![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang cukup lama berada di dalam ruangan tersebut sebelum mulai merasa bosan karena sendirian. Dia pun memutuskan untuk kembali ke gubuk bambunya saat dirinya bertemu Ling Qing Zhu ketika pintu ruangan itu dibuka.
!!
Ling Qing Zhu sendiri tersentak. Dia baru saja akan membuka pintu ruangan tempat Wali Pelindungnya dirawat saat secara mengejutkan pintu itu terbuka.
"............"
"............"
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu saling terdiam. Mereka berpandangan tetapi tidak ada yang mulai pembicaraan lebih dulu apalagi bergerak di tempat masing-masing. Butuh waktu lama sampai ada seseorang yang mengacaukan suasana tersebut.
Pelakunya tentu saja Xiao Shuxiang. Dia berdeham pelan sebelum mengeluarkan cengiran khas-nya. "Entah kenapa aku sekarang merasa canggung bertemu denganmu, Kucing Putih."
Ling Qing Zhu berkedip, suaranya datar. "Kenapa?"
"Aku mengingat apa yang kau katakan padaku tadi. Kau menyebutku 'Suami'."
Ling Qing Zhu membeku sebelum bersuara dingin, "Tidak mungkin."
Xiao Shuxiang tersentak mendapat respon demikian, "Apa maksudmu tidak mungkin? Kau jelas-jelas mengatakan itu tadi,"
"Tidak,"
"Memang iya. Kau jangan berbohong,"
"Kau bermimpi."
"Mana mungkin aku bermimpi." Xiao Shuxiang tidak menyangka gadis berambut putih ini ngotot tidak mengaku padanya.
Ling Qing Zhu teguh membantah. Dia berkata, "Kau salah dengar."
"Pendengaranku baik-baik saja. Kau jelas mengatakan itu,"
"Tidak,"
"Kau berbohong,"
"Tidak,"
"Kucing Putih, kenapa kau jadi begitu menyebalkan? Kau jelas mengatakannya. Aku tidak salah dengar."
"Tidak," Ling Qing Zhu tidak akan pernah mau mengakuinya. Sampai kapan pun. Didesak bagaimanapun juga, dia tetap tidak akan mengaku.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, gadis di hadapannya ini benar-benar mirip kucing. Dia tidak akan bisa menang berdebat. Dirinya harus memikirkan cara lain, setidaknya seperti yang Mo Huai katakan. Dia perlu lebih agresif.
"Aku tidak tahu bagaimana sikap agresif itu selain menerjang lawan dan langsung mencabut jantungnya tanpa basa-basi. Tapi tidak mungkin aku melakukannya pada Kucing Putih, mana mungkin aku membunuhnya." Xiao Shuxiang berkedip, sepertinya dia sudah memikirkan hal yang aneh.
Karena tidak mendapat respon dari Wali Pelindungnya, Ling Qing Zhu merasa bahwa Xiao Shuxiang sudah menyerah. Dia pun mengembuskan napas lega.
Ling Qing Zhu kemudian bertanya, "Kau akan ke mana?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersadar dan langsung terpikirkan sebuah cara. Dirinya pun terbatuk dan menyandarkan tubuhnya pada pinggiran pintu. Suaranya berubah lemah, "Aku .... Bosan sendirian. Kupikir, aku .... Akan pergi ke gubuk kecilku."
"Kau sudah baikan?" Kening Ling Qing Zhu sedikit mengerut.
"Mn ...." Xiao Shuxiang mengangguk lemah. Dia sama sekali tidak berbohong.
"Jika kau baikan, lalu kenapa tingkahmu begitu?" suara Ling Qing Zhu dingin.
Xiao Shuxiang kembali terbatuk, dia bernapas pelan-pelan. "Kucing Putih .... Kau bayangkanlah. Aku bertarung dengan orang yang praktiknya tidak kuketahui. Kau sendiri tahu kekuatanku disegel, jadi kau pasti bisa menebak betapa malangnya Xiao Shuxiang ini...."
"............" Ling Qing Zhu memperhatikan bagaimana Wali Pelindungnya bersikap begitu menyedihkan.
Jujur saja, Ling Qing Zhu ingin mengatai Xiao Shuxiang tidak tahu malu karena sudah memanfaatkan praktiknya yang menurun untuk bertingkah menyedihkan. Namun jika dipikirkan baik-baik, memang dengan praktik yang rendah itu ..... Wali Pelindungnya akan banyak mengalami kesulitan.
