KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
406 - Kedatangan Wu Ji Zhen


__ADS_3

Kekacauan masih terjadi di Kota Awan Dingin. Wang Hu Zhuang yang hanya memperhatikan para kultuvator dari Alam Kultivasi Atas itu nampak menggeleng pelan. Meski sudah niat untuk membuat kekacauan agat memancing Xiao Shuxiang keluar, nyatanya orang-orang itu tetap menahan kekuatan mereka agar tidak sampai mengambil nyawa manusia biasa.


"Mereka bodoh sekali," Wang Hu Zhuang merasa ingin ikut turun tangan, tetapi dia ingat dengan pesan Wang Zhao untuk tidak terlalu melibatkan diri dan hanya perlu menjadi penonton.


Para kultivator dari Alam Kultivasi Atas ini hebat, tetapi mereka masih mempunyai hati nurani dan karena itulah para kultivator itu belum bisa menangkap Xiao Shuxiang sampai sekarang.


Wang Hu Zhuang bahkan menghela napas saat menyaksikan bagaimana para kultivator itu tidak bisa melawan Lan Guan Zhi. Mereka terkena segel yang membuat para kultivator itu terkejut bukan main, bahkan hingga pucat.


"Orang itu..." tatapan mata Wang Hu Zhuang begitu berbahaya ketika melihat Lan Guan Zhi. Dia tentu merasakan ancaman pada pemuda itu dan berpikir untuk melenyapkannya.


Niatan Wang Hu Zhuang memang seperti itu, tetapi kemudian dia melihat cara bertarung Xiao Shuxiang. Pemuda yang dekat dengan Wang Zhao itu tidak hanya kuat, tetapi juga penuh dengan siasat. Bahkan gerakan Xiao Shuxiang lebih kepada bermain-main dengan lawannya sebelum akhirnya menghantam mereka dengan serangan yang mengejutkan.


Satu orang mempunyai teknik segel yang bisa mengunci energi spiritual, menjadikan seorang kultivator selayaknya manusia lemah yang tidak dapat berkultivasi. Dan satu orang lagi mempunyai kemampuan memberikan rasa sakit pada lawan, bahkan tanpa menyentuhnya.


Mereka berdua adalah ancaman. Wang Hu Zhuang berekspresi dingin sebelum akhirnya mulai melesat pergi untuk melaporkan kondisi yang dilihatnya pada Wang Zhao.


Di tempat lain, Alkemis Zhou Yan juga begitu mudah melumpuhkan lawannya. Dia memang memiliki pikiran bahwa orang-orang yang dirinya lawan bukan berasal dari Aliran Hitam, termasuk bukan kultivator sekte yang berada di Kekaisaran ini.


Ada saat di mana salah satu kultivator Alam Kultivasi Atas melesatkan serangan yang besar, namun mereka jelas berharapan dengan seorang alkemis hingga tidak butuh waktu lama sampai mereka semua dilumpuhkan.


Xiao Shuxiang terlihat mengikat tangan dua orang kultivator ketika sebuah serangan datang secara mengejutkan ke arahnya. Beruntung dia sempat mengeluarkan sebuah cermin pemindah dan menahan serangan tersebut.


Suasana di sekitar Xiao Shuxiang berubah. Dia berbalik dan menatap tajam pada sosok yang sudah melesatkan serangan barusan padanya. Dia melihat ada sekelompok orang yang melayang di udara, salah satu di antara mereka berada di barisan paling depan---sosok dengan aura yang jelas terlihat seperti pemimpin.


Sekelompok orang itu memakai pakaian berwarna ungu gelap. Pemimpinnya adalah seorang pria yang nampak berusia 40 Tahun. Orang-orang ini tidak memakai penutup wajah, namun Xiao Shuxiang tahu mereka datang tidak untuk hal yang baik.


"Sepertinya kami sedikit terlambat," suara berat itu penuh dengan aura yang menekan. Pria yang terlihat jelas merupakan pemimpin kelompok nampak tersenyum dan kembali buka suara.


Sosok itu berkata, "Tempat ini begitu indah jika dilihat dari atas... Sungguh pemandangan yang tidak tergantikan,"


Xiao Shuxiang langsung mengeluarkan Yīng Xióng karena tahu sekelompok orang ini tidak akan semurah hati seperti para kultivator dari Alam Kultivasi Atas ini. Dia memperhatikan mereka baik-baik dan merasa akrab dengan pakaian para kultivator ini.

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengembuskan napas sebelum akhirnya menepuk Lan Guan Zhi yang sedang mengikat seorang kultivator. Dia membuat teman baiknya itu menghentikan tindakannya.


"A-Yuan, kau bantu aku." Xiao Shuxiang buka suara. Lan Guan Zhi sedikit mengerutkan kening sebelum akhirnya mengikuti arah pandang pemuda ini dan melihat sekelompok kultivator yang melayang di udara.


!!


Lan Guan Zhi bukanlah orang baru sehingga tidak tahu orang-orang itu. Para kultivator yang dilihatnya adalah anggota dari Sekte Kabut Berdarah, sekte Aliran Hitam yang terkenal brutal dan tanpa ampun saat menyerang.


"Shuxiang," Lan Guan Zhi meraih tangan teman baiknya dan membuat pemuda menawan itu menatap ke arahnya. Dia berujar pelan, "Kau sebaiknya tetap di sini. Mereka berasal dari Sekte Kabut Berdarah,"


"Aku tahu itu. Aku bahkan sangat mengetahui seperti apa orang-orang ini. Mereka datang... Jelas memiliki tujuan yang sama seperti para kultivator yang kita ikat ini,"


Lan Guan Zhi menatap kultivator Alam Kultivasi Atas yang terlihat syok sendiri karena tidak bisa merasakan energi spiritual mereka. Dia pun hendak buka suara ketika mendengar teman baiknya kembali bicara.


