KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
162 - Meng Hao Niang


__ADS_3

Di tempat Ling Qing Zhu saat ini, suasana masih sangat tegang dan dipenuhi oleh suara dari benturan senjata. Tetua Zhang Shan dan Tetua Xia Longhua dari Istana Seribu Pedang terlihat bertukar serangan dengan beberapa kultivator yang entah bagaimana berubah menjadi penampilan yang menyeramkan.


Di sisi lain, Tetua Zhao Linying dan Tetua Qin Yun dari Sekte Bunga Surga pun nampak bertarung sengit. Mereka tidak bisa mengerahkan kekuatan yang sebenarnya sebab musuh yang mereka lawan adalah kultivator dari aliran sendiri.


"Sebenarnya apa penyebab mereka bisa berubah seperti ini?! Pasti ada sesuatu," raut wajah Tetua Qin Yun begitu cemas dan jujur saja menahan kekuatan agar tidak sampai mengambil nyawa murid sendiri lebih berat dibandingkan apa pun.


Tetua Xia Longhua baru saja melesatkan sebuah Tali Pengikat hingga tiga orang kultivator tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Sementara itu, Tetua Meng Hao Niang dan Ling Qing Zhu sendiri fokus mencari penyebab dari perubahan fisik para murid.


Tempat Tetua Meng Hao Niang dan Ling Qing Zhu berada merupakan lantai yang tertinggi dan dijaga oleh tetua lain dan beberapa kultivator ahli.


"Pegang kuat tangannya," Tetua Meng Hao Niang memberi perintah. Ling Qing Zhu mengangguk pelan sebagai balasan.


Tidak hanya kedua kultivator itu. Ling Qing Zhu juga dibantu oleh dua orang pria yang salah satunya merupakan suami dari Tetua Qin Yun. Mereka memegang erat masing-masing tangan dan kaki kultivator yang berusaha memberontak.


"Tetua Meng, uukh! Cepatlah," suami dari Tetua Qin Yun sebenarnya sudah tiga kali ditendang oleh kultivator yang kedua kakinya sedang dia peluk ini. Dia yang berada di posisi paling menderita.


"Kau pikir ...." Suara Tetua Meng Hao Niang terdengar berat, dia cegukan dan berkata. "Kau pikir melakukan ini .... Tidak butuh ketelatenan, huh? Sudah...! Diam saja dan pegang erat kakinya!"


"Ya ampun. Apa tidak ada alkemis yang lebih profesional di sini?! Kenapa kita harus menyerahkan urusan ini pada alkemis yang suka mabuk-mabukan---aduh!!"


"Diam atau aku akan menendangmu dari sini..!" Tetua Meng Hao Niang kembali menjitak kepala suami dari Tetua Qin Yun sebelum kembali mengurusi kultivator yang tengah memberontak di depannya.


Mata Tetua Meng Hao Niang menyipit dan memeriksa urat leher murid itu.


Suami dari Tetua Qin Yun kembali protes, "Tetua Meng! Kau jelas tidak bisa melihat dengan baik karena pengaruh arak, tetapi masih saja ingin memeriksa kondisinya. Apa memang kau mampu--Aduuh! Kenapa menjitakku lagi?!"


"Karena kau berisik. Di sini hanya aku alkemis yang terhebat, jadi kau jangan banyak protes. Sekali lagi kau bicara, aku benar-benar akan menendangmu."


"Tapi kau tidak bisa menyembuhkannya, Tetua Meng. Kau sedang mabuk berat saat ini. Aku hanya mengkhawatirkanmu,"


"Aku tidak mabuk, Pria Berandalan! Tidak ada arak yang bisa hik, membuatku mabuk..! Mengerti?!" Tetua Meng Hao Niang menggeram dan kembali menyipitkan matanya.


