KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
41 - Perjalanan Menuju Alam Kultivasi Atas


__ADS_3

Hari sudah pagi ketika Xiao Shuxiang bangun. Mimpi yang dia alami terasa sangat nyata dan sampai sekarang jantungnya masih berdebar-debar. Yang memanggilnya barusan tidak lain adalah Hu Li.


"Tuan Muda Xiao...!" Hu Li terlihat kaget, dia buru-buru menghampiri Xiao Shuxiang sambil bertanya dengan suara yang terdengar cemas.


"Tuan Muda Xiao, Anda bangun dengan tiba-tiba dan membuat saya keget. Apa Anda mengalami mimpi buruk?"


"......" Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Hu Li karena masih mengatur napas. Namun dalam hati dia entah bagaimana merasa sangat kesal.


"Siapa yang saat ini bermain-main denganku?" Xiao Shuxiang tanpa menatap Hu Li kemudian berkata, "Bawakan aku air."


"Air? Anda ingin membasuh wajah?"


Xiao Shuxiang tertegun dan kemudian menyentil kepala Hu Li hingga membuat pemuda berambut putih itu tersentak kaget. "Aku ingin minum, Hu Li...! Apa kau belum bangun hah? Fokus, oke. Ambilkan air cepat."


"Ma-maafkan Saya. Akan segera Saya bawakan,"


Xiao Shuxiang menghela napas. Dia pun menggeleng pelan ketika melihat Hu Li yang mulai berjalan ke luar tenda. Dia sudah bisa menenangkan diri sekarang, tentu karena saking tidak terduganya respon yang diberikan Hu Li barusan.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Saat tidurku terlalu lelap... Berbagai mimpi aneh itu selalu datang. Jika hanya sekali dua kali, mungkin akan kuanggap ini hal biasa. Aku dapat menganggapnya sebagai efek samping karena belakangan ini aku sudah jarang menguliti hidup-hidup makhluk mana pun. Tapi mimpi itu datang beberapa kali dan tiap lokasinya berbeda..."


Sebenarnya bukan itu yang dicemaskan oleh Xiao Shuxiang. Tetapi tiap kali dia bermimpi melakukan tindakan tidak manusiawi seperti membantai penghuni sebuah rumah----maka sehari atau tiga hari setelahnya, pasti akan ditemukan mayat dengan kondisi sama dengan yang ada di dalam mimpinya.


"Meski sudah diberi tahu untuk tidak tidur, tapi biar bagaimanapun aku juga butuh istirahat. Memiliki praktik di Forging Qi tingkat 5 justru membuat ketahanan fisikku berkurang drastis. Ini sebenarnya buruk, tapi aku tidak boleh sampai memperlihatkan kelemahan ini pada siapa pun."


Tidak butuh waktu lama bagi Xiao Shuxiang bergumul dengan pikirannya----Hu Li pun datang membawa sebuah nampan berisi satu teko air dan cawan keramik. Dia lalu duduk di samping Xiao Shuxiang dan menuangkan air untuk Tuannya.


Hu Li bertanya, "Tuan Muda, apa Anda baik-baik saja?"


Xiao Shuxiang meminum airnya dan lalu mengangguk pelan. "Setelah melihatmu suasana hatiku perlahan membaik. Kau punya wajah yang enak di pandang, Hu Li. Kau membuatku tenang,"


Hu Li berkedip, dia terdiam sebelum tersenyum tipis. "Syukurlah jika Saya punya wajah yang dapat menenangkan suasana hati Anda. Apa Tuan Muda ingin saya bawakan makanan?"


"Tidak perlu. Oh ya, di mana Nie Shang?"


"Tuan muda Nie, tuan muda Siu dan tuan muda Mo sudah lama bangun. Mereka ada di luar. Nona Ling juga sudah tiba dan tadi saya melihat para kultivator mulai dikumpulkan."


"Kucing Putih?" Xiao Shuxiang tersentak, dia pun meminta air lagi dan kali ini memakainya untuk membasuh wajah. Tindakannya yang agak terburu-buru membuat Hu Li tak mampu berkata-kata.


Xiao Shuxiang keluar dari tenda Nie Shang dan memang tidak jauh di hadapannya----terlihat beberapa kultivator mulai berjalan ke suatu tempat. Dia pun berjalan mendahului mereka sambil mencari keberadaan dari Kucing Putihnya.


"Tuan Muda Xiao...?!" Hu Li memanggil. Dia mengikuti Tuan Mudanya yang mana sesekali mendapat tatapan aneh dari para kultivator di dekat mereka.


"Kau bilang Kucing Putih ada di sini, tapi kenapa dia tidak menemuiku?" Xiao Shuxiang bertanya ketika Hu Li sudah berada di dekatnya.


"Saya juga tidak tahu," suara Hu Li pelan.


Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas. "Kira-kira ada apa dengan gadis itu...? Aku sama sekali tidak bisa memahaminya,"


Xiao Shuxiang terus berjalan dan berusaha mencari keberadaan Ling Qing Zhu di kerumunan.


