KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
445 - Perbaikan


__ADS_3

Mendengar ucapan dari saudaranya membuat murid Sekte Kupu-Kupu yang lain akhirnya bisa mengembuskan napas lega.


"Jadi sudah berakhir...?"


Seorang murid Sekte Kupu-Kupu menjatuhkan pedangnya dan memejamkan mata cukup lama. Perasaan lega karena pertarungan panjang nan melelahkan kini benar-benar berakhir. Air mata bahkan terlihat membasahi pipinya.


Walaupun anak-anak itu bertarung dengan sangat brutal, tetapi sebenarnya jauh di dalam hati mereka begitu takut. Rasa takut jika tidak ada satu orang pun yang berhasil mereka lindungi.


"Kita benar-benar melakukannya..!" seorang murid memeluk rekan di sampingnya. Dia tidak bisa lagi menahan tangisannya.


Ling Qing Zhu memperhatikan para murid Sekte Kupu-Kupu itu. Mereka masih anak remaja, begitu muda, dan wajar menangis. Mereka mempunyai hak untuk meluapkan perasaan yang sudah terpendam sejak pertama kali kekacauan ini dimulai.


Jujur saja, Ling Qing Zhu pun merasa sangat lega. Tetapi dibandingkan dengan anak-anak ini, dirinya tidak bisa melakukan hal yang sama. Dia tidak punya banyak keberanian untuk memperlihatkan emosinya.


*


*


Selain di tempat Ling Qing Zhu, pertarungan juga telah berakhir di tempat Bocah Pengemis Gila berada. Pria yang membawa tongkat pusakanya itu dikejutkan dengan perubahan pada lawannya. Anggota Sekte Kabut Berdarah berteriak kesakitan sampai terjatuh di tanah.


Pemilik dari bordil besar ini beserta para bawahannya sendiri pun terlihat kaget, apalagi ketika menyaksikan tubuh lawan-lawan mereka terkoyak sangat mengerikan dan kini ditumbuhi oleh pohon yang batang serta daunnya meneteskan darah.


"Se-sebenarnya apa yang terjadi?!" Bocah Pengemis Gila sangat syok. Dia mengedarkan pandangan dan situasi di sekitarnya pun tidak jauh berbeda.


"Apa ini bukan salah satu trik musuh?! Apa benar sudah berakhir?!" Bocah Pengemis Gila sulit mempercayainya. Tetapi ketika sedang memfokuskan diri untuk menggunakan Tenaga Dalam Suara, dia pun menyadari bahwa tidak ada lagi suara-suara pertarungan. Ini telah membuktikan bahwa musuh memang berhasil dikalahkan.


Demonic Beast berwujud ular putih besar yang ada di tempat itu perlahan berubah menjadi sosok manusia. Bocah Pengemis Gila dan orang-orang yang bersamanya tidak ada yang terkejut sebab mereka sudah tahu sosok dari ular putih itu. Ia tidak lain adalah pemilik dari bordil besar ini, Shuai Niao.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tidak terlalu sering bertemu Shuai Niao. Bisa dibilang dia tidak pernah berhadapan cukup dekat dengan paman angkat dari Xiao Shuxiang ini, apalagi sampai bertegur sapa.


Sejujurnya dia tercengang melihat wajah Shuai Niao yang luar biasa cantik. Masalahnya fitur wajah itu sangat sesuai dengan tubuh pria tersebut dan sama sekali tidak menjadikannya begitu menggelikan. Rasanya ungkapan untuk menggambarkan subjek ini adalah, 'Kecantikan yang tampan.'


Bocah Pengemis Gila spontan memalingkan wajah. Meskipun pakaian Shuai Niao termasuk sopan dan dengan kerah yang panjang, tetapi pesonanya benar-benar bisa membuat orang lupa diri. Bocah Pengemis Gila bahkan sampai menekan dadanya dan berusaha menahan debaran jantung yang entah bagaimana bisa sangat kencang.


