KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
382 - Menemui Xiao WeiWei


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan teman-temannya sepakat untuk memberikan waktu pada Jing Mi dan Rana Qisheng agar bisa saling mengenal. Hou Yong, Hai Feng, dan Bao Yu pergi melanjutkan pekerjaan mereka, sementara Ro Wei sendiri dicari oleh salah seorang murid Sekte Kupu-Kupu dan mengajaknya pergi.


Yi Wen sendiri menanyakan keberadaan Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang menjawab bahwa pria itu sekarang berada di Sekte Pedang Langit. Mengetahui hal inj, Yi Wen pun pergi ke sana dan mengajak Zhi Shu untuk ikut.


Sayangnya, Zhi Shu menolak dan berkata bahwa dia ingin memperkenalkan Hu Li pada kedua orang tuanya. Yi Wen pun akhirnya pergi sendirian. Sekarang, yang tinggal di halaman itu adalah Xiao Shuxiang, Mo Huai, Hu Li, dan Zhi Shu.


Kepergian teman-temannya, utamanya Yi Wen membuat Zhi Shu mengembuskan napas dan lalu menatap Xiao Shuxiang dengan wajah yang serius. Zhi Shu buka suara, "Saudara Xiao. Aku ingin mengatakan sesuatu,"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya. Mo Huai dan Hu Li sendiri nampak keheranan pada gadis ini yang tiba-tiba berubah serius.


Zhi Shu berkata, "Aku sebenarnya tidak tahu apa yang sudah Yi Wen katakan padamu hingga bahkan matanya terlihat bengkak seperti habis menangis. Tetapi apa kau sungguh akan percaya semudah itu padanya?"


Zhi Shu berujar, "Saudara Xiao. Sejujurnya aku merasa harus selalu berhati-hati saya di dekat Yi Wen. Entahlah... Aku hanya merasa perlu melakukan itu,"


Hu Li dan Mo Huai bisa mengerti kekhawatiran gadis ini. Namun mereka tidak mengatakan apa pun dan hanya menunggu respon dari Xiao Shuxiang.


Pemuda mempesona itu memperhatikan Zhi Shu sebelum menarik napas pelan. Suaranya tenang saat Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak pernah lupa atas apa yang diperbuat orang lain padaku, bahkan jika itu berhubungan dengan pengkhianatan. Tetapi untuk kasus Yi Wen, ini sesuatu yang berbeda."


Zhi Shu berkata, "Saudara Xiao. Aku tidak merasa bahwa Yi Wen dalam pengaruh musuh saat mengkhianatimu, dia jelas melakukan itu semua secara sengaja. Yang ingin kukatakan adalah... Kau jangan mudah percaya pada apa pun yang dia katakan,"


"Tenanglah, Zhi Shu." Xiao Shuxiang tersenyum, "Setelah banyak tahun yang kita lalui bersama, apa kau masih belum tahu pikiran dari Saudara Xiao-mu ini?"


Hu Li memperhatikan Tuan Muda Xiao-nya. Dia tahu Zhi Shu kebingungan, tetapi dia juga tidak bisa mengatakan apa yang dia ketahui dari Tuan Muda-nya ini karena itu bukan sesuatu yang baik untuk diketahui orang lain.


Xiao Shuxiang menatap Hu Li sebelum mulai buka suara, "Aku akan pergi menemui ibu cantikku terlebih dahulu. Dia mungkin sudah lama menunggu,"


Zhi Shu berkedip, dia tidak bisa melarang Xiao Shuxiang menemui Xiao WeiWei. Dia pun hanya menatap punggung Saudara Xiao-nya itu yang semakin menjauh. Sekarang yang berada di sampingnya tinggal Hu Li dan Mo Huai.


Zhi Shu menatap Mo Huai dan kemudian bertanya, "Apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


Mo Huai tersentak dan dengan gugup berkata, "Kupikir aku akan mengunjungi paman. Ini karena sudah lama sekali aku tidak pulang,"

__ADS_1


Zhi Shu tersenyum, "Kalau begitu ayo pergi bersama. Aku juga ingin menjenguk ayah dan ibuku,"


"Ba-baiklah," Mo Huai agak canggung, apalagi saat melirik Hu Li yang sepertinya sedikit terganggu. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan merasa bahwa pemuda berambut putih ini sangat menjaga Zhi Shu.


*


*


Xiao WeiWei saat ini berada di lantai dua salah satu bangunan di Sekte Kupu-Kupu. Dari atas sini, dia bisa melihat betapa luas dan indahnya halaman belakang sektenya. Bahkan dia bisa melihat para murid yang sedang melakukan aktivitas harian mereka.


Xiao WeiWei menarik napas dan berujar lembut, "Suasana terasa menenangkan dan semakin baik saat kau ada di sini.."


Xiao WeiWei tersenyum dan memperhatikan pemuda yang duduk di hadapannya, sosok yang adalah putranya sendiri, Xiao Shuxiang. Dia melihat anaknya ini meminum teh pada cawan keramik di atas meja. Dia pun lantas bertanya, "Bagaimana hubunganmu dengan Ling Qing Zhu? Kapan kalian berencana untuk memiliki anak?"


