![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Apa kau gila?! Kenapa kau melempar meja seperti itu?!" Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya. "Syukurlah refleksku cepat hingga meja itu tidak sampai mengenaiku. Kau benar-benar bisa membunuh orang dengan tindakan semacam itu,"
"..............."
Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa dan duduk di sebuah kursi. Dia menatap tidak suka pada Bocah Pengemis Gila yang sudah memasuki kamarnya dengan paksa.
"Saudara Xiao~ kau jangan seperti ini," Yi Wen berjalan mendekat dan berdiri di belakang kursi Xiao Shuxiang. Dia merangkul saudara seperguruannya itu.
"Shuxiang, dengarkan. Kami membawa berita buruk untukmu," Bocah Pengemis Gila tidak tahan jika diberi tatapan tidak senang oleh pemuda di hadapannya.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Bagiku sekarang tidak ada yang lebih buruk dari kehilangan Yīng xióng. Kalian pergilah, kembalilah nanti. Aku butuh waktu sendiri,"
"Berita buruk yang kubawa padamu tidak bisa menunggu, jadi kau harus dengar karena ini menyangkut nyawamu. Terkait pedang pusakamu yang rusak itu, nanti akan kubantu kau memperbaikinya."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan melihat ekspresi Bocah Pengemis Gila yang serius. Jika pria ini bisa bersikap demikian, berarti memang ada masalah yang penting.
"Katakanlah," Xiao Shuxiang bersuara.
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan duduk di salah satu kursi. Dia pun berkata, "Langsung saja. Ini tentang Konferensi Aliansi Abadi. Apa .... Kau pernah membantai penduduk sebuah kota di Alam Kultivasi Atas ini?"
Xiao Shuxiang tersentak dan Yi Wen bisa melihatnya. Gadis itu bernapas pelan dan lalu menjaga jarak. Yi Wen pun duduk di salah satu kursi dengan perasaan yang tidak karuan.
"Dari mana kau tahu?" Xiao Shuxiang hanya tersentak, namun dia seperti tidak peduli. Dia bahkan bertanya dengan nada yang tenang.
"Shuxiang, kau menanyakan hal itu karena sudah tahu keterlibatanmu?" Bocah Pengemis Gila bertanya. Dalam hati dia ingin agar pemuda di depannya menyangkal hal tersebut.
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Bohong namanya jika aku mengatakan tidak tahu tentang hal ini. Bukankah kau juga tahu keadaanku saat di Alam Kultivasi Bawah dan keterlibatan Iblis Mimpi dalam hal itu?"
Bocah Pengemis Gila tersentak. Xiao Shuxiang benar-benar tidak menyangkal. Rasanya seakan-akan pemuda ini sudah siap dengan kondisi seperti ini.
"Saudara Xiao~" Yi Wen bersuara, "Aku dan Bocah Pengemis Gila datang dari Sekte Lembah Cahaya Surgawi. Tetua besar sekte itu mencurigaimu dan dia mungkin sudah dalam perjalanan kemari bersama tetua besar Istana Seribu Pedang. Mereka .... Akan memberimu hukuman yang berat,"
Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian mengerutkan kening. Dia bertanya pada Yi Wen, "Hukuman? Kenapa aku?"
Yi Wen menjawab, "Tentu saja kau. Karena kaulah yang sudah melakukan pembantaian itu. Intinya, kau tidak boleh sampai mengaku. Mengerti?"
"Tunggu dulu," Xiao Shuxiang menyela. "Bagaimana tetua besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi mengetahui bahwa aku yang melakukan pembantaian itu? Tidak ada saksi yang melihat kejadian itu dan aku sendiri bisa dikatakan juga tidak melakukannya dengan sengaja,"
"Ini ulah Bocah Pengemis Gila," Yi Wen menyilangkan tangan dan terlihat kesal, "Dia begitu semangat menyampaikan pendapatnya pada tetua besar Shang hingga beliau bisa memberi kesimpulan bahwa kau yang sudah melakukan itu semua,"
"Kenapa kau menyalahkanku? Bukannya kau juga ikut terlibat? Kau yang pertama kali memulainya." Bocah Pengemis Gila protes dan membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas.
