KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
232 - Sekte Lautan Awan (3)


__ADS_3

Setelah hujan asam berapi dan kepulan awan tebal di atas sana tidak lagi terlihat, segel penghalang yang dibuat oleh Tetua Xie Yanran mulai menghilang perlahan.


Tetua dari Gunung Puncak Zhang itu mengembuskan napas dan kemudian memperhatikan sekelilingnya. Masih banyak pohon dan rumput yang terbakar serta meleleh di sekitarnya, angin yang berhembus pun adalah angin panas.


Tetua Xie Yanran menggunakan energi spiritual untuk memadamkan api di sekitarnya sambil mencari keberadaan Wang Zhao yang sebelumnya mendadak menghilang.


Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen terlihat mengembuskan napas lega sebab hujan asam berapi pun sudah tidak ada lagi. Mereka kaget dan seakan baru menyadari posisi mereka yang saat ini masih berpelukan.


Murid Sekte Lautan Awan yang sejak tadi melindungi Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen memutuskan untuk pergi. Dia sudah gerah melihat kedekatan kedua orang ini dan sudah menahan diri cukup lama.


Di sisi lain, Tetua Dao Fang An juga mulai menarik kembali energi spiritualnya. Raut wajahnya sama sekali tidak baik, bahkan meski hujan asam berapi tidak ada lagi.


"..............."


Tetua Dao Fang An melihat ke sekeliling dan merasa kesulitan menarik napas. Dia tidak menyangka bahwa serangan yang begitu tiba-tiba ini telah merusak hampir keseluruhan tempat di sektenya.


Tidak hanya itu, lebih dari separuh murid Sekte Lautan Awan miliknya tewas tanpa tubuh. Mereka mati dalam kondisi daging yang meleleh dan tulang terbakar. Yang tersisa juga kebanyakan dalam keadaan yang terluka parah.


"Tetua Besar Dao ..." Jian Yang mencoba untuk menenangkan Tetua Dao Fang An, namun dia sendiri tidak tahu harus bicara bagaimana. Dia pun sangat terguncang dengan keadaan ini.


Tetua Dao Fang An menengadah ke langit dan melihat bulan yang seakan hampir kembali keperaduannya. Dia bernapas pelan meski dadanya sesak, "Belum lama sekte ini diserang .... Kini musuh kembali melakukannya ...."


Li Huanshou ingin bersuara, namun dia seketika melihat Tetua Jiao Feng yang berjalan ke arahnya. Pria itu bersama dengan beberapa murid Sekte Lautan Awan.


"Jiao Feng," Tetua Dao Fang An berujar saat Tetua Jiao Feng berada di dekatnya. Dia berkata, "Kumpulkan para murid. Aku ingin melihat mereka semua,"


Tetua Jiao Feng mengangguk dan lantas memberi isyarat kepada murid-muridnya agar membantunya melaksanakan tugas dari Tetua Dao Fang An.


Jian Yang dan Li Huanshou juga ikut membantu. Mereka memadamkan api sambil memanggil para murid yang ditemui untuk berkumpul di tempat Tetua Dao Fang An berada. Jian Yang dan Li Huanshou pun berhati-hati ketika sedang memadamkan api, ini karena masih ada kabut yang mengandung asam dan tentu saja berbahaya.


Di tempat Tetua Dao Fang An, para murid Sekte Lautan Awan mulai berdatangan. Ada yang terlihat membopong temannya dan ada yang dalam kondisi menahan ringisan. Tetua Meng Hao Niang dan Tetua Jing Shang Yu juga terlihat sedang membantu beberapa murid mereka.


Tidak berselang lama, Bocah Pengemis Gila pun juga mulai terlihat dan pria itu sedang bersama dengan Yi Wen. Bahkan tidak jauh di belakang mereka juga ada Yun Qiao Yue, Lan Guan Zhi dan tiga orang murid Sekte Lautan Awan yang lain.


Tetua Liu Lang dan Tetua Wang Jing Li datang beberapa menit setelahnya. Tidak butuh waktu lama juga terlihat Mo Huai yang sedang memapah seorang murid senior dari Sekte Lautan Awan.


"Tuan Muda Lan, ada apa denganmu?!"


