![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Yang masih penakut meski sudah sangat kuat mungkin adalah Bocah Pengemis Gila. Pria itu berjalan sendirian sambil memeluk erat tongkat bambunya. Bahkan dia sama sekali tidak tenang walau sudah ditemani oleh kupu-kupu milik Xiao Shuxiang.
"Aku benar-benar takut, aku takut sekali." suara Bocah Pengemis Gila terdengar gemetar, "Ke-kenapa aku harus ada di tempat ini dan sendirian? Bukankah lebih baik aku bersama dengan Lan'Er Gege?"
Bocah Pengemis Gila menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mendesah, "Kenapa aku bisa lupa. Lan'Er Gege harusnya bersamaku, kenapa aku membiarkannya bersama pria berwajah manis dan memikat itu? Ba-bagaimana jika Lan'Er Gege dan Hu Li-!!"
Bocah Pengemis Gila berwajah pucat saat bayangan aneh dan tidak senonoh muncul di kepalanya. Dia menggeleng dan berusaha menghapus bayangan itu.
"Tidak, tidak mungkin. Lan'Er Gege-ku tidak mungkin orang yang seperti itu. Semanis dan se-mempesona apa pun wajah Hu Li, dia tidak akan mungkin terpengaruh. Lan'Er Gege bukan pria semesum itu, tapi ..."
Bocah Pengemis Gila menggigit kuku jarinya dan berkedip beberapa kali, "Hu Li adalah Demonic Beast Rubah Salju, kan? Xiao Shuxiang juga pernah mengatakan bahwa dia bisa menjadi perempuan. Aku percaya Lan'Er Gege pria normal, tapi di depan pesona Demonic Beast itu .... Siapa pun pasti akan terpengaruh,"
Pikiran Bocah Pengemis Gila sudah ke mana-mana. Dia baru saja akan berbalik dan pergi ke tempat Lan Guan Zhi ketika tanah yang dipijaknya bergetar.
Bocah Pengemis Gila tersentak dan spontan menengadah, ekspresinya berubah serius. "Ini bukan pertarunganku sebenarnya ... Tapi mari melihat situasi lebih dahulu,"
Bocah Pengemis Gila mulai menarik napas. Dia menggunakan Teknik Pernapasan Udara yang mampu membuat dirinya berlari dengan kencang.
Tongkat bambunya terayun dan dia menggunakannya untuk menyerang mayat-mayat hidup yang terlihat. Dia bahkan mendahului kupu-kupu Xiao Shuxiang dengan kecepatannya yang luar biasa itu.
Ini seharusnya bukan lagi masalah untuk orang sepertinya, Bocah Pengemis Gila tahu diri tentang hal itu dan karenanya dia selalu menahan kekuatan.
Dia juga berusaha menarik diri dari dunia yang masih mementingkan posisi dari menjadi yang terkuat. Dia sama sekali tidak tertarik mencapai puncak kejayaan karena itu adalah masa lalu untuknya.
Saat ini, dia ingin menikmati hidup saja. Bersenang-senang seperti yang selalu dia lakukan sambil setia menyaksikan perjalanan hidup dari Xiao Shuxiang.
Sejujurnya Bocah Pengemis Gila tertarik dengan sosok yang mempesona itu. Xiao Shuxiang mempunyai identitas yang tidak biasa dan gelarnya sebagai Sang Bintang Penghancur begitu terkenal.
Belum lagi fakta bahwa pemuda itu sudah mengalami banyak reinkarnasi dan identitas aslinya bahkan lebih mengejutkan lagi.
Perjalanan hidup Xiao Shuxiang menarik untuk diikuti, bahkan Bocah Pengemis Gila mengalami banyak hal baru karena pemuda itu. Masalah memang datang dan selalu beriringan, tetapi langit seolah punya rencana tidak terduga dan bahkan Xiao Shuxiang pun menyelesaikannya dengan begitu mengagumkan.
Bocah Pengemis Gila ingin melihat sejauh mana Xiao Shuxiang berkembang dan merasa penasaran dengan tindakan terakhir yang akan dilakukan oleh pemuda itu. Namun tentu saja, dia tidak boleh terlalu ikut campur dalam takdir yang digariskan langit ini.
Bocah Pengemis Gila melihat ada tangga di hadapannya, dia tanpa ragu menapak dan kemudian berlari menaiki tangga tersebut. Dia merupakan orang pertama yang menemukan tangga untuk naik dan menjadi selangkah lebih dekat menuju Istana Teratai Hitam.
*
*
Xiao Shuxiang terlihat menendang salah seorang mayat dan kemudian menusuk punggung makhluk itu dengan pedang miliknya.
