KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
270 - Yi Wen (5)


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan saudara Xiao?" Zhi Shu sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya. Dia terus bertanya sambil mengikuti Yi Wen dan yang lainnya.


Tidak ada yang berpikir tentang jalan rahasia milik Tetua Chen Duan Shan. Zhi Shu dan teman-temannya hanya fokus pada satu hal, yaitu melihat kondisi Xiao Shuxiang yang sebenarnya.


Bocah Pengemis Gila tiba lebih dahulu di kediaman Tetua Chen Duan Shan yang ada di tengah hutan. Dia menanyakan keberadaan Xiao Shuxiang saat Tetua Chen Duan Shan berada di dekatnya.


Ketika dibawa ke salah satu ruangan dan melihat Xiao Shuxiang terbaring di sebuah tempat tidur, Bocah Pengemis Gila langsung duduk dan memeriksa urat nadi pemuda ini.


Dia melihat Xiao Shuxiang seperti orang yang sedang tertidur, namun hal paling mengejutkan adalah bahwa pemuda ini benar-benar tidak bernapas.


"Tetua Chen, apa yang sebenarnya terjadi?" Hu Li bertanya saat baru saja tiba dan melihat kondisi Tuan Mudanya.


Lan Guan Zhi terlihat ikut memeriksa Xiao Shuxiang dan tersentak ketika mengetahui jantung teman baiknya sama sekali tidak berdetak. Kondisi ini tidak seperti saat Xiao Shuxiang hibernasi dahulu.


Tetua Chen Duan Shan berkata, "Selama ini dia berlatih dengan sangat tekun. Aku bahkan terpukau karena peningkatannya selama latihan begitu mengagumkan. Dia baik-baik saja, sama sekali tidak ada tanda-tanda penyimpangan Qi atau apa pun."


Tetua Chen Duan Shan bernapas pelan, "Hari itu aku menunggunya di tempat latihan seperti biasa, namun anak ini tidak datang-datang juga. Terlalu lama menunggu, akhirnya aku kemari dan melihatnya terbaring dalam kondisi yang seperti ini."


"Di mana Saudara Xiao-ku?!" Yi Wen baru saja datang dan begitu panik. Dia pun bergegas untuk melihat Xiao Shuxiang.


"Lan'Er Gege? Bagaimana? Apa kau bisa mendengar sesuatu?" Bocah Pengemis Gila tidak mempedulikan Yi Wen yang memanggil-manggil pelan Xiao Shuxiang sambil menahan air di pelupuk matanya.


Lan Guan Zhi menggeleng, "Tidak ada sama sekali ..."


!!


Zhi Shu terkejut dan spontan menutup mulutnya. Sejak tadi, langkahnya sudah sangat berat dan detakan jantungnya tidak karuan. Air matanya telah jatuh dan bahkan dia kesulitan untuk bicara.


"Saudara Xiao? Saudara Xiao..!" Yi Wen merebut tangan Xiao Shuxiang dari Bocah Pengemis Gila dan terkejut. Suaranya bergetar, "Kenapa tangannya sangat dingin?"


"Apa ... Apa Saudara Xiao--" Zhi Shu ingin bicara, namun kata yang dikeluarkannya tercekat dan dia mulai menangis.


"..............." Ling Qing Zhu tersentak menyaksikan Zhi Shu yang terduduk di lantai dan seperti kesulitan menopang tubuhnya. Gadis itu berusaha menahan tangisnya sampai-sampai tubuhnya terlihat gemetar.


Hu Li sendiri juga memanggil nama Xiao Shuxiang, dia tidak mau memikirkan hal yang bukan-bukan meski kebenaran ada di hadapannya.


"Shuxiang ..." Lan Guan Zhi mengulurkan tangan, menepuk pelan bahu Xiao Shuxiang dan masih mencoba tenang walau kegelisahan terlihat jelas pada sorot matanya.