"Tuan Muda Lan, Anda terluka?"


Mo Huai yang baru saja tiba nampak tersentak saat mendengar beberapa murid perempuan yang jauh lebih mencemaskan Lan Guan Zhi. Padahal ada banyak orang yang terluka di sini, termasuk murid senior yang dia bawa.


"Tidak masalah," Lan Guan Zhi menjaga suaranya agar tetap tenang meski denyut sakit masih terasa pada tangannya ini.


"Aku .... Aku akan mengobatimu," seorang murid perempuan mengajukan diri untuk membantu Lan Guan Zhi. Dia merupakan murid Sekte Lautan Awan yang cukup tahu tentang ilmu pengobatan.


"Maaf sudah merepotkan," Lan Guan Zhi tidak keberatan sama sekali. Dia melihat bagaimana perban dari kain merah di tangan kanannya perlahan dilepaskan.


"Lan'Er Gege ...." Bocah Pengemis Gila terlihat berwajah pucat. Pria itu tersentak dan merasa kasihan saat menyaksikan kondisi tangan Lan Guan Zhi yang begitu parah. Di satu sisi, dirinya salut karena Lan'Er Gege-nya masih terlihat tenang meski tangan kanan pemuda ini nyaris berubah menjadi tulang-belulang.


Yi Wen pun juga terlihat pucat. Dia tidak pernah menyangka Lan Guan Zhi akan mengalami kondisi semacam ini. Di sisi lain, dia pun mengasihani para murid Sekte Lautan Awan yang kondisinya bahkan lebih buruk lagi.


"..............."

__ADS_1


Di saat Lan Guan Zhi sedang melihat tangan kanannya yang diobati, di waktu yang sama pun terlihat sebuah lesatan pedang terbang yang tidak lain adalah milik Wang Zhao.


Lan Guan Zhi spontan menengadah, dia merasakan kehadiran Xiao Shuxiang dan ternyata benar. Temannya itu menaiki pedang bersama Wang Zhao.


Pedang kayu besar milik Wang Zhao mulai melayang turun. Dia pun mulai melangkah, hendak turun dari pedang kayunya namun justru hal yang tidak terduga terjadi.


Wang Zhao tersandung kakinya sendiri dan lantas terjatuh. Buruknya di malah menabrak Xiao Shuxiang dan membawa pemuda itu jatuh bersamanya.


!!


Semua orang yang melihat kejadian itu, termasuk Lan Guan Zhi sendiri nampak tersentak. Xiao Shuxiang yang menjadi korban pun tidak menyangka bisa dalam kondisi seperti ini.


Wajah Xiao Shuxiang nyaris mencium tanah, namun bukan itu yang terpenting. Kondisinya sekarang terbaring dengan tubuh Wang Zhao menempel erat di punggungnya. Bahkan entah disadari atau tidak kedua tangannya dipegang oleh pemuda di atasnya ini.


Xiao Shuxiang meniup poni depannya dan berujar tertahan, "Luar biasa. Aku yang mengajarimu banyak hal dan bisa dibilang adalah separuh gurumu, tapi kau justru mengambil kesempatan dengan menindihku?!"


Wang Zhao sendiri nampak belum sadar dengan posisi tubuhnya. Dia baru kaget ketika mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan dan berusaha untuk bangun.


"Ma-maafkan aku. Aku tidak sengaja,"


Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao dan langsung merutuk, "Apa kau tidak sadar tubuhmu itu berat? Kau bahkan berani menindih bokongku, dasar anak kurang ajar..! Menyebalkan!"


"Tuan Xiao, a-aku sungguh tidak sengaja." Wang Zhao gugup dan berusaha untuk memberikan penjelasan, "Kakiku tadi tersandung. Aku benar-benar meminta maaf,"


Xiao Shuxiang bangun dan menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor karena debu. Dia berkata, "Hanya anak kecil yang baru belajar berjalan yang kemungkinan besar bisa tersandung kakinya sendiri. Dan meskipun itu terjadi padamu, kau harusnya tidak ikut menjatuhkanku. Kau ini ..."