Dia melesat dan menggunakan tangan kanannya untuk menangkap kepala mayat lainnya dan membenturkan monster itu ke dinding sebelum menusuknya. Tindakannya membuat mayat itu menjadi tulang-belulang.
Kupu-kupu bersayap putih milik Xiao Shuxiang kembali terbang dan lantas menerangi setiap jalan yang dilalui oleh pemuda mempesona itu. Xiao Shuxiang mempercepat langkahnya dan dia pun melihat jalan yang berliku.
Ada tangga di hadapan Xiao Shuxiang dan suara cekikikan terdengar. Dia pun memegang kuat pedang miliknya dan terlihat sosok monster dengan tubuh yang kurus.
Makhluk di depan Xiao Shuxiang nampak seperti wanita, dia adalah monster yang berjalan dengan tangan dan kakinya. Hal mengerikan tentangnya ialah kepala makhluk itu dalam keadaan terbalik dan dia mempunyai gigi yang seperti milik hewan buas.
Xiao Shuxiang bersuara tanpa nada, "Apa kau bisa bicara?"
Makhluk itu cekikikan kembali dan lantas membuka mulutnya dengan lebar. Ada banyak jarum yang melesat keluar dari mulut mayat tersebut dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
Dengan sekali kibasan tangan, sebuah Cermin Pemindah dengan cepat terbentuk di udara dan jarum-jarum itu melesat ke dalamnya. Cermin Pemindah lain terbentuk, tepat di atas makhluk itu dan semburan jarum keluar darinya.
Xiao Shuxiang membalikkan serangan lawan dan tindakannya tepat sasaran. Dia tidak menunggu monster itu dan kembali melesat dengan Yīng xióng di tangan kanannya.
__ADS_1
Sekali serangan, Xiao Shuxiang menusuk punggung mayat tersebut dan kemudian melesat menaiki tangga. Dia sedang tidak ingin menghibur dirinya dengan organ dalam saat ini, sejujurnya dia lebih suka bermain dengan organ dalam manusia yang hidup daripada mayat.
Baru saja akan memikirkan langkah yang akan dia lakukan berikutnya---kaki Xiao Shuxiang mendadak menginjak tanah yang rapuh dan dia terperosok ke dalamnya.
!!
Kupu-kupu bersayap putih itu juga ikut turun mengikuti tuan mereka. Xiao Shuxiang menggunakan energi spiritual miliknya dan mengendalikan kaki untuk menapak dengan posisi yang tepat.
Dia mengembuskan napas dan melihat ke atas sebelum mulai mengedarkan pandangannya. Dia tidak tahu tempat ini dan memang ini bukan tempatnya berada tadi.
Xiao Shuxiang berdecak kesal dan terlihat mengumpat. Dia baru akan melesat naik kembali ketika mendengar suara aneh yang membuat keningnya mengerut.
Ini bukan suara mayat hidup, tetapi lebih tepat disebut suara rantai. Dia berkedip dan memutuskan untuk mencari tahu asal dari suara ini.
Xiao Shuxiang berjalan dengan ditemani oleh kupu-kupu miliknya. Semakin lama berjalan, dia mendengar suara itu kian jelas. Dirinya tersentak saat melihat ada pintu besar yang tidak jauh di depannya.
Dia yakin itu memang pintu karena tiga ekor serangga miliknya terbang lebih dahulu dan menerangi tempat tersebut. Dia pun mengayunkan pedangnya dan sebuah serangan melesat ke arah pintu itu, membuatnya meledak.
Xiao Shuxiang melangkah dan tidak berlangsung lama sampai suara lain terdengar. Dia mengerutkan kening dan ketika berjalan memasuki ruangan itu---udara panas langsung memenuhi tubuhnya.
Dia berada di dalam gua batu yang besar, terlihat danau yang dipenuhi kobaran api dengan sebuah platform batu yang ada di tengah-tengahnya. Cairan lahar panas nampak beriak, bergemuruh dan seakan siap melelehkan siapa pun menjadi tidak bersisa.
Ada enam pilar di atas platform kayu itu, terdapat rantai yang terhubung pada pilar tersebut dan ujung dari rantai itu sedang terikat pada kedua tangan serta kaki seseorang.
Xiao Shuxiang mengambil langkah untuk mendekat. Hawa panas yang ada di sekitarnya sama sekali tidak menjadi masalah. Bahkan ekspresi wajahnya pun tidak banyak berubah. Dia terus berjalan dan berhenti ketika hampir tiba di ujung danau lahar.
Seorang wanita. Sosok yang sedang dirantai itu adalah perempuan yang entah mempunyai kesalahan apa. Xiao Shuxiang memperhatikannya baik-baik dan seperti pernah melihat orang ini di suatu tempat.
