![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kitab Tanpa Tanding yang diberikan oleh Tetua Chen Duan Shan untuk dipelajari oleh Xiao Shuxiang adalah kitab yang membahas tentang teknik berpedang.
Jurus dalam kitab itu mencakup dua elemen, kecepatan dan perubahan tanpa bentuk. Bila jurus berpedang biasanya berurutan, maka ini adalah jurus yang tidak mudah dipelajari karena gerakan dan pola serangannya selalu berubah-rubah.
Keterkejutan Wang Zhao ada pada teknik berpedang Xiao Shuxiang yang membuat dirinya ingat dengan seseorang. Sosok yang juga mempunyai pola rumit seperti ini.
"Ada apa?" Feng Hao menyadari raut wajah Wang Zhao dan bertanya.
"..............."
Bagi orang biasa, teknik berpedang yang dilakukan Xiao Shuxiang tidak mudah diingat. Namun Wang Zhao telah lama mengenal teknik berpedang semacam ini, bahkan setengah dari usianya----dia menyaksikan bagaimana seseorang melakukan teknik berpedang tersebut. Xiao Shuxiang jelas membuat dirinya ingat dengan beberapa kenangan masa lalu.
"Langkah sunyi dan serangan silang yang mematikan itu .... Berasal dari Kitab Tanpa Tanding..!" Wang Zhao terbelalak karena sudah mengingatnya.
Melihat Xiao Shuxiang membuat Wang Zhao yakin bahwa pemuda itu memang menerapkan jurus dari Kitab Tanpa Tanding. Sebuah kitab yang terkenal di antara kultivator Aliran Hitam dan juga pusaka berharga dari Sekte Lembah Iblis yang dimiliki ayah Wang Zhao sendiri.
"Bagaimana Tuan Xiao bisa ..." semakin Wang Zhao melihatnya, semakin dia percaya bahwa itu memang teknik terbaik di Sekte Lembah Iblis. Kitab yang seharusnya menghilang setelah sektenya diserang.
"Wang Zhao, ada apa?" Feng Hao sama sekali tidak mengerti dengan pemuda di sampingnya ini. Wang Zhao nampak sangat syok entah karena apa.
"Kita pergi ..." suara Wang Zhao gemetar, dia mencoba mengatur napasnya dan berusaha untuk tenang. Masalahnya Feng Hao mengerutkan kening dan nampak kebingungan dengan apa yang dia katakan tadi.
Feng Hao berkedip, "Apa maksudmu-"
"Kita pergi sekarang!" Wang Zhao berseru dan langsung meraih tangan Feng Hao. Dia membawa murid Istana Seribu Pedang itu melompat menghindar dan di saat bersamaan----angin kejut langsung menyebar ke segala arah.
!!
Feng Hao kaget. Dia menapak di bilah pedang kayu Wang Zhao yang melayang dan melihat betapa dahsyatnya tekanan yang berasal dari angin kejut itu. Bahkan, pepohonan sampai tertebas dan organ tubuh mayat yang tersebar di tanah pun kembali terpotong hingga tak berbentuk.
Feng Hao menahan napas, dia sampai tidak tahu harus berkata apa melihat pemandangan yang menakutkan ini. Belum hilang rasa tegangnya, dia pun mendengar suara pekikan nyaring yang berasal dari Gui Hong Yi.
Angin kejut sebelumnya tidak hanya sangat dahsyat, tetapi juga menciptakan asap tebal yang membuat Feng Hao dan Wang Zhao tidak bisa melihat kejadian di bawah sana.
Mereka tidak menyaksikan dengan jelas bagaimana Xiao Shuxiang menggunakan Seruling Giok Putihnya untuk menusuk perut Gui Hong Yi dan menangkap lagi pedang yang dia lemparkan tadi. Xiao Shuxiang menggunakan Yīng xióng untuk membelah perut monster ular besar itu.
Tanpa menunggu Gui Hong Yi melakukan serangan balasan, Xiao Shuxiang dengan cepat menggunakan Teknik Pernapasan Api miliknya dan membakar organ dalam sosok jadi-jadian itu. Pekikan berikutnya yang lebih memilukan kembali terdengar.
Dalam penguasaan Kitab Tanpa Tanding, teknik Xiao Shuxiang belum sepenuhnya sempurna----namun yang mengejutkan adalah dampak dari serangannya sangat mengerikan dan bahkan cakupan dari serangan itu pun sangat luas. Wang Zhao jelas beruntung karena bergerak sesuai instingnya.
"Bagaimana kau tahu jika ..." Feng Hao menelan ludah dan melanjutkan, "... Kita akan mati bila tetap ada di bawah sana?"
"Itu ..." Wang Zhao bernapas pelan, "Aku pernah berlatih bersama Tuan Xiao. Dia sosok yang kuat, namun pengendalian terhadap gerakannya terkesan liar. Saat dia fokus, Tuan Xiao tidak pernah melihat orang lain di sekitarnya."
Wang Zhao merasa tidak enak ketika mengatakan ini, namun dia tetap bersuara. "Aku tidak tahu ini benar atau tidak, tapi Tuan Xiao sering tidak punya hati untuk mempedulikan keselamatan siapa pun di sekelilingnya."