Xiao Shuxiang kesal sekali, dia berdecak dan berkata. "Aku baru saja ingin tampil begitu mengagumkan dan sangat luar biasa, tapi kau justru mengacaukannya. Haiih ..."


Wang Zhao kembali meminta maaf pada Xiao Shuxiang sebelum memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Dia tersenyum pahit dan agak canggung saat memberi hormat pada Tetua Dao Fang An.


Xiao Shuxiang bisa dikatakan adalah magnet yang mampu menarik perhatian banyak orang dan dapat mempengaruhi siapa pun di sekitarnya. Buktinya yang satu ini, Wang Zhao sebelumnya adalah sosok pemuda yang pendiam dan selalu menjaga citra diri. Wang Zhao selalu bisa bersikap hati-hati, tetapi sekarang entah bagaimana tingkahnya sekarang mulai agak mirip seseorang.


"..............."


Tetua Dao Fang An mengembuskan napas. Karena tingkah Wang Zhao dan Xiao Shuxiang, ketegangan yang dirinya dan beberapa murid Sekte Lautan Awan rasakan kini perlahan memudar.


Bocah Pengemis Gila menggeleng saat mendengar rutukan dari Xiao Shuxiang yang masih berlangsung. Dia pun lantas meledek, "Kau ini seperti perawan yang sedang dilecehkan saja. Dia sudah minta maaf, untuk apa terus menyalahkannya? Bokongmu juga masih ada, kan?"


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar suara menjengkelkan yang tidak asing di telinganya. Dia pun menatap pria yang memegang tongkat bambu itu dan lantas berkata, "Bagus sekali mulutmu itu. Kau ini dari mana saja?! Kenapa kau tidak ikut membantu, huh?! Aku kesusahan untuk melawan musuh yang kuat sendirian, sialan."


Bocah Pengemis Gila tersentak. Dia pun membela dirinya, "Mana aku tahu kau sedang bertarung ...."


"Tsk, apa Mo Huai tidak mencarimu?"


"Sama sekali tidak," Bocah Pengemis Gila menjawab seadaanya dan lalu berkata. "Lagipula meski dicari, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanyalah kultivator pemula,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas saat melihat Bocah Pengemis Gila yang sedang memeluk tongkat bambunya sambil menggelembungkan pipi. Dia pun menggeleng pelan, "Mo Huai ... Ke mana orang itu ...? Aku kan sudah memintanya mencari Bocah Pengemis Gila. Dia ini ..."


Xiao Shuxiang berusaha menenangkan diri. Di sisi lain, Mo Huai yang tahu diri sedang dicari pun nampak berjalan ke depan. Hanya saja memang ekspresi wajahnya memperlihatkan kegugupan yang amat sangat.


Xiao Shuxiang melihat Mo Huai dan langsung membentak, "Bukankah kuminta kau mencari Bocah Pengemis Gila, kenapa kau tidak melakukannya?"


Mo Huai terkejut dan dengan gugup berkata, "Aku ingin pergi. Tapi hujan yang menakutkan mulai turun dan jika bukan karena bantuan Saudara Senior ini, aku mungkin sudah menjadi abu sekarang."

__ADS_1


"Kau jangan menyalahkannya," Bocah Pengemis Gila buka suara, "Lagipula dia pun tidak bersalah sama sekali.."


Xiao Shuxiang baru akan mendebat Bocah Pengemis Gila saat pandangan matanya mengarah pada Lan Guan Zhi. Dia terkejut melihat tangan temannya itu dan segera menghampirinya.


Murid perempuan dari Sekte Lautan Awan yang masih mengobati tangan Lan Guan Zhi nampak merintih karena Xiao Shuxiang langsung duduk dan tiba-tiba saja menubruknya. Dia sampai terjatuh.


"Shuxiang," Lan Guan Zhi tentunya tidak menyangka teman baiknya akan begitu kasar pada nona yang telah sangat baik padanya.


"Apa? Apa yang kulakukan?" suara dan ekspresi Xiao Shuxiang yang polos serta tidak merasa bersalah itu membuat Lan Guan Zhi bernapas pelan.


Gadis yang ditubruk oleh Xiao Shuxiang sendiri nampak cemberut, dia terpaksa menyingkir walau dalam keadaan yang berat hati. Dia ditenangkan oleh beberapa temannya dan sambil menggeleng pelan melihat tingkah Xiao Shuxiang.


