KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
31 - Menemui Xiao Lu


__ADS_3

Xiao Shuxiang rupanya sebelum pulang ke Benua Tengah----dia meminta Hu Li mengeluarkan Cermin Pemindah yang membuat mereka tiba di istana Kaisar Matahari Tengah, tempat tinggal dari Xiao Lu----kakak Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao, kenapa kita harus ke sini?" Hu Li berjalan di belakang Tuan Mudanya sambil melihat ke sekeliling.


Istana Kekaisaran Matahari Tengah meski pernah diserang, namun setelah perbaikan tetap memiliki desain yang sama seperti sebelumnya.


Beberapa pelayan ada yang berpapasan dengan Xiao Shuxiang dan Hu Li. Mereka tertegun sebelum akhirnya kaget dan tanpa sadar membuka mulut lebar.


Xiao Shuxiang hanya melewati orang-orang itu tanpa mengatakan apa-apa. Dia fokus mencari keberadaan dari gadis cerewet, kakak perempuannya.


"Astaga... Bukankah yang barusan itu Tuan Muda Xiao?" seorang pelayan yang membawa sekeranjang buah masih nampak kaget, teman yang bersamanya pun demikian.


"Itu benar Tuan Muda Xiao. Tapi sejak kapan Beliau datang kemari?"


"Siapa yang peduli sejak kapan di datang. Intinya Tuan Muda Xiao terlihat lebih tampan dari yang pernah kutemui~"


!!


Ada tiga orang pelayan yang memakai seragam kuning, namun dua di antara mereka sangat antusias hingga bahkan menyerahkan benda yang mereka bawa kepada rekan yang satunya.


"Kau bawa itu ke dapur, terima kasih. Ayo!"


"Hei, tunggu! Aku juga mau pergi melihatnya. Aiish..."


*


*


"Kira-kira di mana si gadis cerewet itu?" Xiao Shuxiang sudah lama berjalan dan sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Xiao Lu.


"Tuan Muda, bisakah Anda mengatakan apa tujuan kita kemari?" Hu Li hampir saja menabrak Xiao Shuxiang ketika sejenak menoleh ke belakang karena merasa sedang diikuti.


"Ah, itu ada pelayan." Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Hu Li dan justru menghampiri dua orang pelayan wanita. 


Dia sebenarnya telah berpapasan dengan beberapa pelayan sebelumnya, namun sepertinya sekarang ini Xiao Shuxiang sudah menyerah mencari Xiao Lu hingga mulai meminta bantuan orang lain.


Dua orang pelayan yang dihampiri Xiao Shuxiang awalnya tersentak dengan kehadiran pemuda berpakaian hitam itu. Namun saat tersadar, mereka lantas menjawab bahwa Xiao Lu yang sedang dicari sekarang berada di halaman belakang istana.


Xiao Shuxiang berterima kasih dan lalu mulai bergegas pergi, Hu Li mengikuti Tuan Mudanya dari belakang. Tidak jauh dari Hu Li----beberapa pelayan wanita juga diam-diam mengikuti mereka.


Halaman belakang istana Kaisar Matahari Tengah sangat luas, penuh dengan tanaman dan merupakan tempat yang damai. 


Terdapat sebuah kolam ikan luas yang di dekatnya ada tiga kursi dengan sebuah meja yang berukiran bangau. Seorang wanita berpakaian biru muda dengan rambut panjang nampak duduk di salah satu kursi sambil memangku anak kecil.


Langkah Xiao Shuxiang memelan saat semakin dekat dengan sosok wanita yang masih memunggunginya itu. Dia pun mengembuskan napas dan mulai bersuara, "Gadis Cerewet..!"


?!


Sosok wanita itu tersentak dan mulai menoleh. Dia memiliki mata cokelat terang, kulit wajah yang halus dan garis alis yang indah. Dia mengerutkan kening saat melihat seorang pemuda tampan yang berjalan mendekat ke arahnya.


Wanita itu terlihat berusia 25 Tahun, namun yang sebenarnya adalah dia berusia 30 Tahun. Wajahnya masih sama cantik dan tidak mengalami banyak perubahan seperti yang terakhir kali Xiao Shuxiang ingat. Wanita yang dia lihat ini tidak lain adalah Xiao Lu.


"Xiao'Er...? Apa itu kau?"

__ADS_1


"Memang kau pikir siapa lagi? Tidak ada orang yang berani memanggilmu 'Gadis Cerewet' selain aku." Xiao Shuxiang mendekat, dia baru memperhatikan dengan baik dan menyadari perubahan pada perut Xiao Lu.