Feng Hao baru akan bersuara ketika mendengar teriakan Gui Hong Yi. Dia belum bisa melihat apa yang terjadi di bawah sana, namun dari suara ini----Feng Hao yakin Gui Hong Yi dalam kondisi yang sangat kesakitan.
!!!
Ledakan tercipta dan begitu besar. Feng Hao melotot dan segera membentuk sebuah perisai dari energi spiritualnya saat bebatuan terlempar ke arah mereka.
__ADS_1
Batu-batu ini sangat banyak, namun tidak butuh waktu lama sampai Feng Hao dan Wang Zhao tahu ini bukanlah batu---tapi gumpalan daging dan tulang.
!!
Kedua kultivator itu menahan napas, apalagi saat melihat ada potongan tangan yang melintas di samping mereka. Jika ada orang di bawah sana, mereka pasti sudah lemas dan merasa sangat ketakutan karena menyaksikan hujan organ dalam dan darah.
Butuh waktu yang sangat lama sampai hujan organ-organ yang mengerikan itu berhenti. Wang Zhao sudah berkeringat dingin sejak tadi, sudah menahan diri untuk tidak muntah. Namun ketika mulai membawa Feng Hao turun----dia sudah tidak sanggup lagi.
Aroma anyir yang sangat kuat ini membuat Wang Zhao langsung muntah dan Feng Hao sendiri terkejut karenanya. Murid Istana Seribu Pedang itu lantas membantu Wang Zhao.
Feng Hao mengusap-usap punggung Wang Zhao dan memijat pelan belakang leher pemuda itu. Dia pun merasa ingin muntah, namun masih bisa ditahan.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang tanpa ekspresi melihat kepala Gui Hong Yi yang mulai menggumpal menjadi daging busuk sebelum akhirnya hancur.
Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan melihat Yīng xióng serta Seruling Giok Putihnya yang dipenuhi warna darah yang gelap, begitu pun dengan kedua tangannya.
"..............."
Xiao Shuxiang menarik napas pelan dan mengeluarkan Teknik Pernapasan Air untuk membersihkan kedua pusakanya ini. Dia memasukkan Yīng xióng kembali ke dalam Cincin Spasial dan kemudian menggunakan energi spiritual untuk membersihkan pakaian serta tubuhnya sendiri.
Jubah pakaian Xiao Shuxiang kembali berwarna putih bersih, dia pun lantas menyelipkan Seruling Giok Putihnya di sabuk pinggangnya sebelum mulai mengembuskan napas.
"......... Aku luar biasa," Xiao Shuxiang memandang ke langit dan kemudian menghela napas. "Tsk, tsk, tsk. Jika semua kehebatan ada padaku, maka apa yang akan tersisa untuk dunia ini?"
Xiao Shuxiang mengibaskan pelan rambut panjang miliknya dan kemudian menggeleng, "Tidak hanya tampan dan mempesona ... Bakatku pun mulai menginjak ranah para hantu. Apa yang harus Xiao Shuxiang ini lakukan? Tidak ada pujian yang sanggup kuberikan pada diriku sendiri. Aku luar biasa~"
Xiao Shuxiang berdecak dan kemudian mulai mengedarkan pandangan. Dirinya menunduk dan tersentak saat tanpa sengaja sepatunya menginjak sebuah gumpalan daging.
!!
"Tua Bangka itu bilang aku tidak boleh mengotori pakaianku. Ya ampun, ini merepotkan. Ah..! Apa itu tadi?!" Xiao Shuxiang begitu fokus dalam setiap langkahnya dan dia tersentak saat melihat Wang Zhao.
"Oh? Kalian ..." Xiao Shuxiang langsung melesat dan menapak, tepat di depan Wang Zhao dan Feng Hao.
"Tuan Xiao ..." Wang Zhao buka suara dan berkedip saat melihat Xiao Shuxiang. Dia mengerutkan kening sebab sebelumnya jelas-jelas pemuda ini memakai pakaian hitam dengan tubuh yang basah kuyup, bukan menjadi pemuda berwajah polos bak tanpa dosa yang baru saja keluar dari rumah wewangian.
"Kau seperti orang lain ..." Feng Hao pun berkedip, "Bukankah sebelumnya kau yang bertarung dengan monster itu? Tapi kenapa kau sekarang ...."
Dia memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Pemuda tampan itu menaikkan sebelah alisnya dan lantas mengikuti arah pandangan Feng Hao.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu tersenyum, "Tidak perlu terlalu kaget. Teknik kecil seperti ini harusnya bisa kalian pelajari. Kau tidak perlu repot mandi atau mencuci pakaian sendiri,"
"Teknik kecil?" Feng Hao ingin sekali menjitak kepala Xiao Shuxiang. Apa yang dilakukan oleh pemuda ini merupakan pengontrolan energi spritual yang sulit.
Ada berapa pelayan di Istana Seribu Pedang yang mengurusi pakaian para murid setiap harinya? Jika ini teknik kecil, apa mungkin Istana Seribu Pedang akan menyewa pelayan untuk mengisi bak mandi dan mencuci pakaian mereka?!