Tidak terlalu sulit sebenarnya untuk menemukan Ling Qing Zhu. Gadis itu mempunyai rambut putih panjang dan jelas berbeda dari warna rambut kebanyakan orang. Hanya dalam waktu singkat, dia sudah bisa melihat Ling Qing Zhu yang sedang berjalan di antara kultivator lainnya.


"Tuan Muda Xiao...?!" Hu Li menyusul Xiao Shuxiang. Dia mempercepat langkah dan sesekali meminta diberi jalan oleh orang-orang di depannya.


Ling Qing Zhu sendiri fokus mendengar penjelasan dari Yun Qiao Yue. Gadis dari Alam Kultivasi Atas itu nampak melayang dan dengan suara yang lembut memberi penjelasan bahwa mereka harus berjalan menaiki gunung.

__ADS_1


"Semakin ke atas, pepohonan di gunung ini akan makin berkurang. Tanah yang subur akan mulai terlihat kering, penuh bebatuan terjal dan sulit untuk dilewati. Semakin menaiki gunung pun, pasokan udara dalam tubuh perlahan mulai menipis. Qiao Yue berharap kalian semua bisa melewatinya,"


"Nona Yun," seorang kultivator bertanya. "Kenapa kami tidak diizinkan menaiki pedang terbang? Bukan maksudku ingin mengeluh, tapi memakai pedang terbang jauh lebih efektif sampai di atas sana,"


"Benar, aku juga setuju."


Kultivator lainnya mengangguk. Ling Qing Zhu sendiri tidak mengatakan apa pun dan hanya terus berjalan. Dia berada di antara kultivator wanita.


Sebenarnya ada saat-saat di mana kultivator pria berjalan lebih dekat dan mencoba menghampiri Ling Qing Zhu. Namun niat mereka semua langsung diketahui oleh kultivator wanita lainnya. Dan entah bagaimana, Ling Qing Zhu jadi punya pengawal di kedua sisinya dan di belakangnya.


"Bukannya Qiao Yue ingin melarang. Tapi menaiki pedang terbang lebih menguras tenaga dan tanah di gunung ini sangat tidak cocok bagi para pembudidaya. Tuan-tuan bisa merasakannya sendiri, Qi di tempat ini tidak bisa diserap."


!!


"Benar... Aku bahkan tidak merasakan apa pun," seorang kultivator tersentak. Dia memiliki bakat untuk langsung menyerap Qi dari alam secara langsung, tetapi sekarang kemampuannya seakan tidak berguna sama sekali.


Seorang kultivator wanita lantas bertanya. "Nona Yun, lantas mengapa Anda tidak berjalan seperti kami? Tenaga Anda bukannya akan jauh lebih terkuras sekarang?"


Yun Qiao Yue tersenyum, dia menatap ke bawah dan memperhatikan gadis yang memiliki warna pakaian merah muda itu. Dia pun berujar, "Ini karena Qiao Yue lebih kuat dari kalian semua."


!!


Meski suaranya lembut, tetapi entah kenapa sangat menusuk hari. Dan walau tatapan mata itu teduh, tetapi entah bagaimana rasanya seperti direndahkan. 


Ling Qing Zhu, di balik cadar tipisnya hanya berekspresi datar. Bahkan tatapan matanya sama sekali tidak berubah, tetap dingin dan penuh wibawa. 


Dia melirik sedikit kultivator wanita yang bicara pada Yun Qiao Yue barusan dan melihat ekspresi wanita itu yang seakan tersinggung, namun juga iri karena apa yang dikatakan Yun Qiao Yue sama sekali tidak salah.


"Maafkan Qiao Yue karena bicara terlalu jujur---"


!!


Yun Qiao Yue baru akan bicara lagi saat terdengar seruan yang begitu tiba-tiba. Dia pun menatap ke bawah dan semua kultivator lainnya nampak menoleh ke belakang. Namun Ling Qing Zhu tetap memandang lurus ke depan.


"He-hei...!"


"Aduh..!"


"Minggir,"


"Tuan Muda...! Anda harus 'permisi dan meminta diberi jalan' ya ampun..." Hu Li khawatir. Xiao Shuxiang memotong jalan dengan cara yang agak kasar, bahkan beberapa orang nyaris jatuh karenanya.


Yun Qiao Yue sendiri tersenyum melihat tingkah Xiao Shuxiang. Dia menyapa pemuda itu dan baru akan melayang turun saat Xiao Shuxiang justru sama sekali tidak memandang ke arahnya.


"Kucing Putih...!"


Ling Qing Zhu berhenti berjalan. Dia pun menoleh saat Xiao Shuxiang sudah ada di sampingnya, Wali Pelindungnya ini terlihat cemberut.


"Kau membuat masalah lagi." suara Ling Qing Zhu dingin. Dia sebenarnya merasa lega sebab Wali Pelindungnya terlihat sehat-sehat saja.


!!