Sebuah ingatan mulai terlintas di kepala Xiao Shuxiang dan membuatnya sadar, sosok yang dia lihat ini adalah salah satu anggota Sekte Lembah Iblis yang pernah mencari masalah di Sekte Lautan Awan, Chu Gu Xiang.
"Hmph, kupikir dia sudah mati." Xiao Shuxiang memperhatikan Chu Gu Xiang dari kejauhan. Wanita itu sepertinya tidak sadarkan diri, kemungkinan besar dia bahkan tidak mendengar suara ledakan dari pintu yang terkena serangan Yīng xióng sebelumnya.
Ada rantai yang melilit pergelangan tangan dan kakinya sampai terlihat bekas merah-kehitaman dan bahkan masih mengeluarkan darah segar.
Kulit kaki dan pahanya yang begitu putih kini di penuhi oleh bekas cambukan yang dalam. Beberapa bagian bahkan membuat kulitnya terkoyak hingga terlihat tulang dari Chu Gu Xiang.
Jangan ditanyakan tentang lutut gadis itu, Xiao Shuxiang bahkan tanpa sadar menahan napas saat mengetahui lutut Chu Gu Xiang sudah hancur entah karena siksaan apa.
Tidak perlu dijelaskan bagaimana kondisi bagian tubuh atas gadis tersebut, Xiao Shuxiang sampai memalingkan wajahnya untuk sesaat dengan kedua tangan yang terkepal kuat.
Punggung Chu Gu Xiang juga dipenuhi oleh bekas cambukan. Wajah gadis itu pucat dan ada bekas carakan yang dalam pada pipi kanannya.
Bibirnya kering dan keringat yang mengucur di seluruh tubuhnya semakin menambah rasa perih dari luka-lukanya ini, belum lagi rasa panas yang mampu menembus tulang. Satu-satunya harapan saat ini mungkin hanya kematian saja.
Walau tidak dicambuk lagi, bukan berarti rasa sakit Chu Gu Xiang mereda. Kedua lututnya hancur dan dia dipaksa berdiri oleh rantai-rantai yang panas ini. Dirinya bahkan kesulitan untuk membuka mata.
Xiao Shuxiang menarik napas dan tanpa ekspresi mulai menghentakkan kakinya. Dia melayang dan mendarat tepat di tanah platform batu, tempat Chu Gu Xiang berada.
Gadis yang sebenarnya cantik itu masih hidup, hanya saja dalam kondisi yang bisa dibilang 'sekarat'. Bulu mata Chu Gu Xiang bergetar saat terbuka, dia tidak tahu tapi merasakan ada hawa dingin yang tiba-tiba datang di hadapannya.
Mata Chu Gu Xiang terbuka, dibalik buramnya pandangan ... Dia masih bisa melihat bahwa ada orang yang berdiri di depannya. Hanya saja ini bukan monster gila yang selalu mencambuknya hingga puas setiap harinya itu.
"Sangat menyedihkan ..."
Suara berat dan tanpa nada itu terdengar. Kening Chu Gu Xiang sedikir mengerut dan pandangan matanya masih buram. Dia tidak bisa mendengar jelas, namun dia tahu sosok yang bicara ini adalah laki-laki.
"Aku sedang mencari jalan ke atas, ingin pergi ke Istana Taratai Hitam, tapi malah terperosok jatuh dan berakhir di sini. Aku bahkan harus bertemu denganmu. Apa aku harus menyebut ini kesialanku atau keberuntungan untukmu?"
__ADS_1
"Si ... Siapa ...?" semakin lama mendengar suara pria ini membuat Chu Gu Xiang merasa sangat familier. Dia merasa pernah mendengarnya di suatu tempat.
Chu Gu Xiang memejamkan mata sebelum muntah darah. Pandangan matanya berangsur-angsur jelas dan ketika dirinya benar-benar bisa melihat lagi---Dia begitu terkejut menyaksikan sosok di depannya.
"Ka-Kau ..."
"Benar, ini aku. Kenapa? Baru pertama melihat pria yang tampan?"
Chu Gu Xiang merasakan sakit di dadanya. Jika saja dia dalam kondisi seperti biasa, maka sudah pasti dirinya akan mengumpati pemuda ini.
Hanya saja keadaan sudah berbeda, dia terlalu lelah untuk mendebat pemuda yang menyebalkan ini. Sejujurnya, dia hanya ingin terbebaskan dari rasa sakit yang tidak tertahankan ini.
"Kau tidak menanyakan kenapa aku ada di sini?" Xiao Shuxiang buka suara karena gadis di depannya tidak bicara lagi.
Chu Gu Xiang terbatuk darah, dia terlihat menahan diri untuk tidak berteriak keras. Jika dia sedang terjaga seperti ini, maka rasa sakit di seluruh tubuhnya menjadi berkali-kali lipat.
