KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
295 - Bantuan (3)


__ADS_3

"Saudaraku, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Yi Wen buka suara. "Kau tidak apa-apa, kan? Kau tidak mengalami hal yang buruk, kan? Apa ini ulah dari Iblis Mimpi?"


"Yi Wen, kau terlalu banyak bicara." Xiao Shuxiang memperhatikan gadis cantik di sampingnya dan kemudian berhenti berjalan.


Xiao Shuxiang melepaskan jubah luarnya dan membuat teman-temannya yang lain keheranan. Tanpa peringatan, dia pun memakai jubahnya untuk menutupi tubuh Yi Wen dan membuat gadis itu tersentak. Zhi Shu terlihat tercengang.


"Sa-Saudara Xiao?"


"Sudah kubilang kau bersihkan dirimu dulu, kan? Kau berkeringat banyak dan itu tidak terlihat bagus. Aku bahkan bisa melihat semangka kembar-"


"Saudara Xiao..! Kau-"


"Kau baru malu sekarang? Sana pergi dan jangan kembali sebelum kau terlihat lebih rapi."


Zhi Shu berkedip beberapa kali, dia melihat Yi Wen yang berlari pergi dan saudara seperguruannya itu nampak tertunduk malu. Dia pun mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang dan pemuda itu terlihat berekspresi seperti biasa.


"Dahsyat..." Zhi Shu berdecak kagum, "Saudara Xiao? Apa kau sama sekali tidak merasa getaran duniawi melihat Yi Wen? Orang lain tidak akan bisa menatap wajahnya selama tiga detik. Bahkan sebelum hitungan ketiga, tatapan mereka akan langsung pindah ke bawah."


"Maksudmu ke bagian dada?" Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya sebelum mendengus, "Hmph. Piton-ku sangat terhormat dan aku sendiri sudah punya Kucing Putih. Untuk apa melirik wanita lain?"


"Waah ..." Zhi Shu tersentak, dia benar-benar kagum pada saudaranya ini. "Tidak banyak pria sepertimu, Saudara Xiao. Kau suami yang ideal."


"Hmph, kau baru tahu? Aku ini memang luar biasa,"


Zhi Shu baru saja akan memuji pemuda mempesona ini, namun ucapannya saat itu juga tersangkut di tenggorokan. Dia baru sadar bahwa harusnya tidak perlu memuji Xiao Shuxiang atau yang akan terlihat berikutnya adalah kenarsis-an pemuda ini.


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia baru saja akan merasa tersentuh, namun Wali Pelindungnya sudah lebih dahulu terlihat tidak tahu malu.


*


*


Di luar kediaman, Hu Li mendengar suara langkah kaki. Dia pun berbalik dan mulai melihat siapa yang baru saja melangkah keluar. Tatapannya tertuju pada Tuan Muda Xiao-nya yang ternyata sudah sadarkan diri.


"Tuan Muda-" ucapan Hu Li tertahan saat sesuatu tiba-tiba terlintas di benaknya. Senyumannya bahkan sampai membeku.


Zhi Shu yang berjalan di samping Xiao Shuxiang hanya melihat Hu Li. Dia pun bertanya, "Di mana tetua Chen dan Bocah Pengemis Gila?"


Hu Li sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Pemuda berambut putih itu sangat gugup sampai menunduk dengan pipi yang tiba-tiba merona merah. Kedua tangannya nampak terkepal kuat.


"Hu Li?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Kau kenapa?"


Hu Li menggeleng, dia tidak melihat ke arah Xiao Shuxiang dan justru menarik tangan Zhi Shu hingga membuat teman-temannya tersentak. Rasanya seakan-akan dia sedang bersembunyi di balik tubuh gadis cantik itu.


Xiao Shuxiang berkedip, dia menatap Zhi Shu yang dijawab oleh ekspresi tidak tahu dari gadis itu. Dia pun menggaruk pipinya yang tidak gatal dan berkata, "Hu Li? Ada apa denganmu? Kau terlihat seperti ... Tidak mau menatap ke arahku,"


"Ti-tidak begitu," Hu Li sangat gugup. Dia memang menjawab Tuan Muda Xiao-nya, tetapi tidak mau menatap pemuda itu. Dia justru memegang kuat lengan Zhi Shu.