"Intinya, kalian ingin mengatakan hidupku sekarang berada dalam bahaya karena tetua dari dua sekte besar sedang menuju kemari?" Xiao Shuxiang bertanya.
"Saudara Xiao~ ini semua salah Bocah Pengemis Gila,"
"Yi Wen juga bersalah, bukan hanya aku."
"Haaah .... Kalian berdua telah membuat masalah," Xiao Shuxiang berdecak. "Aku harus berterima kasih. Terima kasih..! Luar biasa, kalian yang terburuk! Terima kasih untuk masalahnya. Kebetulan masalah yang kuhadapi hanya sedikit, kalian begitu perhatian. Hebat, hebat sekali."
"Saudara Xiao, kau jangan marah... Aku ... Kami tidak sengaja, sungguh." Yi Wen membujuk dan hampir menangis. Ini pertama kalinya dia mendengar Xiao Shuxiang bicara dengan nada seperti itu.
"Shuxiang, aku tahu kami salah. Tetapi sungguh, ini tidak sengaja." Bocah Pengemis Gila juga ikut membujuk. Dia khawatir jika pemuda ini benar-benar marah.
__ADS_1
"Shu-Shuxiang... Lebih baik kau pukul aku. Ka-kau jangan diam saja sambil me-menatapku begitu." Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya, "Ka-kau menakutkan saat marah dan hanya diam begini..."
Yi Wen mengangguk pelan, dia bahkan menahan napas. Entah kenapa, Xiao Shuxiang yang diam saat sedang marah lebih menciutkan nyalinya daripada saat saudaranya ini menerjang dan memukul mereka.
"..............." Xiao Shuxiang sebenarnya punya pemikiran yang lain. Dia tahu bahwa tidak ada gunanya melampiaskan kekesalannya pada kedua orang ini. Hal itu tidak akan mengubah kondisinya menjadi lebih baik.
Justru, dia sedang memikirkan solusi dari masalah yang akan segera datang menghampirinya. Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen sebenarnya tidak terlalu bersalah karena memang pelaku dari pembantaian itu adalah dirinya sendiri.
"Aku memang tidak bisa lepas dari kejadian itu. Cepat atau lambat, semua orang juga akan tahu. Hanya saja memang tidak disangka akan secepat ini dan di saat-saat yang penting,"
Xiao Shuxiang, "Aku sepertinya memang harus melakukan itu."
?!
Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen terlonjak saat tiba-tiba saja Xiao Shuxiang bangun dari kursinya. Mereka tegang melihat ekspresi dan tatapan mata pemuda mempesona ini. Xiao Shuxiang saat dalam keadaan serius benar-benar terlihat penuh pesona yang menakutkan.
"Kalian berdua. Ikut aku,"
!!
Yi Wen terkejut, dia kesulitan menelan ludah. Dia sudah merasa tidak nyaman, apalagi dengan ajakan Saudara Xiao-nya barusan. "Sa-Saudaraku ...."
"Cepatlah, jangan buat aku mengulang ucapan yang sama."
!!!
*
*
Xiao Shuxiang rupanya mencari keberadaaan tetua Meng Hao Niang yang saat ini sedang ada di Paviliun Pengobatan. Dia sebelumnya sudah bertanya dengan salah seorang murid Sekte Lautan Awan.
Tetua dari Gunung Puncak Jin Cheng itu terlihat sedang menulis resep obat sambil satu tangannya tetap memegang sebuah kendi labu.
Tetua Meng Hao Niang menyipitkan mata saat selesai menulis sebuah huruf. Raut wajahnya seperti orang yang sedang dalam kondisi mabuk berat, bahkan tampilannya pun agak berantakan.
Xiao Shuxiang berpikir, dengan dia yang tiba-tiba masuk kemari .... Tetua Meng Hao Niang tidak akan menyadarinya. Namun siapa yang sangka wanita itu justru langsung menoleh ke arahnya.
