KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
193 - Sesuatu Yang Tidak Terduga (5)


__ADS_3

"Te-Tetua Meng .... Anda ...."


"Kau mengerti sekarang?" Tetua Meng Hao Niang membalut kembali tangan kirinya dan menutupi lukisan tersebut. Dia bisa melihat pemuda di hadapannya sangat terkejut.


"Anda .... Anggota dari Sekte Lembah Iblis?" Xiao Shuxiang bertanya dengan napas yang berat. Tidak bisa dipercaya wanita di hadapannya memiliki hubungan dengan Sekte Lembah Iblis.


Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila sendiri nampak tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan. Mereka sebelum ini merasa kebingungan, tetapi sekarang kedua orang itu mulai berusaha untuk memahami apa yang sedang terjadi.


Tetua Meng Hao Niang menjelaskan, "Sekte Lembah Iblis sebenarnya memiliki wilayah yang terisolasi dari dunia. Karena orang-orang yang tinggal di sana fokus pada peningkatan praktik kultivasi, maka tempat itu pun tersembunyi. Hanya saja, beberapa anggota memutuskan pergi ke Alam Kultivasi Bawah dan membuat Sekte Lembah Iblis yang lain,"


Tetua Meng Hao Niang berkata, "Sekte Lembah Iblis yang terbentuk itu lebih banyak membuat kekacauan. Mereka mengumpulkan kekuatan dan kembali ke Alam Kultivasi Atas untuk melakukan pemberontakan. Buruknya, pengkhianat ternyata ada di antara kami."


"Aku tahu Sekte Lembah Iblis memiliki dua markas. Yang satunya ada di Alam Kultivasi Bawah, tapi bukankah pemimpin sekte ini hanya satu orang? Kenapa bisa ada pemberontakan semacam itu?"


!


Xiao Shuxiang dan Meng Hao Niang langsung menoleh saat mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Pria itu tersentak dan dengan gugup langsung memeluk tongkat bambunya.


"Aku juga penasaran tentang hal itu," Yi Wen menyampaikan pendapatnya. Dia turut angkat bicara.


Tetua Meng Hao Niang mengembuskan napas dan mengarahkan pandangannya pada Xiao Shuxiang kembali. Dia berkata, "Ada dua alasan pemberontakan ini bisa terjadi. Pertama, karena pemimpin yang seharusnya melindungi justru melakukan tindakan yang diktator. Kedua, ada anggota yang merasa dirinya jauh lebih kuat hingga tidak ingin diperintah oleh pemimpin yang lebih lemah darinya. Dan pengkhianatan ini terjadi karena alasan yang kedua,"


Xiao Shuxiang memperhatikan Tetua Meng Hao Niang dan bertanya, "Anda .... Apa pemimpin dari Sekte Lembah Iblis yang dahulu?"


"Bukan. Aku dan pemimpin Sekte Lembah Iblis yang dahulu berhasil melarikan diri dari tempat itu. Kami juga dibantu oleh seorang kenalan dan tua bangka Dao yang menerima kami di sini."


Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen.


"Tetua Meng, tua bangka Dao itu .... Kakek Dao Fang An, kan?" Xiao Shuxiang ingin memastikannya.


"Tentu saja dia. Hanya tua bangka itu yang memiliki 'Dao' di depan namanya," Tetua Meng Hao Niang mengambil kendi labunya dan mulai meminum araknya.


Yi Wen bernapas pelan dan dengan hati-hati berkata, "Anda mendapat bantuan dari tetua besar Dao. Apa beliau tahu keinginan anda yang bermaksud untuk menyerang Sekte Lembah Iblis?"


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila juga mempunyai pertanyaan yang sama. Mereka memang perlu mengetahui sosok pemimpin Sekte Lembah Iblis agar bisa memikirkan apakah mereka harus benar-benar memberikan bantuan atau tidak.


Tetua Meng Hao Niang menatap Yi Wen dan kemudian berkata, "Dia memang tahu. Dia juga ingin membantu dan kami pun bekerja sama dengan para tetua dari sekte besar yang lain. Undangan yang kami berikan untuk para kultivator dari Alam Kultivasi Bawah pun juga adalah demi tujuan ini."