Tetua Chen Duan Shan mengambil napas dalam-dalam dan berkata, "Aku sudah memeriksa denyut nadi dan detakan jantungnya. Namun tidak ada sama sekali, bahkan seluruh aliran darahnya seperti terhenti. Karena itulah aku sendiri yang memanggilmu, kau punya indra pendengaran yang kuat."


Bocah Pengemis Gila menoleh saat Tetua Chen Duan Shan menatap ke arahnya. Dia pun bernapas pelan dan berkata, "Aku sama sekali tidak bisa mendengar apa pun. Detakan jantungnya benar-benar sudah berhenti--"


"Saudara Xiao-ku ..." Yi Wen terbelalak karena terkejut akan sesuatu, "Jiwa dari Saudara Xiao-ku ditarik keluar oleh sesuatu."


!!!

__ADS_1


Mendengarnya membuat semua orang di dalam ruangan itu terkejut dan langsung mengarahkan pandangan kepada Yi Wen.


"Nona Wen ..." Hu Li menatap Yi Wen dan merasa bahwa mungkin inilah yang membuat dia tidak terlalu takut kehilangan Tuan Muda Xiao-nya.


Selama ini, bila Tuan Mudanya dalam kondisi yang sangat sulit hingga hampir kehilangan nyawa----Hu Li akan bisa merasakannya. Tetapi melihat keadaan Tuan Mudanya, dia hanya gelisah----tapi tidak merasa takut kehilangan.


"Yi Wen, apa yang kau katakan?" suara Zhi Shu gemetar, dia sesegukan. Dialah yang lebih banyak menangis di dalam ruangan ini.


Yi Wen seakan menatap udara kosong, tapi sebenarnya dia melihat sebuah bentangan benang jiwa yang melayang di udara. Ini sangat tipis dan memang hanya kultivator yang mempelajari roh dan mayat hidup sepertinya yang dapat melihat bentangan benang jiwa itu.


"..............." Ling Qing Zhu tidak melihat benang jiwa itu, namun dia masih bisa merasakan kehadiran Wali Pelindungnya. Dia sama sekali tidak sedih, kegelisahan yang dialaminya pun tidak seperti tadi.


Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila menatap Yi Wen dengan pandangan tak percaya. "Kau melihat apa Yi Wen?!"


"Ini sebuah teknik Pemanggilan Jiwa," Yi Wen menelan ludah dan berkata, "Ada sesuatu yang membuat jiwa Saudara Xiao-ku terlepas dari tubuhnya. Yang kita lihat sekarang hanyalah tubuh kosong,"


Yi Wen berkata, "Aku tidak mengatakan ini adalah hal baik karena jika jiwa Saudara Xiao tidak segera kembali----dia akan benar-benar mati."


"Apa Iblis Mimpi lagi?" Ling Qing Zhu tidak bisa untuk tidak memikirkan Iblis Mimpi. Selama ini, Wali Pelindungnya mempunyai masalah serius dengan makhluk itu.


Yi Wen mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "Aku tidak tahu pasti hal itu. Tapi kemungkinan Iblis Mimpi terlibat dalam hal ini juga merupakan kemungkinan yang besar,"


Bocah Pengemis Gila melihat Yi Wen mengusap air mata yang membasahi pipinya. Dia menggeleng dan kemudian mengambil sapu tangan miliknya sendiri dan kemudian diberikan kepada gadis cantik itu.


Lan Guan Zhi tetap memegang satu tangan Xiao Shuxiang dan bertanya kepada Yi Wen, "Apa Nona Wen punya cara membawa Shuxiang kembali?"


Tetua Chen Duan Shan, Hu Li dan Bocah Pengemis Gila pun menunggu jawaban Yi Wen. Mereka penasaran karena hanya gadis ini yang tahu kondisi yang dialami oleh Xiao Shuxiang sekarang.