Ling Qing Zhu yang memperhatikan Tetua Meng Hao Niang hanya bisa mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia sendiri pun tahu bahwa wanita ini sedang mabuk berat, tetapi karena Tetua Meng Hao Niang adalah alkemis yang begitu diakui-----dia pun tidak berkata apa-apa.


Di bawah sana, pertarungan masih saja berlangsung sengit. Zhi Shu yang memakai panah sebagai senjata nampak kewalahan mengurusi para kultivator yang menjadi musuhnya.


Dia tidak bisa membekukan mereka karena jangkauan serangannya cukup luas. Yang ada, justru dia membekukan kultivator yang merupakan rekannya.


"Ini benar-benar gawat," Zhi Shu bernapas pelan dan lantas melompat ke tempat yang lebih tinggi, "Apa aku bunuh saja mereka..."


Zhi Shu memikirkannya saat sebuah titik cahaya tiba-tiba terbentuk di udara, memadat dan membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa.


?!


Ada dua pria yang melesat keluar dari cermin itu. Mereka langsung menerjang Demonic Beast dan hanya beberapa gerakan saja----Demonic Beast itu pun mengembuskan napas terakhirnya.


"Tetua Besar Chen?!" seorang tetua dari sekte menengah berseru, dia bernapas lega karena kini bantuan sudah datang.


"Apa yang terjadi di tempat ini?!" Tetua Chen Duan Shan bertanya. Apa yang dia lakukan tadi sebenarnya adalah tindakan yang spontan.


"Ceritanya panjang, tidak mungkin kukatakan sekarang. Intinya para murid yang kondisi fisiknya aneh itu tidak boleh dibunuh,"


"Baiklah, kita akan buat mereka tidak sadarkan diri. Anda tolong bantu aku,"


"Tentu saja,"

__ADS_1


Tetua Chen Duan Shan kembali melesat. Dia sebelumnya memberikan sepuluh Tali Pengikat Abadi kepada tetua dari sekte menengah yang dirinya ajak bicara tadi.


Tali itu sebenarnya merupakan benda pusaka yang tidak semua sekte dapat memilikinya. Tali tersebut mampu menutup meridian hingga makhluk apa pun yang diikat dengan tali itu tidak bisa membebaskan diri.


Di tempat yang lain, Tetua Wang Jing Li menghadapi tiga orang murid yang mempunyai wujud mengerikan. Dia diberi tahu oleh seorang kultivator agar tidak sampai membunuh siapa pun, karena itulah Tetua Wang Jing Li hanya berada dalam posisi bertahan dan menotok urat leher lawannya sampai tidak sadarkan diri.


Jauh di lokasi lain, para tetua dari sekte menengah dan kecil nampak membawa beberapa rombongan kultivator ke tempat yang lebih aman. Di antara mereka juga ada Tetua Jiao Feng dan Tetua Jing Shang Yu.


Untuk Xiao Han sendiri, pemuda itu masih berada di tempat di mana pertarungan sengit sedang terjadi. Dia sebenarnya sangat terkejut dengan kehadiran Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Wang Jing Li yang begitu tiba-tiba.


"Bukankah sebelumnya kedua tetua itu memasuki portal? Lantas bagaimana mereka bisa ada di tempat ini?!" Xiao Han tersentak saat teringat sesuatu, "Apa mungkin Yi Shisi sudah kalah?"


Xiao Han tidak mengetahui secara pasti bagaimana Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Wang Jing Li datang. Dia mungkin tidak melihat kedua tetua itu keluar dari sebuah cermin.


Xiao Han berdecak kesal, "Yi Shisi memang tidak bisa diharapkan. Dia terlalu banyak bermain. Kurasa aku akan menyelesaikan ini segera--"


"Kembali,"


Xiao Han terkejut saat mendengar suara yang seperti berasal dari kepalanya. Dia pun mengerutkan kening, "Tetua?!"


"Segera kembali. Tugasmu selesai,"


Xiao Han menahan napas dan kemudian mengangguk pelan. Dia tidak bisa membantah perintah dari tetuanya.


