![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao terkejut, mereka sepertinya mendengar sesuatu yang salah. Keduanya bahkan sampai berkedip beberapa kali karena tidak mungkin yang mereka dengar ini benar.
Dao Fang An berujar tenang, "Kau wakili aku ke Konferensi Aliansi Abadi itu. Ajak Zhao'Er sebagai muridku. Dengan begini kalian berdua bisa pergi,"
"Tu-Tunggu dulu," Wang Zhao masih tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. "Shizun..? Apa Shizun adalah..."
Melihat bahwa Wang Zhao juga ikut kaget membuktikan bahwa pemuda ini tidak tahu apa-apa mengenai identitas Dao Fang An yang sebenarnya.
Xiao Shuxiang sampai tercengang, "Tua Bangka...? Kau serius adalah 'Tetua' sekte ini?"
"Bukan 'Tetua', tapi 'Tetua Besar'. Memang kenapa? Apa aku tidak terlihat seperti orang yang berpengaruh, hah?"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Kupikir kau hanya Tua Bangka cerewet yang tidak ada takut-takutnya pada siapa pun. Jadi .... Kau benar-benar Tetua Besar sekte ini?"
"Sekali kau bicara lagi, token itu akan kuambil."
Xiao Shuxiang spontan memasukkan token di tangannya ke dalam lengan bajunya sambil menatap Dao Fang An. Tatapan matanya seperti anak yang tidak akan menyerahkan mainan yang sudah diberikan padanya.
"Shizun..." Wang Zhao terlihat masih terguncang. Dia menatap Dao Fang An dan seakan meminta jawaban dari pria tua tersebut.
Dao Fang An mengulurkan tangan dan menepuk bahu Wang Zhao, "Shizunmu ini meminta maaf. Aku tidak memberitahumu sejak awal. Aku.... Juga bukan Shizun yang baik. Aku tidak mengajarimu seperti layaknya seorang Shizun,"
__ADS_1
"Tua Bangka," Xiao Shuxiang menyela. Dia membuat Dao Fang An dan Wang Zhao menatap ke arahnya. Xiao Shuxiang melanjutkan, "Kau memang 'Shizun' yang jahat. Dengan identitasmu yang luar biasa itu---Kau bisa membuat Wang Zhao diajari oleh para tetua yang lain. Paling tidak, Wang Zhao bisa mengikuti kelas seperti layaknya murid Sekte Lautan Awan yang lain. Tapi yang kulihat, Wang Zhao justru menjadi pelayan. Tsk, tsk, tsk. Kasihan sekali.."
"Tuan Xiao, kau jangan bicara begitu..." Wang Zhao merasa tidak enak.
"Baiklah, aku memang tidak tahu apa pun tentangmu dan juga tidak ingin tahu." suasana hati Xiao Shuxiang sedang baik saat ini, "Intinya sekarang aku bisa pergi sebagai perwakilan 'Tetua', apalagi sebagai 'Tetua Besar' sekte ini..."
Xiao Shuxiang masih duduk di atas tempat tidurnya, dia bahkan sampai menggoyang-goyangkan kaki dan tersenyum, "Ho ho, aku memang tidak cocok sebagai pelayan dan juga tidak cocok diangkat murid oleh siapa pun. Inilah yang harusnya didapatkan seorang Xiao Shuxiang. Aku memang luar biasa,"
"Melihatmu begitu senang----sepertinya kau benar-benar sudah sehat," Dao Fang An menggeleng pelan.
"Tentu saja, aku diobati oleh Mo Huai dan dirawat oleh Kucing Putihku. Satu adalah pemuda yang manis dan satunya lagi merupakan gadis paling cantik. Siapa yang tidak akan pulih bila dirawat orang-orang seperti mereka?"
"Haah... Baguslah. Benar juga, aku ingin bertanya sesuatu?" Dao Fang An berwajah serius.
"Mengenai senjata yang kau pakai melawan penjahat iblis itu..." Dao Fang An memperingatkan, "Kau sebaiknya mulai berhati-hati dalam menggunakannya,"
Melihat Xiao Shuxiang langsung menatap ke arahnya dengan ekspresi wajah yang serius membuat Dao Fang An kembali bicara, "Para Tetua Gunung Puncak Suci, kecuali Meng Hao Niang----sangat ingin bertemu denganmu. Hanya saja aku melarang mereka karena tahu apa yang mereka ingin lakukan,"
"Maksudmu?"