Yi Wen menatap Tetua Chen Duan Shan sebelum berkata, "Pertama-tama. Aku ingin meminta maaf sebelumnya karena apa yang akan kukatakan mungkin tidak sejalan dengan aturan sekte Tetua,"


Yi Wen menarik napas dalam dan lalu menjelaskan, "Kultivasi yang kumiliki lebih mengarah pada roh, sesuatu yang berhubungan dengan kematian dan juga racun. Kultivasi semacam ini sebenarnya terlarang karena dianggap menentang langit dan ini lebih condong pada para kultivator Aliran Hitam."


Yi Wen berkata, "Aku ingin menyelamatkan Saudara Xiao-ku. Tapi jika Tetua Chen keberatan tentang metode yang akan kugunakan, kami bisa pergi membawa tubuh Saudara Xiao ke tempat lain."


Tetua Chen Duan Shan sebenarnya kaget dengan ucapan Yi Wen. Kultivasi yang berkaitan dengan roh memang hal tabu di wilayah Aliran Putih. Itu berhubungan dengan Qi hitam yang dipenuhi dendam dan amarah. Tidak hanya bisa membuat orang celaka, bahkan teknik ini pun akan merusak penggunanya hingga menjadi tidak waras.


Mengesampingkan hal itu, Tetua Chen Duan Shan menarik napas dan meminta Yi Wen untuk melanjutkan. Tidak ada cara lain, dia pun tidak mungkin bicara pada para patriach. Berita tentang Xiao Shuxiang bisa saja menyebar luas dan dia tidak mau itu terjadi.


Mendapatkan persetujuan membuat Yi Wen mengusap wajahnya dan kemudian berkata, "Untuk membawa jiwa Saudara Xiao kembali ... Maka ada yang harus pergi ke alam bentang jiwanya. Tempat itu bisa saja buruk, merupakan bagian masa lalu, atau hal lainnya."


Yi Wen berkata, "Kita pernah belajar tentang bagaimana manusia mati dan jiwanya terpisah dari tubuh, kemudian di antara jiwa itu ada yang tetap tinggal. Tapi kasus Saudara Xiao-ku, bahkan jiwa yang seharusnya menetap di dalam tubuhnya pun tidak ada. Karena itulah ada yang harus mengumpulkannya kembali,"


"Bagaimana caranya, Yi Wen?" Bocah Pengemis Gila menatap gadis ini, raut wajahnya serius dan matanya terlihat terbelalak.


Bagi Bocah Pengemis Gila, Yi Wen adalah cucu dari Pilar Dunia yang berasal dari Benua Barat dan yang tidak pernah dia temui. Itulah sebabnya seperti apa kemampuan Pilar Dunia itu----dirinya belum bisa mengetahuinya dengan jelas.

__ADS_1


Yi Wen dengan serius berkata, "Aku butuh orang yang ingin pergi untuk mencari jiwa Saudara Xiao dan kemudian mengajaknya kembali,"


"Biar aku yang pergi..!" Zhi Shu langsung mengangkat tangannya.


Yi Wen menatap saudaranya itu dan lalu berkata, "Apa kau tidak ingat seperti apa Saudara Xiao? Aku mengatakan bahwa bentang jiwa bisa saja adalah tempat yang buruk, kemungkinan ini akan lebih besar terjadi pada bentang jiwa milik Saudara Xiao. Jika kau pergi, aku tidak menjamin kau sanggup menghadapinya."


Yi Wen berujar, "Selain itu ... Apa yang kulakukan ini akan lebih efektif bila yang pergi merupakan sosok yang dekat dan tahu Saudara Xiao kita,"


"Kalau begitu, biar aku yang pergi." Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku mengenal anak ini lebih baik dari dirinya sendiri."


