![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Nyonya Upacara tidak pernah menyangka akan bisa kalah dari seorang pemuda yang nampak begitu lemah. Dia sungguh tidak terima dengan penghinaan ini.
Napas Xiao Shuxiang sendiri dangkal, dia telah memaksakan diri saat memakai Cermin Pemindah. Teknik itu sebenarnya belum bisa dia gunakan saat praktiknya selemah ini, efek samping penggunaan Cermin Pemindah tentu saja adalah rasa sakit pada beberapa organ dalamnya.
Xiao Shuxiang mengusap darah dari sudut bibirnya. Meski sedang kesakitan, nyatanya dia tidak mengurangi kekuatan saat menekan tubuh Nyonya Upacara di lantai, termasuk saat menusuk kepala wanita ini dengan belati miliknya.
"Sebaiknya kau katakan di mana bagian dari kitab kuno itu. Aku sudah tahu kau memilikinya. Ini adalah perintahku dan juga kesempatan terakhirmu untuk mendapat pengampunan. Jadi cepat katakan,"
Nyonya Upacara mengerang kesakitan saat Xiao Shuxiang menarik belati yang menusuk kepalanya. Dia sudah setengah jalan untuk menjadi abadi, tetapi pemuda asing ini dan kultivator yang lain sudah merusak segalanya.
Sambil menahan erangan kesakitan, Nyonya Upacara berkata. "Khhh, Aku .... Tidak akan pernah mengatakannya! Ka-Kau bisa membunuhku, tapi... Akh, kau tidak akan mendapatkan le-lembaran kitab itu..!"
Nyonya Upacara tentu saja tidak bodoh. Memberi tahu pemuda ini sama sekali tidak menguntungkan untuknya. Dia akan dibunuh jika mengatakannya dan dia juga akan dibunuh jika tidak mengatakannya. Kedua pilihan itu sama saja mengancam nyawanya.
Xiao Shuxiang berwajah gelap, apalagi wanita di bawahnya ini mulai tertawa dan sama sekali tidak memohon ampun padanya.
Darah segar kembali keluar dari sudut bibir Xiao Shuxiang, "Aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi. Sepertinya memang harus kuakhiri meski aku masih ingin menguliti dan mematahkan setiap tulangnya."
Xiao Shuxiang berujar dingin, "Menggeliat seperti itu pun tidak akan membuatmu bisa membebaskan diri."
Nyonya Upacara menggertakkan giginya, dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan energi yang diserapnya dari para mayat, termasuk mengeluarkan Qi hitamnya. Kekuatannya seakan disegel dan ini semua karena seruling yang menusuk kedua punggung tangannya.
Seruling Giok Putih itu mengeluarkan cahaya keperakan yang redup dan asap tipis kehitaman seakan terserap ke dalamnya. Nyonya Upacara merasa bahwa seruling ini bukanlah senjata biasa. Dia sudah melakukan kesalahan yang fatal karena tidak berhati-hati.
"Sialan, dibandingkan pemuda yang tadi---orang ini jauh lebih berbahaya. Dia tidak terlihat akan mengampuniku. Aku harus mencari cara yang lain," Nyonya Upacara mengerang kesakitan, dia pun berusaha bicara.
"Ji-jika kau membunuhku. Ka-kau dan teman-temanmu, tidak akan bisa keluar da-dari tempat ini. Kalian akan berada di alam kematian se-selamanya!"
Xiao Shuxiang tersentak, tetapi kemudian menyeringai lebar. "Kau bisa membodohi orang lain, tapi kau tidak bisa membodohi Xiao Shuxiang ini. Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau baru saja berbohong, hm?"
Xiao Shuxiang mengarahkan belatinya ke leher Nyonya Upacara. Ujung dari belati itu menyentuh kulit wanita tersebut dan mulai terlihat setitik darah segar. Nyonya Upacara itu meringis dan detik berikutnya kembali mengerang kesakitan.
Xiao Shuxiang berkata, "Sebelum kau mendoakan orang lain, harusnya kau doakan dirimu sendiri. Karena nasib baikmu, kau jadi bertemu denganku. Hanya saja sayang sekali, kita berada di jalan yang berbeda."
Belati di tangan Xiao Shuxiang semakin dalam menusuk leher Nyonya Upacara. Dia pun menggunakan tangannya yang lain dan menyentuh kepala wanita itu. Xiao Shuxiang memakai Mantra Penjinak Roh untuk menelusuri ingatan wanita ini dan mencari tahu tentang Lembaran Kitab Pembunuh Matahari.
Xiao Shuxiang sebenarnya bukan ahlinya dalam urusan roh, termasuk juga segel. Dia sendiri mempelajari mantra itu tanpa sengaja saat memenangkan sebuah slip giok dari pelelangan di Benua Timur.
