![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Pertarungan yang mengganggu Xiao Shuxiang saat ini berasal dari Wang Zhao yang sedang menghadapi Qiao Nuan dengan sengit. Teman Xiao Shuxiang itu sedang dalam kondisi yang menegangkan.
Tubuh Wang Zhao nyaris membentur sebuah pilar besar andai kakinya tidak kuat menopang berat badannya. Dia tersengal-sengal, tetapi tatapan matanya tajam saat melihat ke arah wanita di hadapannya.
Qiao Nuan melotot marah, "Sepertinya aku terlalu lunak padamu. Kau ternyata bisa membebaskan diri dengan ... Yaah, tentu saja. Tidak mungkin tanpa terluka,"
Saat Qiao Nuan selesai bicara, di saat itu pula Wang Zhao memuntahkan darah dan merasakan sakit pada dadanya.
Qiao Nuan mengusap pelan bekas luka di pipinya dan berkata, "Kau terlihat sangat tampan ketika terluka. Aku jadi tidak sabar untuk melakukan hal yang lebih padamu~"
"Apa yang kau lakukan ini salah. Kau hanya diperalat olehnya. Apa kau akan terus mengibaskan ekormu padanya? Dia bahkan tidak peduli pada siapa pun di tempat ini. Dia hanya peduli pada diri sendiri--"
"Lalu bagaimana denganmu?" Qiao Nuan menyela, suara sinis saat berkata. "Kau juga sama. Apa kau sudah lupa berapa orang yang mati hanya karena dirimu? Kau dan keegoisanmu itulah yang membuat situasi seperti sekarang."
Qiao Nuan melangkah mendekat, "Pikirkan ini baik-baik. Keadaan yang sekarang tidak akan terjadi jika saat itu kau mati. Kau datang ke tempat ini untuk apa? Melakukan pembalasan dendam, huh? Yang kau lakukan hanya membunuh untuk tujuanmu sendiri. Lihat, bahkan darah para penjaga istana belum kering di bilah pedangmu itu."
Wang Zhao tersentak mendengar ucapan wanita di hadapannya. Napasnya masih belum normal, namun dia mencoba agar tetap tenang sambil terus waspada.
Wang Zhao mencoba melakukan pembelaan diri, tetapi suaranya agar gemetar.
"Aku ... Aku tidak-"
"Kau tidak membunuh para penjaga?" Qiao Nuan menyela, dia menyilangkan tangan dan berkata. "Wang Zhao, kau tidak perlu berpura-pura polos. Kau mungkin saja tidak membunuh mereka, tapi mereka mati karena dirimu. Kaulah yang membawa orang-orang itu kemari dengan dalih membantumu, kan? Kini terlihat, mereka bertarung untukmu. Mereka juga membunuh hanya untukmu. Lalu apa yang kulakukan? Tempat ini baik-baik saja sebelum kalian semua datang, apa ini salahku?"
Wang Zhao menggigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa melawan ucapan dari wanita ini karena itu benar. Keadaan tidak akan mungkin serumit ini bila dia dan teman-temannya tidak datang.
Wang Zhao sangat baik, pemuda itu bahkan tidak sadar dengan senyuman tipis penuh siasat dari Qiao Nuan. Wanita itu punya kemampuan memprovokasi yang unik dan jelas saja berbahaya.
Mata Qiao Nuan menatap lurus, seakan dia sedang menatap Wang Zhao tetapi sebenarnya memperhatikan dinding di belakangnya yang mulai memunculkan batu berujung runcing.
Dalam hitungan detik, batu tersebut melesat di arah titik buta Wang Zhao. Qiao Nuan merasa bahwa serangan ini akan berhasil, tetapi siapa yang sangka lawannya justru bergerak cepat dan menebas batu itu hingga menjadi kepingan.
Wang Zhao menatap tajam ke arah Qiao Nuan dan berkata, "Aku sempat berpikir bahwa ini adalah kesalahanku. Tetapi sedetik yang lalu aku menyadari bahwa hal yang kuperbuat ini tidak sepenuhnya salah. Tempat ini sama sekali tidak baik-baik saja, bahkan sebelum aku datang."
Wang Zhao menghunuskan pedangnya dan berkata, "Kau dan juga para penjaga istana ini sudah membuat warga yang ada menderita. Kau bahkan tanpa ragu membunuh mereka yang mendukungku selama ini. Benar-benar tidak ada yang baik selama kalian berkuasa,"
"Lalu apa kau pikir semuanya akan berubah saat kau datang?" Qiao Nuan tertawa meledek, "Wang Zhao. Semua orang yang mendukungmu sudah lama menjadi tulang-belulang, yang tersisa sekarang adalah mereka yang sangat menginginkan kematianmu. Kau ini ... Sudah terlalu lama pergi,"
"Kau berbohong!" Wang Zhao memegang kuat pedangnya dan berkata, "Qiao Nuan. Apa kau pikir aku akan mudah percaya pada ucapanmu? Kau jelas-jelas adalah pembohong yang besar!"