"Apa-apaan perasaan ini?" Bocah Pengemis Gila kesulitan menelan ludah. Ekspresinya pucat, "Dia menakutkan dengan wajah seindah itu. Ini pertama kali dalam hidupku... Aku merasa bahwa sebenarnya aku adalah pria yang normal."


"Nona Shuai Niao..! Cepat tutupi Nona..!"


Bocah Pengemis Gila terkejut mendengar seruan seorang wanita. Dia menyaksikan bagaimana para wanita-wanita yang sebelumnya ada di bangunan yang aman kini keluar dengan payung di tangan mereka.


Wanita-wanita cantik itu dengan segera mengerumuni Shuai Niao dan menghalangi pandangan orang-orang dari menatap wajah pemilik bordil besar ini. Dan seolah sudah terbiasa, Shuai Niao hanya berjalan masuk ke dalam bangunan tanpa mengatakan apa pun.


Pakaian Shuai Niao menutupi hingga kakinya, tapi ketika dia berjalan---ada suara gemerincing dan tubuhnya pun diselimuti oleh aroma manis nan menyenangkan.


Bangunan-bangunan di tempat ini sebenarnya mengalami kerusakan dan cukup parah, bahkan ada yang sampai menjadi puing-puing. Tetapi meski demikian, masih ada bagian dari bangunan yang tetap kokoh karena sudah dilindungi dengan sekuat tenaga.


Bocah Pengemis Gila memperhatikan saat murid Sekte Kupu-Kupu membantu rekannya sendiri untuk berdiri. Dia pun menarik napas dan kemudian membantu para murid itu.


*

__ADS_1


*


Seminggu setelah pertarungan melawan Wang Zhao, Wang Hu Zhuang, dan para anggota Sekte Kabut Berdarah----perbaikan kini berlangsung di berbagai tempat. Di antara semua lokasi, Sekte Kupu-Kupu dan Kota Awan Dingin yang paling banyak memerlukan perbaikan.


Xiao Shuxiang banyak membantu mengobati setiap orang yang terluka. Dia tidak sendirian sebab Feng Ying bersamanya. Hanya saja entah kenapa saudara seperguruannya ini sulit sekali diajak bicara.


"..................." Xiao Shuxiang berada di dalam sebuah ruangan. Bangunan ini adalah gedung pertama yang selesai dibangun dan berada tepat di tengah Kota Awan Dingin.


Xiao Shuxiang duduk di sebuah kursi dan nampak sedang memeriksa kondisi seorang kultivator. Dia sebenarnya bisa saja langsung membagi-bagikan Pil Napas Naga sehingga tidak perlu serepot ini, tetapi tentu dia masih sangat waras untuk tidak menyia-nyiakan pil berkualitas terbaiknya walau bahannya cukup mudah didapatkan.


Meskipun kondisi di sekitarnya terbilang butuh bantuan, tetapi tetap saja Xiao Shuxiang tidak mau rugi. Apalagi ketika dia tahu bahwa yang datang padanya sama sekali tidak bisa dimintai bayaran.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu menatap ke arah Feng Ying. Dia sudah lama menahannya dan kemudian mulai buka suara.


"Feng Ying, ada apa denganmu sebenarnya?" Xiao Shuxiang berkata, "Kau seperti memiliki banyak pikiran. Apakah ada masalah?"


"..................."


"Haaah... Dia memang sejak dulu selalu pendiam," Xiao Shuxiang menarik napas, "Sulit menebak isi pikirannya dan tatapan mata yang seperti ikan mati itu membuat siapa pun tidak akan nyaman. Bahkan bagiku,"


"Masalahnya..." Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat dia ingat bahwa Feng Ying ini termasuk cerewet jika bersamanya. "Jelas dia bisa diajak berbincang-bincang jika di kediaman Tetua Tiga, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini..?"


"Sekte..."