Xiao Shuxiang baru akan bicara saat suara menggelegar mengejutkannya. Dia pun menatap ke arah langit dan berkata, "Hu Li. Kita akan bicara lagi nanti,"


Zhi Shu tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja melesat pergi. Apalagi Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu juga ikut melesat. Ketiga orang itu berwajah serius dan sepertinya memang sedang terjadi sesuatu.


Zhi Shu menoleh ke arah Hu Li dan lantas bertanya, "Apa yang terjadi denganmu? Kau seperti menghindari tatapan saudara Xiao-ku. Apa ada masalah yang serius?"

__ADS_1


Hu Li tersentak, namun dengan segera menggelengkan kepala. Dia tidak bisa menceritakannya karena ini memang bukan hal pantas untuk dikatakan.


"Se-sebaiknya kita juga menyusul tuan Muda Lan, ayo." Hu Li masih gugup saat menarik Zhi Shu dan pergi menyusul Lan Guan Zhi.


Suara keras kembali terdengar dan saling bersahut-sahutan. Istana Seribu Pedang terlihat kacau dari atas dan ada banyak sekali korban yang berjatuhan. Bahkan serangan nyasar dari pertarungan Wang Zhao melawan Hei Lian mengenai pohon dan bangunan Istana Seribu Pedang.


Para murid senior berusaha sekuat yang mereka bisa untuk melindungi dan juga menyelamatkan saudara kecil mereka. Keadaan semakin sulit sebab para murid itu tidak bisa memakai energi spiritual.


"Hati-hati..!"


Sebuah seruan mengagetkan beberapa murid Istana Seribu Pedang, tapi karena seruan itulah hingga para murid tersebut berhasil menghindari serangan nyasar yang bisa langsung mengambil nyawa mereka itu.


Tidak bisa digambarkan bagaimana perasaan para murid Istana Seribu Pedang sekarang. Namun dari ekspresi wajah yang terlihat adalah ketakutan.


Mereka tidak tahu harus lari ke mana. Di satu sisi, mereka harus waspada dengan serangan nyasar yang datang, tetapi di sisi lain---mereka pun harus berhati-hati dengan anggota Sekte Lembah Iblis yang lain. Sekali tertangkap, maka akan sulit untuk bisa pergi dengan kepala yang utuh.


Di atas sana, Wang Zhao dan Hei Lian bertempur sangat sengit. Hei Lian-lah yang terkejut melihat perubahan pada sosok Wang Zhao. Pemuda ini tidak sama seperti sebelumnya dan bisa dikatakan bahwa Wang Zhao sekarang begitu berbeda.


Hei Lian menggeram, ekspresi wajahnya nampak buruk. Dia sudah bertarung lama sekali dan lawannya justru tidak merasa kelelahan.


Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila juga bertarung dengan Yan Qi Lou. Kondisinya semakin runyam, apalagi wajah Yan Qi Lou dipenuhi oleh ukiran yang aneh. Ada yang mengatakan bahwa itu merupakan tanda buatan iblis.


Bocah Pengemis Gila terus menyerang dan membuat lawannya terdesak. Dia sama sekali tidak goyah, bahkan saat harus bertarung satu lawan satu. Hanya saja meskipun kuat, tetapi lawannya ini sulit sekali untuk dihabisi.


Jauh di tempat lain, Liu Wei Lin terlihat membantu para murid Istana Seribu Pedang yang lainnya. Tiga orang dari anggota Sekte Lembah Iblis yang dia lawan sebelumnya sudah tiada. Saat ini dia fokus menyerang musuh yang hanya berada dalam kelompok penyerangan yang kecil, beranggotakan dua atau tiga orang.


Liu Wei Lin bisa mengetahui bahwa kekacauan yang ditimbulkan anggota Sekte Lembah Iblis kali ini bahkan lebih buruk dari yang pernah dialami oleh Sekte Lautan Awan. Para patriarch Istana Seribu Pedang nampak kewalahan, apalagi mereka tidak punya kemampuan untuk melawan sosok seperti Mao Lin Lin dan Wu Tong Fu.


