KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
217 - Duan Wenyang


__ADS_3

Xiao Shuxiang tidak mengetahui siapa Duan Wenyang. Mungkin saja, sosok di hadapannya merupakan seorang legenda di masa lalu. Sosok ini telah ada sejak ratusan ribu tahun dan dia sendiri tidak mungkin hidup selama itu. Bahkan bila harus menghitung berapa banyak tahun dalam semua reinkarnasinya.


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan lalu menyatukan kedua tangannya, dia pun berkata. "Yang awam ini meminta maaf karena tidak mengetahui kebesaran dari nama Guru Agung,"


Tidak akan pernah terpikirkan oleh Xiao Shuxiang sendiri bahwa dia akan dengan mudah memberi hormat, termasuk bicara sopan kepada orang lain. Tindakan yang seperti ini darinya bahkan bisa dihitung dengan jari.


Duan Wenyang tersenyum tipis melihat penghormatan yang diberikan oleh sosok pemuda di hadapannya. Dia sendiri merupakan seorang praktisi dan legenda dalam dunia kultivasi.


Duan Wenyang mempunyai masa jaya yang luar biasa hebat. Tidak ada yang tidak mengenal nama besarnya. Namun memang, zaman sudah berubah dan sekarang ketenaran namanya pun memudar. Hanya mereka yang berusia setua Bocah Pengemis Gila yang mungkin masih mengenal nama ini.


Dua Wenyang mengangguk pelan sebagai tanda bahwa dia menerima penghormatan dari pemuda di depannya. Dia pun memandang lurus ke depan dan berkata, "Yang sederhana ini tidak memiliki banyak waktu. Potongan jiwa ini akan segera menghilang. Anak Muda, dengarkanlah dengan baik."


Xiao Shuxiang sebenarnya ingin bertanya banyak hal. Namun mendengar ucapan itu, dia pun mengurungkan niatnya. Dia sebenarnya sudah menebak bahwa sosok di hadapannya pasti meminta bantuannya untuk melakukan sesuatu.


"Yang sederhana ini pernah melakukan kesalahan yang sangat disesali. Jiwa ini tidak akan mengalami ketenangansebelum membayar kesalahan ini. Hanya saja, yang sederhana ini tidak lagi terikat dalam dunia fana."


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan lalu menyatukan kedua tangannya. Dia pun berkata, "Guru Agung silahkan memberi perintah. Yang awam ini akan mendengarkan,"


"..............." Duan Wenyang melangkah dan kemudian mengulurkan tangan. Dia pun menyentuh kepala Xiao Shuxiang yang membuat pemuda itu tersentak.


!!


Xiao Shuxiang spontan memejamkan mata. Dia sebenarnya sangat gugup, khawatir jika keselamatannya berada dalam bahaya. Dia hanya berusaha bersikap baik agar semua ini cepat selesai dan dirinya bisa kembali ke tempat semula, keluar dari alam yang aneh ini.


"Yang sederhana ini tidak memiliki cukup kekuatan jiwa. Tidak bisa menurunkan kemampuan dan teknik apa pun padamu. Yang sederhana ini hanya bisa membagi pemahaman yang bisa kau gunakan untuk memusnahkan kegelisahan yang merundung jiwa tua ini,"


"Saat menuliskan kitab itu. Yang sederhana ini memberikan sedikit bagian dari jiwanya agar kitab itu tidak akan pernah bisa dihancurkan, bahkan oleh waktu. Yang sederhana ini sangat menyesalinya,"


"Kau mendapatkan satu bagian dari kitab itu dan kau sendiri memiliki hati muridku. Sudah sangat lama yang sederhana ini diselimuti penyesalan dan kesedihan, kini jiwa tua ini bisa kembali tenang. Terima kasih,"


Xiao Shuxiang masih merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kepalanya dan hal yang sama pun mengalir di dalam darahnya.


Perasaan ini membuat pikirannya tenang, hatinya bahkan terasa hangat. Kitab yang dikatakan Guru Agung Duan Wenyang ini kemungkinan besar merupakan Kitab Pembunuh Matahari, dan Xiao Shuxiang mendapatkan pemahaman untuk memusnahkan kitab itu.


