raut wajah Giam Yiao Wang berubah ketika dia menoleh ke arah prajuritnya dan Guwen Gu. Dia berkata, "Lain kali saat kalian membawa keindahan kemari, catat dulu namanya. Jika dia bernama Xiao Shuxiang, langsung saja kirim ke aula utama. Mengerti?"


Guwen Gu menelan ludah, dia gugup tapi tetap bertanya. "Tuan Agung nampak sangat berhati-hati menghadapi orang bernama Xiao Shuxiang ini. Pa-padahal jelas sekali bahwa anda lebih ... Lebih-"


"Menakutkan?" Giam Yiao Wang menyela dan membuat Guwen Gu terkejut sampai menunduk dengan tubuh yang nampak gemetar. Dia pun menarik napas dan lalu berkata, "Kalian tidak tahu saja seperti apa dia."


Giam Yiao Wang, "Xiao Shuxiang ... Orang itu seperti pemuda baik-baik. Sosok yang bila dilihat sekilas akan nampak seperti pemuda ramah, tanpa dosa dan mustahil bisa mengambil nyawa orang lain. Tapi percayalah, tidak ada sosok yang lebih berbahaya daripada dia."


Guwen Gu tanpa sadar menahan napas, sementara prajurit yang ada di dekat Giam Yiao Wang berkata. "Tuan Agung mengakuinya, apa sungguh orang itu sangat berbahaya?"


"Tidak hanya berbahaya, dia bahkan sangat menakutkan." Giam Yiao Wang bernapas pelan dan berkata, "Meskipun aku adalah penguasa di tempat ini dan begitu kuat... Aku sama sekali tidak pernah menghancurkan satu jiwa pun hingga tidak bisa bereinkarnasi."


Giam Yiao Wang berkata. "Tetapi Xiao Shuxiang sejak awal kedatangannya kemari lebih dari seratus tahun yang lalu, dia sudah merusak jiwa-jiwa makhluk di tempat ini hingga kepingan terakhir. Xiao Shuxiang dan si kera menyebalkan itu sudah banyak menimbulkan kerugian di tempat ini. Haaah ... Dan aku yang harus membersihkan semua yang mereka perbuat,"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2