Apa yang disaksikan Liu Wei Lin adalah pertarungan Bocah Pengemis Gila yang berada dalam babak baru. Pria dengan tongkat bambu itu telah menarik amarah dalam diri Yan Qi Lou hingga wanita itu dipenuhi dengan nafsu membunuh yang kuat.


Tentu saja hal yang paling membuat kesal adalah ketika setiap serangan yang diberikan tidak pernah bisa melukai target. Apalagi kemungkinan melesetnya serangan itu sangatlah kecil. Siapa pun, tentunya tidak akan bisa terima hal ini.


"Dari mana sebenarnya orang ini muncul?" Yan Qi Lou menggeram, "Tidak hanya teknik bertarungnya yang berbeda. Dia bahkan juga bisa menahan setiap seranganku. Dia musuh yang sangat kuat dan aku membencinya,"


Teknik bertarung Yan Qi Lou sangat hebat dan setiap serangannya pun begitu kuat serta mematikan, namun jika di hadapan musuh seperti pria dengan tongkat bambu ini---Yan Qi Lou merasa seperti pemula. Rasanya seakan dia telah dipermainkan.


"Aku ingin membunuhnya," amarah terlihat memuncak hingga mata Yan Qi Lou memerah. Dia menggertakkan gigi, "Aku akan membunuhnya!"


Cambuk Yan Qi Lou menyambar dengan kekuatan yang gila. Teknik membunuh tingkat tinggi ini akan bisa menghapus semua yang disentuhnya. Ini merupakan teknik mematikan yang akan sulit untuk bisa dihindari semua orang.


Bocah Pengemis Gila menahan napas. Dia sudah membangunkan monster dan tempat ini bisa dipastikan akan hancur. Dirinya memegang kuat tongkat bambu miliknya dan akan menggunakan Teknik Pernapasan Naga saat sebuah lintasan cahaya datang.


Yan Qi Lou tidak memperkirakannya. Lintasan cahaya itu membuat dirinya tersentak dan tiba-tiba pipi kanannya tergores sesuatu yang entah apa itu.


Bocah Pengemis Gila tersentak. Lintasan cahaya putih keperakan barusan seakan jatuh di salah satu tempat, di bawah sana. Dia pikir itu mungkin percikan api dari pertarungan Wang Zhao melawan Hei Lian, namun yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan.


Dia melihat wajah Yan Qi Lou memucat dan wanita itu nampak menyentuh lehernya sendiri. Tidak butuh waktu lama sampai goresan kecil di pipi kanan Yan Qi Lou membuat kulit wajahnya berubah merah-keunguan dan semakin meluas hingga turun ke lehernya.


Yan Qi Lou menjatuhkan cambuknya dan bahkan mulai melayang rendah. Rasa panas merambat dari wajah ke seluruh tubuhnya. Kakinya menapak di salah satu atap bangunan dan detik itu juga, dia pun menjerit kesakitan.


Mata Bocah Pengemis Gila terbelalak saat menyaksikan wajah, leher, dan bahkan sampai tangan Yan Qi Liu dipenuhi oleh warna merah-keunguan yang secara cepat kian menggelap.


"A-apa yang terjadi?" Bocah Pengemis Gila menahan napas. Dia bersumpah tidak melakukan apa-apa, bahkan tidak memakai senjata rahasia melawan Yan Qi Lou. Tapi kenapa wanita ini terlihat sangat kesakitan?!

__ADS_1


Baru saja Bocah Pengemis Gila akan buka suara ketika dikejutkan dengan jeritan keras dari Yan Qi Lou dan seketika itu juga---tubuh wanita itu pun berubah menjadi gumpalan daging busuk.


!!!


Bocah Pengemis Gila terkejut bukan main. Matanya terbelalak seakan tidak menyangka akan melihat kejadian ini. Mulutnya sampai terbuka lebar dan bahkan tanpa sadar, di pun menahan napas.


Seseorang menapak di belakang tubuh Bocah Pengemis Gila dan membuat pria dengan tongkat bambu itu tersentak. Dengan segera, Bocah Pengemis Gila berbalik dan kaget melihat sosok yang berdiri di belakangnya tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


"Kau-"


"Sepertinya kau kesulitan," Xiao Shuxiang berekspresi tenang, dia mendengus dan nada suaranya terkesan meledek saat berkata. "Kau tidak apa kan, Se-ni-or?"


