![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Para murid senior Sekte Pedang Langit terlihat sedang berusaha membawa para junior mereka ke tempat yang aman. Ada sebagian yang tentu saja bertarung dan membantu Lan Xiao serta Patriarch Yu Chang Hai.
Yi Jun Cheng yang merupakan kultivator dari pihak lawan terlihat sudah mengambil nyawa enam orang murid dengan cara menebas leher mereka. Yi Jun Cheng lantas melihat sosok yang lumayan kuat dan langsung menerjang. Di saat yang sana, Patriarch Yu Chang Hai spontan menggerakkan pedangnya dan lalu menangkis serangan tersebut.
"Ini hebat," Yi Jun Cheng mendengus, "Kupikir tempat ini membosankan karena tidak satu pun orang yang mampu menggoresku. Tentu saja, aku pun tidak banyak berharap padamu."
"Tidak perlu banyak bicara. Kau tidak akan lepas dari hukumanmu saat ini,"
"Ha ha ha, coba lakukan jika kau bisa." Yi Jun Cheng mengayunkan pedang miliknya dan berakhir bertukar serangan dengan Patriarch Yu Chang Hai. Tubuhnya yang tinggi dan langkahnya yang lincah membuat Patriarch Yu Chang Hai mengerutkan kening, jelas saja merasa penasaran.
Di tempat lain, Patriarch Lan Xu Jian sedang bertarung sengit dengan Jade Liong. Mereka bahkan bertukar serangan hingga keluar sekte dan kini mulai memasuki kota.
Patriarch Lan Xu Jian sebenarnya berusaha memancing musuhnya agar menjauh dari pemukiman, namun yang terjadi justru sebaliknya. Ini sebenarnya buruk, apalagi di situasi sekarang---dia tidak bisa sembarangan melesatkan serangan karena khawatir ada warga yang terluka.
Kakak dari Lan Guan Zhi itu jelas harus bertarung sambil melindungi orang-orang. Di sisi lain, musuhnya memanfaatkan keadaan ini untuk menyerang secara membabi buta. Kini kekacauan besar lainnya kembali tercipta.
Feng Jiayi yang merupakan bagian dari musuh pun nampak sangat menikmati menyiksa para murid Sekte Pedang Langit. Dia mempunyai kekuatan yang besar dan karena lawannya banyak---Feng Jiayi jadi tidak perlu terlalu menargetkan seseorang.
Pemuda itu sangat percaya diri bahwa serangannya akan selalu melukai para murid, siapa pun orangnya. Sekte Pedang Langit tentu berada dalam situasi yang benar-benar sulit sebab mereka diserang di dalam lingkungan sendiri dan secara mendadak.
!!!
Geraman salah satu Demonic Beast Singa Petir dan lesatan serangan dari mulutnya kini terlihat mengenai tubuh Harimau Bulan. Binatang yang sebelumnya mengalami luka parah itu nampak terpental dan menabrak sebuah bangunan.
"...............!!"
Para murid Sekte Pedang Langit tidak bisa mencegah serangan tersebut. Mereka pun saat ini tengah kesulitan menghadapi musuh yang begitu kuat. Meski bekerja sama sekali pun, kekuatan musuh benar-benar bukan sekadar main-main.
__ADS_1
Tubuh Harimau Bulan yang tidak lain adalah Lan Xiao nampak berubah mengecil. Harimau Bulan itu kini berwujud seperti seekor anak kucing dan dengan tubuh yang dipenuhi oleh luka, bahkan darah terlihat mengalir keluar dari mulut, punggung, kaki, dan kepalanya.
Anak harimau itu mengeluarkan suara decitan kecil, terdengar begitu lemah. Warna bulunya yang selalu bercahaya biru selama ini terlihat semakin meredup dan tentu saja itu bukanlah pertanda yang baik.
"A-Xiao...!"
Salah satu Demonic Beast Singa Petir kembali mengumpulkan energi besar di mulutnya dan melesatkan serangan kembali. Rasa-rasanya bahwa Demonic Beast ini baru akan berhenti saat lawannya benar-benar menjadi abu.
Serangan itu melesat jauh, dan mengarah langsung ke tempat di mana Lan Xiao berada. Nyaris saja Harimau Bulan itu dan bangunan di dekatnya hancur berkeping-keping, andai lesatan serangan tadi tidak ditahan oleh sebuah energi spiritual yang besar.
Seseorang menapak tidak jauh dari Lan Xiao, jubah putihnya berkibar dilambaikan angin. Aura sosok tersebut teramat sangat dingin dan menekan, apalagi dengan tatapan matanya yang jujur mempunyai sensasi menakutkan yang aneh.
