KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
285 - Aula Deng Xia


__ADS_3

Lan Guan Zhi berjalan dengan membawa potret Xiao Shuxiang yang dia lukis. Dia menghampiri beberapa jiwa yang bisa ditemui dan diajak bicara untuk bertanya mengenai keberadaan temannya.


Kadang, ada dua atau tiga jiwa yang merupakan wanita dan menghampiri Lan Guan Zhi. Mereka mempunyai niat dan seakan masih belum lepas dari ikatan duniawi mereka sendiri.


Ada salah satu jiwa yang memiliki sifat lebih berani. Dia merupakan wanita yang mempunyai wajah pucat dan pakaian basah kuyup seakan kematiannya adalah karena tenggelam.


Wanita itu tersenyum dan berkata. "Tuan, aku bisa saja memberitahumu tempat di mana kau bisa menemukan orang yang kau cari. Tapi ... Informasi ini tidak bisa di dapat secara gratis,"


Lan Guan Zhi tidak menyukai situasinya sekarang ini. Dia terlalu banyak berinteraksi dengan orang yang sudah mati dan seharusnya dia tidak boleh terlalu melibatkan diri di dalamnya.


Lan Guan Zhi bernapas pelan dan lantas berkata, "Aku minta maaf. Aku tidak punya uang kertas untukmu,"


Wanita itu tersenyum tipis dan kemudian menyenggol lengan Lan Guan Zhi. Dia mengedipkan sebelah matanya dan lalu berkata, "Siapa yang bilang aku butuh uang?"


"Lalu apa yang Nona inginkan?"


"Di tempat ini ... Ada banyak jiwa yang sedang menunggu untuk bereinkarnasi. Aku sendiri harus menunggu selama delapan tahun lagi. Tuan, jika kau berjanji untuk bersama denganku selama waktu itu ... Aku pasti akan membantumu,"


"............ Maaf, aku terburu-buru."


"Eh? Tunggu! Bagaimana jika tiga tahun? Atau satu tahun saja? Lagipula kau tidak mengenal siapa pun di sini, kan?"


"Maaf Nona, temanku menunggu."


"Tapi-" wanita itu tidak percaya bahwa akan ditinggalkan begitu saja. Semasa hidupnya, banyak pemuda yang datang untuk melamarnya. Dia bahkan terkenal sebagai wanita paling cantik dan mampu memikat hati siapa pun.


"Aku tidak percaya ini. Karena wajahku yang begitu memikat, banyak wanita yang iri dan bahkan satu di antara mereka dengan gilanya mendorongku hingga jatuh ke air. Tapi kenapa dia-"


Wanita berwajah pucat itu menggeleng pelan dan mendengus. Dia melambaikan rambutnya dan menatap punggung sosok berpakaian putih yang semakin menjauh darinya itu.


"Hmph, pria tampan memang sedikit sulit didekati. Tapi aku tidak akan menyerah dan harus bisa mendapatkannya,"


Lan Guan Zhi sendiri tidak tahu apa yang orang lain pikirkan. Dia hanya berjalan dan kali ini menemui seorang pria tua yang menjual manisan meski tidak ada apa pun di kedai kecilnya.


"Permisi, boleh tanya sesuatu?"


Pria tua itu memperhatikan sosok di hadapannya dengan saksama dan lantas dengan ramah berkata, "Apa yang ingin kau tanyakan?"


Lan Guan Zhi dalam hati merasa lega sebab mendapat respon yang bersahabat. Dia pun memperlihatkan potret teman baiknya dan kemudian bertanya. "Apa Anda pernah melihatnya?"


"Mm ... Coba kulihat dulu,"


Lan Guan Zhi menyerahkan potret teman baiknya dan melihat pria tua ini yang sangat memperhatikan lukisannya. Ada beberapa jiwa lain yang mendekat dan juga ikut menyaksikan lukisan di tangan pria tua tersebut.


"Dia sangat cantik, apa dia istrimu?"


"Aiya .. Takdir pasangan muda ini begitu menyedihkan,"


"..............." Lan Guan Zhi membeku saat mendengar pertanyaan pertama dan tidak lagi mendengarkan apa yang jiwa-jiwa ini katakan selanjutnya.


Dia menggambar potret Xiao Shuxiang secepat yang dia bisa, jadi bagaimana itu terlihat sangat cantik? Belum lagi. Apa maksudnya dengan kata 'istri' itu?

__ADS_1


Lan Guan Zhi mencengkeram pakaian miliknya dan berujar tanpa nada, "Teman yang kucari adalah laki-laki."