Ling Qing Zhu mengembuskan napas. Pada akhirnya dia menyerah untuk meledek Xiao Shuxiang. Bagaimanapun juga .... Semua ini disebabkan karenanya.
"Shuxiang,"
"Mn?" Xiao Shuxiang menatap Kucing Putihnya yang tiba-tiba saja bernada serius.
Ling Qing Zhu, "Tidak seharusnya kau menyetujui penyegelan itu. Kau menyakiti dirimu sendiri,"
Xiao Shuxiang berkedip, dia sepertinya agak keterlaluan hingga membuat Kucing Putihnya merasa bersalah. Dirinya pun masih dalam posisi bersandar namun nampak tersenyum lemah, "Tidak perlu dipikirkan. Aku tidak menyesalinya sama sekali,"
"............" Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya. Ekspresi wajahnya tidak berubah, namun tatapan matanya agak berbeda.
Xiao Shuxiang berkata, "Menjadi lemah tidak sepenuhnya buruk. Buktinya aku sekarang bisa menyusulmu kemari tanpa hambatan berarti. Kau juga terlihat lebih perhatian padaku daripada sebelumnya. Jujur saja aku lumayan suka dengan keadaan ini,"
"Kau tidak apa...?" Xiao Shuxiang nampak keheranan. Apalagi gadis di depannya tak terlihat akan melanjutkan ucapannya. Dia pun mengembuskan napas dan seperti mengerti apa yang ingin dikatakan gadis bercandar tipis ini.
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Baik. Baiklah, aku tidak akan mendesakmu. Kau pasti ingin menyebutku 'memalukan'. Iya, kan? Terima kasih sudah menahan diri, kau gadis yang baik."
Xiao Shuxiang bertanya, "Jadi .... Apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang kau ingin menjengukku,"
"...... Kurasa kau sudah baikan," Ling Qing Zhu melangkah pergi begitu saja hingga membuat Xiao Shuxiang kaget.
"Kucing Putih, tunggu...!" Xiao Shuxiang mengacaukannya. Dia baru saja gagal menarik rasa simpati Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang menyamakan langkah dengan gadis di sisinya, dia pun berkata. "Jika kau terus bersikap dingin begini, kau bisa tidak punya teman. Kau juga bisa saja kehilangan aku, itu pasti akan sangat buruk."
"Kau Wali Pelindungku. Tidak akan pergi,"
"Bagaimana jika sampai aku suka pada gadis cantik di sekte ini? Mereka sangat perhatian padaku, tidak sepertimu. Apa kau tidak takut? Aku bisa saja menikah lagi dan akan lebih perhatian pada istri baruku,"
"Mn, kau yakin bisa?" suara dingin Ling Qing Zhu terdengar bagai ledekan. Dia membuat Xiao Shuxiang tertegun.
Koki Alkemis itu berkedip dan kilas balik dari ingatannya tentang prosesi dalam pernikahan langsung membuat ekspresi wajahnya memucat, "Jika aku menikah lagi .... Aiya, kurasa butuh persetujuan banyak orang."
Xiao Shuxiang menghela napas berat, "Aku akan diadili di depan keluargamu. Ayah dan ibuku akan menghujamiku dengan banyak pertanyaan. Kakek dan Kakek buyutku apalagi. Aku pasti harus memberi penjelasan pada orang-orang dari tiga Benua sekaligus. Belum lagi pada paman dan bibi angkatku. Aiya, itu sangatlah merepotkan."
Ling Qing Zhu tersenyum samar di balik cadar tipisnya. Dia mengulurkan tangan untuk mengusap dan menepuk-nepuk punggung Xiao Shuxiang sambil tetap memandang ke depan.
__ADS_1
Tanpa nada, Ling Qing Zhu berkata. "Kau, satu-satunya kultivator yang tidak bisa membuat harem. Selamat,"
"Aiish," Xiao Shuxiang menoleh karena merasa diperlakukan seperti anak kecil. "Kenapa kau begini lagi padaku? Kita ini sudah menikah. Apa kau tidak bisa bersikap manja sedikit? Atau bertingkah bagai gadis pemalu begitu...? Kenapa kita tidak terlihat seperti pasangan kekasih?"
Xiao Shuxiang protes, "Aku melihat orang lain yang sudah menikah itu .... Mereka bahkan pegangan tangan, istri merangkul lengan suaminya, mereka berjalan-jalan sambil membicarakan tentang ingin berapa anak. Kemudian mereka makan bersama, tidur bersama dan melakukan semuanya bersama. Aku juga mengintip beberapa pasangan suami-istri ketika beradegan romantis. Tapi kenapa kita tidak bisa seperti itu? Di mana letak kesalahannya?"
