KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
372 - Permainan Siasat


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila saat ini berada di dalam kamar Xiao Shuxiang. Pemuda ini mempunyai tempat tinggal sendiri di Sekte Kupu-Kupu dan kamar ini pun lebih luas daripada milik murid lainnya. Rasanya seakan satu bangunan penuh hanya disediakan untuk pemuda Koki Alkemis ini.


Bocah Pengemis Gila tidak akan memprotes hal itu karena matanya sekarang sedang mengarah pada pangsit yang baru saja dimasakkan oleh Ling Qing Zhu. Ini pertama kalinya dia mencoba masakan dari sosok seorang Ling Qing Zhu.


"Aku jadi penasaran..." Bocah Pengemis Gila berkata, "Apakah uap panas dari pangsit ini akan terasa dingin? Karena yang membuatnya adalah gunung es."


Xiao Shuxiang menjitak kepala Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Kau pikir ini dibuat untukmu? Hah. Sadarlah, Kawan. Kucing Putih hanya memasak untukku,"


"Kau terlalu percaya diri,"


"Aku memang sangat percaya diri--!" Xiao Shuxiang membeku saat mulutnya disesaki oleh sebuah pangsit dari tangan Lan Guan Zhi.


"Berhenti bicara dan makan,"


"Lan'Er Gege, aku juga mau disuapi..." Bocah Pengemis Gila hendak berpindah tempat duduk saat tangannya justru ditahan oleh Lan Xiao.


Anak kecil berusia 7 Tahun itu berkata. "Paman, tidak baik tiba-tiba *belpindah tempat duduk saat makan. Jodohmu akan *belpindah nantinya, kau di sini saja."


^^^*berpindah^^^


Bocah Pengemis Gila tertegun. Dia pun mendengus dan berkata, "Siapa yang mengajarimu tentang mitos semacam itu?"


"*Pala Gege yang ada di sini. **Mereka sangat menjagaku,"


^^^*Para, **Mereka^^^


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, sementara Xiao Shuxiang nampak tersenyum melihat Bocah Pengemis Gila tidak berkutik melawan seorang anak kecil.


Xiao Shuxiang menyenggol gadis yang baru saja duduk di sampingnya. Dia buka suara, "Kucing Putih. Suapi aku~"


Tangan Ling Qing Zhu yang baru saja mengangkat sumpit terhenti di udara. Dia menoleh ke arah Wali Pelindungnya dan melihat wajah polos mempesona ini dengan kedipan yang aneh itu.


Ling Qing Zhu kembali menatap lurus dan tanpa nada berkata, "Kau punya dua tangan. Tidak ada yang terluka. Untuk apa bersikap manja,"


Xiao Shuxiang membeku dan secara spontan terdengar tawa penuh ledekan dari Bocah Pengemis Gila. Pria menyebalkan itu terlihat sangat senang dan bahkan memuji sikap Kucing Putihnya.


"Ha ha ha, Shuxiang. Bagaimana rasanya? Apa sangat dingin?" Bocah Pengemis Gila masih tertawa. Dia berkata, "Kau memang harus diperlakukan seperti itu. Jika kau diberi kebaikan sedikit, kau akan menjadi tidak tahu malu."


Xiao Shuxiang menggeleng menyaksikan betapa bahagianya Bocah Pengemis Gila. Dia pun menatap ke arah Dai Chen dan berkata, "Kau juga tidak perlu menahannya. Tertawa saja, dasar menyebalkan."


Dai Chen mendengus dan kemudian berkata. "Shuxiang, bagaimana aku harus bicara padamu. Kau sama sekali tidak cocok untuk bersikap manja dengan Nona Ling. Apa kau tidak malu dengan Lan Xiao?"


"Memang kenapa? Kucing Putih istriku-aduh," Xiao Shuxiang spontan merintih saat tanpa peringatan Ling Qing Zhu mencubit pahanya. Dia menatap horor gadis di sampingnya dan berekspresi pucat.

__ADS_1


Tanpa rasa bersalah dan bahkan tanpa menoleh ke arah Wali Pelindungnya, Ling Qing Zhu memasang postur duduk yang sempurna, tanpa celah, dan penuh Wibawa. Dia membuat Xiao Shuxiang berdecak tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.


Xiao Shuxiang lantas menyenggol pelan Lan Guan Zhi dan setengah berbisik, "Kau lihat, kan? Apa yang harus kulakukan dengan tipe orang yang seperti ini?"