"Ha ha ha, terserah kau. Aku tidak pernah memaksamu untuk mempercayai setiap ucapanku." Qiao Nuan menghela napas dan berkata, "Xuan Zhao'Er ... Kau datang kemari justru terlihat seperti kau adalah penjahat. Ah ... Benar. Kau memang penjahat. Alasan kenapa kau dan juga keluargamu berakhir menyedihkan adalah akibat dari perbuatan kalian sendiri. Kau sama sekali tidak diterima di sekte ini, coba sadarilah hal itu."
__ADS_1
"Jika saja ... Yang kulihat adalah garis senyum penuh bahagia dari mereka ... Aku pasti tidak akan pernah kembali. Dan jika saja ... Kau tidak membuat ulah pada sekte orang lain, maka aku pasti tidak akan menampakkan wajah di tempat ini lagi. Kau ... Kehadiranmu membawa keburukan bagi banyak orang dan aku datang untuk menghentikannya!"
"Hmph, kalau begitu kemarilah jika kau bisa!" Qiao Nuan melambaikan tangan dan bebatuan runcing kembali melesat ke arah Wang Zhao.
!!!
Serangan Qiao Nuan kuat dan juga liar. Wang Zhao tidak boleh lengah atau dia akan tewas begitu saja. Pemuda itu terus menghindari serangan Qiao Nuan dan sesekali menangkisnya.
Teknik berpedang Tebasan Sunyi milik Wang Zhao tidak bisa dipakai secara sembarangan. Itu adalah teknik yang luar biasa hebat, namun mempunyai jeda waktu setiap kali akan melakukannya.
Wang Zhao tidak bisa terlalu berharap pada tekniknya yang sangat hebat itu, karenanya dia menggunakan segala pemahaman tentang berpedang yang sudah dia pelajari dari Xiao Shuxiang dan Tetua Chen Duan Shan.
Wang Zhao adalah murid dari Tetua Dao Fang An di Sekte Lautan Awan, namun seperti sebelumnya---Tetua Dao Fang An lebih mengarahkannya untuk berlatih tentang Pembersihan Iblis Hati, Sutra Pengendalian Jiwa, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemahaman batin. Tetua dan Fang An jarang sekali mengajarinya cara bertarung atau menggunakan pedang.
Di Istana Seribu Pedang, Wang Zhao tidak hanya dalam naungan Tetua Xie Yanran, tetapi juga para tetua lainnya termasuk Tetua Chen Duan Shan. Dari sinilah dia diajari untuk bisa lebih fokus berlatih teknik bertarung dan bahkan sampai disebut 'murid'. Dia sudah berlatih dengan sangat keras.
Wang Zhao tidak hanya menangkis serangan Qiao Nuan, tetapi juga secara mengejutkan mengarahkan serangan itu kepada lawannya.
Qiao Nuan tersentak saat beberapa bebatuan runcing justru melesat ke arahnya. Dia pun melambaikan tangan dan batu-batu itu hancur menjadi kepingan. Dirinya menatap tajam ke arah Wang Zhao.
Di antara giginya yang terjatuh, Qiao Nuan berkata. "Aku benar-benar ingin membunuhmu, tetapi kematian terlalu bagus untuk orang sepertimu."
!!!
Pilar besar itu sampai retak sebagian karena ditabrak oleh Wang Zhao. Qiao Nuan melihat lawannya terbatuk darah dan berwajah begitu pucat.
Pandangan Wang Zhao agak memburam, darah segar mengucur di sisi dahinya dan dia pun merasakan sakit yang amat pada bagian dalam tubuhnya. Wang Zhao yakin ada retakan pada tulang punggungnya saat ini.
"Xuan Zhao'Er ... Perlihatkan padaku wajah kesakitan-mu yang lainnya lagi. Kau benar-benar sangat tampan!" Qiao Nuan tertawa dan kembali menyerang Wang Zhao. Dia gesit dan kemudian mulai menendang dagu lawannya.
Wang Zhao kembali terpental dan kali ini menabrak lantai. Tangan kanannya terus memegang pedang pusakanya, tetapi memang dia tidak mempunyai kondisi di mana bisa melakukan serangan balasan.