Xiao Shuxiang perlahan mulai membuka mata dan terkejut dengan keadaan di sekitarnya yang sudah berubah. Dia telah kembali ke tempat yang gelap dan penuh aroma herbal. Ini merupakan periuk yang sebelumnya.


Dinding dalam periuk ini masih memiliki ukiran kuno, hanya saja cahayanya telah berubah menjadi merah gelap. Xiao Shuxiang melihat ukiran itu bergerak dan melayang di sekitarnya.


!!

__ADS_1


Ukiran kuno itu berkumpul di satu titik, tepat di depan Xiao Shuxiang dan lalu memadat. Ia membentuk benda yang tidak lain adalah satu bab penuh dari bagian Kitab Pembunuh Matahari.


Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan meraihnya. Dia membaca tulisan paling awal yang rupanya membahas tentang, 'Penyembuhan Agung'. Ini adalah sebuah keberuntungan besar dari banyaknya kesulitan yang dia alami.


"..............." Xiao Shuxiang menelan ludah. Dia berkedip dan berusaha mencerna situasinya saat ini. Dia nampak sedang berpikir.


Tidak perlu dikatakan lagi, Xiao Shuxiang sangat yakin bahwa Guru Agung Duan Wenyang itu adalah sosok yang telah menulis Kitab Pembunuh Matahari. Ini berarti bahwa Duan Wenyang merupakan Shizun dari Bocah Pengemis Gila.


Meskipun Xiao Shuxiang sendiri memiliki pertanyaan tentang beberapa hal. Salah satunya adalah bahwa Guru Agung Duan Wenyang menyebutkan bahwa dia adalah muridnya, padahal selama ini-----Xiao Shuxiang yakin bahwa di masa lalu dia tidak pernah diangkat menjadi murid oleh siapa pun.


Pertanyaan lainnya adalah terkait dengan ucapan Guru Agung Duan Wenyang yang berkata bahwa dia memiliki hati murid sosok itu. Xiao Shuxiang sama sekali tidak memahami hal ini.


Ada kemungkinan Guru Agung Duan Wenyang salah mengira bahwa dia adalah orang lain. Mungkin saja, karena jiwa sosok itu sudah sangat melemah hingga bisa salah mengenali orang. Xiao Shuxiang akan menganggap ini adalah jawaban yang benar, daripada terlalu banyak memikirkannya.


"Penyembuhan Agung ...." Xiao Shuxiang bergumam sambil memperhatikan benda di tangannya.


"Dia memang tidak mewariskan jurus hebat apa pun padaku, tapi pemahaman untuk menghancurkan benda ini justru membuat hatiku sangat tenang. Benar-benar tenang .... Aku bahkan merasa bahwa tubuhku sangat ringan,"


Xiao Shuxiang menarik napas pelan dan tiba-tiba tersentak saat menyadari ada perubahan lain dalam dirinya. "Ini .... Waah..! Bagaimana aku bisa tiba-tiba mengingat Sutra Pengendalian Jiwa?! Tunggu..!"


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Wajahnya memperlihatkan ekspresi yang seakan tidak menduga hal ini bisa terjadi. Ekspresinya tidak bisa menyembunyikan kesenangan.


"Ini ... Otakku tiba-tiba saja jadi encer. Waah..! Rasanya seperti aku berubah menjadi orang pintar. Aku benar-benar bisa mengingat Sutra Pengendalian Jiwa," Xiao Shuxiang syok dengan bakatnya sendiri.


"Bocah Berandalan..! Apa kau sudah menyelesaikannya?!"


Xiao Shuxiang tersentak mendengar seruan dari Tetua Meng Hao Niang. Dia pun memasukkan benda di tangannya ke dalam Cincin Spasial dan lalu melesat keluar dari periuk.


Di luar, Tetua Meng Hao Niang nampak berdiri dengan wajah yang terlihat agak buruk. Dia pun bersuara ketus, "Apa yang sedang kau lakukan di dalam sana? Aku terus memanggilmu sejak tadi. Apa kau tidur?!"


Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian mengerutkan keningnya. Dia pun berkata, "Tetua Meng. Bukankah ini semua karena ulahmu? Kau kan yang sudah membuatku harus mengalami hal aneh semacam itu?"


"Apa maksudmu?"


Xiao Shuxiang berkedip. Dia melihat raut wajah Tetua Meng Hao Niang yang sepertinya tidak mengetahui apa-apa. Dia tanpa sadar berkata, "Ka-kau tidak tahu?"