!!


Bocah Pengemis Gila tersentak. Ekspresi wajahnya berubah, dia pun menahan napas. "Jadi ini .... Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemunculan Kitab Pembunuh Matahari?"


"Masalahnya," Tetua Meng Hao Niang kembali berkata, "Kemunculan Kitab Pembunuh Matahari yang sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini .... Bisa saja merusak rencana kami. Pusaka itu dapat memecah belah setiap sekte, siapa pun pasti menginginkan kitab itu."


Bocah Pengemis Gila menelan ludah, "Aduuh .... Itu gawat sekali. Beberapa kultivator yang menerima undangan dari Alam Kultivasi Atas ini membawa lembaran dari kitab itu. Alasan anggota Sekte Lembah Iblis membuat kekacauan di Konferensi Aliansi Abadi dan bahkan mengirim penyusup ke setiap sekte tentu saja karena mengincar lembaran itu. Ini artinya ...."

__ADS_1


Xiao Shuxiang menoleh sejenak dan melihat Bocah Pengemis Gila yang memandang ke arahnya. Dia sepertinya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pria dengan riasan wajah mirip hantu gantung itu.


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan dalam hati berkata, "Artinya .... Pada awalnya tetua setiap sekte tidak tahu bahwa kultivator yang mereka undang untuk belajar di sini membawa serta lembaran Kitab Pembunuh Matahari."


Xiao Shuxiang, "Tetapi karena sekte mereka dimasuki penyusup, maka tentunya akan timbul kecurigaan. 'Sekte Lembah Iblis tidak mungkin bergerak tanpa alasan yang jelas'. Spekulasi ini akan membawa mereka pada satu jawaban ..... 'Lembaran Kitab Pembunuh Matahari dibawa oleh kultivator dari Alam Kultivasi Bawah'."


!!!


"Shuxiang ...." Bocah Pengemis Gila melihat Xiao Shuxiang terdiam dan seperti memikirkan sesuatu. Pemuda itu menyentuh poni rambut depannya.


Tetua Meng Hao Niang pun ikut sadar dan lantas bertanya pada Xiao Shuxiang, "Apa yang kau pikirkan?"


Xiao Shuxiang tidak menjawab, tetapi justru mengajukan pertanyaan dengan nada yang serius. "Siapa pemimpin Sekte Lembah Iblis yang dahulu dan di mana dia sekarang?"


"Bukankah kau sangat dekat dengannya?"


?!!


Mata Xiao Shuxiang melebar, dia kaget tentu saja. Jantungnya seakan-akan telah berdentum keras. Dia menatap Tetua Meng Hao Niang, "Si-siapa yang Tetua Meng maksud?"


"Saudara Xiao ...." Yi Wen menatap Xiao Shuxiang, dia pun sama penasarannya. Bocah Pengemis Gila juga ikut menunggu dengan perasaan yang berdebar-debar.


"Tetua Meng..! Katakan siapa?!" Xiao Shuxiang bertanya kembali.


"Wang Xuan Zhao."


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Dia keheranan, "Aku tidak mengenal orang dengan nama itu ...."


"Kau yakin?" Tetua Meng Hao Niang mengerutkan keningnya.


"Mm, aku memang tidak ...." Xiao Shuxiang terdiam sejenak dan seperti mulai memikirkannya. Dia bergumam, "Wang Xuan Zhao .... Wang Xuan .... Xuan Zhao. Wang .... Zhao? Wang Zhao?!"


"Kau bilang tidak kenal dia?"


"Tetua Meng, apa itu Wang Zhao?!" Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rasa terkejutnya sekarang. Dia benar-benar kaget, apalagi ekspresi Tetua Meng Hao Niang seperti tidak membantah nama yang dia sebutkan.


"Wang Zhao?!" Xiao Shuxiang mengulang kembali. Dia ingin jawaban yang pasti.


*


*


"Haaah .... Syukurlah Shizun tidak marah. Kupikir .... Aku tidak akan selamat," Yan Tianhen mengembuskan napas dan nampak mengusap-usap dadanya.