Xiao Shuxiang berkata, "Kultivator Sekte Kabut Berdarah jelas mengincarku. Jadi bantu aku dan lindungi warga kota. Aku akan segera kembali setelah menyelesaikan mereka,"


"Shuxiang--!" Lan Guan Zhi tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba melesat dan meninggalkan dirinya. Masalah di kota ini belum selesai dan sekarang ada masalah baru lagi, bahkan target mereka masih saja teman baiknya.


Hanya saja ketika Sekte Kabut Berdarah mulai bergerak, maka sama seperti namanya---udara di sekitaran bahkan bisa menjadi merah. Xiao Shuxiang tahu mereka karena sekte ini pernah terlibat dengannya di masa lalu.


"Luar biasa," Xiao Shuxiang kini melayang di udara. Dia berjarak sekitar enam meter dari tempat sekelompok orang berpakaian ungu gelap ini.


Sambil menghela napas, Xiao Shuxiang kembali buka suara. Dia berkata, "Aku sungguh tidak menyangka bisa melihat anggota Sekte Kabut Berdarah. Kupikir sekte kalian sudah menjadi abu,"


"Xiao Shuxiang, nama yang bagus." Wu Ji Zhen mendengus dan lantas berkata, "Nama yang mengingatkanku pada seseorang di masa lalu. Diperhatikan dengan baik... Wajah kalian cukup mirip."


Xiao Shuxiang menyeringai, dia menghunuskan pedangnya dan kemudian berkata. "Orang yang kau kenal di masa lalu dan sosok yang berdiri di hadapanmu sekarang... Bagaimana jika kau datang dan membuktikan apakah kami ini sama atau tidak? Majulah,"


"Aku menyukai anak muda yang memiliki keberanian, tapi sepertinya kau terlalu besar kepala hingga tidak bisa membedakan antara keberanian dengan bersikap bodoh. Habisi dia,"


!!

__ADS_1


Dua orang kultivator dari Sekte Kabut Berdarah datang dengan pedang yang dialiri energi spiritual. Xiao Shuxiang melesat, namun saat tiba di pertengahan---dia justru melesat lebih tinggi dan kemudian tersenyum.


?!


Kedua kultivator itu terkejut karena merasa dipermainkan. Pemuda yang hendak mereka serangan justru mengelak dan bahkan melesat pergi, seakan lebih memilih melarikan diri daripada melawan.


"Sialan!"


"Xiao Shuxiang, berhenti jika tidak kuhabisi warga kota ini." Wu Ji Zhen buka suara dan membuat pemuda itu berhenti melesat. Dia pun menyeringai, "Apa sekarang kau takut?"


Xiao Shuxiang menatap Wu Ji Zhen dan lantas tertawa, "Kau bisa menghabisi siapa pun. Kau pikir aku takut? Xiao Shuxiang yang kau tahu dengan yang ada di hadapanmu mempunyai kepribadian yang sama. Saat dihadapkan pada bahaya, kami lebih baik mengorbankan nyawa orang lain daripada diri sendiri. Baiklah, selamat tinggal."


!!!


Melihat Xiao Shuxiang melesat menjauh tanpa ragu membuat Wu Ji Zhen dan pada rekannya terkejut. Salah satu di antara kultivator itu bahkan sampai tidak percaya saat dia berkata, "Serius orang itu pergi?!"


"Ketua..!"


"Xiao Shuxiang!" Wu Ji Zhen menggeram, "Empat orang ikut denganku dan sisanya... Kalian buat tempat ini tidak bisa dikenali lagi. Ayo pergi..!"


Mereka pun mengejar pemuda itu. Di sisi lain, Xiao Shuxiang melesat dan mencari tempat yang lebih jauh dari Kota Awan Dingin. Lokasi yang dia pilih merupakan sebuah sebuah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk. Ingatan tentang Sekte Kabut Berdarah melintas di pikirannya.


Pemimpin dari sekte itu jelas pernah bertemu dengannya di masa lalu. Dia sendiri pun mulai ingat dengan beberapa kejadian yang melibatkan dirinya dengan Sekte Kabut Berdarah. Intinya perguruan itu memiliki murid dan visi yang tidak jauh dari pembantaian. Kelompok yang sangat menyenangkan untuk menjadi pelampiasan dari hasratnya pada darah.


Xiao Shuxiang mungkin berpikir untuk melakukan hal yang sejak tadi dia tahan, tetapi karena hal ini jugalah hingga kekacauan di Kota Awan Dingin. belum berakhir.


Di sisi lain, hal yang berhubungan dengan pedang dan darah pun kini terjadi di Alam Kultivasi Atas di mana Sekte Lautan Awan mulai diserang. Ada banyak kultivator yang menginginkan sekte ini musnah sebab mendukung seorang Pemimpin sekte Lembah Hantu.


Tidak hanya itu, keributan bahkan terjadi di Istana Seribu Pedang. Ada banyak orang yang hendak menghabisi Liu Wei Lin, namun Chen Duan Shang dan para kultivator lainnya melindungi Liu Wei Lin. Namun karena kejadian itu, kekacauan tidak bisa dihindari.


******

__ADS_1


__ADS_2