"Bagaimana kau bisa masuk kemari?" Tetua Meng Hao Niang berujar dingin, dia menatap Xiao Shuxiang yang berjalan mendekat dengan disusul oleh dua orang asing.
"Tetua Meng, tentu saja aku masuk lewat pintu. Memangnya bisa masuk lewat mana lagi?" Xiao Shuxiang duduk di hadapan meja kecil Tetua Meng Hao Niang. Dia nampak tersenyum.
Bocah Pengemis Gila sendiri memilih untuk berdiri dengan jarak tertentu. Mereka heran dengan wanita yang ditemui Xiao Shuxiang. Jelas sekali bahwa tetua ini adalah pemabuk berat.
Tetua Meng Hao Niang menyipitkan mata dan melihat pemuda yang duduk di depannya. Dia cegukan dan kemudian bertanya, "Kau ini .... Bocah Berandalan, kan?"
"Tetua Meng, ayo bicara serius." Xiao Shuxiang berkata, "Apa penawaranmu waktu itu masih berlaku untukku?"
Tetua Meng Hao Niang mengerutkan kening. Dia memperhatikan pemuda di hadapannya dan tersentak saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang berikutnya.
"Tetua Meng, aku ingin mendapatkan bimbingan darimu. Tapi tidak sebagai 'murid' resmi. Bagaimana?"
Tetua Meng Hao Niang meletakkan kuas di tangannya. Dia juga menaruh kendi labunya dan memperbaiki posisi duduknya. Dia menatap Xiao Shuxiang dan dengan serius bertanya, "Tidak sebagai 'murid' resmi? Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Aku adalah kultivator dari Alam Kultivasi Bawah. Aku mempunyai guru yang kuakui dan kami belum melakukan ritual guru-murid. Aku tidak bisa melakukan hal itu dengan orang lain. Jadi aku hanya bisa belajar di bawah bimbinganmu sebagai 'murid tidak resmi', bagaimana?"
"Kenapa kau mau melakukannya?"
"Aku tahu kau melihatnya, Tetua. Segel yang ada padaku ini mengunci kekuatan yang tidak terkendali. Aku harus melakukan sesuatu untuk mengendalikannya dan ini sangat penting. Aku mengincar pembalasan untuk Sekte Lembah Iblis."
Tetua Meng Hao Niang memperhatikan pemuda di hadapannya dengan saksama. Xiao Shuxiang begitu serius dan seakan mempunyai tekad yang kuat. Dia pun lantas bertanya, "Kudengar kau mengurung diri di dalam kamar selama lebih dari semingguan ini. Apa yang kau rencanakan?"
"Pedang pusaka milikku patah, tentu saja itu membuatku sedih. Siapa pun pasti akan melakukan hal yang sama." Xiao Shuxiang berujar dengan nada yang sedikit sedih, "Aku sampai sekarang masih syok jika mengingat bagaimana pedang pusakaku yang paling luar biasa patah hingga setengahnya hancur berkeping-keping. Sungguh, aku ingin membalas perbuatan kejam orang itu."
"Jadi karena itu kau ingin belajar untuk mengendalikan kekuatanmu? Hanya karena pedangmu?"
"Tidak. Bukan hanya itu saja," Xiao Shuxiang tersenyum, "Ini juga tentangku dan anggota Sekte Lembah Iblis. Aku punya masalah pribadi dengan Iblis Mimpi,"
Tetua Meng Hao Niang terkejut, namun itu tidak terlihat pada ekspresi wajahnya. Wanita tersebut bahkan bernapas pelan, tetapi masih bisa mengontrol diri untuk bersikap seperti biasa.
Tetua Meng Hao Niang menoleh ke arah dua orang asing yang dibawa Xiao Shuxiang dan meminta mereka duduk. Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen berkedip dan hanya menurut.
Tetua Meng Hao Niang sama sekali tidak terganggu dengan riasan wajah Bocah Pengemis Gila. Dia pun menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan menjelaskan, "Iblis Mimpi .... Adalah salah satu yang berpengaruh di Sekte Lembah Iblis. Kultivator yang akan mencapai tahap kultivasi Immortal Sejati akan diganggu oleh Iblis Mimpi ini sebagai ujian."