Xiao Shuxiang mengerjap, "Kau... Gadis Cerewet? Apa kau mengandung lagi?" Dia menatap anak laki-laki yang memegang tangan Xiao Lu dan juga sedang menatap ke arahnya. "... Ini sebenarnya sudah berapa lama kita tidak bertemu..? Kenapa kau bisa mengandung lagi?"


"Kau bicara apa? Ini adalah anak Li Qian Xie. Ayo ucapkan salam pada pamanmu yang memalukan."


!


Xiao Shuxiang menyentih dahi Xiao Lu hingga membuat wanita itu merintih, "Aku kemari untuk menemuimu dan kau justru memperkenalkanku dengan cara seperti itu pada keponakan sendiri. Perkenalkan dengan baik,"


"Kau lakukan saja sendiri..." Xiao Lu mengusap-usap dahinya. Dia lantas melirik ke arah Hu Li yang memberi hormat padanya.


Xiao Shuxiang memperhatikan wajah anak laki-laki yang terlihat berusia sekitar dua setengah tahun ini. Dia mendengus pelan, "Dia mirip dengan Dai Chen,"


Xiao Lu, "Tentu saja. Dia kan juga anak sayangku."


"Siapa namanya?"


Xiao Lu menatap pangeran kecilnya itu, suaranya berubah lembut. "Ayo kenalkan dirimu pada Paman ini..."


Pangeran itu menengadah saat menatap Xiao Shuxiang, dia memiliki tatapan mata yang polos, namun dingin. Hu Li bisa tahu bahwa kelak anak laki-laki tersebut akan tumbuh menjadi sosok yang tampan dan berwibawa.


"ā niáng..." anak laki-laki itu menatap Xiao Lu dan seperti takut memperkenalkan diri. Dia selama ini memang menganggap Xiao Lu sebagai ibunya. Bahkan dirinya lebih dekat kepada ibu sambungnya itu bila dibandingkan dengan sosok yang telah melahirkannya.


Xiao Lu mengusap pelan kepala pangeran kecilnya, dia kembali berkata. "Tidak apa-apa... Dia adik 'Ibu', Pamanmu. Ayo beri salam padanya,"


Pangeran kecil itu mulai menyatukan kedua tangan dan memberi hormat pada Xiao Shuxiang, "Pan Yue memberi salam pada Xiǎo Jiù,"


!


Xiao Shuxiang kembali berkedip, nada suaranya pelan ketika bicara pada Hu Li. "Menurutmu lebih tampanan yang mana, Pan Yue atau aku?"


Hu Li tersentak, kakinya nyaris keseleo karena mendengar ucapan Tuan Muda Xiao-nya. Dia pikir Xiao Shuxiang akan bertanya latar belakang nama 'Pan Yue' ini, tetapi tidak disangka pertanyaan yang dia dengar sangat tak terduga.


"Tuan Muda Xiao, saya tidak hidup di zaman tuan muda 'Pan Yue' ini. Jadi tidak bisa membandingkan ketampanan Anda dengannya."


"Lalu bagaimana dengan Lan Zhi? Apa dia setampan itu?"


"Kenapa kita jadi membahas itu? Jika ingin tahu... Bagaimana kalau saya pergi untuk mendapatkan beberapa buku yang bisa Anda pelajari?"


"Hah, kau baru saja menyebutkan kata terlarang padaku,"


Hu Li mengatupkan kedua bibirnya, dia terlihat mengulum senyum. Dia ingat Tuan Muda Xiao-nya adalah orang yang sangat pemilih dalam belajar. Selain buku tentang jurus, tanaman herbal dan racun, Xiao Shuxiang tidak akan tertarik pada buku yang lain.


Xiao Lu sudah memperhatikan sejak tadi dan tidak tahan lagi, "Kalian berdua mau sampai kapan berbisik-bisik seperti itu? Kalian membuat pangeran kecilku tidak nyaman,"


Xiao Shuxiang, "Aku hanya ingat tentang nama 'Pan Yue'. Siapa yang memberinya nama itu?"


"Hmph, tentu saja aku. Kenapa?"


"Gadis cerewet. Saat pangeran kecilmu sudah tumbuh dewasa, kau harus beri tahu aku. Akan kucarikan nama yang lebih luar biasa untuknya. 'Yue' itu... Bukankah lebih cocok bagi perempuan?"


"Kau pikir namamu sendiri cocok untuk orang sepertimu?"

__ADS_1


Xiao bersaudara itu sudah mulai saling meledek. Mereka benar-benar tidak bisa akur barang sejenak saja.


Bagi Hu Li, ini merupakan hal yang biasa. Tetapi bagi pangeran kecil itu, ini pertama kali dia melihat sikap 'Ibunya' yang tidak biasa.