Kejadiannya sudah bertahun-tahun yang lalu dan entah bagaimana dia masih bisa mengingat mantra penjinak roh tersebut. Meski memaksakan diri, rupanya Xiao Shuxiang berhasil mengetahui lokasi lembaran Kitab Pembunuh Matahari yang dimiliki Nyonya Upacara.
Bersamaan saat dia mulai melepaskan cengkeramannya dari kepala Nyonya Upacara, belati Xiao Shuxiang semakin dalam tertancap di leher wanita itu. Dan entah sengaja atau tidak, tetapi saat Xiao Shuxiang menarik keluar belatinya----dia memotong beberapa urat.
Nyonya Upacara itu terbelalak, suaranya tertahan dan dia tidak lagi bergerak. Xiao Shuxiang mulai berdiri dan menggunakan pakaian wanita itu untuk membersihkan darah di belatinya.
__ADS_1
"............."
Ekspresi Xiao Shuxiang terlihat biasa saja. Suaranya tenang, "Padahal jika kau menjawab pertanyaanku yang gampang itu----kau bisa mati dengan sedikit rasa sakit. Tapi sayangnya, kau seakan ingin diperlakukan kejam."
Xiao Shuxiang tahu Nyonya Upacara masih bernapas saat ini. Namun untuk beberapa saat, dia hanya berdiri tenang dan seakan menunggu lawannya mati karena kehabisan darah.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, raut wajahnya masih pucat dan organ dalamnya begitu sakit saat ini. Namun dia berusaha menahan rasa sakitnya. Regenerasi tubuhnya benar-benar sangat lambat sekarang. Ada banyak teknik yang menguras energi dan menyakiti organ dalamnya jika dipakai secara paksa. Dia sungguh harus melonggarkan segelnya bila tidak ingin terus seperti ini.
Xiao Shuxiang menyimpan kembali belati miliknya dan kemudian berdiri di depan Nyonya Upacara. Dia berkata, "Aku begitu ingin membongkar setiap organ di dalam tubuhmu. Tapi aku ingat bahwa saat ini aku sedang berusaha untuk menjadi manusia yang baik. Jadi..."
Xiao Shuxiang mengangkat kaki kirinya dan dengan tatapan yang tajam dia lanjut berkata, "Jadi aku hanya akan menghancurkan kepalamu saja."
*
*
Liu Wei Lin menapakkan kakinya dengan lembut di tanah. Para mayat yang dirinya hadapi satu demi satu tumbang tanpa bangun lagi, sementara para hantu anak yang dilawan oleh Lan Guan Zhi nampak mengeluarkan teriakan nyaring sebelum mulai menghilang.
Di sisi lain, busur es Zhi Shu perlahan memudar. Dia mengembuskan napas karena pertarungan ini sudah berakhir. Suasana di sekelilingnya pun berubah. Hanya saja memang, terdapat luka di lengan dan punggungnya.
Zhi Shu mengeluarkan sebuah pot giok kecil dari lengan pakaiannya. Sebagai gadis yang mempunyai relasi dengan Asosiasi Bangau Merak dan sekaligus salah satu tangan kanan Xiao Shuxiang, Zhi Shu memiliki simpanan Pil Napas Naga dan beberapa pil bagus lainnya.
Luka di lengan dan punggung Zhi Shu berangsur-angsur pulih kembali saat dia memakan sebuah pil penyembuh. Dirinya lalu menghampiri Ling Qing Zhu yang juga ternyata telah menyelesaikan pertarungannya.
"Tidak perlu. Aku baik-baik saja," Ling Qing Zhu berujar tenang. Dia memang menghadapi lawan yang sulit, namun dirinya tidak sampai mengalami luka yang parah.
Zhi Shu mengangguk pelan, dia lantas mengajak Ling Qing Zhu untuk menemui Lan Guan Zhi. Pemuda tampan dengan balutan pakaian pengantin itu nampak menyarungkan kembali pedangnya.
Wang Zhao sendiri terlihat menghela napas lega ketika menyaksikan keadaan mulai membaik. Sejak pertarungan tadi, dia telah berulang kali dilindungi oleh Liu Wei Lin dan Lan Guan Zhi. Tidak ada satu pun mayat serta roh yang menyakitinya, Mo Huai yang sebelumnya memberontak pun kini menjadi tenang walau masih belum sadarkan diri.
Jika dilihat dari atas. Keadaan di kuil tersebut benar-benar kacau. Banyak peti dan mayat yang berserakan, semua nampak berantakan. Bagian atap kuil pun tidak kalah mengenaskannya. Keadaan itu seperti baru saja ditimpa badai yang dahsyat.
Zhi Shu juga menyadarinya, dia pun mulai berkata. "Apa yang harus kita lakukan dengan mayat-mayat ini? Kita sudah keluar dari anomali, tapi para mayat ini sama sekali tidak menghilang."