"Kau sepertinya tidak bisa banyak bicara," Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan lantas tersenyum, "Apakah rasanya sangat sakit?"
"Kau mau mencobanya?" Chu Gu Xiang menatap tajam pemuda di depannya sebelum kembali memuntahkan darah.
Xiao Shuxiang mendengus, "Aku tidak suka berada di posisimu, tapi aku senang melihat kau begitu kesakitan. Apa yang ingin kukatakan yah ... Ah! Benar. Kau mungkin sekarang sudah merasakan apa yang pernah kau perbuat kepada orang lain,"
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekitaran dan kemudian tersenyum. Dia pun berkata, "Karma memang ada. Jika tidak mendapatkannya saat berbuat kesalahan, maka pasti akan didapatkan di masa depan. Aku sama sekali tidak heran kau bisa sampai di titik seperti ini dan kupikir yang kau dapatkan lumayan layak,"
Bibir Chu Gu Xiang bergetar saat terbuka. Suaranya lemah, namun dia berusaha untuk bicara. Dia menatap pemuda di depannya dan berkata, "Oh ... Memang sangat bagus. Apa kau juga ingin membalasku? Bagaimana ... Jika kau lakukan saja dan habisi aku sekarang."
"Dan membuatmu bebas dari rasa sakit dan penderitaan yang kau rasakan?" Xiao Shuxiang berkedip dan dengan polos berkata, "Nona Cantik. Aku tidak sebaik itu. Kau ... Tetap di sini dan nikmati saja setiap detik dari napasmu--"
Xiao Shuxiang baru akan meledek Chu Gu Xiang saat sebuah sambaran datang dari arah belakang tubuhnya. Beruntung dia menyadari hal tersebut dan langsung berbalik dengan ayunan pedang yang kuat.
Serangan dari senjata Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan sambaran kuat itu. Ledakan di udara tercipta dan memprovokasi danau lahar hingga beberapa mulai menyembur dengan kuat.
Xiao Shuxiang mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya untuk menghisap semburan lahar yang hampir mengenai dirinya itu. Dia pun melihat ke arah lawan yang sebelumnya dan mengeluarkan cermin yang lain.
Lawan Xiao Shuxiang adalah mayat hidup berwujud wanita dengan salah satu kakinya menghadap ke belakang. Makhluk itu menyeramkan dengan mata merah dan gigi yang tajam.
Di tangan makhluk itu ada cambuk yang terus dipegang dengan kuat. Monster itu menggesek-gesekkan giginya hingga terdengar suara yang memekakkan telinga.
Xiao Shuxiang bertanya pada Chu Gu Xiang tanpa menoleh ke arah gadis itu, dia berkata. "Apa wanita seksi itu yang sudah melukaimu?"
Seksi? Monster yang organ perutnya mencuat keluar dan dadanya dipenuhi tulang itu dibilang seksi? Apa mata pemuda ini sudah rabun?!
Jika saja Chu Gu Xiang bisa berbicara lebih banyak, maka pasti Xiao Shuxiang sudah banyak menerima umpatan dari dirinya. Sayang sekali dia tidak mampu melakukannnya di kondisi seperti ini.
Chu Gu Xiang kembali memuntahkan darah dan ini sudah menjadi jawaban bagi Xiao Shuxiang. Pemuda itu pun melihat monster wanita tersebut melesat sambil mengayunkan cambuk miliknya.
Suara sambaran terdengar, di waktu yang bersamaan rantai pada tangan Chu Gu Xiang terputus dan membuat gadis itu mengerang kesakitan.
Xiao Shuxiang mengayunkan pedang miliknya dan menyerang salah satu rantai di pilar, dia menangkap benda yang panas itu dan mengayunkannya seperti cambuk.
Benturan terjadi pada kedua senjata itu, namun Xiao Shuxiang-lah yang unggul sebab dia juga mengeluarkan Cermin Pemindah, tepat di belakang tubuh lawannya.
Xiao Shuxiang melesatkan serangan dari pedang pusakanya ke cermin yang lain dan serangan itu muncul tepat di belakang tubuh monster wanita tersebut hingga membuatnya terlempar ke depan.
Tanpa penundaan, Xiao Shuxiang melesatkan rantai yang dipegangnya dan melilit tubuh monster wanita itu. Dia pun membuatnya terjatuh ke dalam sungai yang dipenuhi lahar.
!!!
__ADS_1
Berikutnya adalah ledakan lahar yang dahsyat dan menghancurkan seluruh platform batu termasuk keenam pilarnya. Sosok Xiao Shuxiang dan Chu Gu Xiang pun bahkan tidak terlihat lagi.
******