"Kau tidak bisa," Yi Wen dengan tegas menolaknya. Dia berkata, "Praktikmu dalam hal kultivasi sangat rendah. Kau hanya pendekar biasa dan ini bisa sangat merepotkanku. Selain itu, aku lebih berharap agar kaulah yang menjaga tempat ini. Lindungi aku saat prosesnya dimulai,"


"Bagaimana dengan saya?" Hu Li buka suara, "Saya mengikuti Tuan Muda Xiao sangat lama. Saya mengenalnya dengan baik,"


Yi Wen menatap Hu Li dan bernapas pelan. Dia berkata, "Akan jauh lebih baik bila selain dekat dengan Saudara Xiao, orang itu juga mempunyai keterikatan emosi dengannya."


Yi Wen menarik napas, "Ini sangat perlu untuk dipertimbangkan baik-baik. Aku pun hanya bisa mengirim maksimal tiga orang dengan catatan bahwa mereka penuh dengan keyakinan dan tidak akan pernah mundur,"


Hu Li mengangguk mantap, "Saya tetap akan pergi."


"Aku juga," Ling Qing Zhu akhirnya buka suara. Dia menatap Yi Wen, "Apakah aku bisa?"


"..............." Yi Wen memperhatikan Ling Qing Zhu dan berkata, "Kau adalah istri dari Saudara Xiao-ku. Ada beberapa hal yang hanya diketahui pribadi olehmu tentangnya dan tidak kami ketahui sebagai saudara seperguruannya. Dan lagi ... Kau pun cukup banyak terlibat dalam berbagai kejadian dengannya. Kuyakin kau bisa,"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan dan memandangi Xiao Shuxiang yang masih terbaring di tempat tidur. Dia mengepalkan tangannya dan menyakinkan diri untuk melakukan yang terbaik agar pemuda itu bisa kembali.


Yi Wen kemudian menatap Lan Guan Zhi dan mendapat anggukan dari pemuda itu. Tidak perlu ditanyakan, pemuda itu juga akan pergi untuk menolong Xiao Shuxiang.


Tetua Chen Duan Shan dan Zhi Shu membantu Yi Wen untuk menyiapkan tempat. Itu adalah sebuah ruangan yang luas dia mana Bocah Pengemis Gila nampak menjaga pintu ruangan tersebut sambil memeluk tongkat bambunya.


Yi Wen membuat pola dengan kuas dan tinta di lantai. Dia terlihat fokus dan setiap goresaannya akan menghasilkan cahaya merah redup. Yi Wen merapalkan sesuatu yang bahkan sulit diketahui oleh Tetua Chen Duan Shan.


Xiao Shuxiang dibaringkan, tepat di tengah-tengah pola dan Yi Wen pun mulai mengikat benang pada salah satu tangan pemuda mempesona itu.


Yi Wen kemudian meminta Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Hu Li untuk berbaring di tempat yang juga telah dia sediakan. Sama seperti sebelumnya, Yi Wen mengikat setiap tangan temannya dengan benang. Tetua Chen Duan Shan dan Zhi Shu memperhatikan dari luar pola yang digambar oleh Yi Wen.


Ketika semua selesai, Yi Wen pun mulai duduk bersila. Setiap benang yang dia ikatkan telah dirangkai sedemikian rupa hingga ujung benang itu dia ikat sendiri di tangannya.


Zhi Shu menahan napas, apalagi benang yang dia lihat mulai bercahaya merah dan terdapat pola aneh yang muncul di sekitaran tangan hingga naik ke wajah Yi Wen.


Untuk memanggil jiwa Xiao Shuxiang, diperlukan jiwa halus dan karena itulah Yi Wen memakai teknik terlarang ini untuk membantu menarik keluar jiwa Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Hu Li.


Benang yang terhubung di tangannya berfungsi agar jiwa ketiga temannya tidak menjadi jiwa liar dan bisa kembali ke tubuh masing-masing nantinya.


Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Hu Li sendiri merasa seperti sedang bermimpi. Sebuah mimpi yang panjang dan tentu ketiganya mengalami kejadian yang berbeda-beda.

__ADS_1


******


__ADS_2