"Benarkah?" salah seorang wanita tua tersentak, begitu pula dengan wanita lain termasuk pria tua yang memegang potret Xiao Shuxiang.


"Ah ... Kurasa ini dada yang berotot,"


"Benar, sepertinya begitu.."


Gumaman itu bisa didengar oleh Lan Guan Zhi dan membuatnya merasakan sakit di keningnya. Dia pun berujar pelan, "Aku terburu-buru melukis. Itu kesalahan,"


"Ah ..."


Lan Guan Zhi tidak menyangka bahwa goresan yang tanpa sengaja dia buat menjorok keluar bisa sangat fatal dalam mendeskripsikan jenis kelamin teman baiknya. Akan jadi masalah bila Xiao Shuxiang sampai tahu.


"Siapa nama temanmu ini?" pria tua yang memegang lukisan buatan Lan Guan Zhi pun bertanya.


"Namanya Xiao Shuxiang,"


"Temanmu ini terlihat sangat lembut. Kau mungkin hanya akan menemukannya di Aula Deng Xia, tapi ini ..."


Lan Guan Zhi mengerutkan kening. Dia melihat ada keragu-raguan dan sedikit kegelisahan di mata pria tua ini, apalagi para wanita tua di sekitarnya pun seakan menggantung ucapan mereka.


"Ada apa?" Lan Guan Zhi bertanya.


"Ehm ... Nak. Dengarkan baik-baik," salah seorang wanita buka suara, "Penguasa di wilayah ini adalah Tuan Agung Giam Yiao Wang. Di istananya, dia menempatkan seluruh keindahan yang diambilnya di Dunia Bawah. Tuan Agung ini ... Dia benar-benar cabul,"


Pria tua mendesah dan berkata, "Aiya. Tuan Agung Giam ini ... Entah jiwa itu wanita atau pria----selama mereka adalah keindahan, dia akan menjadikannya selir di istana miliknya. Sementara yang tidak terpilih akan diperlakukan seperti mainan oleh prajuritnya,"


Lan Guan Zhi menyatukan tangannya dan memberi hormat. Dia mengucapkan terima kasih dan mengambil kembali potret teman baiknya. Dia pun segera pergi ke tempat yang bernama Aula Deng Xia.


Sepanjang jalan, Lan Guan Zhi tahu ada jiwa yang terus mengikutinya dan karena tidak tahan lagi----dia pun menghentikan langkah dan berbalik. Matanya langsung bertemu pandang dengan jiwa wanita yang mirip seperti hantu basah itu.


"Nona, bisakah kau tidak mengganggu?" Lan Guan Zhi tidak pernah bicara dengan nada seperti ini sebelumnya. Namun jiwa yang ada di hadapannya seakan mengira ini adalah sebuah tantangan.


"Tuan Tampan," wanita berwajah pucat itu tersenyum dan melangkah mendekat. Dia berkata, "Aku tahu kalau tujuanmu adalah Aula Deng Xia. Tempat itu sulit dimasuki, tapi sangat mudah untukku~"


"Itu karena kau berasal dari sana, kan?"


Wanita berwajah pucat itu tersentak. Dia tidak pernah mengatakan ini pada siapa pun dan sejujurnya hal itu adalah rahasia. Tetapi entah bagaimana pria di depannya tahu hal tersebut.


"A-Apa maksudmu? Dengar ya. Aku ini dahulunya adalah wanita yang sangat cantik. Tapi di Dunia Bawah, ada banyak sekali keindahan. Jika aku berasal dari Aula Deng Xia, maka tidak mungkin aku berada di sini seperti pengemis."


"..............."


"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu?"


"Kurasa kau tidak bisa menipuku," Lan Guan Zhi melihat masa lalu dari wanita ini yang sangat jelas memiliki hubungan dengan Aula Deng Xia.


Wanita ini bernama Guwen Gu. Dia adalah salah satu dari jiwa yang tinggal di Aula Deng Xia. Guwen Gu berada di luar seperti jiwa yang tidak punya tempat tinggal untuk mencari keindahan yang bisa dia temukan dan diserahkan pada Giam Yiao Wang untuk ditukar dengan sesuatu. Kemungkinan besar memiliki hubungan dengan reinkarnasi atau hal lainnya.


Lan Guan Zhi sebelumnya tidak bisa melihat masa lalu wanita ini, tetapi sekarang gambaran itu melintas di hadapannya tanpa peringatan. Hanya saja memang apa yang dia lihat pun hanya berlangsung beberapa saat.

__ADS_1


"Nona Guwen," Lan Guan Zhi berujar tanpa nada. "Apa kau pernah melihat Xiao Shuxiang?"