Qiao Nuan terlalu cepat, praktiknya yang tinggi bisa dengan mudah membuat Wang Zhao selayaknya mainan. Wanita itu menghajar lawannya, menendang dan melemparnya hingga membentur dinding. Dia hanya tidak membunuh Wang Zhao dengan cepat.
!!
Wang Zhao berteriak kesakitan saat tangan kanannya diinjak dengan keras. Tidak hanya itu, lawan bahkan sampai menendang wajahnya hingga dia terlempar dan jatuh dengan punggung membentur lantai.
Qiao Nuan menginjak dada Wang Zhao dan melihat pemuda itu memuntahkan seteguk darah. Dia tersenyum, "Serius. Aku sangat suka melihat wajahmu yang seperti ini. Rasanya ... Jadi sangat ingin memakanmu,"
Wang Zhao menatap tajam pada wanita yang menginjak dadanya sebelum mulai mengerang kesakitan karena injakan Qiao Nuan kian keras dan seakan-akan hendak meremukkan tulangnya.
__ADS_1
"Bukankah harusnya kau senang?" Qiao Nuan berujar pelan, "Dari bawah ... Kau bisa menikmati kaki jenjangku yang cantik ini~ Bukankah para pria sangat menyukainya, hm?"
"Kau!" Wang Zhao berusaha keras untuk menyingkirkan kaki Qiao Nuan. Dia memegang pergelangan kaki wanita itu, tetapi justru injakan lawannya ini makin menjadi.
Qiao Nuan mengusap bekas luka di pipinya dan berujar tanpa nada, "Memohonlah padaku. Mungkin saja, aku bisa sedikit lunak untuk melepaskanmu."
"Tidak akan!"
"Mm ... Baiklah, maka aku tidak punya pilihan." Qiao Nuan menyeringai dan sedikit melirik ke sebuah dinding karena mendengar suara yang begitu keras sejak tadi.
Sebuah batu berujung runcing kembali terbentuk, tetapi kali ini lebih kecil dan mirip seperti tombak. Batu itu melesat dan ditangkap dengan mudah oleh Qiao Nuan.
Wanita dengan bekas luka di pipinya itu pun berkata, "Chu Gu Xiang sepertinya sudah tidak sabar lagi. Bagaimana jika aku membawamu keluar dan melihat rekan-rekanmu mati. Tapi tentu saja, aku harus memastikan kau tidak bisa melawan."
Wang Zhao berusaha memberontak, tapi tidak bisa. Apalagi wanita ini bahkan mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat hingga membuat dirinya memuntahkan darah untuk yang kesekian kalinya.
Qiao Nuan mengangkat senjata di tangan kanannya dan tanpa peringatan langsung menusuk pergelangan tangan Wang Zhao. Dia membuat pemuda itu berteriak kesakitan dan dia sama sekali tidak menyesal melakukannya.
"Kau bukan tandingan untukku. Aku bahkan tidak sampai berkeringat saat melawanmu. Kau ini terlalu lemah, Wang Zhao." Qiao Nuan berekspresi datar dan berkata, "Seharusnya kau lebih banyak mempersiapkan diri. Datang seperti ini sama saja dengan kelinci yang masuk ke mulut singa. Bodoh sekali.."
Qiao Nuan menarik kembali senjata di tangannya, mengangkatnya untuk kemudian ditusukkan pada pergelangan tangan Wang Zhao yang lain.
Qiao Nuan melakukannya secara berulang. Wang Zhao jelas saja sangat kesakitan, tetapi pemuda itu tidak bisa melakukan apa-apa.
Hampir saja Wang Zhao kehilangan harapan dan memutuskan menyerah saat sebuah siluet datang, menyerang Qiao Nuan tanpa peringatan sama sekali.
!!!
Qiao Nuan hampir saja menghantam dinding, tetapi untunglah kakinya dengan cepat menahan berat badan hingga dia sama sekali tidak terluka. Ekspresinya serius saat memandang lurus ke depan.
Ada seseorang yang berdiri di depannya, seolah melindungi Wang Zhao. Qiao Nuan melihat kibaran pakaian putih pada sosok yang baru saja mengganggunya.
Di balik buramnya pandangan, Wang Zhao masih mengenali postur sosok yang menolongnya ini. Apalagi dari suara yang dia dengar---sosok ini semakin membuatnya yakin.
Qiao Nuan menggertakkan gigi, "Dasar pengganggu. Beraninya kau muncul lagi di hadapanku,"
"Kenapa tidak berani? Apa aku berhutang padamu?"
Itu adalah suara wanita, terdengar agak malas tetapi mengandung ledekan. Ini merupakan suara dari Tetua Gunung Puncak Jing Cheng, Meng Hao Niang.
******
__ADS_1