"Lan'Er, bagaimana tanganmu bisa menjadi seperti ini? Ini .... Parah sekali," Xiao Shuxiang memegang pelan tangan Lan Guam Zhi dan memperhatikannya dengan saksama.


"Tidak perlu dipikirkan," Lan Guan Zhi bersuara tenang. Ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia pun berkata, "Kau pergi saja dengan Tuan Muda Wang."


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak dan menatap teman baiknya itu. Dia tidak yakin salah dengar.


"Tunggu," Bocah Pengemis Gila syok, "Apa Lan'Er Gege baru saja .... Cemburu?"


"Lan Zhi ...." Xiao Shuxiang menatap horor teman baiknya. Dia belum bertanya saat mendengar Lan Guan Zhi kembali bicara.


"Terlihat kau tidak mencari nona Ling,"


Xiao Shuxiang tersentak dan spontan melihat ke sekitaran. Kucing Putihnya memang tidak dia lihat. Dirinya baru menyadarinya sekarang.


"Di mana Kucing Putihku?" Xiao Shuxiang bertanya dan membuat Yi Wen serta beberapa murid Sekte Lautan Awan mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan sosok yang dimaksudkan.


"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan reaksi teman baiknya dan menggeleng pelan. Dia ingin merutuki Xiao Shuxiang andai dia bisa melakukannya.


Ling Lang Tian pernah bicara dengannya dan menyerahkan tugas menjaga Ling Qing Zhu padanya. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan sepenuhnya karena tugas penjagaan Ling Qing Zhu merupakan tugas dari Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi berperan mengawasi dan membuat hubungan kedua temannya yang telah menjadi suami-istri itu bisa lebih dekat. Hanya saja memang sulit untuk melakukannya, apalagi teman baiknya ini seringkali terlibat masalah.


Di samping itu, Xiao Shuxiang punya kebiasaan aneh yang mana mampu melupakan Ling Qing Zhu saat tidak melihat gadis itu dan akan bersikap manja ketika melihatnya. Lan Guan Zhi yakin akan hal ini karena dia selalu memperhatikan teman baiknya tersebut.


"Kucing Putih? Apa ada yang melihat Kucing Putihku?!" Xiao Shuxiang bertanya tapi para murid Sekte Lautan Awan tidak ada yang melihatnya.


"Aku akan mencarinya," Mo Huai bersuara dan kemudian pergi mencari keberadaan Ling Qing Zhu. Dia dibantu oleh murid-murid Sekte Lautan Awan yang tahu siapa 'Kucing Putih' dari Xiao Shuxiang.


Di sisi lain, Tetua Xie Yanran terlihat menapakkan kakinya. Dia kini telah berada di tempat Tetua Dao Fang An dan memberi hormat pada pria itu.


Tetua Xie Yanran sekilas melihat Wang Zhao dan kali ini menoleh untuk benar-benar memastikan apa yang baru saja dia lihat. Tentu saja, Tetua Xie Yanran terkejut saat menyadari bahwa Wang Zhao tidak hanya sendiri, tetapi juga bersama dengan anak perempuan yang membuat sektenya mengalami kesulitan.


"Wang Zhao!!" Tetua Xie Yanran tiba-tiba saja membentak dan membuat semua orang yang mendengarnya menjadi kaget, termasuk Wang Zhao sendiri.


Xiao Shuxiang pun ikut tersentak. Dia melihat tatapan mata Tetua Xie Yanran yang seperti mengandung amarah. Dia pun melihat bahwa Tetua Xie Yanran tidak hanya menatap Wang Zhao, tetapi juga mengarahkan pandangan yang sama tegasnya pada Hei Lian.


!!


Xiao Shuxiang membeku. Dari yang dia lihat, Tetua Xie Yanran jelas mengetahui tentang identitas anak perempuan yang bersama Wang Zhao sekarang. Ini akan sangat buruk jika Tetua dari Gunung Puncak Zhang itu mengatakan yang sebenarnya, apalagi di hadapan semua orang.


******

__ADS_1


__ADS_2