"Apa yang harus aku tahu?"


Xiao Shuxiang memperhatikan Tetua Meng Hao Niang dengan saksama dan memang tidak terlihat bahwa wanita ini yang membuatnya mengalami kejadian aneh seperti tadi.

__ADS_1


Xiao Shuxiang membatin, "Sepertinya Tetua Meng juga tidak tahu dengan ukiran yang ada di dalam periuk miliknya--"


"Kau sebenarnya kenapa?" Tetua Meng Hao Niang mengerutkan kening. Dia memperhatikan pemuda di hadapannya.


Xiao Shuxiang terbatuk dan kemudian berkata, "Debu di dalam benda keramat milikmu sangat tebal dan aroma herbal yang masih ada sangat menyakiti penciumanku. Kau pasti sengaja melakukannya, kan?"


Tetua Meng Hao Niang mendengus, "Melihat keadaanmu .... Sepertinya kau tadi pingsan di dalam sana. Jadi apa semuanya sudah bersih?"


"Tinggal mengeluarkan sisa kotorannya, aku akan lakukan." Xiao Shuxiang berujar sambil terlihat ogah-ogahan. Dia pun melesat dan masuk ke kembali ke dalam periuk.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Melihat reaksi Tetua Meng Hao Niang membuatnya merasa bahwa wanita itu memang tidak terlibat. Ada kemungkinan Tetua Meng Hao Niang bahkan tidak mengetahui tentang Guru Agung Duan Wenyang dan bagian dari Kitab Kuno yang ternyata adalah ukiran di dalam periuk besar ini.


Xiao Shuxiang melakukan tugasnya dengan baik dan ketika selesai----di saat yang sama Zhang Xiao Lian datang mengunjungi Tetua Meng Hao Niang.


"..............."


Xiao Shuxiang tahu Zhang Xiao Lian. Dia adalah murid dari Tetua Jiao Feng dan merupakan gadis yang selalu berpakaian putih dengan ekspresi wajah sedingin Ling Qing Zhu.


"..............."


Untuk Zhang Xiao Lian sendiri, dia juga mengetahui Xiao Shuxiang. Pemuda itu merupakan pelayan yang justru menjadi wali dari Tetua Besar Dao Fang An.


Xiao Shuxiang menghampiri Tetua Meng Hao Niang dan kemudian berkata, "Aku sudah selesai dengan tugasku. Dan kau sepertinya juga punya tamu. Jadi, jika tidak ada lagi yang kau inginkan. Maka--"


"Aku masih butuh bantuan," Tetua Meng Hao Niang menyela dan membuat Xiao Shuxiang langsung mengeluh.


"Tetua Meng--"


"Xiao Lian akan belajar meracik pil. Kau bantu dia menyiapkan bahan-bahannya,"


"Apa?!" Xiao Shuxiang tersentak dan lalu menatap gadis cantik yang sejak tadi hanya memasang ekspresi bagai gunung es beku. Perasaan Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menjadi tidak enak.


"Ini ...." Xiao Shuxiang mengusap-usap tengkuknya, "Apa tidak bisa orang lain saja? Aku sudah membersihkan periuk milikmu dan keadaanku sekarang begitu kotor. Nona yang cantik ini kemungkinan akan merasa tidak nyaman,"


Tetua Meng Hao Niang berkata, "Tidak masalah. Lagipula kau hanya bau herbal. Itu tidak akan menganggu. Benar, kan?"


Zhang Xiao Lian menatap Tetua Meng Hao Niang saat wanita itu meminta pendapatnya. Dia pun mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang dan lalu mengangguk pelan. Pertanda bahwa dia bisa menerima kondisi pemuda ini.


Xiao Shuxiang tersenyum pahit. Dia sebenarnya ingin segera pergi ke kamarnya dan melihat bagian dari Kitab Pembunuh Matahari yang baru saja dia dapatkan. Dia juga ingin segera menemui Bocah Pengemis Gila untuk membahas sesuatu, tetapi Tetua Meng Hao Niang memberinya tugas yang lain lagi.

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Baiklah. Ini tidak masalah. Tidak ada ruginya berada di sekitar alkemis. Aku mungkin bisa mempelajari sesuatu yang lain,"


******


__ADS_2