Xiao Han pun bermaksud meninggalkan tempat tersebut begitu saja saat sebuah lesatan datang dan sesuatu langsung menancap di dadanya.


!!!


Mata Xiao Han terbelalak. Dia melihat sebuah cermin di udara yang perlahan memudar dan menghilang. Dia yakin bahwa sesuatu yang melesat dan menyerangnya itu keluar dari cermin tersebut.


"Ka-kau..."


"Aku sebenarnya tidak suka membunuh penjahat secara langsung. Aku suka menarik tulang rusuk penjahat itu lebig dahulu sebelum membunuhnya. Tapi daripada tubuhmu meledak seperti rekanmu itu .... Ini jauh lebih baik," Xiao Shuxiang berujar pelan, tepat di samping telinga Xiao Han.


Sebelumnya, Xiao Shuxiang yang sudah memulihkan sekitar 60 % tenaganya mulai membentuk Cermin Pemindah kembali dan langsung melesat bersama Lan Guan Zhi ke tempat ini. Dia pun lalu mencium aroma yang mirip Yi Shisi dan langsung menarik keluar Yīng xióng.


Xiao Shuxiang tanpa peringatan langsung menyerang Xiao Han dan serangan tidak terduga itu hanya butuh satu gerakan.


"Aku yakin kau juga memiliki kesetiaan yang besar pada 'Tetuamu'. Jadi meski aku bertanya, kau tidak mungkin mau menjawabnya. Karena itulah kau sama sekali tidak kubutuhkan," suara Xiao Shuxiang begitu dingin.


Bersamaan dengan hal itu. Pedangnya dengan cepat menghisap daging serta darah Xiao Han dan hanya menyisakan tulang-belulang beserta pakaian pemuda tersebut. Namun memang lenyapnya Xiao Han belum membuat keributan di sekitarnya berakhir.


Xiao Shuxiang baru akan bergerak saat dia mendengar suara kembang api dan langsung mengarahkan pandangannya ke langit. Dia mengerutkan kening karena itu bukanlah kembang api biasa, tetapi asap berwarna ungu muda.


Asap itu dengan cepat menyebar dan mata Xiao Shuxiang terbelalak saat mulai mencium bau yang tidak biasa. Sebagian besar kultivator, termasuk yang fisiknya mengerikan langsung memegangi perut mereka dan mulai muntah-muntah.


Tetua Shen Shilin dan Tetua Qing Luo berekspresi sangat pucat. Mereka tidak bisa menahan bau yang menyiksa itu dan mulai mencari tempat untuk muntah.


"Bau sekali...!"


"Bau apa ini...?!"


Beberapa murid bahkan sampai mengeluarkan air mata karena tidak tahan dengan aroma busuk tersebut. Xiao Shuxiang pun menyimpan Yīng xióng dan mulai menutup hidungnya.


"Ya ampun, bau ini lebih buruk dari pil bau milikku.." Xiao Shuxiang jelas yang paling tersiksa karena mempunyai penciuman yang lebih sensitif. Dia yang melihat Lan Guan Zhi langsung memanggil teman baiknya itu.

__ADS_1


"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang terbatuk. Dia tidak bisa bergerak apalagi melesat menjauh karena aliran Qi dalam dirinya kacau.


Lan Guan Zhi yang mendengar seruan itu dan mulai menghampiri teman baiknya. Dia tersentak saat mendapat pelukan yang tiba-tiba dari Xiao Shuxiang.


"Lan Zhi, sembunyikan aku...! Ini bau sekali, isi perutku seperti diaduk-aduk. Sungguh,"


"..............." Lan Guan Zhi menepuk pelan punggung teman baiknya.


Karena tinggi dan tubuh Lan Guan Zhi yang sedikit lebih besar dari Xiao Shuxiang, dia pun cukup bisa menyembunyikan keberadaan teman baiknya.


"Lan Zhi, peluk aku...! Astaga, ini benar-benar bau.."


