KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
241 - Memulai Pelatihan Tertutup


__ADS_3

Kekesalan yang sebelumnya terasa bagai api yang membakar perlahan mulai melemah. Ling Qing Zhu dipeluk erat dan hanya dipisahkan oleh kehangatan serta lapisan pakaian.


Kehangatan semacam ini bisa menetap sampai di akar tulang dan membuat siapa pun akan tenggelam andai sebuah sentuhan tidak mengagetkannya.


Xiao Shuxiang mencium pipi Ling Qing Zhu. Dia memanfaatkan keuntungan dari fakta bahwa gadis di sampingnya belum bereaksi. Dia bahkan berhenti menggoda Ling Qing Zhu untuk memastikan gadis ini tidak mengambil jarak darinya.


Ling Qing Zhu mempunyai wajah indah dan orang lain tidak bisa mengalihkan pandangannya dari keindahan surgawi itu. Sayangnya keindahan tersebut hanya bisa dilihat tanpa bisa dinikmati.


"Shuxiang, lepaskan-"


"Kau akan merindukanku, kan?"


Ling Qing Zhu tersentak mendengar suara yang berat itu. Dia sampai tertegun saat yakin bahwa ada nada sedikit sedih yang terdengar.


Mungkinkah Xiao Shuxiang memang tidak bahagia berpisah dengannya?


"..............."


Tidak adanya pemberontakan dari Kucing Putihnya membuat Xiao Shuxiang diam-diam mengulum senyum. Dia memang sengaja mengubah nada suaranya agar terdengar menyedihkan. Ini lumayan juga untuk mengatasi gadis dengan tipe yang seperti Ling Qing Zhu.


Xiao Shuxiang membenamkan wajahnya di celah leher Ling Qing Zhu. Suaranya bergetar sedikit dan berbisik, "Kucing Putih, kau tidak menjawabku. Apa kau akan merindukan aku?"


Ling Qing Zhu tertegun. Cara rengekan Wali Pelindungnya ini seperti anak kecil yang manja. Dia tidak tahu di mana Xiao Shuxiang mempelajari itu semua dan yang lebih buruknya lagi .... Dia merasa ada yang basah di kulit lehernya.


Ini .... Apa Xiao Shuxiang menangis?


"Shuxiang-"


"Jangan bergerak," Xiao Shuxiang secara spontan menyela. Suaranya pelan saat berkata, "Jangan dilihat..."


Ling Qing Zhu tersentak, namun tidak mengatakan apa-apa. Dia tenang seperti air. Tapi pada beberapa titik waktu, dia mulai mengulurkan tangan dan kemudian menyentuh kepala Xiao Shuxiang.


Ling Qing Zhu mengusap pelan rambut Pemuda yang memeluknya tanpa sadar bahwa sebenarnya sosok yang dia kira sedang menangis-----tidak sungguhan melakukan itu.


Xiao Shuxiang menikmati waktu ini, saat di mana Kucing Putihnya tidak seperti kucing kuil yang hanya diam sambil memperlihatkan cakarnya.


Xiao Shuxiang tidak ingin terburu-buru. Lagipula sekarang hubungannya dengan gadis ini satu langkah lebih dekat. Dia tidak mau mengambil tindakan gegabah yang bisa saja mengacaukan semuanya.


"Kucing Putih," Xiao Shuxiang berujar pelan. "Apa aku bisa meminta sesuatu darimu?"


"............. Apa yang kau inginkan?"


"Jangan beri tahu siapa pun bahwa aku akan melakukan pelatihan tertutup. Apa kau bisa?"


Ling Qing Zhu terdiam sebelum kembali berkata, "Kenapa kau ingin merahasiakan ini?"


"........... Bisakah aku tidak menjawabnya? Aku tidak mau berbohong, Kucing Putih. Kau percaya saja padaku dan lakukanlah apa yang kukatakan. Boleh, kan?"


Ling Qing Zhu menarik napas dan lalu mengembuskannya perlahan. Dia pun bergumam sebagai jawaban.

__ADS_1


*


*


Di malam hari, Xiao Shuxiang kembali bertemu dengan Tetua Chen Duan Shan. Tetua dari Istana Seribu Pedang itu telah lama menunggu dirinya.


"Apa kau sudah siap?" Tetua Chen Duan Shan bertanya yang mana dianggukkan oleh Xiao Shuxiang.


