KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
96 - Chu Gu Xiang (2)


__ADS_3

"Tuan Xiao, kau kenapa?! Tolong jangan menakut-nakuti aku," Wang Zhao sangat khawatir. Dia menggoyang-goyangkan lengan Xiao Shuxiang dan berusaha menyadarkannya.


Xiao Shuxiang merasa risih dengan sikap Wang Zhao, namun karena hal itu jugalah hingga dia bisa kembali tenang. Dia pun mengembuskan napas dan meminta Wang Zhao berhenti menganggunya.


Xiao Shuxiang, "Aku ini baik-baik saja, jadi jangan menggoyang-goyangkanku lagi karena itu membuat kepalaku pusing. Ayo berikan ruang sedikit,"


Wang Zhao melepaskan Xiao Shuxiang, namun raut wajahnya tetap khawatir. "Kau yakin baik-baik saja?"


Xiao Shuxiang tersenyum, "Aku tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya."


Wang Zhao tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja berjalan mendahuluinya. Dia mengerutkan kening dan nampak keheranan.


Sebelumnya, jelas sekali bahwa kondisi Xiao Shuxiang terlihat tidak baik. Pemuda itu bahkan berkeringat dingin dengan napas yang tersengal-sengal, jadi mana mungkin Xiao Shuxiang dalam keadaan yang baik?


Wang Zhao mengembuskan napas, "Apa mungkin aku yang terlalu berlebihan? Haah... Kurasa aku perlu mengenal Tuan Xiao lebih dalam lagi. Dia itu .... Terkadang agak menakutkan."


Xiao Shuxiang dan Wang Zhao hendak menghampiri Dao Fang An saat mereka melihat kumpulan makhluk berpakaian hitam dengan wajah yang menyeramkan.


Dia antara para penjahat itu, ada seorang gadis cantik yang berpenampilan berani. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang, berkulit putih dengan riasan mata yang kaya.


Keindahan dari wajah dan lekuk tubuh gadis itu benar-benar mencuri perhatian. Xiao Shuxiang dan Wang Zhao bahkan tidak bisa menahan diri untuk tidak melihatnya sekali lagi.


Para Penjahat Iblis itu memberi ruang untuk gadis cantik itu berjalan. Chu Gu Xiang sangat menarik perhatian, apalagi di belakangnya mengikut sesosok pria berbadan kekar yang nampak garang.


"Sepertinya aku terlalu gegabah," Chu Gu Xiang membelai pelan rambutnya dan menatap pria tua yang memegang sapu di hadapannya. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Tidak disangka masih ada yang bernyali di sekte ini,"


Dao Fang An dengan serius menatap sosok yang begitu cantik tersebut. Dia mengingat-ingat wajah gadis ini dan tidak butuh waktu lama sampai dia tersadar.


Dao Fang An berkata, "Aku sepertinya ingat wajahmu. Kau adalah nona Chu Gu Xiang dari Sekte Lembah Iblis. Salah satu iblis tingkat atas dengan kecantikan yang berbisa. Apa aku benar...?"


Beberapa murid senior Sekte Lautan Awan tersentak, mereka tahu Chu Gu Xiang. Dia adalah iblis berdarah murni, kejam dan biadab. Dia memang jarang turun tangan sendiri saat melakukan penyerangan, tetapi jika dia mau----Chu Gu Xiang benar-benar bisa membuat orang-orang merasakan sakitnya kematian.


Chu Gu Xiang tersenyum, dia berjalan dengan langkah yang anggun hingga paha putih mulusnya terlihat. Dia berujar, "Kebanyakan orang yang mengenali wajah ini.... Hampir semuanya mati. Bisa sampai dikenali oleh pria tua sepertimu, entah kenapa membuatku sedikit sakit hati,"


"Tentu saja aku mengenalmu," Dao Fang An mengembuskan napas pelan, "Aku adalah orang yang secara tidak sengaja melihat pembantaian yang kau dan para pengikutmu itu lakukan di Alam Kultivasi Bawah."


"Benarkah?" Chu Gu Xiang masih terlihat tenang, "Aah... Sepertinya anak buah yang kubawa ini masih termasuk pemula. Mereka seharusnya tidak membiarkan siapa pun menjadi saksi mata, tapi yah... Tidak masalah. Sekarang kurasa kau sudah tahu alasanku datang kemari,"


"............" Dao Fang An menatap lurus ke depan. Para murid Sekte Lautan Awan meski keheranan dengan apa yang tengah dicari Chu Gu Xiang, namun tidak ada di antara mereka yang bersuara.


Walau tidak ada lagi pertarungan, tetapi suasana di sekitar mereka masih sangat menyesakkan. Hanya saja, tetap ada di antara para murid yang mengerang kesakitan.


Xiao Shuxiang terlihat memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Ekspresi wajah yang nampak padanya begitu tenang, polos, namun sangat mempesona.


Xiao Shuxiang sebenarnya ingin langsung menyerang para Penjahat Iblis itu dan melakukan sesuatu yang sudah lama tidak dia lakukan. Tetapi pikirannya masih mampu mengendalikan rasa haus darahnya.