"Mn?" Xiao Shuxiang menoleh kala mendengar gumaman pelan dari pemuda di sampingnya. Dia menaikkan sebelah alisnya dan menatap subjek tersebut.


Feng Ying berujar pelan, "Sekte... Seharusnya aku melindunginya."


Xiao Shuxiang berujar, "Warga Kota Awan Dingin tidak ada yang mengalami luka parah dan para saudara seperguruanmu jauh lebih berani daripada siapa pun. Mereka sangat bisa dipercaya,"


".............. Mn. Karena Saudara Xiao yang bertindak, tidak banyak orang yang terluka."


"Hah, bagaimana kau bisa mengatakan--"


"Aku hanya menyesal karena tidak datang di waktu yang tepat," Feng Ying menyela dan membuat subjek di sampingnya tersentak.


Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Kau sudah bertarung dengan baik. Kudengar, kau menyelamatkan anggota Sekte Tengkorak Darah. Aku... Tidak tahu bagaimana harus berterima kasih,"


"Saudara Xiao, itu--!" Feng Ying baru akan bicara ketika sebuah seruan seorang wanita terdengar.


"Saudara Xiao..! Apa kau di sini?!"


!!


Feng Ying dan Xiao Shuxiang menoleh, bahkan orang-orang yang mereka periksa nampak terkejut. Semuanya mengarahkan pandangan ke salah satu tempat dan menyaksikan Yi Wen berjalan sambil memapah seseorang.


Xiao Shuxiang bangun dari tempat duduknya. Subjek yang dibawa oleh gadis berambut sepanjang leher itu tidak lain adalah Mo Huai. Kondisi pemuda tersebut penuh dengan luka yang parah.


"Saudara Xiao, tolong selamatkan Mo Huai. Ukh, dia ini berat sekali.."

__ADS_1


"Nona Wen, biar kubantu."


"Perlahan, baringkan dia.."


Yi Wen terengah-engah. Dia mengusap keringat yang membasahi dahi dan menuruni pipinya. Dia pun menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Saudaraku. Coba kau periksa dia, apa Mo Huai masih bisa diselamatkan atau sudah tiada?"


"Di mana kau menemukannya?" Xiao Shuxiang bertanya pada Yi Wen sambil melihat Mo Huai yang dibaringkan dengan hati-hati di atas tumpukan jerami.


Yi Wen berusaha mengatur napas. Seseorang membawakannya segelas air dan dia pun menerimanya. Setelah benar-benar tenang, dia pun lantas menjelaskan.


Yi Wen berkata, "Aku ikut dengan Lan Xiao sebelumnya, tetapi kuputuskan untuk pergi ke Kota Embun Bunga karena mendengar suara ledakan. Dalam perjalanan itulah kutemukan anak ini,"


Yi Wen berujar, "Mo Huai saat itu tertatih sambil memegang lengannya. Dia bersama seorang anak laki-laki. Dari apa yang kudengar oleh anak yang bersamanya, Mo Huai terluka bukan karena diserang musuh--tapi terkena serangan nyasar. Begitulah.."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, dia melihat Feng Ying yang bergerak dan memeriksa Mo Huai. Dirinya membiarkan hal itu dan kembali menatap Yi Wen.


Xiao Shuxiang bertanya, "Di mana anak yang bersama Mo Huai?"


"Anak itu hanya mengalami luka ringan. Dia bertemu orang tuanya di luar sana. Aku tidak bertanya lebih lanjut karena sepertinya anak laki-laki itu mengalami trauma,"


"Sudahlah, itu tidak masalah..."


"Dia akan baik-baik saja sekarang." Feng Ying buka suara dan membuat Yi Wen kini bisa bernapas lega.


"Biarkan dia istirahat," Xiao Shuxiang kembali ke tempat duduknya dan mengobati kultivator yang lain.