Ling Qing Zhu sebenarnya ingin merutuki Wali Pelindungnya. Dia sekarang mulai mengerti kenapa pemuda ini jarang sekali tinggal di Sekte Pagoda Langit dan selalu keluyuran entah ke mana. Xiao Shuxiang, bisa dipastikan melakukan misi membuntuti kehidupan pasangan-pasangan yang sudah menikah.
Ling Qing Zhu terbatuk pelan, "Kehidupan kultivator dan orang biasa tidak sama. Tapi akan kuusahakan untuk lebih memperhatikanmu mulai sekarang."
"Itu jawaban yang sudah kutunggu," Xiao Shuxiang menghela napas, "Haah.... Kau benar-benar gadis yang peka. Aku suka,"
"Itu karena kau protes,"
"Aku memang orang seperti ini, Kucing Putih. Apa pun yang menganggu di pikirkanmu, akan langsung kukatakan. Entah orang lain akan suka ataupun tidak saat mendengarnya, aku tetap katakan dengan jujur. Jadi .... Pegangan tangan?"
"............"
Ling Qing Zhu melihat senyuman penuh pesona dari Wali Pelindungnya yang cerewet. Dia pun mengembuskan napas pelan, "Hanya sampai ke gubukmu."
"Kalau begitu jalannya pelan-pelan saja, aku tidak mau cepat-cepat sampai," Xiao Shuxiang terlihat senang karena sudah mempraktekkan definisi 'Agresif' yang dia pahami dari ucapan Mo Huai.
Ling Qing Zhu sendiri benar-benar tidak menyangka akan mengantar pemuda tampan ini ke gubuk bambunya sambil berpegangan tangan.
Xiao Shuxiang mempunyai telapak tangan yang halus dan juga hangat. Sementara Ling Qing Zhu memiliki telapak tangan yang dingin dan agak kasar akibat terus berlatih pedang.
Bukan berarti Xiao Shuxiang malas latihan. Tangan halus dan selembut bunga teratai itu ada karena regenerasi tubuhnya serta kemampuannya menyembuhkan diri dengan memakai Qi.
Berbeda dengan orang seperti Ling Qing Zhu, Lan Guan Zhi, Zhang Zifan dan kultivator lainnya. Meski mereka mempunyai praktik yang cukup tinggi dan dapat menggunakan Qi untuk mengobati luka dan memperhalus kulit yang kasar----nyatanya tetap akan ada bekas yang nampak pada telapak tangan mereka. Itu adalah bukti bahwa mereka merupakan pendekar pedang.
Xiao Shuxiang benar-benar membuat perjalanan bersama Ling Qing Zhu terasa santai hingga gadis berambut putih itu merasa lokasi gubuk bambu yang merupakan tujuan mereka begitu jauh.
"Shuxiang, percepat langkahmu." Ling Qing Zhu tidak mungkin terus berjalan sambil pegangan tangan seperti ini. "Terlalu banyak waktu yang terbuang,"
"Tidak mau. Kau jarang menghabiskan waktu bersamaku. Jadi biarkan aku egois kali ini, mengerti?"
"Aku masih punya kelas,"
"Kau jangan protes, Kucing Putih. Kau sudah mengatakan akan berusaha untuk lebih perhatian padaku. Masa begini saja kau tidak mau,"
"Baiklah, tapi percepat langkahmu."
"Tidak akan."
Ling Qing Zhu menatap pemuda yang masih berpegangan tangan dengannya. Xiao Shuxiang harusnya tidak protes jika dia selalu menganggapnya seperti anak kecil. Ini karena Xiao Shuxiang kadang bertingkah kekanak-kanakan meski jujur itu sangat mempesona.
Ling Qing Zhu mengembuskan napas, dia akan membiarkan Wali Pelindungnya ini bersikap seenaknya---hanya untuk hari ini saja. Dirinya pun berusaha menikmati suasana selama perjalanan ke bagian barat Sekte Lautan Awan meski langkah kakinya membuat orang-orang berhenti dan memandanginya.
!!
Benar. Ling Qing Zhu yang bergandengan tangan dengan seorang pemuda seketika mengundang banyak pasang mata untuk memperhatikannya. Para murid yang berpapasan dengan mereka bahkan tanpa sadar terperangah dengan mata melotot karena tidak percaya pada apa yang mereka lihat.
__ADS_1
******