Wang Zhao yang berjalan di sampingnya pun nampak mengembuskan napas. Dia pernah berhadapan dengan Tetua Wang Jing Li dari dekat sekali dan itu benar-benar menegangkan. Rasanya seperti berhadapan dengan beruang pemakan manusia.

__ADS_1


Wang Zhao menoleh dan melihat pemuda berpakaian serba putih yang memakai pita dahi di sampingnya. Dia tersenyum, "Tuan Muda Lan .... Anda sangat hebat. Anda bahkan bisa bicara tanpa rasa gugup di depan tetua Wang Jing Li. Aku benar-benar kagum,"


Yan Tianhen mengangguk setuju, "Aku juga kagum. Saudara Lan, kau punya keberanian yang besar. Aku saja tidak berani bicara sambil menatap Shizun-ku,"


"Tetua Wang bukan orang jahat. Dia tidak akan memakanmu," Lan Guan Zhi berujar tenang.


"Tapi .... Kita menemuinya karena aku berbuat kesalahan," Yan Tianhen masih merasakan debaran jantungnya belum kembali normal. "Sungguh, kupikir tadi jantungku sudah pindah ke telinga."


"Aku juga berdebar-debar sekali," Wang Zhao bertanya pada Lan Guan Zhi. "Tuan Muda Lan, apa Anda tidak pernah merasa demikian?"


"..............." Lan Guan Zhi hanya diam. Dia menatap Wang Zhao sejenak, tetapi tidak menjawab.


Yan Tianhen dan Wang Zhao sebenarnya juga ingin mendengar Lan Guan Zhi menyampaikan pemikirannya. Itu karena sejak meninggalkan tempat tetua Wang Jing Li dan sepanjang perjalanan pulang, Lan Guan Zhi jarang sekali bicara.


"Tuan Muda Lan--"


"Pernah." Lan Guan Zhi menyela saat Yan Tianhen hendak bicara. Dia membuat dua pemuda di sampingnya tersentak.


"Pernah ... Apa?" Wang Zhao bertanya.


"Berdebar-debar,"


"Benarkah? Kapan tepatnya itu?" Yan Tianhen benar-benar penasaran dengan teman barunya yang hemat bicara dan selalu menjaga sikap penuh wibawa ini.


Pandangan Lan Guan Zhi sedikit menunduk. Matanya indah dengan fitur wajah tampan yang tidak akan pernah dilupakan. Suaranya tenang saat dia bicara.


".......... Festival Hantu. Saat bertemu pengantin hantu,"


!!


Yan Tianhen tersentak, dia mengerutkan kening mendengar pernyataan itu. Tetapi lain halnya dengan Wang Zhao, pemuda itu terkejut dan mulai mengingat-ingat kejadian saat Festival Hantu.


Wang Zhao yang mengingatnya pun mulai mengangguk dan dengan polos berkata, "Aku juga berdebar-debar saat itu dan sangat terkejut melihat siapa hantu yang menjadi pengantin-ku. Itu juga pengalaman yang tidak biasa dan menegangkan,"


"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk pelan. Dia ingat Wang Zhao berada dalam satu peti bersama Mo Huai waktu itu.


Pemuda ini berani dan sama sekali tidak terganggu dengan tindakan gila para hantu pengantin tersebut. Dia juga tahu bahwa Wang Zhao bahkan terlalu polos untuk bisa mengerti cerita aneh dari Zhi Shu yang menyangkut dirinya dengan teman baiknya.


"Festival Hantu?" Yan Tianhen mengerutkan kening. Dia tidak tahu ada kejadian apa antara kedua pemuda di sampingnya ini.


Wang Zhao pun menceritakan pengalaman yang pernah terjadi padanya saat melakukan perjalanan menuju Konferensi Aliansi Abadi. Hanya saja saat hampir pada cerita yang menegangkannya, tiba-tiba saja terdengar sebuah seruan.


"Wang Zhao ....!"


Yan Tianhen tersentak. Dia juga mendengar seruan itu dan berbalik ke belakang. Lan Guan Zhi pun mendengarnya. Mereka melihat ada tiga orang yang melesat mendekat dan salah satunya adalah Xiao Shuxiang.

__ADS_1


?!


******


__ADS_2