"Aku sudah siap,"


"Baiklah. Kita pergi sekarang," Tetua Chen Duan Shan berjalan diikuti oleh pemuda mempesona itu di belakangnya.


Xiao Shuxiang dibawa ke dalam sebuah ruangan yang mempunyai lantai keramik dengan nuansa putih kebiruan. Dia pun mengedarkan pandangan dan melihat cukup banyak lukisan bunga Haitang di ruangan ini.


"Tetua Chen--" Xiao Shuxiang baru saja akan bertanya saat dia mengurungkan niatnya setelah melihat gerakan yang dilakukan oleh Tetua Chen Duan Shan.


Pria berjubah putih itu menggunakan sebuah segel tangan untuk menggeser lantai keramik hingga sebuah ruangan bawah tanah tercipta. Tetua Chen Duan Shan pun mengembuskan napas dan kemudian mulai berjalan turun.


"Ayo kemari," Tetua Chen Duan Shan bicara tanpa menoleh ke arah pemuda di belakangnya.


"Tetua Chen? Sebenarnya kita akan pergi ke mana?" Xiao Shuxiang bertanya dan tetap mengikuti langkah Tetua Chen Duan Shan.


"Kita akan pergi ke kediaman lamaku. Tempat di mana kau bisa berlatih tanpa gangguan siapa pun," Tetua Chen Duan Shan menjawab dan lalu bertanya, "Apa kau sudah memberi tahu istrimu?"


"Mn, Kucing Putih mengizinkannya. Aku juga memintanya agar merahasiakan tentang pelatihanku. Tetua Chen, apa kau juga bisa tidak memberitahukan ini pada siapa pun?"


"Terima kasih," Xiao Shuxiang melihat-lihat sekitarnya. Terdapat lentera di sepanjang jalan dan sesekali dia berpapasan dengan serangga terbang bercahaya.


Kondisi ini membuatnya menebak bahwa ruangan bawah tanah ini terhubung dengan hutan dan ternyata benar.


Saat berada di ujung terowongan, Xiao Shuxiang langsung disambut dengan pemandangan pepohonan rimbun yang diterangi oleh cahaya bulan. Bahkan saat kakinya menyentuh rerumputan-----ada banyak serangga bercahaya yang terbang.


"Tetua Chen," Xiao Shuxiang tiba-tiba buka suara. "Kau tidak membawaku kemari untuk membunuhku, kan?"


Tetua Chen Duan Shan tersentak dan dia pun menoleh. Dirinya berkata, "Itu tidak mungkin. Kenapa kau berpikir begitu?"


"Yah .... Karena tempat ini sunyi, jauh dari keramaian orang-orang. Apalagi terlalu banyak pohon besar dan terlalu rimbun. Mungkin pemandangannya indah dan mendamaikan, namun seperti sebuah pepatah----'Bahkan danau yang tenang pun menyembunyikan bahaya'."


Tetua Chen Duan Shan menggeleng pelan dan berkata, "Tempat ini jarang aku kunjungi. Pepohonannya yang lebat memang disengaja. Meski tidak ada orang yang tahu, namun ada baiknya berjaga-jaga. Aku sengaja membuat kediamanku tersembunyi,"


Tetua Chen Duan Shan berjalan dan Xiao Shuxiang terus ikut di belakangnya. Ada banyak suara-suara hewan di malam hari dan cukup menjadi teman perjalanan Xiao Shuxiang.


"..............."


"..............."


Setelah beberapa lama berjalan, Tetua Chen Duan Shan dan Xiao Shuxiang tiba di sebuah kediaman yang cukup besar. Rumah dengan halaman depan yang luas dan terdapat kolam ikan di mana sebuah jembatan membentang di tengah-tengah kolam tersebut.


Xiao Shuxiang tidak menyembunyikan rasa kekagumannya. Dia melihat Tetua Chen Duan Shan mengibaskan tangan perlahan dan suluh serta lentera di sekitar bangunan di hadapannya mulai menyala.

__ADS_1


"Ini adalah kediaman lamaku," Tetua Chen Duan Shan berkata. "Mulai sekarang kau akan tinggal dan belajar di tempat ini,"


"Tetua Chen ...." Xiao Shuxiang seketika menerjang Tetua Chen Duan Shan dan memeluk erat pria tua itu. Tindakannya tersebut sangat mengejutkan dan tidak bisa ditebak.