"Duduk tenang, perbaiki posisimu."


Xiao Shuxiang salah karena sudah meminta saran dari orang yang mirip dengan Kucing Putih-nya. Dia memang berada di antara dua gunung yang penuh aura wibawa. Diapit di antara teman baiknya dan Kucing Putih-nya.


Bocah Pengemis Gila masih ingin menyindir Xiao Shuxiang saat pintu tiba-tiba terbuka dan dia tersentak melihat kehadiran Yi Wen. Gadis itu tidak sendirian, tetapi bersama Hu Li, Zhi Shu, dan juga Mo Huai.


"Saudara Xiao..!" Yi Wen bergegas. Dia pun menghampiri Xiao Shuxiang dan saat pemuda itu berdiri dengan kening mengerut padanya, dia pun lantas memberi pelukan pada sosok tersebut.


!!


Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Bocah Pengemis Gila yang terperangah. Zhi Shu sendiri nampak kesal, dia menarik Yi Wen dan menggantikannya memeluk pemuda ini.


"Ya ampun, apa-apaan kalian..!" Xiao Shuxiang jelas saja kaget dengan serangan ini. Zhi Shu tidak hanya memeluk, tetapi menjatuhkan tubuh ke arahnya. Dia bahkan tidak sempat mengambil posisi dan jatuh menimpa Ling Qing Zhu.


Lan Guan Zhi spontan berdiri dan menggeser meja di hadapannya. Bocah Pengemis Gila dan Dai Chen pun ikut menghindar, sementara Lan Xiao sudah menjauh sejak tadi. Anak laki-laki itu seakan tahu bahwa kekacauan pasti terjadi jika Yi Wen dan Zhi Shu bertemu dengan Xiao Shuxiang.


"Zhi Shu, kau ini menyebalkan sekali." Yi Wen berusaha menarik saudara seperguruannya itu. Dia berkata, "Minggir. Saudara Xiao itu milikku,"


"Yi Wen, kau ini apa-apaan. Aduh,"


"Kalian berdua tolong menjauh," Xiao Shuxiang berhasil mendorong Zhi Shu yang langsung menubruk Yi Wen dan membuat kedua saudara seperguruannya itu kembali terjatuh.


"Shuxiang,"


Xiao Shuxiang menoleh mendengar suara tanpa nada dari Kucing Putihnya. Dia kaget karena menduduki paha gadis itu dan langsung berdiri.


"Kau baik-baik saja?" Xiao Shuxiang panik, dia mengulurkan tangan dan membantu Ling Qing Zhu berdiri.


"Kucing Putih, kau tidak apa-apa? Harusnya kau mendorongku saja. Apa pahamu sakit?"


"Mn, tidak masalah." Ling Qing Zhu masih sangat tenang menghadapi situasi saat ini. Dia memperhatikan Yi Wen dan Zhi Shu yang saat ini sedang merintih.


Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan. Dia pun membantu Yi Wen berdiri, sementara Mo Huai membantu Zhi Shu yang tangannya seketika dipukul oleh Hu Li.


!


Mo Huai berkedip. Dia menyaksikan bagaiman Hu Li memberinya peringatan untuk tidak dekat dengan Zhi Shu hanya dengan tatapan mata. Dia pun tidak punya pilihan selain berdiri di samping Lan Guan Zhi.


Murid Sekte Kupu-Kupu baru dua orang dan keributan sudah seperti ini. Xiao Shuxiang bahkan tidak percaya bahwa Yi Wen dan Zhi Shu masih sangat suka melempar tubuh mereka padanya. Dia benar-benar tidak punya cara mengatasi kedua gadis yang sangat hiperaktif ini.

__ADS_1


"Yi Wen, apa kau tidak punya malu?" Bocah Pengemis Gila menggeleng dan berdecak. Dia terlihat masih memegang kedua lengan Yi Wen.


"Nona Zhi Shu. Anda jangan melakukan hal seperti itu pada Tuan Muda Xiao. Bahkan pada pemuda mana pun lagi. Pokoknya tidak boleh,"


Zhi Shu berkedip dan menatap dalam wajah Hu Li. Dia pun segera mengangguk karena merasa pemuda berambut putih ini terlihat sangat menggemarinya.