Wang Zhao yang sudah merasa agak baik bahkan nampak berkedut. Dia ingat jelas ucapan Shizun-nya bahwa Energi Spiritual itu lebih sulit diterapkan pada sesuatu yang sederhana, daripada dipakai untuk mengontrol pedang terbang, menyerang, membuat pelindung dan menyembuhkan luka.
"Daripada memikirkan itu, ada hal yang lebih penting sekarang." Xiao Shuxiang bersuara serius dan di saat itu juga, titik-titik air mulai terbentuk di udara, memadat dan berubah menjadi sebuah cermin setinggi orang dewasa.
Xiao Shuxiang berkata, "Kita harus pergi. Saat ini Istana Seribu Pedang dalam bahaya,"
__ADS_1
Feng Hao terkejut mendengarnya. Dia bahkan belum sempat menanyakan Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu saat Xiao Shuxiang melangkah untuk memasuki Cermin Pemindah.
"Tunggu, Tuan Xiao." Wang Zhao segera menghentikan Xiao Shuxiang. Seruannya membuat pemuda itu menoleh.
"Ada masalah apa?" Xiao Shuxiang bertanya.
"Mo Huai belum kembali. Kita tidak bisa meninggalkannya," Wang Zhao berujar dan membuat Xiao Shuxiang serta Feng Hao tersentak.
"Benar, aku tidak melihat Mo Huai. Bukannya tadi dia bersama kalian?" Xiao Shuxiang baru menyadari bahwa Mo Huai tidak ada di antara Wang Zhao dan Feng Hao.
"Ya ampun, aku hampir melupakannya." Feng Hao mengusap wajahnya dan lalu berkata, "Aku akan segera menjemput Mo Huai. Kalian tetap di sini-"
?!
Feng Hao baru saja akan melesat saat mendengar suara seruan. Wang Zhao dan Xiao Shuxiang pun mendengar hal yang sama. Mereka menatap lurus dan melihat ke arah kegelapan, di antara pohon-pohon yang tumbang.
Seseorang berlari sambil memanggil-manggil nama Wang Zhao. Feng Hao tersentak saat menyadari sosok itu adalah Mo Huai.
"Tuan Muda Mo?" Feng Hao berkedip dan segera melesat untuk menangkap pemuda itu yang nyaris terjatuh karena tersandung potongan tubuh mayat.
Wang Zhao, "Mo Huai ..."
"Kenapa kalian lama sekali? Aku benar-benar takut. Di sana ... Di sana ..." Mo Huai kesulitan mengatur napasnya, ekspresi wajahnya pucat dan dia sangat kelelahan sekarang.
Feng Hao yang memegang lengan Mo Huai dan menyentuh punggung pemuda itu nampak mengerutkan kening saat merasakan sesuatu yang basah dan agak lengket di tangannya.
"..............."
Dengan hati-hati, Feng Hao melihat telapak tangannya dan terkejut saat tahu bahwa sesuatu yang basah itu adalah darah. Dia memegang bahu Mo Huai dan membuat pemuda itu terkejut.
"Apa yang terjadi denganmu? Kau terluka?" Feng Hao terbelalak ketika melihat betapa pucat wajah Mo Huai saat ini. Apalagi kain lengan yang dia sentuh pun basah karena darah.
Mo Huai berusaha untuk mengatakan yang dia lihat, namun napasnya belum beraturan. Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah kendi berukuran sedang berisi air dan memberikannya pada Mo Huai.
Xiao Shuxiang mengusap pelan punggung pemuda itu dan mengerutkan kening. Dia mengangkat tangannya dan tersentak saat melihat darah yang masih segar di telapak tangannya ini.
"Mo Huai, apa kau berdarah?" Xiao Shuxiang bertanya dan membuat Mo Huai dengan cepat menggeleng.
"Bu-bukan ... Itu bukan darahku." suara Mo Huai sangat pelan, hampir tidak terdengar.
"Bukan darahmu? Lalu milik siapa?" Xiao Shuxiang bertanya kembali dan di saat itu juga----Mo Huai terjatuh pingsan. Untunglah Feng Hao dengan cepat menahan tubuhnya.
"Dia terlihat sangat syok," Wang Zhao buka suara, "Sepertinya dia mengalami kejadian yang mengerikan."
"Tapi apa yang dia lihat?" Feng Hao merasa khawatir, "Aku memintanya untuk tidak keluar dari lingkaran perisai yang kubuat. Apa yang begitu menakutkan sampai dia berani mengambil risiko dan kemari?"
Wang Zhao, "Mo Huai ..."
Xiao Shuxiang, "...... Bukan itu yang jadi pertanyaanku. Mo Huai ini lemah dan pepohonan di tempat ini bisa bergerak. Bagaimana Mo Huai bisa kemari dan juga menghindari akar-akar merambat yang secara liar muncul di tanah dan menyerang dengan cepat? Aku dan Lan Zhi bahkan kesulitan untuk sampai ke tempat ini,"
******
__ADS_1