Liu Wei Lin pun bisa merasakan bahwa dia dan yang lainnya tidak lagi terkurung dari kabut aneh. Suasana di sekitarnya jauh lebih hidup dibandingkan yang tadi, bahkan angin yang berhembus dengan lembut ini amat menyejukkan.
Liu Wei Lin tidak mengenal gadis asing ini, tetapi dia tetap memberi respon. Dia menjawab dengan tenang, "Untuk urusan ini, biarkan aku yang mengatasinya."
Zhi Shu menaikkan sebelah alisnya, dia keheranan. Namun saat menyaksikan bagaimana kemampuan luar biasa dari pria dengan kipas merah tersebut----dia pun tanpa sadar membuka mulutnya.
Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Zhi Shu melompat mundur. Ketiganya memberi ruang kepada Liu Wei Lin. Mereka melihat bagaimana pemuda itu menggunakan kipasnya dan hanya beberapa gerakan, para mayat beserta peti matinya seakan terlempar ke udara.
!!
__ADS_1
Dalam keadaan yang masih berada di udara, Liu Wei Lin memakai kipasnya kembali dan berhasil memasukkan tiap mayat ke dalam peti walau dia terpaksa membuat masing-masing peti ditempati oleh dua orang mayat.
Lan Guan Zhi yang menyaksikan betapa mengagumkannya teknik Liu Wei Lin menjadi tersadar dengan keadaan teman baiknya. Dia pun segera bergegas untuk memeriksa kondisi temannya yang ada di dalam kuil.
".............."
Di dalam kuil, Lan Guan Zhi melihat Xiao Shuxiang mencabut sebuah Seruling Giok Putih dan mulai berdiri. Teman baiknya itu memakai kain untuk membersihkan seruling tersebut dan seakan belum sadar dengan kehadirannya.
"Shuxiang," Lan Guan Zhi berujar pelan. Suaranya yang lembut membuat teman baiknya langsung menoleh.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap ke arah mayat Nyonya Upacara sebelum kemudian bergegas menghampiri teman baiknya. Lan Guan Zhi baru saja akan melihat tubuh wanita di samping Xiao Shuxiang saat pandangannya dihalangi.
"Lan'Er, apa yang kau lakukan di sini?" Xiao Shuxiang memasukkan Seruling Giok Putihnya ke dalam Cincin Spasial sebelum memegang bahu temannya.
"Shuxiang--"
"Ayo, sebaiknya kita keluar. Bagaimana mayat-mayat itu? Apa kalian berhasil mengatasinya?" Xiao Shuxiang menarik tangan Lan Guan Zhi dan mengajak teman baiknya untuk meninggalkan mayat Nyonya Upacara. Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang sedang berusaha menjauhkan Lan Guan Zhi dari melihat mayat wanita yang menjadi lawannya.
".............."
Lan Guan Zhi sedikit mengerutkan kening. Pemuda itu pun menoleh ke belakang, tapi Xiao Shuxiang yang sadar langsung mengulurkan tangan.
Xiao Shuxiang menyentuh pipi teman baiknya dan berkata, "Kau tidak perlu melihat ke sana, kau cukup melihatku saja. Ayo cari makan,"
"Shuxiang, ini kuil. Jasad itu harus segera dikubur,"
"Biarkan petugas kuil saja yang lakukan nanti. Aku tidak mau berlama-lama di tempat ini, ayo cari tempat istirahat."
".............." Lan Guan Zhi baru akan bicara saat dia memperhatikan dengan baik raut wajah teman baiknya. Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang sedang menahan sakit. Temannya ini kemungkinan sudah terlalu memaksakan diri.
Lan Guan Zhi pun lalu memegang lengan Xiao Shuxiang dan menuntun jalan teman baiknya. Karena warna pakaian mereka, noda darah menjadi tersamarkan. Tapi jika diperhatikan baik-baik, ujung pakaian Xiao Shuxiang jauh lebih basah dan gelap daripada pakaian Lan Guan Zhi.
Tidak hanya itu, tetapi sepatu Xiao Shuxiang bahkan meninggalkan jejak darah sepanjang dia berjalan. Belum lagi, setengah dari rambut panjangnya juga basah dan menitikkan tetes warna merah gelap. Itu jelas adalah darah, tapi bukan darah miliknya.
Lan Guan Zhi sebenarnya mencium bau darah tersebut, namun dia berpikir bahwa itu berasal dari luka teman baiknya. Dia harusnya tidak membiarkan pemuda di sisinya ini menghadapi Nyonya Upacara itu sendirian.
Lan Guan Zhi menawarkan bantuan. "Apa kau mau kugendong?"
Xiao Shuxiang tersentak dan langsung menoleh, dia tersenyum pahit. "Kau perhatian sekali LanLan, tapi aku tidak mau. Zhi Shu akan mengatakan hal yang bukan-bukan jika sampai melihatmu menggendongku. Lagipula itu akan terlihat sangat memalukan,"
******
__ADS_1