Yi Wen memperhatikan Mo Huai yang masih belum sadarkan diri. Dia pun berkata, "Anak ini bisa dibilang yang paling lemah, bahkan biasa-biasa saja. Tetapi dia selalu saja beruntung,"


"Keberuntungan juga merupakan kekuatan," Xiao Shuxiang buka suara dan berkata, "Mo Huai memang tidak berbakat dalam berlatih pedang, tetapi yang kulihat dia seorang pekerja keras. Buktinya dia yang biasa-biasa saja bisa bertahan di dunia yang seperti ini,"


"Yah, kau benar Saudara Xiao." Yi Wen menarik napas dan berkata, "Jika diingat-ingat lagi... Anak ini selalu saja beruntung. Dia bahkan bisa bertahan hidup ketika perang melawan Wyvern dan saat perang melawan tetua dari Partai Pedang Tengkorak. Begitu pun dengan kekacauan yang ada di Alam Kultivasi Atas. Haiih... Entah aku merasa bangga atau justru kasihan padanya,"


Xiao Shuxiang mengarahkan pandangan dan menatap Mo Huai yang terbaring sambil mendengarkan ucapan Yi Wen. Dia cukup lama terdiam dan baru menoleh saat Yi Wen mulai berpamitan. Gadis itu hendak mencari Bocah Pengemis Gila.


Kebetulan sekali pria yang sedang di cari Yi Wen sekarang berada di Kota Awan Dingin dan nampak membantu orang-orang memperbaiki bangunan yang rusak parah. Bocah Pengemis Gila tidak bekerja sendirian, dia dibantu Yang Hao.


Tidak seperti perbaikan bangunan di Alam Kultivasi Atas yang bisa selesai hanya dalam waktu singkat, di tempat ini perbaikan bisa sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.


Zhi Shu dan para anggota Sekte Pedang Langit yang sebelumnya diselamatkan oleh Xiao Shuxiang dengan cara yang terbilang tidak biasa pun kini kembali pulang. Mereka dijemput dua hari yang lalu dan itu pun karena Xiao Shuxiang baru mengingat orang-orang ini setelah Lan Guan Zhi menanyakan keberadaan kakaknya.


Xiao Shuxiang tentu langsung mengeluarkan cermin pemindah dan karena tekniknya yang satu ini---dia pun jadi bisa pergi ke Benua Tengah hanya dalam satu langkah. Dia tiba di kediaman Nie Shang dan kemudian membawa pulang para patriarch serta murid-murid Sekte Pedang Langit.


Nie Shang yang mendengar kabar penyerangan ini tidak tinggal diam. Dia pun ikut ke Benua Timur dengan membawa para pendekar yang sudah seperti pengawal pribadinya untuk ikut membantu dalam perbaikan. Siu Yixin pun turut serta dan sekarang ini mereka terbagi ke dalam kelompok masing-masing.


Bukan hanya itu, Nie Shang bahkan memberi kabar pada Sekte Pagoda Langit dan karena itulah Xiao Shuxiang tidak punya pilihan selain mengizinkan keluarga dari Kucing Putihnya memasuki cermin pemindah dan tiba di tempat tinggalnya sekarang.


Alhasil, Xiao Shuxiang sama sekali tidak membantu dalam perbaikan dan lebih ditugaskan untuk merawat orang-orang yang terluka, khususnya para kultivator yang dantiannya mengalami keretakan.


Bukan hal yang mudah sebenarnya untuk mengobati dantian yang retak. Ini sesuatu yang sulit dan tidak menutup kemungkinan bahwa memperbaiki dantian merupakan hal yang mustahil.

__ADS_1


Masalahnya, saat ini alkemis yang terkenal dengan pil abadi miliknya dan sosok yang paling disegani di Benua Timur sekarang belum kembali dari Alam Kultivasi Atas. Dua orang yang mempunyai hubungan dekat dan bahkan bisa dikatakan adalah murid alkemis itu tidak lain adalah Xiao Shuxiang dan Feng Ying sendiri. Karena itulah kedua pemuda ini diandalkan dalam perawatan para kultivator dan warga lainnya.


******


__ADS_2