Tetua Meng Hao Niang berkata, "Jika kultivator itu menyerah pada ujian yang ada, dia akan tenggelam dan menjadi Iblis Sejati. Sebaliknya, jika dia berhasil maka tingkat kultivasinya akan mencapai tahap yang tertinggi."
Melihat Xiao Shuxiang seperti sedang berpikir membuat Tetua Meng Hao Niang berkata, "Aku memperhatikan bahwa sebenarnya praktik kultivasimu sudah mencapai tahap Immortal, mungkin lebih tinggi lagi karena kau mengatakan punya masalah dengan Iblis Mimpi itu. Jenis gangguan apa yang kau terima?"
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan menatap Tetua Meng Hao Niang. Dia tersenyum dan berkata, "Tetua Meng. Akan kukatakan yang sebenarnya. Aku adalah kultivator Aliran Hitam. Saat ini, aku sedang berusaha memperbaiki diri dan mengubah kebiasaan burukku yang haus akan darah."
Xiao Shuxiang berkata, "Di Alam Kultivasi Bawah, tanpa sengaja aku bermimpi membantai sebuah tempat dan rupanya kejadian itu menjadi nyata. Di Alam Kultivasi Atas, hal yang sama terulang kembali. Tetua Meng pasti tahu dengan alasan kenapa rombongan Sekte Lembah Cahaya Surgawi terlambat menghadiri Konferensi Aliansi Abadi,"
Tetua Meng Hao Niang terkejut, "Jadi kota yang warganya dibantai habis itu .... Adalah ulahmu?"
Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila juga ikut tersentak. Mereka berdua kaget karena Xiao Shuxiang mengungkapkan beberapa hal penting, apalagi tentang pembantaian tersebut.
Xiao Shuxiang sendiri mengangguk pelan dan dengan wajah tenang, dia berkata. "Aku tidak ingin menyembunyikan hal itu dan akan kuterima hukuman yang benar-benar pantas. Tapi aku tidak akan pernah bisa menerima jika aku tidak membalas perbuatan Sekte Lembah Iblis. Aku harus memberi perhitungan pada mereka dan baru setelahnya, aku akan menerima hukumanku."
"Saudara Xiao ...." Yi Wen menatap Xiao Shuxiang dan melihat pemuda itu yang benar-benar serius. Bocah Pengemis Gila juga sama, pria itu tidak menduga bahwa Xiao Shuxiang akan mengatakan hal ini.
"Sebenarnya ...." Tetua Meng Hao Niang mengembuskan napas dan berkata, "Aku dan para tetua yang waktu itu .... Tahu tentang segel kekuatanmu. Kami punya rencana untuk melatihmu agar kau bisa membantu kami mengalahkan Sekte Lembah Iblis. Bisa dibilang, kami semua bermaksud meminjam kekuatanmu."
Xiao Shuxiang tersentak, dia lantas mengerutkan kening. "Kalian ingin memanfaatkanku?"
"Itu terlalu kasar, tapi bisa dibilang begitu." Tetua Meng Hao Niang berujar, "Aku tahu kau anak yang jujur. Karenanya aku tidak ingin menyembunyikan hal ini,"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Aku sendiri tidak peduli karena tujuan kita sama. Bantu aku mengendalikan kekuatan ini dan akan kupinjamkan kekuatanku untuk memusnahkan Sekte Lembah Iblis."
"Bukan memusnahkan, tapi merebut kekuasaan dari pemimpin sekte itu." Tetua Meng Hao Niang berkata dengan tegas. Dia lantas melepas kain yang membalut tangan kirinya hingga sebuah lukisan terlihat.
!!!
Xiao Shuxiang terkejut, rasanya seperti mendengar petir menyambar tepat di atas kepalanya.
Dia pernah melihat lukisan yang sama dari tubuh anggota Sekte Lembah Iblis. Lukisan di tangan Tetua Meng Hao Niang itu adalah lukisan dengan wujud ular kalajengking.
******
__ADS_1