"Ka-kau," Tetua Chen Duan Shan begitu terkejut. Dia tidak pernah membayangkan bahwa pemuda mempesona ini akan memeluknya begitu erat.


Xiao Shuxiang berkata dengan gembira, "Kau sangat baik, Tetua. Di Sekte Lautan Awan, aku hanya mendapat sebuah gubuk bambu tua yang ternyata dipakai sebagai gudang penyimpanan air dan kayu."


Xiao Shuxiang berkata, "Gubuk itu bahkan sangat sempit dan tidak layak ditinggali. Tapi kau sangat baik Tetua, kau berbeda dari tua bangka menyebalkan dan bau tanah itu."


Saat Xiao Shuxiang menyebutkan kata, 'tua bangka bau tanah'----ekspresi wajah yang dia perlihatkan nampak tidak baik. Rasanya seakan dia memang kesal saat mengingatnya.


Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan lalu menepuk punggung Xiao Shuxiang dengan ringan. Dia berkata, "Kau jangan meledek orang tua seperti itu. Ayo masuk,"


"Baiklah," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia mulai dikenalkan dengan segala tempat yang ada di kediaman Tetua Chen Duan Shan.


Lokasi ini mempunyai halaman belakang yang dipenuhi oleh berbagai tanaman obat yang sebenarnya tidak terawat. Ada banyak rerumputan liar yang terlihat begitu mengganggu.


Tetua Chen Duan Shan sekarang mulai mengajak Xiao Shuxiang ke sebuah danau air terjun yang berada tidak jauh dari kediamannya. Ada banyak kupu-kupu air di tempat ini dan hal tersebut makin menambah keindahan lokasi ini.


"Air Terjun Penyembuhan Agung ..." Tetua Chen Duan Shan menaruh tangannya di belakang pinggang dan berkata, "Tempat ini akan menjadi lokasi dari latihanmu yang pertama,"


Melihat pemuda di sampingnya tiba-tiba saja mengerutkan kening membuat Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas. Dia pun berkata, "Kau akan mulai dari air terjun itu. Buka pakaianmu dan cobalah untuk duduk bersila di bawah air terjun. Tekanan yang kau rasakan akan bekerja dan bermanfaat bagimu."


"..............." Xiao Shuxiang cukup lama menatap Tetua Chen Duan Shan sebelum mulai melakukan apa yang diminta oleh pria berjubah putih ini.


Xiao Shuxiang hanya membuka pakaian bagian atasnya dan mulai melesat ke arah air terjun. Dia berdiri di sebuah batu dan kaget karena tekanan air ini cukup kuat, apalagi air terjun ini sangat dingin.


"Tetua Chen--"


"Tidak apa-apa," Tetua Chen Duan Shan menyela, "Lakukanlah. Pelatihanmu dimulai malam ini. Udara dingin justru baik untuk permulaan,"


Xiao Shuxiang mendengar ucapan pria tersebut dan kemudian mulai duduk bersila. Tetua Chen Duan Shan lantas memintanya untuk melafalkan sutra pertama pengendalian jiwa.


Di saat Xiao Shuxiang mulai fokus dalam berlatih, Hei Lian yang berada jauh di tempat lain nampak memperhatikan latihan pedang Wang Zhao.


Ada beberapa murid junior Istana Seribu Pedang yang seumuran dengannya dan mereka sejak tadi menempelinya. Hei Lian tidak mengatakan apa-apa dan hanya fokus melihat Wang Zhao berlatih.


Meski wajahnya nampak begitu polos, namun Hei Lian sangat mengutuk keadaannya sekarang.


Saat ini, musuhnya kini ada di depan mata dan bahkan menyerap energi spiritual dari alam pun dia tidak bisa melakukannya. Entah apa yang terjadi.


Hei Lian bernapas pelan dan kemudian mulai mengepalkan tangannya, "Meski sekarang aku tidak bisa membunuhmu, namun kehadiranku di sini akan tetap menguntungkan Sekte Lembah Iblis."


Hei Lian diam-diam tersenyum samar, "Qiao Nuan JieJie akan bisa melihatmu dari mataku ini. Kami saling terhubung,"


Hei Lian membatin, "Tunggu saja. Tidak lama lagi .... Istana Seribu Pedang akan mengalami nasib yang sama dengan Sekte Lautan Awan. Aku pastikan bahwa tempat ini akan menjadi pemakamanmu dan kalian semua, termasuk Xiao Shuxiang."


******

__ADS_1


__ADS_2