Di sisi lain, suara Chu Gu Xiang terdengar dingin saat berkata. "Tidak perlu basa-basi lagi. Serahkan benda yang kami cari dan akan kubiarkan kau hidup,"

__ADS_1


"'Benda'?" Wang Zhao mengerutkan keningnya. Dia berada di antara para murid, namun tidak mendekat ke arah Dao Fang An. Hanya saja, dia bisa mendengar ucapan Chu Gu Xiang.


"Benda apa yang dia maksud?"


"Kau tahu?"


"Tidak ....."


Para murid Sekte Lautan Awan juga merasa heran, mereka tidak tahu 'benda' yang dimaksud oleh gadis cantik itu. Tapi jika diperhatikan dengan saksama, maka akan terlihat beberapa murid yang nampak berekspresi pucat. Utamanya, para kultivator yang berasal dari Alam Kultivasi Bawah.


Mu Fang yang merupakan salah satu kultivator dari Alam Kultivasi Bawah nampak mengepalkan tangan seakan tahu apa yang sedang diincar Chu Gu Xiang. Dia menggigit bibirnya, "Gadis itu .... Mereka pasti mengincar lembaran kitab itu."


"Ini sangat gawat," pemuda di samping Mu Fang bersuara pelan. Wajahnya pucat saat dia berkata, "Tidak ada tetua yang dapat dimintai pertolongan. Kita pasti akan mati,"


Dao Fang An tetap tenang dan nampak mengembuskan napas. "Gadis Muda, kau tidak akan mendapatkan apa pun di tempat ini. Jadi sebaiknya kau pergi,"


Salah satu penjahat iblis membentak, "Beraninya kau...!"


"Tahan," Chu Gu Xiang mengangkat tangannya sebagai isyarat. Dia pun menatap Dao Fang An dan mendengus, "Kau menyuruhku pergi? Sepertinya kau belum mengerti maksudku ...."


Suara Chu Gu Xiang berubah dingin dan secara bersamaan-----hawa gelap lagi menakutkan keluar dari tubuhnya. Dia membuat semua murid, termasuk Wang Zhao merasa tertekan.


!!


Para murid Sekte Lautan Awan itu merasakan tekanan yang kuat. Dada mereka bahkan sakit dan tidak sedikit di antara para murid itu yang memuntahkan darah segar. Bahkan, Xiao Shuxiang pun merasakan tekanannya.


Wang Zhao nyaris kehilangan kesadaran andai bahunya tidak dipegang oleh Xiao Shuxiang. Dia menatap pemuda di sampingnya dan tersentak saat darah segar mengalir pada sudut bibir Xiao Shuxiang.


"Tuan Xiao----!" Wang Zhao baru saja akan bicara saat tekanan yang dia rasakan seketika menghilang. Dia pun spontan melihat ke depan karena mengikuti arah pandang Xiao Shuxiang.


Para murid Sekte Lautan Awan yang juga merasakannya. Tekanan yang menyakitkan itu telah menghilang. Hanya saja sepertinya hal tersebut bukan karena Chu Gu Xiang yang telah menarik kembali hawa gelapnya, tetapi karena ada energi spiritual lain yang lebih besar hingga mampu menandingi energi iblis Chu Gu Xiang.


"Wanita Iblis!" Zhao Lu Si yang berada di antara para murid nampak berseru, "Kau pikir dengan ketidak-hadiran para Tetua hingga kau bisa bertindak seenaknya di sekte ini, hah?! Shizun-ku ada di sini. Kau pasti tidak akan selamat!"


Chu Gu Xiang menatap gadis yang barusan bicara itu sebelum pandangan matanya kembali teralih pada Tua Bangka yang memegang sapu di hadapannya.


Chu Gu Xiang tersenyum, "Jadi begitu .... Orang ini pasti Tetua Besar Dao. Sosok yang pernah menggerakkan dunia. Aku sangat tersanjung karena bisa melihat orang sehebat dirimu secara langsung."


Chu Gu Xiang mengambil sehelai rambut dari pipinya dan dengan pelan berkata, "Aku sebelumnya sudah sangat sombong karena menindas murid sekte ini. Maaf jika aku menyinggung perasaan Tetua Besar Dao."


!!


Sebagian besar murid Sekte Lautan Awan terkejut dengan ucapan Chu Gu Xiang. Mereka langsung memandang ke arah Dao Fang An yang masih berdiri tenang sambil memegang sapunya.


"Tetua Besar Dao...?"


"Tetua Besar? Apa maksudnya itu..?"

__ADS_1


"Tadi aku juga mendengar kata seperti 'Menggerakkan Dunia'. Sebenarnya apa yang dikatakan wanita iblis itu?"