Xiao Shuxiang tersedak teh yang diminumnya, bahkan nyaris menyemburkannya. Dia terbatuk dan menatap wanita di hadapannya ini. Dirinya lantas menghela napas dan menggeleng pelan, "Ibu harus bicara dengan menantu Ibu itu. Aku bahkan akan sangat beruntung jika bisa berpegangan tangan dengannya,"


Xiao WeiWei mendengarnya dan kemudian menggeleng pelan, "Istrimu itu mempunyai harga diri yang tinggi. Untuk bisa lebih dekat dengannya, kau harus berusaha keras. Cobalah untuk memberinya perhatian yang lebih baik,"


Xiao WeiWei tersenyum lembut dan berkata, "Aku baik-baik saja. Kau bisa melihat ibumu ini begitu sehat. Bagaimana dengan keadaanmu sendiri? Kudengar kau juga ikut naik ke Alam Kultivasi Atas."


Xiao Shuxiang mengangguk, "Aku menyusul Kucing Putih. Keadaanku sendiri sehat dan sama seperti Ibu. Aku dalam keadaan yang baik,"


"Apa kau tidak terlibat dalam masalah?" Xiao WeiWei tidak bisa untuk tidak curiga. Putranya ini sejak dahulu memang sangat disukai oleh masalah dan apa pun itu---yang menjadi korban justru orang-orang banyak.


Xiao Shuxiang menarik napas, pandangannya turun dan suaranya serius saat dia berkata. "Aku memang banyak terlibat masalah selama berada di Alam Kultivasi Atas, tetapi masih saja ada yang mengganggu pikiranku."


"Ibu, aku akan langsung saja." Xiao Shuxiang menatap Xiao WeiWei dan berkata, "Sesuatu yang kupikir sudah selesai dan tidak akan mengganggu kini kembali lagi. Masalahnya... Keselamatan banyak orang justru dipertaruhkan,"


Xiao WeiWei memperhatikan putranya dan dengan nada serius berkata, "Ibu percaya padamu. Jadi jangan ragu meminta bantuan Ibu,"


Tangan Xiao Shuxiang terulur, dia meraih tangan Xiao WeiWei dan kemudian berkata. "Ini hanya di antara ibu dan aku. Ibu bisa mengatakannya pada ayah, tapi sembunyikanlah dari siapa pun. Tidak boleh ada yang tahu selain kita,"

__ADS_1


"Xiao'Er..."


"Berikan misi pada para murid Sekte Kupu-Kupu dan kirim mereka pergi jauh dari tempat ini. Aku ingin... Tempat ini segera dikosongkan dari manusia,"


Xiao WeiWei tersentak. Xiao Shuxiang belum selesai bicara, dia pun kembali melanjutkan. "Aku juga ingin agar ibu memberitahu ayah dan minta ayah agar mengirim warga kota ke tempat yang jauh. Intinya, warga Kota Awan Dingin dan para murid sekte ini pergi sejauh mungkin."


"Firasatku buruk, Ibu." Xiao Shuxiang berkata, "Aku pernah mengatakan identitasku padamu, kan? Di masa lalu... Aku sama sekali tidak peduli pada nyawa orang lain, aku tidak peduli jika ada yang mati. Tetapi sekarang tidak lagi sama,"


Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Aku akan merasa gagal jika tidak bisa melindungi seseorang yang mempunyai hubungan denganku. Tetapi aku pun sadar bahwa aku tidak mungkin melindungi kalian sambil mengayunkan pedang. Ini adalah satu-satunya cara yang bisa kupikirkan. Bawa pergi orang-orang keluar dari kota ini,"


Xiao WeiWei menyentuh tangan pemuda di hadapannya dan berkata, "Xiao Shuxiang. Apa tidak sebaiknya para murid di sekte ini membantu dalam menghadapi musuhmu itu? Mereka sudah sangat kuat dan bahkan tidak kenal takut. Jika kau sendirian... Ini akan sangat membebani,"


"Sama sekali tidak," Xiao Shuxiang menggeleng, "Aku justru dapat bertarung lebih leluasa jika tidak ada orang-orang yang harus kulindungi di sekitarku,"


".................. Siapa musuhmu ini?"


"Sosok yang bisa menciptakan perselisihan hingga perang sama seperti di masa lalu dan mereka yang diliputi keserakahan,"


"Tapi bukankah jika para murid di tempat ini atau warga kota pergi... musuhmu akan tahu?"


"Tidak akan," Xiao Shuxiang berkata, "Aku punya rencana di mana orang-orang yang pergi akan digantikan oleh sosok buatan yang mirip mereka. Orang-orang inilah yang akan menjadi umpan,"


"Lalu bagaimana dengan Saudara Jing-mu dan yang lainnya? Kau juga harusnya memberitahukan ini pada Patriarch Tiga dan orang-orang di Sekte Pedang Langit,"


"Tetua Tiga dan Sekte Pedang Langit tidak akan dalam bahaya. Dan untuk Saudara Jing serta yang lainnya.. Sebisa mungkin tolong rahasiakan ini. Paling tidak, Ro Wei dan Yi Wen tidak boleh sampai mengetahuinya,"


Xiao WeiWei mengerutkan keningnya, "Kenapa kau tidak membiarkan mereka tahu?"


"Kedua gadis itu pernah bekerja sama dengan musuhku. Entah mereka akan melakukannya lagi atau tidak, aku tidak boleh lengah." Xiao Shuxiang berujar, "Aku tidak menghukum mereka sesuai keinginanku karena Saudara Jing dan yang lainnya melindungi keduanya. Tapi tetap saja pengawasan pada Ro Wei dan Yi Wen dilakukan secara diam-diam,"


"Shuxiang..."

__ADS_1


******


__ADS_2