Satu kibasan tangan dari pemuda itu dan energi spiritual yang besar menyelimuti tubuh Lan Xiao. Perlahan, darah berhenti mengalir dan luka-luka pada Harimau Bulan tersebut perlahan tertutup kembali.
Lan Xiao sebenarnya mempunyai regenerasi tubuh yang hebat, tetapi sepertinya tetap mempunyai batasan. Misalnya saja jika dia terkena serangan sangat fatal---maka justru bisa saja regenerasi itu pun sedikit mengalami hambatan.
Napas Lan Xiao masih ada, namun Harimau Bulan itu masih dalam wujud yang sama. Sosok yang sudah menolongnya pun tidak tinggal diam dan justru melesat, menerjang salah seekor dari Demonic Beast Singa Petir itu.
Sosok berjubah putih itu mengait sebuah pedang di tanah dan menangkapnya dengan tangan kiri. Dirinya pun melesat sangat cepat ke salah satu Demonic Beast dan hanya sekali terjangan---sosok itu menembus tubuh hewan tersebut dan berdiri dalam posisi yang seolah tidak terjadi apa-apa.
Hanya saja, jika diperhatikan baik-baik. Tepat di bilah pedang sosok itu---sebuah gumpalan daging dan masih berdetak terlihat. Dan di belakang tubuhnya berdiri Singa Petir yang seketika mulai tumbang dengan lubang besar di perutnya.
!!!
Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu bahkan tanpa sadar menahan napas mereka, apalagi saat melihat jubah putih dan rambut sosok tersebut yang kini begitu basah karena darah. Dalam sekejap saja, penampilan sosok itu mengundang rasa takut di mata siapa pun.
Seorang murid Sekte Pedang Langit nampak kesulitan menelan ludah. Suaranya bergetar saat dia bukan suara dan menyebut nama pemuda ini.
__ADS_1
"Tuan Muda... Feng Ying?"
"................."
!!!
Suara gemuruh terdengar di telinga siapa pun yang melihat bahwa sosok di hadapan mereka tidak lain adalah murid kedua dari Alkemis Zhou Yan, Feng Ying. Pemuda berusia 21 Tahun itu mempunyai aura yang sejujurnya begitu misterius dan menakutkan.
Feng Ying mempunyai ekspresi wajah yang dingin, namun dengan tatapan mata seperti ikan mati yang tentu dalam artian kata---tidak ada yang tahu apa isi pikirannya. Selain itu, Feng Ying sama sekali tidak bisa diajak bicara, bahkan Lan Guan Zhi jauh lebih baik karena masih mau membalas ucapan orang dengan gumaman pelan.
Feng Ying ini... Benar-benar jarang ada orang yang mendengarnya bersuara. Bahkan tidak hanya itu, dia sangat jarang turun gunung dan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tinggal Zhou Yan. Kebanyakan murid Sekte Kupu-Kupu pun tidak mengenalinya sebagai bagian dari mereka.
Hanya Xiao Shuxiang dan teman seangkatan dengannya yang tahu Feng Ying. Saudara paling muda di antara mereka ini memang sosok yang sulit diajak komunikasi pada awalnya, tetapi tentu saja jika sudah lama saling kenal---maka ceritanya akan lain lagi.
"Tuan Muda Feng Ying?!"
"................." Feng Ying menoleh saat seorang murid menyerukan namanya. Dia menatap tajam pemuda itu dan membuat murid tersebut membeku di tempat.
Feng Jiayi yang terkejut dengan tewasnya salah seekor peliharaannya nampak sangat marah. Dia pun langsung menargetkan sosok yang sudah berani mengambil nyawa Singa Petir miliknya.
Feng Ying tidak bicara, dia menangkis serangan lawan yang datang padanya dengan sangat kuat. Dia pun memberikan serangan balasan yang kuat dan cepat, bahkan mampu membuat tangan lawannya mati rasa.
Murid Sekte Pedang Langit mengandalkan teknik bertarung yang menusuk, tetapi tetap mempertahankan keanggunan. Dan tentu saja mereka mempunyai aturan bahwa serangan tidak boleh menargetkan bagian vital yang ada di bawah perut lawan.
Aturan semacam ini tidak tertulis, bahkan penjahat sekali pun mengikuti aturan tersebut. Seseorang akan disebut pecundang dan dianggap sampah jika sampai mengincar organ vital yang satu ini. Namun bagi mereka yang menjadikan Xiao Shuxiang sebagai panutan, aturan tidak tertulis itu sama sekali tak berguna.
"Dia..!!"
__ADS_1
!!!
******