Guwen Gu terkejut sampai tidak sadar membuka mulutnya. Dia melangkah mundur dan bertanya-tanya dalam hati tentang bagaimana pria ini bisa tahu namanya.


"Aku-"


"Tunjukkan jalannya," Lan Guan Zhi secara tiba-tiba meraih pergelangan tangan Guwen Gu dan menariknya. Dia membuat wanita itu terkejut bukan main.


"Tunggu dulu! Ini tidak seperti yang kau pikirkan--aduh! Hei..!"


"Aku mengkhawatirkan dua hal." Lan Guan Zhi berujar tanpa nada, "Jika jiwa Shuxiang tidak memiliki ingatannya, itu akan buruk baginya. Tapi jika dia sama seperti yang kupikirkan, Aula Deng Xia yang akan dalam bahaya."


"Apa?" Guwen Gu tidak mengerti, dia lebih fokus pada pergelangan tangannya yang terasa sakit saat ini.


Guwen Gu berkata, "Apa kau tidak pernah tahu bahwa jiwa orang mati itu sangat rapuh? Kenapa cengkeraman tanganmu kuat sekali. Kau menyakitiku,"


"Aku seorang kultivator,"


Guwen Gu terkejut, rasanya seperti mendengar suara petir di dalam kepalanya. Dia tahu seperti apa kultivator itu, mereka adalah makhluk setengah dewa!


"Tu-tunggu. Anda kultivator, ta-tapi kenapa Anda bisa ada di sini?! A-apa sebenarnya Anda belum mati?!" Guwen Gu langsung mengubah cara bicaranya. Dia benar-benar tidak tahu apa pun, bahkan tidak bisa mengenali orang dengan baik.


"Kultivator juga bisa mati. Jika tidak mati karena dibunuh, maka kemungkinan ialah penyimpangan Qi." Lan Guan Zhi berujar tenang. Dia menatap Guwen Gu yang seperti tidak mengerti sama sekali.


Ini sebenarnya adalah hal yang wajar. Apalagi kebanyakan orang awam hanya tahu bahwa kultivator adalah makhluk abadi, tentu saja mereka akan sangat terkejut bila mengetahui kultivator juga bisa mati.


Guwen Gu terus berjalan sambil ditarik oleh Lan Guan Zhi. Dia tidak punya pilihan selain membawa pria ini ke Aula Deng Xia yang merupakan istana megah dengan penjagaan yang paling ketat.


Masalahnya, pintu gerbang Aula Deng Xia masih berjarak 25 meter dan sudah terdengar bunyi yang keras seperti telah terjadi ledakan di dalamnya.


Guwen Gu terlonjak kaget, apalagi suara keras itu saling bersahut-sahutan dan ada banyak jiwa-jiwa yang berlari sambil berteriak ketakutan. Lan Guan Zhi yang mempunyai firasat tidak enak tentang hal ini langsung melepas cengkeramannya dan berlari mendekat.


Suara ledakan itu kembali terdengar. Lan Guan Zhi melihat banyak jiwa yang keluar dari pintu gerbang Aula Deng Xia dengan wajah yang ketakutan. Beberapa orang sampai berteriak meminta pertolongan.


"Kau pikir aku tidak berani?"


Lan Guan Zhi yang berada di halaman Aula Deng Xia berdiri membeku. Dia mendengar suara yang tidak asing. Ini seperti milik seseorang yang sangat dia kenali. Suara dari teman baiknya.


"Percaya atau tidak, aku bisa menggantikan tempatmu sekarang ini dan mengirimmu ke Neraka Kedelapan-Belas. Berani sekali kau pada Xiao Shuxiang ini,"


Lan Guan Zhi melihat ada seorang pemuda yang berdiri dengan satu kakinya berada di pipi seorang pria dewasa. Dia mendengar ucapan itu dan wujud di hadapannya benar-benar orang yang dia cari.


Xiao Shuxiang memakai pakaian berwarna putih, jubahnya berkibar dan angin melambaikan rambut serta pita dahinya. Dia adalah sosok yang agung dan keindahan yang menawan andai tidak dalam posisi menindas orang lain.


"Ka-Kau pasti akan mendapat hukuman berat! Kau-"


"Sudah kubilang untuk memanggil Giam Yiao Wang, kan? Biar kulihat apa dia berani pada Yang Mulia Xiao Shuxiang,"


Aakh!


Guwen Gu baru tiba dan berdiri di samping Lan Guan Zhi. Dia kaget bukan main ketika penanggung jawab tempat ini ditendang dan diinjak oleh seorang pemuda yang seharusnya adalah sandera di tempat ini.

__ADS_1


******


__ADS_2