Xiao Lu bersungut-sungut, "Jika kau datang kemari hanya untuk mencari masalah denganku, sebaiknya kau pergi. Aiih... Semoga saja anakku tidak punya sifat sepertimu,"


Xiao Shuxiang melihat Xiao Lu mengusap pelan perutnya. Kakak perempuannya ini jelas terlihat sedang mengandung, dia pun mendengus. "Anakmu yang harusnya merasa kasihan karena harus memiliki ibu cerewet sepertimu,"


"Xiao'Er, kau menyebalkan! Jahat sekali..!" untung Xiao Lu sudah tahu kebiasaan adiknya ini. Jika bersama dengannya, Xiao Shuxiang suka bermulut pedas. Rasanya sudah lama tidak merasa seperti ini. Dia sungguh mempunyai adik yang durhaka.


Xiao Lu mengembuskan napas, "Sebelum sayangku datang, sebaiknya kau pergi. Ini waktunya pangeran kecilku belajar buku yang bahkan aku tidak tahu apa itu,"


"Palingan sastra dan politik, kau menyia-nyiakan masa kecilnya." Xiao Shuxiang menggeleng, kehidupannya sebagai 'Kaisar' di Dunia Elf juga tidak jauh dari hal semacam itu. "Anak kecil harusnya diajari cara mendaki gunung, berburu di hutan dan memainkan senjata. Kenapa kau harus menyiksa bokongnya dengan memintanya duduk manis menulis sajak? Dia akan tumbuh menjadi seseorang yang membosankan jika cara pengajaran kalian seperti ini. Mm... Ah, bagaimana jika kubawa dia bermain di tempat bordil?"


"Tuan Muda Xiao..!"


"Xiao'Er..!!"


Xiao Shuxiang mendapat pukulan yang keras di lengannya dari Hu Li dan seruan dari Xiao Lu. Dia mengusap-usap lengan kanannya dan meringis, "Aduh... Kalian ini kasar sekali,"


"Tuan Muda Xiao, jangan seperti itu. Hentikan apa pun yang ingin Anda lakukan! Anda tidak boleh sampai menodai anak semurni ini, tidak boleh...!" Hu Li sangat terguncang mendengar bahwa Tuan Mudanya memiliki pemikiran untuk membawa seorang pangeran kecil ke tempat bordil.


"Baiklah, baiklah. Aku kan hanya bicara, tidak perlu menganggapnya serius..." Xiao Shuxiang menatap sejenak anak laki-laki yang berdiri di samping Xiao Lu. Pangeran kecil itu nampak tersenyum ke arahnya dan seolah menatapnya penuh perhatian.


"Hu Li, keluarkan kotak giok hitam di dalam Gelang Semesta dan serahkan pada Gadis Cerewet ini,"


Hu Li tersentak, namun segera menuruti ucapan Tuan Muda Xiao-nya. Sebuah kotak giok berukuran cukup besar dia keluarkan dari dalam Gelang Semesta dan menyerahkannya pada Xiao Lu.


"Apa ini...?" Xiao Lu heran, tapi tetap menerima kotak itu. Dia membukanya dan mengerutkan kening ketika yang terlihat dalam kotak giok tersebut adalah sebuah jubah berwarna keemasan yang memiliki banyak ukiran kuno berwarna merah.


Xiao Lu menyimpan kota gioknya di atas meja dan mengambil jubah itu lalu membentangkannya.


Dia masih bingung dengan jubah pemberian adiknya, "Ehm... Xiao'Er, apa aku harus memberi komentar tentang pilihanmu ini? Kau membelinya di mana? Jika ini adalah hadiah untukku, maka sungguh kau sangat tidak niat-"


"Itu Pusaka Langit Ketiga."


!!


Xiao Lu terkejut, dia bahkan tanpa sadar membuka mulutnya. Dia baru saja akan meledek adiknya saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menyebutkan tentang Pusaka Langit Ketiga.


"Xiao'Er ini... Sungguhan?!" Xiao Lu masih tidak percaya, dia bahkan menahan napas karenanya. Dia berkedip beberapa kali untuk menyakinkan diri bahwa saat ini dirinya tidak sedang bermimpi.


"Pusaka... Langit Ketiga...?! Tapi..."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Kau ini seperti tidak pernah melihat pusaka yang hebat saja,"


"Tentu saja tidak..! Ini pertama kalinya bagiku. Pusaka Langit itu sangat langka dan begitu berharga. Aku bahkan tidak pernah menyangka akan menyentuhnya. Xiao'Er, kau sedang tidak berbohong, kan?"


"Apa aku pernah berbohong?"


Xiao Lu menggeleng, suaranya pelan. "Aku yang sering melakukannya. Kau sama sekali tidak pernah berbohong..."


Xiao Shuxiang, "Bagus kalau kau sadar diri. Intinya itu sekarang milikmu. Aku datang kemari untuk memberikannya."

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2