Dai Chen menyilangkan tangan dan kemudian mengembuskan napas, "Aku bahkan sampai kehilangan kata-kata."


"Sebenarnya ada apa dengan kalian?" Xiao Shuxiang akhirnya buka suara. "Apa tidak bisa kalian tenang? Jaga sikap. Kalian ini sudah dewasa,"


"Saudara Xiao, kami sangat khawatir padamu." Zhi Shu berujar, "Kau tidak tahu betapa lelahnya kami yang baru saja pulang dari Alam Kultivasi Atas dan langsung mencarimu tanpa istirahat, bahkan sampai sekarang."


"Itu benar," Yi Wen berkata, "Kau meninggalkan Alam Kultivasi Atas begitu saja dan bahkan melupakan kami. Kau ini sangat keterlaluan,"


"Tapi tidak seharusnya kalian menerjangku. Kalian bukan anak-anak lagi. Lihat tubuh besar kalian itu, masing-masing bahkan membawa 'beban' yang besar. Dan lagi, kasihan Kucing Putihku yang sama sekali tidak tahu apa-apa tetapi justru ikut terlibat."


"................" Ling Qing Zhu memperhatikan tangannya yang dipegang oleh Xiao Shuxiang. Dia sama sekali tidak mengatakan apa pun dan reaksinya juga tidak banyak berubah.


"Tidak perlu ada masalah lagi. Duduk dan tenangkan diri," Lan Guan Zhi meminta teman-temannya agar duduk kembali. Kali ini suasana benar-benar ramai dengan datangnya Zhi Shu dan juga Yi Wen.


Murid Sekte Kupu-Kupu yang lain seperti Jing Mi, Hou Yong, Hai Feng, Bao Yu, dan Ro Wei juga datang beberapa saat kemudian. Kamar Xiao Shuxiang menjadi sangat ramai, apalagi saat mereka mulai membicarakan banyak hal.


Lan Xiao tiba bisa terus mempertahankan wujud anak kecilnya, dia kembali berubah menjadi Harimau Bulan dan ukuran tubuhnya sengaja dibuat sedikit lebih besar.


Yang menjadi penonton dalam hal ini adalah Lan Guan Zhi dan Dai Chen. Kedua pemuda itu memperhatikan bagaimana riuhnya kamar yang harusnya tenang ini. Bahkan Ling Qing Zhu pun diikutkan dalam pembicaraan para murid Sekte Kupu-Kupu itu walau hanya menjawab beberapa kata dan tanpa nada.


"Tuan Muda Lan, ada yang ingin kukatakan padamu. Bisa kita bicara di luar?" Dai Chen tidak bisa terus menunggu. Dia sebenarnya ingin membahas masalah ini juga dengan Xiao Shuxiang, tetapi pemuda itu nampak sangat sibuk bernostalgia dengan teman-temannya.


Lan Guan Zhi mengangguk. Dia pun diajak oleh Dai Chen keluar dari ruangan dan saat kondisi di sekitar mereka sudah lebih sepi, dia pun mendengar penuturan Dai Chen tentang sosok yang sebelumnya terlihat di atap.


Dai Chen berkata, "..... Aku dan Bocah Pengemis Gila berusaha menangkap orang itu, tetapi dia berhasil menipu kami dan kemudian melarikan diri. Aku tidak tahu siapa orang itu, tetapi dia sepertinya mengawasi Xiao Shuxiang. Kupikir... Mungkin itu Qian Kun."


"Bukan." Lan Guan Zhi berujar, "Shuxiang tahu. Tapi itu bukan Qian Kun."


"Jadi kalian juga menyadarinya?" Dai Chen tersentak. Dia tidak menduga bahwa Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang pun tahu tentang hal ini.


Lan Guan Zhi bernapas pelan, "Untuk sekarang jangan lakukan tindakan apa pun. Biarkan saja. Shuxiang yang mengatakan ini,"


"Apa?" Dai Chen berkedip, suaranya pelan saat bertanya. "Ta-tapi kenapa?"


"Jika kita terlihat terlalu waspada, ini akan membuat orang itu semakin berhati-hati. Shuxiang ingin tahu apa yang dia inginkan, jadi jangan lakukan apa pun. Bersikaplah seperti biasa,"


"............ Apa Shuxiang mencurigai seseorang?"

__ADS_1


"Tidak tahu. Tidak bisa ditebak,"


******


__ADS_2