Tidak seperti Xiao Shuxiang yang merasa biasa-biasa saja mendengar suara Ling Qing Zhu. Orang-orang di sekelilingnya justru begitu heboh saking kagetnya kala mendengar adik dari Ling Lang Tian itu bersuara. Padahal sebelumnya, bisa mendengar gumaman singkat seorang Ling Qing Zhu saja sudah menjadi hal istimewa untuk mereka.


"Nona Ling..."

__ADS_1


Beberapa kultivator wanita merasa tersentuh. Mereka sudah berulang kali mengajak Ling Qing Zhu bicara, namun gadis itu hanya memberi mereka tatapan yang dingin. Bahkan tatapan gadis itu jauh lebih menusuk kepada para kaum pria. Namun entah bagaimana pemuda asing ini bisa melakukannya."


"Tunggu. Dia kan..."


Orang-orang mulai memperhatikan siapa pemuda yang menerobos di antara mereka begitu saja dan beberapa orang pun mulai kaget. Bukan karena wajah tampan mempesona dengan postur tubuh yang luar biasa, tetapi karena mereka tahu siapa pemuda ini.


"Xiao... Shuxiang...?!"


"Tunggu! Dia Xiao Shuxiang?!"


"Bukankah dia yang bertarung semalam itu?!"


"Apa hubungan orang itu dengan Nona Ling?"


"Dia tadi menyebut Nona Ling, 'Kucing Putih'? Benar, kan?"


"Xiao Shuxiang lagi. Dia sangat kurang ajar. Sekarang dia bertindak tidak sopan dengan Nona Ling, tidak tahu malu."


"Xiao Shuxiang...! Apa mungkin dia... Ah! Pasti bukan Xiao Shuxiang yang 'itu'."


Suara ribut-ribut itu bahkan sama sekali tidak ditangkap oleh pendengaran Xiao Shuxiang. Dia lebih punya urusan pribadi dengan Kucing Putihnya.


Xiao Shuxiang, "Aku ini marah padamu. Kau pergi begitu saja tanpa menungguku bangun, kemudian hari ini kau melakukan hal yang sama. Kau menyebalkan."


"Mn..." Ling Qing Zhu hanya bergumam dan kembali melangkah ke depan. Dia membuat pemuda di sampingnya makin cemberut.


"Kucing Putih, kau menyebalkan."


"Aku tahu, terima kasih."


"Itu bukan pujian...!"


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu berjalan seakan tidak ada apa-apa. Padahal di belakang mereka orang-orang terlihat diam dan sama sekali belum bergerak sedikit pun. Bahkan Yun Qiao Yue tetap melayang tanpa ada pergerakan darinya. 


Hu Li sendiri akhirnya bisa keluar dari kerumunan orang-orang dan menyusul Tuan Mudanya. Dan orang lain yang merasa tingkah Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu merupakan hal biasa karena sudah sering dilihat adalah Siu Yixin, Nie Shang dan Mo Huai.


"Saudara Xiao itu memang sesuatu. Aku sempat berpikir ada apa, tapi ternyata ini ulahnya." Nie Shang memainkan kipas di tangannya dan berjalan di susul oleh Siu Yixin serta Mo Huai.


"Saya pikir Tuan Muda Xiao awalnya mencari kita..." Mo Huai dan Nie Shang sebenarnya ada di antara kultivator lainnya, namun mereka tidak mencolok sama sekali. Dan kemungkinan besar, hanya Siu Yixin yang sebelumnya cukup banyak menarik perhatian karena penampilannya yang begitu meriah.


"Ayo, sebaiknya kita susul mereka." Nie Shang setengah berlari. Meski sedikit, dia punya kemiripan tingkah seperti Xiao Shuxiang yang seakan tidak peduli pada pandangan orang lain.


Di lain tempat, Xiao Shuxiang terus merutuki Kucing Putihnya karena meninggalkan dia di Sekte Pagoda Langit sendirian. Hu Li berjalan di belakangnya.


Xiao Shuxiang, "Aku tidak peduli kau mau pergi ke mana. Tapi apa kau tidak bisa meminta izin padaku? Atau berpamitan dan semacamnya. Setidaknya hargai aku sedikit, aku kan... Suamimu..."


"......"


"Kucing Putih, aku sudah bicara sejak tadi. Tapi kau sama sekali tidak memberi respon. Bersikap dingin dan hemat bicara juga ada batasnya, dasar kau ini. Kau melukaiku," Xiao Shuxiang benar-benar ngambek sekarang. Dia baru akan bicara lagi ketika mendengar suara Ling Qing Zhu.


"Kau sakit. Dan aku tidak mau mengganggumu. Kau tidur begitu nyenyak. Aku tidak ingin... Kehadiranku membuatmu terbangun."


Ling Qing Zhu bukannya ingin mengabaikan Wali Pelindungnya. Dia hanya mau pemuda di sampingnya ini dapat istirahat dengan baik.


******

__ADS_1


__ADS_2