"Xiao Shuxiang?!" Bocah Pengemis Gila terlonjak, "Ba-bagaimana kau bisa ada di sini? Da-dan apakah-!!"


Bocah Pengemis Gila terperangah saat menyadari sesuatu, "Apa kau yang sudah menyerang wanita itu dan membuatnya me-menjadi ..."


Bocah Pengemis Gila menutup mulutnya dengan memakai tangan, "Tidak bisa dipercaya. Padahal aku sudah lama bertarung dengannya dan kau hanya butuh sekali serang--oh! Astaga ... Kau ini monster."


"..............." Xiao Shuxiang diam sebelum mulai mengulurkan tangan dan langsung menjitak kepala Bocah Pengemis Gila hingga membuat pria itu merintih.


Xiao Shuxiang pun berkata, "Antara kau dan aku ... Siapa yang monster sebenarnya, hah? Kau jelas lebih kuat, kau punya kemampuan dan bisa saja membunuh wanita itu dengan cepat. Kenapa kau justru menahan diri?"


Xiao Shuxiang berujar, "Apa kau sangat suka melihat tempat ini kacau dulu? Jika aku tidak datang tepat waktu, wanita tadi pasti sudah membuat rata tempat ini. Apa itu yang kau inginkan?"


"Kenapa kau menyalahkanku?"


"Karena kau memang salah..!" Xiao Shuxiang membentak. Dia pun mulai mengembuskan napas dan berkata, "Kau selalu seperti ini ... Rasanya seakan kau tidak benar-benar mau mengambil nyawa siapa pun, bahkan jika itu musuh."


Xiao Shuxiang memperhatikan pria di depannya dan berkata, "Bocah Pengemis Gila. Aku yakin kau tidak memiliki pikiran yang sama sepertiku. Yang Mulia Xiao Shuxiang ini tidak perlu memberikanmu perbandingan. Kau hanya harus tahu bahwa ada musuh yang bisa diberikan waktu untuk berubah dan ada yang tidak pantas diberikan ampunan."


Xiao Shuxiang menggeleng, "Apa hal semacam ini perlu aku yang harus mengajarkannya padamu? Kau itu bukan pendekar pemula lagi yang takut saat menggerakkan senjata. Ingatlah usiamu, sialan."


Bocah Pengemis Gila tertegun. Dirinya baru saja diceramahi oleh seorang Xiao Shuxiang. Sosok yang harusnya lebih cocok mendengarkan siraman kalbu ini baru saja menceramahinya. Luar biasa.


Bocah Pengemis Gila tersenyum getir. "Setelah mati suri, kau sepertinya banyak mengalami perubahan-"


"Haaah ... Andai saja aku cepat datang. Aku pasti akan menarik keluar usus wanita itu, mematahkan satu per satu tulangnya, meledakkan matanya dan membuat dia tersiksa sebelum menjadikannya gumpalan daging. Benar-benar disayangkan,"


Bocah Pengemis Gila mendengar helaan napas kecewa dari Xiao Shuxiang dan lantas mengembuskan napas. Dia pun menggeleng pelan dan merasa bahwa ucapannya tadi terlalu cepat. Hampir ... Hampir saja dia memberikan pujian pada pemuda ini.


"Kau tadi ingin mengatakan apa?" Xiao Shuxiang bertanya ketika dia tidak lagi berada dalam pikirannya sendiri.


Bocah Pengemis Gila mengatupkan bibir dan menggeleng, "Tidak ada. Kau punya pita dahi yang bagus. Mirip seperti-"


"Oh, ini milik Lan Guan Zhi. Aku belum mengembalikannya,"


"Apa?" Bocah Pengemis Gila tersentak, matanya membulat. Dia tidak salah dengar.


Dia pun hendak bicara ketika Xiao Shuxiang tiba-tiba pergi. Bocah Pengemis Gila menyerukan nama pemuda itu dan menyusulnya.


"Shuxiang..! Kita perlu bicara dan ini serius..! Hei..! Tunggu aku!"


******

__ADS_1


__ADS_2