Terlalu banyak suara yang didengar oleh Dao Fang An, tetapi ekspresinya sama sekali tidak berubah. Dia terus menatap Chu Gu Xiang dan mulai bersuara, "Jika Nona sudah tahu, bukankah itu berarti Nona harus segera pergi? Jika tetap nekat bertarung. Aku khawatir korban tidak hanya berjatuhan di pihak kami, tapi juga dipihak Nona. Aku sendiri.... Tidak bisa menjamin berapa banyak kerugian yang akan Nona terima,"


Chu Gu Xiang tahu bahwa situasi yang sekarang tidak baik baginya. Namun dia banyak akal. Segera dengan cepat nada suaranya berubah. "Aku terlalu sembrono, kuharap Tetua Besar Dao bermurah hati. Tujuanku kemari sebenarnya tidak untuk bertarung, tetapi bersaing keterampilan dengan para murid berbakat di sekte ini. Hanya saja beberapa anggota keluargaku ini terlalu bersemangat. Aku masih muda dan gagal mengendalikan mereka,"


Chu Gu Xiang tersenyum, "Untuk ucapan tentang kami mengincar sesuatu di sini .... Tetua Besar Dao tidak perlu terlalu memikirkannya. Itu semua .... Hanya pancingan."


Melihat Dao Fang An akan bersuara membuat Chu Gu Xiang langsung menyela, kali ini tatapan mata dan nada suaranya begitu dingin. "Kau pikir aku akan mengatakan semua itu?"


Dao Fang An dan para murid Sekte Lautan Awan yang lainnya tersentak. Padahal sebelumnya mereka yakin bahwa Chu Gu Xiang baru saja bicara ramah, namun entah kenapa ucapan tersebut berubah dingin dan menakutkan.


Chu Gu Xiang mengambil tiga langkah dan membelai pelan rambutnya, dia menatap merendahkan ke arah Dao Fang An. "Tetua Besar Dao yang dikatakan pernah menggerakkan dunia. Kau pikir aku akan takut denganmu? Tidak perlu mengingatkanku tentang kerugian yang akan dialami jika kita nekat bertarung, karena itu sudah jelas jawabannya. Aku bisa saja kehilangan para bawahanku ini, tapi sektemu akan kehilangan banyak bibit berbakat. Selagi aku masih bicara dengan sopan, alangkah baiknya bila kalian sendiri yang menyerahkan potongan dari Kitab Pembunuh Matahari."


!!


Sebagian besar murid Sekte Lautan Awan terkejut, tidak terkecuali mereka yang berasal dari Alam Kultivasi Bawah.


Chu Gu Xiang baru akan bicara lagi saat dia mengerutkan kening dan langsung menoleh. Dia mendengar gumaman Fu Tou dan menyaksikan pria berbadan kekar itu hanya memandang lurus ke depan, bahkan tanpa berkedip.


"Ca-Cantik ...." Fu Tou memang sedang terpesona, dia jarang sekali seperti ini.


"Cantik sekali ...."


Chu Gu Xiang mengerutkan kening dan nampak kesal. Bukan hanya Fu Tou, tapi juga para bawahannya yang lain. Fu Tou dan yang lainnya telah terpesona pada kecantikan seorang gadis berambut putih meski sosok itu tengah memakai cadar yang tipis.


Para penjahat iblis itu memang terpikat dengan gadis yang berdiri tenang di antara para murid Sekte Lautan Awan. Sosok tersebut tidak lain adalah Ling Qing Zhu. Sikap mereka yang seperti itu jelas terlihat di mata seorang Xiao Shuxiang.


"Wang Zhao..." Xiao Shuxiang berujar pelan, dia menatap ke arah tangan kiri Wang Zhao yang memegang sebuah pedang kayu. Nada suaranya datar, "Kau ternyata tidak lagi kesusahan dalam membawanya,"


"Mn? Tuan Xiao---" baru saja Wang Zhao hendak bertanya saat mendengar seruan dari Chu Gu Xiang yang memarahi para bawahannya.


"Untuk apa kalian memperhatikannya?! Kalian hanya perlu memperhatikan aku!" Chu Gu Xiang jelas memarahi Fu Tou dan para penjahat iblis yang lain. Dia paling tidak suka saat ada kecantikan yang lebih menarik dibandingkan dirinya.


Baru saja akan memberi pelajaran pada para anggotanya sendiri saat sesuatu melesat dan menciptakan debaman keras hingga mampu membuat tanah bergetar. Chu Gu Xiang dan semua orang terkejut bukan main. Mereka langsung mengarahkan pandangan pada satu titik.


Tepat di tengah-tengah mereka telah tertancap sebuah pedang kayu yang besar. Wang Zhao yang menyaksikan itu nampak terbelalak, dia sampai menahan napas karena pedang yang sebelumnya berada di tangannya telah direbut dan dilempar hingga memicu perhatian banyak orang. Dia sampai tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Semuanya berlangsung hanya dalam sekali kedipan mata.


"Berani sekali .... Kalian memberi tatapan itu pada Kucing Putihku."


!!


Dao Fang An terkejut dan sontak menoleh. Dia dan para murid Sekte Lautan Awan mendengar suara yang begitu dingin. Chu Gu Xiang, Fu Tou dan para penjahat iblis yang lain juga nampak mengalami rasa terkejut yang sama.


Seluruh mata kini memandang pada sosok yang berjalan tenang dan telah merebut semua perhatian di tempat ini secara mengejutkan.


******

__ADS_1


__ADS_2