"Nak. Teknik berpedangmu memang sangat hebat, kau menunjukkan bakat yang luar biasa di depan para murid sekte ini. Aku melihat potensimu yang besar, namun sepertinya para murid itu tidak berpikir demikian."
__ADS_1
Dao Fang An mengembuskan napas, dia melanjutkan. "Para murid ini lebih tertarik dengan pedang yang kau gunakan. Tidak sedikit dari mereka yang merasa bahwa teknik berpedangmu bisa sehebat itu adalah karena senjata pusakamu. Tanpa pedang itu, kau bukan apa-apa. Praktik kultivasimu yang rendah telah menutup mata mereka dari melihat bahwa kau sebenarnya pemuda yang berbakat,"
Dao Fang An berkata, "Kebanyakan pendekar hebat bisa dilihat dari tekniknya memainkan senjata. Tapi untuk kasusmu, senjatamu itu justru terlihat lebih hebat dari penggunanya. Ini memang sedikit keterlaluan, tapi meskipun tempat ini adalah Alam Kultivasi Atas dan para makhluknya adalah manusia setengah dewa----sifat keserakahan itu tidak pernah menghilang. Aku hanya cemas mereka mengincar pedangmu,"
"Yīng xióng" Xiao Shuxiang berujar tanpa nada dan membuat Dao Fang An tersentak. Dia dengan serius berkata, "Nama pedangku adalah Yīng xióng. Dia merupakan pusaka yang tidak memiliki roh, namun mempunyai pikiran sendiri. Dia pedang yang bisa berubah tumpul dalam sekejap dan sedetik berikutnya menjadi pedang tajam yang mengandung racun. Dia pedang aneh dan tidak waras. Jujur saja, Yīng xióng merupakan pedang yang tidak pernah kuharapkan. Haah... Jika ada yang ingin menawar demi mendapatkannya, mungkin aku akan memikirkannya baik-baik,"
Dao Fang An dan Wang Zhao tersentak. Mereka sampai tertegun beberapa lama sebelum akhirnya salah satu di antara keduanya mulai bicara.
Wang Zhao, "Tuan Xiao?! Pusaka yang hebat seperti itu... Apa kau berniat menjualnya?!"
"Mn, jika ada yang mau memberiku penawaran yang baik. Kenapa aku harus menolak?"
Dao Fang An menjitak kepala Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu merintih. Dia pun membentak, "Kau sama tidak warasnya dengan pedangmu! Bukannya malah melindungi senjata itu, kau justru ingin menjualnya?! Apa kepalamu terbentur sesuatu, hah?!"
"Aku kan hanya berkata, 'Jika Ada.' ssh... Aduh. Kenapa yang kesal justru kau, Tua Bangka? Yīng xióng adalah pedangku. Mau kulakukan apa pun padanya, itu terserah aku. Kenapa malah kau yang merasa keberatan?"
"Aku keberatan! Keberatan sekali..! Kau harusnya menjaga pedang pusakamu seperti layaknya menjaga nyawamu sendiri. Jika yang mendapatkan pedang itu adalah orang jahat, maka bukan hanya kau yang akan kehilangan nyawa---tetapi dunia ini pun akan berada dalam bahaya,"
Xiao Shuxiang berkedip, "Waah... Sepertinya Tua Bangka ini tidak tahu. Jika aku saja dianggap orang baik, maka tidak ada orang jahat di dunia ini."
Menyadari bahwa Xiao Shuxiang hanya menatapnya tanpa mengatakan apa pun membuat Dao Fang An mengembuskan napas. Dia berujar, "Mulai sekarang kau jangan melakukan sesuatu yang akan merugikanmu sendiri. Aku tidak ingin bertanya lebih jauh tentang pedangmu itu, kau hanya perlu menjaganya dengan baik. Percayalah bahwa tidak semua pedang ada untuk mengambil nyawa orang lain. Sekarang jika kau sungguh dalam kondisi yang baik, mulailah bersiap-siap."
__ADS_1
Xiao Shuxiang sebenarnya kurang setuju dengan ucapan Dao Fang An. Pedang dibuat jelas untuk mencelakai, namun dia tidak mencoba mendebatnya. Dia lebih tertarik untuk segera mempersiapkan diri menuju ke Konferensi Aliansi Abadi.
******