"Sudah kupeluk,"


"Peluk yang erat, Lan'Er..!"


"Sudah kupeluk yang erat,"


Zhi Shu melihat Lan Guan Zhi yang berdiri kokoh dan seakan tidak terpengaruh oleh aroma yang menyiksa penciuman ini. Dia pun teringat pada ucapan saudara Xiao-nya pernah mengatakan bahwa Lan Guan Zhi mempunyai aroma kayu cendana yang pekat dan menenangkan.


"Tuan Muda Lan...!" Zhi Shu berseru. Busur di tangannya menjadi titik cahaya dan memudar. Dia pun melesat ke arah Lan Guan Zhi.


"Tuan Muda Lan, tolong peluk aku...!"


!!


Lan Guan Zhi jelas saja kaget karena seruan Zhi Shu barusan. Hanya saja itu tidak nampak pada raut wajahnya yang tetap setenang danau.


Zhi Shu tersentak kala menyadari bahwa ada orang yang sudah mendahuluinya. Dia pun berkedip dan sedetik berikutnya tidak peduli karena aroma kuat yang tidak bisa dinetralisir sendiri ini.


"Zhi Shu, menjauhlah..! Pakaianmu bau," Xiao Shuxiang terbatuk dan mendorong pelan saudara seperguruannya.


"Saudara Xiao, geser sedikit." Zhi Shu tidak mau jika hanya Xiao Shuxiang yang tertolong. Dia juga ingin memeluk Lan Guan Zhi untuk meredakan aroma yang tidak sedap ini.


Aroma kayu cendana dari pakaian dan tubuh Lan Guan Zhi benar-benar menjadi penetralisir dari aroma yang dicium Zhi Shu. Dia merasa bahwa Lan Guan Zhi merupakan pohon kayu cendana yang kokoh dan membuat perasaan menjadi nyaman.


"..............." Lan Guan Zhi sendiri hanya mengembuskan napas dan menggeleng pelan saat melihat tingkah kedua temannya ini. Dia membiarkan Xiao Shuxiang dan Zhi Shu memeluknya sampai aroma yang tidak enak ini mereda.


Di lantai tertinggi, suami dari Tetua Qin Yun nampak terperangah. Apalagi saat dia menyaksikan para kultivator yang ada di bawah terlihat muntah-muntah sambil mengumpat.


"A-apa yang kau lakukan, Tetua Meng?!" suami dari Tetua Qin Yun itu sangat terkejut. Suaranya gelagapan, "Ka-kau sudah meracuni mereka semua---Ah!"


"Apa maksudmu, huh?" Tetua Meng Hao Niang menjitak kepala pria yang selama ini selalu memprotesnya sebelum dia mulai menyilangkan tangan, "Aku sedang mengobati mereka semua. Ini adalah cara pengobatanku,"


"Tapi pengobatanmu ini salah..! Kau membuat mereka semua muntah-muntah. Apa itu hal bagus untuk dilihat?"


Ucapan dari suami tetua Qin Yun itu sudah membuktikan sosok pelaku yang telah menyebarkan asap ungu penuh kejutan dan mampu mengaduk isi perut para kultivator, termasuk Xiao Shuxiang.


Tetua Meng Hao Niang menatap pria di sampingnya dan berkata tanpa nada, "Tentu saja bagus. Coba lihat, mereka sudah membaik sekarang."


Ling Qing Zhu yang mendengar ucapan Tetua Meng Hao Niang nampak memperhatikan para kultivator yang mempunyai tampilan layaknya monster. Wajah mereka secara berangsur-angsur mulai kembali normal.


Pandangan Ling Qing Zhu lantas terarah pada seorang pemuda yang berpakaian putih dengan sebuah pita dahi. Dirinya mengenali pemuda itu, sosok tersebut tidak lain adalah Lan Guan Zhi.


"........... Mn?"

__ADS_1


******


__ADS_2